MENENTUKAN KRU FILM - Annisa Puspitasari

Report
MENENTUKAN KRU FILM
- EXCECUTIVE PRODUCER:
Orang yang bertanggung jawab untuk menyusun rancangan
biaya produksi (budget), melakukan koordinasi dengan klien,
managemen stasiun televisi, advertising agency, sponsorship,
talent manager / agent, dan penulis (writer).
- PRODUCER:
Bertanggung jawab untuk satu proses produksi acara (individual
production), meliputi koordinasi pekerjaan crew teknis dan non
teknis termasuk memberikan arahan kepada penulis (writer)
dan pengarah acara.
- ASSOCIATE PRODUCER:
Bertugas mendampingi produser pada seluruh pelaksanaan kegiatan
produksi. Melakukan koordinasi tugas, termasuk menghubungi talent dan
konfirmasi jadwal untuk tampil.
- FIELD PRODUCER / EFP PRODUCER:
Adalah produser yang ditugaskan pada suatu tempat diluar lingkup stasiun
televisi.
- PRODUCTION MANAGER:
Bertanggung jawab atas perencanaan jadwal penggunaan perangkat
produksi dan personel yang berada didalam studio maupun kegitan
produksi diluar studio (field production).
- PRODUCER ASSISTANT:
Mendampingi tugas producer pada persiapan hingga saat
pelaksanaan produksi acara. PA bertanggung jawab atas
beberapa aspek catatan untuk produser dalam tujuan
meningkatkan kualitas produksi (improvment)
- DIRECTOR / PENGARAH ACARA:
Bertugas mengarahkan pekerjaan yang akan dilakukan oleh
talent / aktor/ performer serta pekerjaan operasional teknis.
Pengarah acara bertanggung jawab atas keberhasilan
menterjemah script menjadi hasil produksi audio/ video dengan
segala pesan yang disampaikan. Pada beberapa stasiun televisi,
director dapat pula berperan menjadi producer. -
A
ASSOCIATE DIRECTOR:
Mendampingi pengarah acara/ director pada saat kegiatan pelaksanaan
produksi berlangsung. Nbertanggung jawab untuk mempersiapkan
seluruh personel dan perangjkkat yang digunakan untuk siap
dioperasikan.
TALENT (COORDINATOR):
Bertugas melakukan pekerjaan koordinasi kepada seluruh aktor / aktris
performer yang sudah ditetapkan dalam jadwal dan peran didalam
produksi acara.
AKTOR/ AKTRIS:
Orang yang ditetapkan memerankan tokoh-tokoh dalam suatu cerita yang
akan diproduksi.
PERFORMER:
Adalah orang yang tampil sebagai diri mereka sendiri, sesuai dengan
peran aktualnya / jabatan / fingsi dalam pemerintahan atau
kemasyarakatan umum.
ANNOUNCER / VOICE OVER:
Pembaca narasi yang tidak ditampilkan didepan kamera (off screen).
Namun bila dia tampil didepan kamera, fungsi dan perannya berganti
menjadi performer / talent / cast.
FLOOR MANAGER / FLOOR DIRECTOR / STAGE MANAGER:
Bertanggung jawab untuk seluruh aktifitas dan pekerjaan pangung, artis
dan performer. Membantu pengarah acara untuk menyampaikan
sejumlah komando / order kepada seluruh personel yang terlibat dalam
proses produksi di lokasi shooting/stage.
FLOOR PERSON;
Adalah orang-orang yang bertugas untuk mempersiapkan seluruh
komponen yang dibutuhkan didalam studio/di lapangan meliputi:
set/panggung, mempersiapkan portable lighting dan boom mic.
Mendampingi operator kamera untuk moving camera dolly (track)dan membantu mengatur cabling.
WRITER:
Bertugas melakukan riset dan menuangkannya kedalam suatu
komposisi skrip program yang disesuaikan dengan rundown acar
untuk diproduksi. Beberapa writer merupakan orang-orang freelance
yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan produksi.
