Trafik(2)

Report
TRAFIK (2)
2013
Teknik Elektro STTA
Yenni Astuti, S.T., M.Eng.
Karakter Trafik
Pemodelan Trafik Telepon
Pemodelan Trafik Data pada Level Paket
Pemodelan Trafik Data pada Level Aliran
Nb:
• Aliran = Flow
• Arus = Stream
Offered Traffic (Trafik yang tersedia)
Trafik yang disediakan sistem
Carried Traffic (Trafik yang digunakan)
Trafik yang digunakan oleh jaringan
Trafik circuit-switched
Trafik packet-switched
Trafik circuit-switched
jumlah panggilan keluar atau koneksi aktif (erl)
Dalam sistem digital, dapat diubah ke dalam laju bit
Contoh: panggilan telepon menggunakan 64 kbps
(=8000*8 bps) dalam sistem PCM
Trafik packet-switched
Arus bit (bps, kbps, Mbps, Gbps, …)
Arus paket (pps)
Jumlah aliran aktif (erl)
Trafik Telepon:
Erlangs (erl)
1 erlang berkorespondensi dengan 1 panggilan
keluar atau 1 kanal terpakai
Trafik Data:
Bits per second (bps)
Packet per second (pps)
Catatan:
1 byte = 8 bits
1 kbps = 1 kbit/s = 1.000 bits per second
1 Mbps = 1 Mbit/s = 1.000.000 bits per second
1 Gbps = 1 Gbit/s = 1.000.000.000 bits per second
Variasi prediktif:
Trend (tahunan). Pertumbuhan trafik: berdasar
Layanan yang ada (pengguna baru, cara penggunaan
baru, tarif baru)
Layanan baru
Profil tahunan reguler (bulanan)
Profil mingguan reguler (harian)
Profil harian reguler (jam)
Termasuk “jam sibuk”
Variasi akibat kejadian prediktif
Reguler: lebaran, natal, tahun baru
Ireguler: televoting
Variasi non-prediktif
Variasi acak jangka pendek (detik – menit)
Kedatangan panggilan acak
Holding time panggilan acak
Variasi acak jangka panjang (jam - …)
Deviasi acak sekitar profil
Tiap hari, minggu, bulan, dst. berbeda
Variasi akibat kejadian non-prediktif
Misal gempa bumi atau bencana alam lainnya
Catatan:
Umumnya, model teori trafik berfokus pada variasi
acak jangka pendek
Dalam pendimensian
Perkiraan beban trafik yang diperlukan
Dalam jaringan telepon
Cara standar untuk pendimensian jam sibuk
Jam Sibuk  periode kontinyu per satu jam
saat volum trafik berada pada
puncaknya
Pengertian ini tak-ambigu bila hanya untuk satu
hari (disebut dengan jam puncak harian)
Untuk pendimensian, yang diperlukan tidak hanya
dalam 1 hari
Definisi berbeda untuk trafik jam sibuk
(mencakup beberapa hari) dari ITU:
Average Daily Peak Hour (ADPH)
Time Consistent Busy Hour (TCBH)
Bila:
N = jumlah hari ketika pengukuran dilakukan (misal N=10)
an()=rerata trafik terukur selama 1-jam dengan interval 
pada hari n.
max an()= trafik jam puncak harian pada hari n.
