suksesi ppt - aimarusciencemania

Report
SUKSESI
(Definisi, Pendekatan Kajian, Konsep Klimaks,
Permasalahan dan Contoh Suksesi )
SUKSESI
(Definisi, Pendekatan Kajian, Konsep Klimaks,
Permasalahan dan Contoh Suksesi )
MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan
Yang Dibina Oleh Novy Eurika, S.Si
Oleh
Kelompok 5 Urutan Maju 9
Aini Maskuro
Arizal Irawan Putra
Eny Irmawati
Faiq Nikaatul
Jessi Nur afni
Rizki Ayu
( 0910211107 )
( 0910211082 )
( 0910211079 )
( 0910211104 )
( 0910211096 )
( 0910211080 )
PROGRRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
DESEMBER, 2011
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seperti yang telah dipelajari materi sebelumnya tentang sub topik
ekosistem (bagian topik ekologi) yang merupakan hubungan timbal balik
antara komponen biotik dan abiotik saling berkesinambungan untuk
membentuk suatu sistem yang seimbang. Pada ekologi memiliki
hirarki/tingkatan komponen yang terdiri atas individu, populasi, komunitas,
ekosistem, biosfer dan bioma.Ekosistem di alam ini memiliki pola
penyesuaian untuk mempertahankan stabilitasnya yaitu dengan mengalami
suatu perubahan.
Pada prinsipnya semua bentuk ekosistem akan mengalami perubahan
bentuk baik struktur maupun fungsinya dalam perjalanan waktu. Beberapa
perubahan mungkin hanya merupakan fluktuasi lokal yang kecil
sifatnya,sehingga tidak memberikan arti yang penting.Perubahan lainnya
mungkin sangat besar/kuat sehingga mempengaruhi sistem secara
keseluruhan.
Kajian perubahan ekosistem dan stabilitasnya memerlukan perhatian yang
tidak sederhana, ini meliputi aspek-aspek yang sangat luas seperti siklus
materi/nutrisi, produktivitas, konsep energi, kaitannya dengan masalah
pertanian juga dengan masalah konservasi. Perubahan ekosistem ini pada
dasarnya dapat disebabkan oleh berbagai penyebab utama, yaitu:
• Akibat perubahan iklim
• Pengaruh dari faktor luar
• Karakteristika dalam sistem sendiri (Syafei, 1990 : 81)
Selain itu perubahan ekosistem juga berdampak pada perubahan
lingkungan hidup dan masalah konservasi lingkungan hidup.Untuk itu
perlu di kaji mengenai pengetahuan akan konsep dasar suksesi, kajiaan
pendekatan tentang suksesi, permasalahan dan contoh-contoh suksesi, dan
cara penanggulangan dan aplikasi solusi dari masalah- masalah suksesi
tersebut.Hal ini bertujuan agar insan biologi dapat menerapkan sedikit
pengetahuannya akan suksesi untuk mengurangi dampak negatif akibat
suksesi yang telah terjadi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dan konsep dari suksesi?
2. Apa saja pendekatan yang melatar belakangi konsep kajian
Suksesi?
3. Apa yang dimaksud dengan konsep klimaks dari suksesi?
4. Jelaskan permasalahan- permasalahan yang berkaitan dengan
suksesi!
5. Apa saja contoh-contoh dari suksesi ?
6. Jelaskan kaitan suksesi dan pertanian ?
7. Bagaimana dampak negatif dan positif dari suksesi?
1.3 Tujuan
1. Mendeskripsikan definisi dan konsep suksesi;
2. Menyebutkan dan menjelaskan pendekatan kajian yang
melatar belakangi konsep Suksesi;
3. Mendeskripsikan konsep klimaks dari suksesi;
4. Menyebutkan dan menjelaskan dengan contoh-contoh
permasalahan- permasalahan yang berkaitan dengan suksesi;
5. Mendeskripsikan dampak negatif dan positif dari suksesi.
6. Menjelaskan kaitan suksesi dan pertanian.
7. Menjelaskan dampak positif dan negative dari suksesi.
PEMBAHASAN
A. Definsi Suksesi
Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu
arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam
jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang
berbeda dengan komunitas semula. Dengan perkataan lain.
suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak
seimbang menuju ekosistem seimbang. Suksesi terjadi sebagai
akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau
ekosistem. (Arianto Sam, 2008)
B. Konsep Suksesi
• Sere
Seluruh seri komunitas yang terbentuk pada keadaan/waktu
tertentu
• Suksesi
Suatu seri perubahan berurutan dan bertahap dari komunitas
pada suatu wilayah ekosistem tertentu
• Klimaks
Suatu keadaan seimbang-dinamis dari populasi yang
menentukan dalam perjalanan suksesi ekologis yang optimum.
Perubahan ekosistem ini pada dasarnya dapat di sebabkan
berbagai penyebab utama yaitu:
• Akibat perubahan iklim
• Suksesi allogenik ( karena pengaruh dari luar)
• Suksesi autogenik (karena pengaruh dari dalam)
Proses suksesi
AWAL
(Pioner)
Proses suksesi
VEGETASI KLIMAKS
Pergantian masy. Tumb.
Proses
homeostasis
SELALU ADA PERUBAHAN
POHON TUA-MATI
Tansley (1920) mendefinisikan suksesi sebagai berikut: Suksesi
adalah perubahan yang perlahan lahan dari komunitas tumbuhan dalam
suatu dareah tertentu di mana terjadi pengalihan dari satu jenis
tumbuhan olehjenis tumbuhan lainnya pada tingkat populasi.
Menurut clement (1916) menyatakan enam unsur yang akan terjadi
sehubungan dengan proses suksesi yaitu:
1. Penggundulan yang mengakibatkan terjadinya sibstrat baru
2. Migrasi kehadiran migrula atau organ pembiak tumbuhan.
3. Eksesis perkecambahan, pertumbuhan, reproduksi, dan penyebaran
4. Kompetisi, persaingan sehingga pengusiran satu spesies oleh
species lainnya
5. Reaksi, perubahan pada ciri dan sifat habitat oleh jenis tumbuhan
6. Stabilisasi, yang menghasilkan komunitas tumbuhan pada tingkatan
yang matang.
• Perubahan komunitas tumbuhan atau vegetasi yang di
kemukakan atas dasar menggambarkan bertambah kayanya
suatu daerah oleh berbagai jenis tumbuhan yang hidup di
atasnya, proses perubahan ini di sebut suksesi progresesif.
• Perubahan vegetasi dapat pula mengarah pada penurunan
jumlah jenis tumbuhan, penurunan kompleksitas struktur
komunitas tumbuhan. Hal ini terjadi biasanya akibat
penurunan kadar zat hara dari tanah, misalnya akibat degradasi
habitat.Perubahan komunitas tumbuhan mengarah ke yang
lebih sederhana ini di sebut suksessi retrogresif atau suksesi
regresif
Gams (1918) mengemukakan bahwa suksesi bisa terjadi secara alami,
tetapi bisa juga timbul karena perbuatan manusia.keduanya tidak
berbeda secara mendasar. Hutan yang yang hancur karena di tebang
oleh manusia,atau di hancurkan akibat longsor atau angin topan, proses
suksesi yang terjadi akan relative sama.
Gams mengkategorikan suksesi ini dalam tiga keadaan yaitu :
• Suksesi dengan urutan normal
• Suksesi dengan urutan berirama
• Suksesi denga urutan katastrofik
Perubahan vegetasi di alam sebenarnya bisa di bedakan
dalam tiga bentuk umum yaitu:
• Perubahan fenologis
• Perubahan suksesi sekunder
• Perubahan suksesi primer,
Tahapan – Tahapan Suksesi
Proses suksesi dapat terjadi melalui beberapa tahap, yaitu
sebagai berikut :
• Kolonisasi
• Modifikasi Tempat
• Variabilitas Ruang
PEMBAGIAN SUKSESI
A. Suksesi Primer
Suksesi primer terjadi ketika komunitas awal terganggu dan mengakibatkan
hilangnya komunitas awal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas
asal tersebut akan terbentuk substrat dan habitat baru. Gangguan ini dapat
terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan
Lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai.
Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah,
batubara, dan minyak bumi.
Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung
Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan
gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta
tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan
kekeringan.Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah
permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis
mati maka akan mengundang datangnya pengurai.
Gambar : Suksesi Primer pada Pulau Anak Krakatau
Perubahan Yang Terjadi Selam Proses Suksesi :
1. Perkembangan sifat substrat/tanah
2. Pertambahan kepadatan komunitas
3. Peningkatan pemanfaatan SDL
4. Perubahan iklim mikro
5. Komunitas menjadi lebih kompleks
Skema Suksesi Primer
B. Suksesi Sekunder
Apabila dalam suatu ekosistem alami mengalami
gangguan, baik secara alami ataupun buatan (karena manusia),
dan gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh
organisme yang ada sehingga dalam ekosistem tersebut
substrat lama dan kehidupan lama masih ada. Contohnya,
gangguan alami misalnya banjir, gelombang taut, kebakaran,
angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan
dan pembakaran padang rumput dengan sengaja. Contoh
komunitas yang menimbulkan suksesi di Indonesia antara lain
tegalan-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan
kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.
Suksesi Sekunder Karena Penebangan Hutan
Suksesi Sekunder Karena Kebakaran Hutan
Faktor yang memengaruhi proses
suksesi, yaitu:
1. Luasnya habitat asal yang mengalami kerusakan.
2. Jenis-jenis tumbuhan di sekitar ekosistem yang terganggu.
3. Kecepatan pemencaran biji atau benih dalam ekosistem
tersebut.
4. Iklim, terutama arah dan kecepatan angin yang membawa biji,
spora. dan benih lain serta curah hujan yang sangat
berpengaruh dalam proses perkecambahan.
5. Jenis substrat baru yang terbentuk.
6. Iklim, terutama arah dan kecepatan angina yang membantu
penyebaran biji, sporam dan benih serta curah hujan.
7. Sifat – sifat jenis tumbuhan
Telah dijelaskan bahwa akhir suksesi adalah terbentuknya suatu
komunitas klimaks. Berdasarkan tempat terbentuknya, terdapat
tiga jenis komunitas klimaks sebagai berikut :
1. Hidroser yaitu sukses yang terbentuk di ekosistem air tawar.
2. Haloser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air payau
3. Xeroser yaitu suksesi yang terbentuk di daerah gurun.
Pendekatan Dalam Kajian Suksesi
A. Pendekatan Kajian Suksesi Lama /Tradisional
Teori suksesi pola pendekatan lama didasarkan pada beberapa pemikiran yaitu:
• Suksesi adalah suatu proses perkembangan komunitas yang teratur dan meliputi
perubahan komposisi jenis dan fungsi ekosistem melalui waktu tertentu,suksei
merupakan proses yang progresip dan dapat di perkirakan.
• Fase awal dari suksesi struktur komunitas serhanana dan di kuasai oleh tumbuhan
berumur pendek.sere breikutnya menjadi lebih progresif ,lebih kompleks dan di
kuasai oleh tumbuhan berumur panjang.
• Suksesi berkulminasi dalam komunitas klimaks, yang paling besar, paling efisien
dan komunitas paling kompleks dari habitat yang mendukungnya. Komunitas
klimaks adalah stabil dan mandiri.
Teori suksesi tradisional / lama ini sangat kaku,lebih di tekankan pada pola
berpikir deduktif dan pembuktian yang bersifat relative sangat sedikit kasus suksesi
telah di kaji secara rinci karena perubahan meliputi waktu yang panjang beberapa
decade dan sulit mengelola penelitian lapangan untuk waktu yang lama ini.