ART DIRECTOR:
Bertugas untuk merancang dan memproduksi aspek kreatif pada
panggung/ set / backdrop dan lokasi (setting location). Termasuk
menentukan / mengarahkan kreatif untuk design grafis yang
dibutuhkan dan disesuaikan dengan isi dan genre program.
GRAPHICS ARTIST:
Mempersiapakan computer graphics, tittle, chart dan background
elektronis.
COSTUMES DESIGNER:
Merancang dan membuat kontruksi khusus pada produksi drama,
kostum penari acara untuk anak-anak (kid’s show). Biasanya dapat
dilakukan kerjasama designer terkenal untuk memperoduksikan
acara dengan tema kostum khusus.
WARDOBE:
Bertanggung jawab pada persiapan jenis rancangan kostum yang
diperlukan aktor/performer sepanjang kegiatan produksi
berlangsung.
PROPERTY MANAGER:
Beratanggung jawab pad pengadaan pemilihan dan penempatan set
properti, termasuk benda property yang digunakan untuk
penampilan aktor/ performer. Pada pelaksanaannya tugas property
manager diatur oleh director dan floor manager.
SOUND DESIGNER:
Bertugas menyusun soundtrack untuk memberi ilustrasi musik atau sound
effect pada tahap paska produksi. Untuk peroses produski tertentu, sound
designer terdiri dari freelancer yang dapat dilibatkan dalam kegiatan
produksi.
SUTRADARA:
Seseorang yang memimpin dan mengontrol aspek dramatis dan artistik
selama proses produksi berlangsung.
ASSISTEN SUTRADARA :
Orang yang membantu sutradara untun menterjemahkan hasil direktor
treatment kedalam script breakdown dan shooting schedule.
Pembahasan II
KRITERIA KAMERAWAN
THE ELEMENT OF SHOT
1.
Motivasi
sebuah shot harus mempunyai tujuan yang akan memberikan alasan bagi
editor untuk menyambung ke shot berikutnya.
2. Informasi
Sebuah shot harus menggambarkan informasi yang ingin disampaikan
kepada pemirsa.
3. Composition
perhatikan komposisi gambar agar daapat berbicara sendirinya. Ada empat
yang perlu diperhatikan, yaitu Framing (pembingkaian gambar), illusion of
depth ( kedalaman dan dimensi gambar), subject or objeck gambar),
colour (warna).
4. Sound
faktor suara yang sangat mempengaruhi makna gambar.
5. Camera angle
sudut pengambilan gambar oleh penata kamera akan memberikan kekuatan dari
sebuah shot itu sendiri. (angle kamera objektif, angle kamera subjektif, Point of
view)
6. Continuity
- content continuity : kesinambungan pada gambar isi cerita yang terangkum
dalam sambungan berbagai shot. Berbentuk benda (tata
artistik-properti), sinar cahaya ( tata cahaya), wardrobe dan
make up.
- Movement continuity : kesinambungan gambar pada gerakan yang direkayasa
ataupun natural ( gerakan dalam adegan yang diperankan
oleh pemain dan figuran sedangkan gerakan natural yang
terjadi karena faktor alam, misalnya angin)
- Position continuity : kesinambungan gambar untuk blocking pemain, posisi
properti (tata artistik), dan posisi yang lainnya disesuaikan
dengan komposisi gambar dalam berbagai sudut arah
kamera.
- Sound continuity : kesinambungan suara dalam gambar, baik bersifat direct sound
(suara yang direkam langsung pada saat syuting) maupun
indirect sound (sound effect & ilustrasi musik)
- Dialouge Continuity : kesinambungan dialog yang terwujud dalam percakapan para
pemeran sesuai dengan tuntutan cerita dan logika visual
(kebutuhan gambar sesuai dengan naskah)

similar documents