Presentation karet sintesis

Report
KARET SINTETIK
Di susun oleh :
Sejarah karet bermula ketika Christopher
Columbus menemukan benua Amerika pada
1476. saat itu, Columbus tercengang melihat
orang-orang Indian bermain bola dengan
menggunakan suatu bahan yang dapat
melantun bila dijatuhkan ketanah. Bola
tersebut terbuat dari campuran akar, kayu,
dan rumput yang dicampur dengan suatu
bahan (lateks) kemudian dipanaskan diatas
unggun dan dibulatkan seperti bola.
• Barang-barang karet yang diproduksi waktu itu
selalu menjadi kaku di musim dingin dan
lengket dimusim panas
• sampai seorang yang bernama Charles
Goodyear yang melakukan penelitian pada
1838 menemukan bahwa :
dengan dicampurkannya belerang dan
dipanaskan maka karet tersebut menjadi
elastis dan tidak terpengaruh lagi oleh cuaca.
• Sebagian besar ilmuwan sepakat untuk
menetapkan Charles Goodyear sebagai
penemu proses vulkanisasi.
• Penemuan besar proses vulkanisasi ini
akhirnya dapat disebut sebagai awal dari
perkembangan industri karet.
Dimulai dari berakhirnya perang dunia kedua,
karet sintetis berkembang lebih pesat dengan
lebih banyak jenis-jenisnya. saat ini telah ada
belasan jenis karet sintetik dengan berbagai
karakteristiknya, dan terus bertambah.
Sebelum perang dunia kedua, hanya karet
alam yang tersedia. sehingga boleh dikata
bahwa untuk keperluan teknik (engineering)
tidak ada pilihan lain selain menggunakan
karet alam. Sejalan dengan digunakannya
karet alam untuk berbagai keperluan, maka
mulai ditemukan kelemahan2 karet alam yang
menyebabkan para ilmuwan berusaha keras
untuk menciptakan jenis-jenis karet sintetik
tertentu untuk menggantikan karet alam
• Karet sintesis sebagian besar dibuat dengan
mengandalkan bahan baku minyak bumi.
• Biasanya karet sintesis dibuat akan memiliki
sifat sendiri yang khas.
• Ada yang tahan terhadap suhu tinggi / panas,
minyak, pengaruh udara bahkan kedap gas.
Proses Pengolahan Karet Sintetis
1. Polymerization
Polymerisasi ialah merupakan proses
peleburan/pencampuran bahan
2. Isolation
Pada tahap ini, backbone polymers diisolasi,
dikeringkan, dan dibersihkan.
3. Compounding (mixing)
Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam
menentukan sifat2 tambahan dari suatu
polimer/karet. Karena pada tahap inilah compounder
meracik resepnya untuk menghasilkan bahan baku
yang sesuai keinginannya/pesanan.
4. Extrusion/Forming/Premolding
Setelah selesai di mixing, maka material yang
masih berbentuk lembaran dibentuk lagi
menyerupai produk akhir supaya dapat
dengan mudah diproses pada molding
nantinya.
5. Molding
Proses inilah yang menentukan akan
berbentuk seperti apakah produk akhir,
dengan kombinasi panas dan tekanan yang
sesuai.
6. Flash Removal
Setelah dari proses molding, biasanya pada
produk masih terdapat sisa-sisa material
yang menempel, pada tahap ini sisa-sisa
tersebut dipisahkan sehingga didapat produk
akhir yang sesusai dengan cetakan.
7. Post Curing
Terkadang pada tahap molding tidak semua
proses kimia dapat terjadi dengan sempurna,
sehingga untuk menghabiskan sisa-sisanya
dilakukan proses curing.
8. Finishing & Inspection
Setelah selesai diproses, maka produk akhir
hendaknya dibersihkan dan dilakukan pengetesan
apakah sudah sesuai dengan harapan atau tidak.
9. Cleaning
Semua proses telah selesai dan produk akhir yang
didapat telah sempurna, maka produk tersebut dicuci
bersih dari kotoran-kotoran yang mungkin menempel
pada proses produksi sebelumnya.
10. Packaging
Setelah produk akhir sudah bersih, dan siap untuk
dikirim/disimpan. sebaiknya dimasukan kemasan agar
tidak terkontaminasi dari lingkungan luar.
Jenis-jenis Karet Sintetik
• Berdasarkan tujuan pemanfaatannya ada dua
karet sintesis yang dikenal, yaitu:
1. Karet sintetik untuk kegunaan umum.
Mempunyai tiga jenis sebagai berikut :
 SBR ( styrene butadiene rubber )
 BR ( butadiene rubber )
 IR ( isoprene rubber ) atau polyisoprene rubber
2. Karet sintetik untuk keperluan khusus.
Mempunyai 4 jenis, sebagai berikut :
 IIR ( isobutene isoprene rubber )
 NBR ( nytrike butadiene rubber )
 CR ( chloroprene rubber )
 EPR ( ethylene propylene rubber )
Karet Alam & Sintetik
Saat ini karet yang digunakan di industri terdiri
karet alam dan karet sintetis. Penggunaan
karet sintetis jumlahnya lebih tinggi
dibandingkan dengan karet alam. Karet
sintetis memiliki kelebihan seperti tahan
terhadap berbagai zat kimia dan harganya
cenderung tetap stabil. Dalam hal
pengadaan,karet sintetis jarang mengalami
kesulitan untuk pengiriman atau supplai
barang.
Kelebihan Karet Sintesis dibandingkan
Karet Alami
Karet Sintesis
• Harganya cenderung stabil
• Tahan terhadap berbagai
bahan kimia
• Pengadaan barang atau
suplay bahan tergolong
mudah
Karet Alam
• Harganya cenderung tidak
stabil
• Tidak tahan terhadap bahan
kimia tertentu
• Pasokan bahan tidak lancar
Tetapi sesungguhnya karet alam belum digantikan oleh
karet sintetis. Yang dimiliki karet alam dibanding karet
sintetis adalah
- memiliki daya elastis atau daya lenting yang
sempurna.
- memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahanya
mudah.
- mempunyai daya aus yang tinggi.
- tidak mudah panas (low heat buikd up), dan
- memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan
(groove cracking resistance)
Kesimpulan
Dewasa ini jumlah produksi karet alam dari karet
sintetis adalah 1: 2. Walaupun jumlah produksi karet
alam lebih rendah, bahkan hanya setengah dari
produksi karet sintetis, tetapi sesungguhnya jumlah
produksi dan konsumsi kedua jenis karet ini hampir
sama. Semua tergantung dari pengaplikasian pada
sebuah prodak dengan karakteristik sifat karet yang
berbeda-beda.
Thank’s for
your atention

similar documents