Trafik jam sibuk a dengan metode berbeda:
aADPH =
aTCBH =
1


=1  ∆(∆)
1 
max∆
(∆)
=1

Perlu diingat bahwa
aTCBH ≤ aADPH
Trafik
Circuitswitched
(misal: trafik
telepon)
Packet
switched
(misal: trafik
data)
Level Paket
(misal: IP)
Level Aliran
(misal: TCP,
UDP)
Elastik (misal:
TCP)
Streaming
(misal: UDP)
Berorientasi koneksi:
Koneksi antara ujung-ke-ujung diatur sebelum
informasi dikirim
Sumber-sumber dipakai selama durasi koneksi
Jika sumber tidak tersedia, panggilan gagal dan
hilang
Pengiriman informasi secara kontinyu
Trafik telepon terdiri atas panggilan-panggilan
Satu panggilan menempati satu kanal pada tiap
sambungan sesuai rutenya
Karakterisasi panggilan: holding time (dalam
satuan waktu)
Pemodelan offered traffic:
Proses kedatangan panggilan (kapan panggilan
baru datang)
Distribusi holding time (berapa lama panggilan
tersebut)
Model sambungan (link): sistem pure loss
Satu server berkorespondensi dengan satu kanal
Laju layanan  bergantung pada rerata holding
time
Jumlah server, n, bergantung pada kapasitas
sambungan
Ketika semua sambungan terpakai, call admission
control menolak panggilan baru sehingga akan
ditolak dan gagal
Pemodelan carried traffic:
Proses trafik memberitahukan jumlah panggilan
keluar = jumlah kanal terpakai
Trafik
Circuitswitched
(misal: trafik
telepon)
Packet
switched
(misal: trafik
data)
Level Paket
(misal: IP)
Level Aliran
(misal: TCP,
UDP)
Elastik (misal:
TCP)
Streaming
(misal: UDP)
IP = Internet Protocol
Connectionless:
tidak memerlukan pembentukan koneksi
tidak perlu alokasi saluran
Pengiriman informasi dalam bentuk paket diskret
Paradigma layanan usaha terbaik
Simpul jaringan (ruter) meneruskan paket “sebaik mungkin”
Paket dapat saja hilang, tertunda, atau urutannya berubah
 “kecerdasan” harus diterapkan pada ujung simpul atau
terminal
Trafik data terdiri atas paket-paket
Paket saling berkompetisi dalam proses dan
transmisi sumber (penjamakan statistikal)
Karakterisasi paket: panjang (dalam satuan data)
Pemodelan offered traffic:
Proses kedatangan paket (kapan paket baru
datang)
Distribusi panjang paket (berapa panjangnya)
Model Sambungan: single server queueing
system
Laju layanan bergantung pada kapasitas
sambungan dan panjang rerata paket
Ketika sambungan sibuk, paket disimpan dalam
buffer, jika memungkinkan, jika tidak paket hilang
Pemodelan carried traffic:
Proses trafik memberitahu jumlah paket dalam
sistem (termasuk paket dalam transmisi dan paket
tunggu dalam buffer)
Trafik
Circuitswitched
(misal: trafik
telepon)
Packet
switched
(misal: trafik
data)
Level Paket
(misal: IP)
Level Aliran
(misal: TCP,
UDP)
Elastik (misal:
TCP)
Streaming
(misal: UDP)
Diatas lapisan network (IP) terdapat lapisan
transport
Menangani paket IP dalam terminal
Beroperasi dari ujung ke ujung
Protokol lapisan transport
TCP = Transmission Control Protocol
Laju transmisi beradaptasi terhadap kondisi trafik dalam
jaringan menggunakan mekanisme kontrol kongesti
Cocok untuk trafik non-real time (elastik), seperti
pengiriman dokumen digital
UDP = User Datagram Protocol
Laju transmisi tidak bergantung pada kondisi trafik
jaringan
Cocok untuk transaksi (trafik interaktif dengan
pengiriman pendek)
Digunakan juga untuk trafik real-time (streaming) dengan
bantuan protokol lapisan yang lebih atas, seperti RTP.