B. Pola Pendekatan Suksesi Modern
Akhir-akhir ini timbul suatu pemikiran bahwa dalam kajian
suksesi harus di perhitungkan pula segala aspek dari ekosistem
untuk menggambarkan perubahan struktur dan fungsi ekosistem
suksesi ini.
a. Pola aliran energy
Selama suksesi mencapai klimaks pola energy dalam ekosistem
berubah secara mendasar. Perubahan ini di refleksikan dalam
besaran standing crop dalam system.
b. Produktivitas
Produktivitas kotor dari ekosistem meningkat selam suksesi
sampai klimaksnya.peningkata ini sebanding dengan keadaan
standing cropnya.prosentase dari produktivitas kotor yang
terfiksasi sebagai produktivitas bersih tidak terus meningkat
sampai klimaksnya,hal ini akibat beberapa keadaan
c. Efisiensi Ekologi
Telah dinyatakan bahwa dalam suatu suksesi primer, produktivitas
kotor di mulai dengan nol kemudian meningkat, tetapi
peningkatannya tidak dapat tanpa batasnya apabila produktivitas
bersih menurun sampai mencapai klimaks,efesiensi konversi
energy menurun dalam fase seral akhir.
Penurunan efesiensi ekologi dari suatu ekosistem yang matang
adalah fungsi dari pola produktivitas dari tumbuhan besar, yang
hidup dalam komunitas klimaks. Tumbuhan mempunyai adaptasi
yang tinggi untuk dapat tumbuh dengan cepat ketika muda dan
peka, apabila telah besar dan mandiri maka rendahnya
produktivitas bersih tidak menjadi masalah lagi.
d. Struktur Trofik
Fase seral awal ada alternative mempunyai rantai makanan yang
pendek.kerusakan dapat terjadi dengan mudah ,apabila salah satu rantai
hilang maka tidak ada alternative pengaliran air lagi energy, begitu
pelapisan dari ekosistem terbentuk dan versitas jenis meningkat maka
struktur trofilmenjadi lebih kompleks dan terbentuk jaring makanan.
e. Perubahan siklus Nutrisi
Teori lama memperkirakan bahwa suksesi menghasilkan
komunitas yang stabil dan siklus materi yang lebih efisien. Hal ini
adalah benar untuk kebanyakan ekosistem daratan,tetapi tidaklah
demikian untuk ekosistem perairan.
Dalam setiap proses suksesi jumlah nutrisi yang bersiklus dalam
setiap fase awal adalah kecil. Penimbunan dalam ekosistem juga
kecil.Pertukaran nutrisi antara komponen biotic dan abiotik terjadi
cepat karena umur organismenya pendek.peranan detritus dalam
regenerasi dalam nutrisi kurang penting. Fasa organic dari siklus
kurang berkembang,akibatnya nutrisi dapat bergerak ke dalam dan
keluar dari system dengan penuh mudah ,maka siklus nutrisinya
terbuka.
f. Struktur dan Keaneragaman
Stratifikasi
Sere awal biasanya terdiri dari kelompok-kelompok tumbuhan pendek yang
tidak merata penyebarannya dan dengan pelapisan yang sederhana.suksesi
berjalan terus, tumbuhan yang lebih tinggi bentuk lapisan tambahan dan
terjadi peneduhan.Koloni tumbuhan lama menyingkir dari keteduhan dan
diganti dengan jenis tumbuhan bawah lainnya yang biasa hidup dibawah
naungan perdu, suatu formasi hutan klimaks akhirnya terbentuk dengan
identifikasinya yang kompleks .untuk hutan tropika misalnya di kenal dengan
pelapisan dari kanopi pohon, lapisan perdu, dan lapisan dasar bayang terdiri
dari lumut.
