Perlindungan Satwa dan Hutan di Taman Nasional Baluran

Report
1
Oleh :
Dwi Cahyaningsih
2012001096
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2
Letak TN. Baluran
 Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional
di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih,
Situbondo, Jawa Timur, Indonesia (sebelah utara
Banyuwangi). Nama dari Taman Nasional ini diambil dari
nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu gunung
Baluran. Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran
berada di 7°55'17.76"S dan 114°23'15.27"E. Taman nasional ini
terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan
musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan
rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe
vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional
Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
3
Sejarah
 Sebelum tahun 1928 AH. Loedeboer, seorang pemburu kebangsaan Belanda
yang memiliki daerah Konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung
Mesigit, pernah singgah di Baluran. Beliau telah menaruh perhatian dan
meyakini bahwa Baluran mempunyai nilai penting untuk perlindungan satwa,
khususnya jenis mamalia besar.
 Pada tahun 1930 KW. Dammerman yang menjabat sebagai Direktur Kebun
Raya Bogor mengusulkan perlunya Baluran ditunjuk sebagai hutan lindung.
 Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran
sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September
1937 Stbl. 1937 No. 544.
 Pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai [Suaka
Margasatwa]] oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962.
 Pada tanggal 6 Maret 1980, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian seDunia, Suaka Margasatwa Baluran oleh menteri Pertanian diumumkan sebagai
Taman Nasional.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
4
Luas Kawasan
 Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-
VI/1997 tanggal 23 Mei 1997 kawasan TN Baluran
ditetapkan memiliki luas sebesar 25.000 Ha
 Sesuai dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut
dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan SK. Dirjen
PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13 Desember
1999 yang terdiri dari 4 zona
 Wilayahnya yaitu savana Bekol, Hutan Mangrove di
pantai Bama, wisata snorkling di Pantai Bama
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
5
Satwa
Di Taman Nasional ini terdapat 26 jenis mamalia, di
antaranya adalah:
 Banteng (Bos javanicus javanicus)
 Kerbau liar (Bubalus bubalis)
 Ajag (Cuon alpinus javanicus)
 Kijang (Muntiacus muntjak muntjak)
 Rusa (Cervus timorensis russa)
 Macan tutul (Panthera pardus melas)
 Kancil (Tragulus javanicus pelandoc)
 Kucing bakau (Prionailurus viverrinus)
 Sekelompok Rusa yang ada di savana Bekol
 Biota laut di sepanjang pantai Bama
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
6
Hutan Mangrove
 Terletak disepanjang Pantai Bama
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
7
Masalah
 Populasi Banteng yang menurun akibat hutan di G.
Baluran semakin hilang karena sering terjadi
kebakaran hutan.
 Sangat jarang bisa menemui satu Banteng yang sedang
makan di savana Bekol karena keadaanya merasa
terancam dengan kedatangan wisatawan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Vegetasi
8
 Selain Hutan Mangrove juga banyak terdapat vegetasi di TN. Baluran yaitu
memiliki sekitar 444 jenis tumbuhan dan di antaranya merupakan tumbuhan
asli yang khas dan mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering.
Tumbuhan khas tersebut adalah:
 Widoro bukol (Ziziphus rotundifolia)
 Mimba (Azadirachta indica)
 Pilang (Acacia leucophloea)
 Tumbuhan lainnya antara lain:
 Asam jawa (Tamarindus indica)
 Gadung (Dioscorea hispida)
 Kemiri (Aleurites moluccana)
 Gebang (Corypha utan)
 Api-api (Avicennia sp.)
 Kendal (Cordia obliqua)
 Salam (Syzygium polyanthum)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
 Kepuh (Sterculia foetida)
9
Kesimpulan
 Karena salah satu Taman Nasional yang perlu dijaga
maka diharapkan sebagai generasi muda bisa
melestarikan keindahan Afrika Jawa (Savana Jawa) ini
dengan tidak merusak alamnya ketika berwisata
ketempat ini maupn ketempat wisata alam lainnya.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Daftar Pustaka
 www.wikipedia.com
 Jurnal Baluran 2011
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
10

similar documents