8. muhammad arkoun

Report
Muhammad Arkoun
BIOGRAFI
 Muhammad Arkoun adalah seorang filsuf Islam
Modern. Ia lahir pada tanggal 2 Januari 1928 di Desa
Berber, Algeria, dan meninggal pada tanggal 14
September 2010.
 Pemikirannya mempengaruhi reformasi Islam saat ini,
Arkoun bersikap skeptis terhadap formulasi
tradisional yang terwujud dalam doktrin-doktrin,
institusi, dan juga praktik keislaman di sepanjang
sejarah.
DASAR FILOSOFIS DAN KERANGKA
PEMIKIRAN MOHAMMED ARKOUN

Arkoun mencoba pemahaman-pemahaman
yang baru tentang Islam menggunakan teori
yang berkembang di dunia Barat modern.

Kerangka pemikirannya adalah kenyataan
adanya dikotomi di dalam masyarakat,
khususnya masyarakat Muslim dan banyak
bersentuhan
dengan
persoalan-persoalan
particularity versus
(vs) universality, dan
marginality vs centrality.
BUTIR-BUTIR PEMIKIRAN AKOUN
Wahyu dan Teks Alqur’ an



sebagai Firman Allah yang transenden, tidak
terbatas dan tidak diketahui oleh manusia.
Umm al-Kitab. Kedua, wahyu yang diturunkan
dalam bentuk pengujaran lisan dalam realitas
sejarah yang disebut sebagai discours religious
dan berfragmen dalam bentuk kitab Suci
wahyu yang direkam di dalam catatan, yang
ternyata menghilangkan banyak hal.
BUTIR-BUTIR PEMIKIRAN AKOUN
Pembacaan al-Qur’ an



Pertama, secara liturgis, yaitu memperlakukan teks secara ritual yang
dilakukan pada saat-saat shalat dan doa-doa tertentu. Dengan cara ini,
manusia melakukan komunikasi rohani, baik secara horisontal maupun
vertikal, dan sekaligus melakukan pembatinan terhadap kandungan
wahyu.
Kedua, pembacaan secara eksegesis yang berfokus utama pada ujaran
yang termaktub di dalam mushaf. ATAU SECARA AKTUAL
ketiga, cara baca yang ingin dikenalkan oleh Arkoun, yaitu dengan cara
memanfaatkan temuan-temuan metodologis yang disumbangkan oleh
ilmu-ilmu kemanusiaan dan ilmu bahasa.
Menurut Arkoun, ketiga cara baca tersebut tidak saling menyisihkan satu sama
lain, dan bahkan saling memberikan sumbangan untuk memahami teks-teks
Illahi yang tidak akan pernah tuntas dikupas oleh manusia.
SEMIOTIKA
Sistem tanda;
yaitu studi sistematis mengenai produksi ataupun interpretasi
tanda, cara kerja dan manfaatnya bagi manusia
Sering digunakan untuk mengkaji karya sastra,
karena sering menggunakan secara ekspresif
Kajian semiotika dapat digunakan untuk mencari
signifikan dalam al Quran dan bukan mencari pada
analisis jalinan sistem tanda baca pada al Quran
Kajian semiotika berusaha mengungkap pesanpesan sehingga mampu diterima oleh manusia
• Cara membaca tersebut membuat gerakan
moncong pada mulut lalu ditarik lagi dengan
menempelkan gigi atas dan bawah sambil
membentuk gerakan mulut seperti orang
tersenyum
• La ta’manna berasal dari frase la ta’manuna,
merupakan penanda yang menunjukan ada
unsur kebohongan dari ucapan saudarasaudara Yusuf.
•
Hal inilah yang mengakibatkan Ya’qub tidak percaya dengan mereka

similar documents