Pengecualian-pengecualian untuk terbentuknya stratifikasi kompleks ini
memang juga bisa terjadi, misalnya pada hutan, lapisan kanopi pohon yang
kerap dan mengakibatkan energy cahaya tidak memungkinkan untuk
menunjang vegetasi dasar. Fenomena ini dapat diketemukan di hutan alami
yang padat atau rapat kanopinya,baik di tropika maupun di temperate.
Keaneragaman Jenis
Peningkatan yang cepat dari jumlah jenis merupakan gambaran
pada fasa awal suksesi, banyak tumbuhan yang berkoloni.
Gambaran pertama dari suksesi,peningkatan diversitas jenis
cepat dan fasa berikutnya laju peningkatan berjalan lambat.
Jumlah jenis yang berbeda dalam ekosistem mungkin
meningkat terusa sampai terbentuknya komunitas klimaks.
Tetapi banyak pula terjadi penurunan keaneragaman sampai
akhir dari suksesi.
Konsep Klimaks
Interaksi
Kompetisi
Toleransi
Dimensi
waktu
Populasi
Dominan
Secara fisiognomis populasi dominan tersebut merupakan
identitas komunitas klimaks
Misal: Hutan meranti (Dipterocarpaceae dominan)
Teori tradisional menyatakan bahwa suksesi ekologi mengarah kepada
suatu komunitas akhir yang stabil yaitu klimaks. Fasa klimaks ini
mempunyai sifat-sifat tertentu, dan yang terpenting adalah :
• Fase klimaks
merupakan system yang stabil dalam
keseimbangannya antara lingkungan biologi dengan lingkungan non
biologinya.
• Komposisi jenis pada fasa klimaks relative tetap atau tidak berubah
• Pada fasa klimaks tidak ada akumulasi tahunan berlebihan dari
materi organic ,sehingga tidak ada perubahan yang tidak berarti.
• Fasa klimaks dapat mengelola diri sendiri atau mandiri.
Pembentukkan komunitas klimaks sangat dipengaruhi oleh musim dan
biasanya komposisinya bercirikan spesies yang dominan. Berdasarkan
pengaruh musim terhadap bentuknya komunitas klimaks, terdapat dua
teori sebagai berikut :
a. Teori Monoklimaks
Dalam teorinya pada tahun 1916 clements menyatakan
bahwa komunitas klimaks untuk suatu kawasan semata-mata
merupakan fungsi dari iklim.Dia memperkirakan bahwa pada
waktu yang cukup dan bebas dari berbagai, pengaruh
gangguan luar suatu bentuk umum mengatasi klimaks yang
sama akan terbentuk untuk setiap daerah iklimyang sama
.dengan demikian iklim sangat yang menentukan batas dari
formasi klimaks. Pemikiran ini di fahami sebagai teori
monoklimaks dan di terima secara luas oleh para pakar botani
pada pertengahan awal dari abad ini.
b. Teori Poliklimaks
Beberapa pakar biologi berpendapat bahwa teori monoklimaks
terlalu kaku. Tidak memberikan kemungkinan untuk menerangkan
variasi lokal dalam suatu komunitas tumbuhan.
Dalam tahun 1939 Tansley, seorang pakar botani dari inggris,
mengusulkan suatu alternative yaitu teori poliklimaks, dengan teori ini
memungkinkan untuk mendapat mosaic Dari bentuk klimaks dari setiap
daerah iklim. Dia menyadari bahwa komunitas klimaks erat
hubungannya dengan berbagai factor yang mempengaruhinya yaitu
meliputi tanah, drainage, dan berbagai factor lainnya. Teori
poloklimaks mengenai kepentingan dari iklim.
c. Teori Potensi Biotik atau pola Klimaks Hipotetis
Dalam tiga decade terakhir para pakar menyadari bahwa
komunitas klimaks tidak di tentukan oleh hanya satu atau beberapa
factor pengontrol.Setiap komunitas merupakan fungsi cdari semua
factor lingkungan yang berinteraksi terhadapnya.seperti iklim,tanah,
topografi dsb.Dengan demikian sekian banyak bentuk klimaks akan
terjadi akibat kombinasi dari kondisi-kondisi tadi.perhatikan konsep
factor holosinotik atau holismal.
