3.2 Tata Kelola Keuangan dan APBN Daulah Khilafah

Report
Politik Ekonomi Islam
Untuk Pertumbuhan Ekonomi
yang Stabil dan Menyejahterakan
Tata Kelola Keuangan dan
APBN Daulah Khilafah
Khalifah
Baitul
Mal
Lembaga tempat
menghimpun harta sebagai
pemasukan negara Khilafah
dan pengeluarannya
Pemasukan bagi baitul mal
adalah harta yang dibolehkan
oleh Allah SWT bagi kaum muslimin untuk menjadi sumber pendapatan negara
No
Jenis Pemasukan
1
Anfal, Ghanimah, Fai dan Khumus
2
Kharaj
3
Jizyah
4
Harta Kepemilikan Umum
5
Harta Milik Negara yang berupa tanah, bangunan, sarana umum dan
pendapatannya
6
Harta ‘Usyur
7
Harta tidak sah dari penguasa dan pegawai negara, harta hasil kerja yang tidak
dijinkan syara’, serta harta yang diperoleh dari hasil tindakan curang lainnya.
8
Khumus barang temuan dan barang tambang
9
Harta yang tidak ada ahli warisnya
10
Harta orang-orang murtad
11
Pajak (dharibah)
12
Harta Zakat
Anfal, Ghanimah, Fai dan Khumus
Anfal dan Ghanimah
Harta Fai
• Anfal dan Ghanimah
maknanya sama yaitu segala
• Fai adalah segala sesuatu yang
sesuatu yang dikuasai oleh kaum
muslimin dari harta orang kafir
melalui peperangan di medan
perang. Harta tersebut bisa
berupa uang, senjata, barangbarang dagangan, bahan pangan
dan lain-lain.
dikuasai oleh kaum muslimin dari
harta orang kafir (harbi) dengan
tanpa pengerahan pasukan, juga
tanpa kesulitan serta tanpa
melakukan peperangan.
Harta Khumus
• Khumus, adalah seperlima bagian yang diambil dari ghanimah..
Anfal, Ghanimah, Fai dan Khumus
• Singapura
– Cadangan devisa senilai
Rp. 2.208,78 triliun
– PDBnya senilai Rp.
2.283,6 triliun
• Australia
– Cadangan devisa sebesar
Rp. 372,6 triliun
– PDB sekitar Rp. 9.000
triliun,Cadangan Devisa Sebagian Besar Dalam Bentuk Emas dan Valuta Asing
Kharaj
•Kharaj
adalah hak
kaum muslimin atas tanah
yang diperoleh (dan menjadi
bagian ghanimah) dari orang
kafir, baik melalui
peperangan maupun
perjanjian damai.
1. Kharaj ‘Unwah
2. Kharaj Sulhi
Jizyah
•Jizyah
adalah hak
yang Allah berikan kepada
kaum muslimin dari orangorang kafir sebagai tanda
tunduknya mereka kepada
Islam.
Harta Milik Umum
•Harta Milik
Umum
adalah
sumber pendapatan negara
yang paling diandalkan untuk
masa kini.
Pemasukan dari kekayaan
alam Indonesia sekitar Rp.
1.642 triliun,-. per tahun.
Harta Milik Negara
• Harta Milik
Negara,
Setiap jengkal tanah dan
bangunan yang terkait dengan Negara adalah
hak seluruh kaum muslimin. Jika bukan
termasuk kepemilikan umum berarti
tergolong milik Negara.
Pemanfaatan Harta Milik Negara :
1. Pemasukan Langsung Baitul Mal :
-Memproduktifkan
-Menyewakan
-Menjual
2. Sarana Menyejahterakan Rakyat
No
Jenis Pemasukan untuk Baitul Mal
6
Harta ‘Usyur
7
Harta tidak sah dari penguasa dan pegawai negara, harta hasil kerja yang tidak
dijinkan syara’, serta harta yang diperoleh dari hasil tindakan curang lainnya.
8
Khumus barang temuan dan barang tambang (depositnya sedikit)
9
Harta yang tidak ada ahli warisnya
10
Harta orang-orang murtad
Sumber Pemasukan Baitul di atas (No. 6 – 10), jumlahnya tidak terlalu
signifikan terhadap keuangan negara, namun khalifah tetap harus
memperhatikan pelaksanaannya karena Syariat Islam telah menetapkan
harta-harta tersebut merupakan sumber pemasukan daulah dan hak
kaum muslimin.
• Dharibah,
Dharibah
adalah harta yang
diwajibkan Allah SWT kepada kaum muslimin
untuk membiayai berbagai kebutuhan dan pospos pengeluaran yang memang diwajibkan atas
mereka, pada kondisi di baitul mal tidak ada
uang atau harta.
•
Dipungut dari laki-laki muslim kaya, sesuai
jumlah yang diperlukan dan tidak bersifat
permanen.
Dharibah (pajak) adalah sumber pemasukan negara yang cukup
penting dan cepat dihimpun terutama saat negara kekurangan uang
untuk membiayai berbagai keperluannya.
Jumlah orang kaya di Indonesia ada 600.000 dengan tabungan di atas
Rp. 500 juta,-, dengan total harta Rp. 1.800 triliun, jika setiap orang
tersebut dikenakan rata-rata dharibah sebesar 10 % maka terhimpun
Rp. 180 triliun
Zakat
• Zakat,
Shadaqah yang menjadi sumber
pemasukan baitul mal adalah zakat.
•
Definisi zakat secara syar’i adalah sejumlah
(nilai/ukuran) tertentu yang wajib dikeluarkan harta
(yang jenisnya) tertentu pula.
•
Zakat hanya wajib bagi kaum muslim, selain mereka
tidak diambil.
Potensi zakat di Indonesia sekitar Rp. 217 triliun
(Baznas).
Sadaqah
Pengendalian
dan
Pengawasan
Urusan
Darurat
Rumah
Tangga
Divisi
Pengeluaran
Pemilikan
Umum
Mashalih
Daulah
Santunan
Diwan
Jihad
Khilafah, model terbaik negara
yang menyejahterakan
APBN-P 2012 Indonesia
APBN Khilafah untuk Indonesia
Penerimaan :
Rp. 1.358,2 triliun
Penerimaan (minimal):
Rp. 1.859 triliun
Sumber terbesar dari Pajak :
Pajak (74.5%); Rp. 1.012 triliun
Hanya dari Kekayaan Alam (milik umum) dan
Zakat : K.A Rp. 1.642 triliun, zakat Rp. 217
triliun.
Belanja Negara :
Rp. 1.548,3 triliun
Defisit
Rp. 190,1 triliun
Belanja Negara :
Rp. 1.548,3 triliun
Surplus
Rp. 310,7 triliun
APBN Khilafah Surplus dan
Menyejahterakan Rakyat

similar documents