TCP = Transmission Control Protocol
Protokol ujung-ke-ujung yang bersifat connection
oriented
Untuk transfer arus byte yang terpercaya
Berada pada lapisan diatas IP
Urutan pengiriman paket dicek menggunakan
acknowledgement dan transmisi ulang
Protokol yang memiliki kendali trafik: kendali aliran dan
kendali kongesti
Berdasar penggunaan adaptive sliding window
Kendali aliran: mencegah banjir di sisi penerima
Penerima memberitahu besar byte yang dapat diterimanya
Kendali kongesti: mencegah banjir dalam jaringan
Pengirim harus mengetahui kapan jaringan mengalami
kongesti
Paket hilang mengisyaratkan terjadinya kongesti: ketika
paket hilang, window menurun, sebaliknya meningkat
secara bertahap (untuk mengetahui keadaan jaringan)
UDP = User Datagram Protocol
Protokol lapisan transmisi dari ujung ke ujung yang
bersifat connectionless
Transfer paket tidak dijamin
Tidak terdapat kendali aliran: banjir di sisi penerima
dapat terjadi
Tidak terdapat kendali kongesti: banjir di jaringan
dapat terjadi
Pada skala waktu yang lebih panjang, trafik data
dapat dianggap sebagai aliran tetap
Aliran tunggal dideskripsikan sebagai aliran bit
kontinyu dengan laju yang dapat bervariasi (dan
bukan berbentuk paket diskret)
Klasifikasi aliran:
Aliran elastik
Laju transmisi beradaptasi dengan kondisi trafik dalam
jaringan dengan mekanisme kendali kongesti
Contoh: pengiriman dokumen digital (HTTP, FTP, …)
menggunakan TCP
Aliran arus
Laju transmisi tak bergantung pada kondisi trafik jaringan
Contoh: real time voice, transmisi audio dan video
menggunakan UDP
Trafik
Circuitswitched
(misal: trafik
telepon)
Packet
switched
(misal: trafik
data)
Level Paket
(misal: IP)
Level Aliran
(misal: TCP,
UDP)
Elastik (misal:
TCP)
Streaming
(misal: UDP)
Trafik elastik terdiri atas aliran TCP adaptif
Karakterisasi aliran: ukuran (dalam satuan data)
Laju transfer dan durasi dari aliran elastik tidak
tetap namun tergantung secara dinamis pada
keadaan jaringan
Pemodelan offered traffic:
Proses kedatangan aliran (kapan aliran baru
datang)
Distribusi ukuran aliran (berapa panjangnya)
Model Sambungan: sharing system
Karena ketiadaan kendali penerimaan, tidak ada
aliran yang ditolak
Laju layanan  tergantung kapasitas sambungan
dan ukuran rerata aliran
Pada model, adaptasi laju transmisi sifatnya segera,
dan kapasitas sambungan digunakan bersama
(secara adil) antara aliran yang berkompetisi
Pemodelan carried traffic:
Proses trafik memberitahu jumlah aliran dalam
sistem
Trafik
Circuitswitched
(misal: trafik
telepon)
Packet
switched
(misal: trafik
data)
Level Paket
(misal: IP)
Level Aliran
(misal: TCP,
UDP)
Elastik (misal:
TCP)
Streaming
(misal: UDP)
CBR = Constant Bit Rate
Misal: CBR untuk mengkodekan suara/ audio/ video
Level paket: paket berukuran tetap dibentuk secara reguler
dengan interval seragam
Level aliran: bit stream dengan laju konstan
Karakterisasi aliran: laju bit dan durasi
VBR = Variable Bit Rate
Misal: VBR untuk mengkodekan suara/ audio/ video
Level paket: paket dengan ukuran bervariasi dibentuk secara
tak-reguler
Level aliran: bit stream dengan laju bervariasi
Karakterisasi aliran: laju bit sebagai fungsi waktu
Trafik CBR streaming terdiri atas aliran UDP
dengan laju bit konstan
Karakterisasi aliran: laju bit dan durasi
Pemodelan offered traffic:
Proses kedatangan aliran (kapan aliran baru
datang)
Distribusi durasi aliran (berapa panjangnya)
Model Sambungan: infinit system
Karena ketiadaan kendali penerimaan, tidak ada aliran yang
ditolak
Laju layanan  tergantung pada rerata durasi aliran
Laju transmisi dan durasi aliran tidak sensitif terhadap
keadaan jaringan
Tidak ada buffering dalam model level aliran: ketika laju
transmisi total aliran mencapai kapasitas sambungan, bit-bit
hilang (secara seragam dari semua aliran)
Pemodelan carried traffic:
Proses trafik memberitahu jumlah aliran dalam sistem, dan
laju bit total

similar documents