Permasalahan Konsep Suksesi
a. Stabilitas
Konsep klimaks lama menyatakan secara tidak langsung suatu
keadaan keseimbangan dengan lingkungan,terutama yang di anggap
penting adalah factor iklim. Pendekatan ini adalah lemah, karena iklim
sepertidi ketahui adalah teratur dan berfluktuasi, terutama di daerah
temperate.
b. Kemantapan
Kemantapan adalah pusat perhatian pola berfikir konsep lama fasa
klimaks sangat sedikit komunitas yang benar-benar terllihat mantap baik
struktur maupun komposisi jenisnya. Mereka berkecenderungan menjadi
terbatas atau di batasi oleh kondisi-kondisi lingkungan yang kurang
menunjang,seperti di padang pasir.
c. Suksesi dan Keteraturan
Apabila pandangan tradisional tentang komunitas
klimaks mempermasalahkan, pertanyaan harus di
lanjutkan apakah pendapat bahwa suksesi sebagai
suatu proses teratur yang menbgarah pada suatu
bentuk akhir dari komunitas yang dapat di
perkirakan perlu di kaji kembali?
Untuk itu ada dua aspek penting yang perlu di
ketahui yaitu:
1. Keterkaitan Lingkungan Vs Proses Acak
2. Apakah Urutan Komunitas Dalam Suksesi
Teratur
Suksesi Sebagai Pergantian Dari Jenis Oportunis
Oleh Jenis Keseimbangan
Jenis keseimbangan
Suksesi ekologi nampaknya sebagai hasil dari penyebaran dan pemantapan dari
individu-individu tumbuhan. Hal ini akan lebih mudah di pahami bila di kaitkan
dengan strategi-strategi secara individual dari jenis-jenis tumbuhan dalam
kehidupannya.
a. Strategi Opertunis
1. Tumbuhan Pioner adalah Opertunis,
2. Jenis oportunis adalah kecil
3. Jenis oportunis berumur pendek
4. Jenis oportunis adalah generalis dapat bertleransi luas terhadap berbagai
kondisi lingkungan
b. Strategi Keseimbangan
1. Jenis keseimbangan merupakan jenis-jenis yang tumbuh dari fasa-fasa akhir
dari suksesi dan fasa klinmaks
2. Jenis keseimbangan dapat bersaing secara efektif melawan klimaks lainnya
3. Jenis Keseimbangan biasanya mempunyai kemampuan yang
berupa dalm penyebaran,menghasilkan sedikit biji yang
relative besar-besar
4. Jenis Keseimbangan adalah spesialis meguasai kondisi
lingkungan tertentu
Selama suksesi jenis-jenis oportunis secara bertahap akan
diganti oleh jenis-jenis keseimbangan yang lebih lama
mempunyai dominasi ekologi dan mengusir tumbuhan pionir
dan peneduhannya.
Contoh suksesi
Gunung St. Helens Ketika Meletus (1980)
Gunung St. Helens Sesaat Setelah Meletus
Gunung St. Helens Tahun 2008
Suksesi dan Pertanian
Konsep suksesi mempunyai hubungan langsung terhadap
berbagai kegiatan manusia.Yang paling penting adalah dalam
bidang pertanian untuk mendapatkan produksi maksimal yang di
dasarkan pada pertentangan-pertentangan yang bersifat ekologi.
Tanaman peliharaan umunya merupakan tumbuhan yang
mampu mempergunakan kesempatan dalam memanfaatkan
lingkungan yang belum stabil,dalam konsep suksesi di kenal
dengan jenis oportunis yang biasanya hidup pada fasa-fasa awal
sampai fasa tengah dari sesrenya.tumbuhan ini hidup cepat pada
daerah yang terbuka,menyuimpan sebagian hasil produktivitasnya
pada struktur-struktur reproduksi seperti biji.Dengan demikian
dapat di pergunakan sebagai sumber makanan bagi manusia.
Dampak suksesi
Dampak negatif
Dampak negatif
1. Berbagai tumbuhan liar akan hidup
atau tumbuh dan mengubah semua
karakteristika dari vegetasi asalnya.
2. Penurunan kadar zat hara dari tanah,
misalnya akibat degradasi habitat.
3. Suatu komunitas tumbuhan akibat
adanya longsor, banjir, letusan
gunung berapi atau pengaruh kegiatan
manusia akan mengalami gangguan
atau
kerusakan
yang
parah.
Mengakibatkan
tanah
gersang,
kehilangan nutrisi organik,permukaan
sangat terbuka dan kondisinya belum
menunjang kehidupan di atasnya.
1. Terjadinya suksesi proses perubahan
ekosistem dalam kurun waktu tertentu
menuju ke arah lingkungan yang lebih
teratur dan stabil, Komunitas menjadi
lebih kompleks
2. Bagi Tumbuhan pioner, tumbuhan ini
akan menciptakan kondisi lingkungan
tertentu
yang
memberikan
kemungkinan untuk hidup tumbuhan
lainnya. Koloni tumbuhan pionir ini
akan
menghasilkan
proses
pembentukan lapisan tanah memecah
batuan
dengan
akarnya
dan
membebaskan materi organic ketika
terjadi pelapukan dari tumbuhan yang
mati.
PENUTUP
-
Kesimpulan
Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara
teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga
terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Perubahan
ekosistem ini pada dasarnya dapat di sebabkan sebagai penyebab utama yaitu:
• Akibat perubahan iklim
• suksesi allogenik ( karena pengaruh dari luar)
• suksesi autogenik (karena pengaruh dari dalam)
Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas ekosistem klimaks yang telah
tercapai keadaan seimbang (homeostatis). Di alam ini terdapat dua macam
suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. Suksesi juga berkaitan
dengan pertanian dimana komunitas yang yang tidak stabil dikelola oleh
manusia. Dampak dari adanya suksesi yaitu Mengakibatkan tanah gersang,
kehilangan nutrisi organik, permukaan sangat terbuka dan kondisinya belum
menunjang kehidupan di atasnya. Namun suksesi dalam kurun waktu tertentu
menuju ke arah lingkungan yang lebih teratur dan stabil, komunitas menjadi
lebih kompleks.
-
Saran
Dari uraian yang telah dijelaskan diatas dapat diambil refleksi yang
ditujukan pada pembaca agar mengaplikasi konsep suksesi untuk
diterapkan pada kehidupan kita sehari-hari agar dapat meminimalisir
dampak kerusakan alam.
DAFTAR PUSTAKA
http://abdan-marinescientis.blogspot.com/2011/04/evolusi-suksesi-dan-faktorpembatas.html
http://id.merbabu.com/artikel/ekologi.html
http://jejakdaunkering.blogspot.com/2009/03/kebakaran-suksesi-sekunder-dan
vegetasi.html
http://primanandafauziah.blogspot.com/2010/11/suksesi-primer-dari-vegetasi-digunung.html
http://onrizal.files.wordpress.com/2009/08/1-ekologi-hutan-pendahuluan-2009.pdf
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/06/pengertian-suksesi.html
http://wghiffary.wordpress.com/2011/04/04/adaptasi-evolusi-suksesi-primer-dansekunder-serta-faktor-pembatas/
http://www.bpkpenabur.or.id/files/Hal.125-132%20Pembelajaran%20Ekologi.pdf
http://www.scribd.com/doc/45799711/SUKSESI
Syafei, Surasana Eden. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Bandung. Institut
Teknologi Bandung.
Thank’S
Any question??

similar documents