Good Corporate Governance

Report
Good Corporate
Governance
Pemerintahan
Perusahaan yang
Baik
Nama
NIM
TTL
Cita-cita
: Puji Hartono
: 125030100111007
: Blitar, 07 Nov 1993
: ingin jadi pengusaha
•
•
•
•
•
•
Nama : Dedy Apriyanto
NIM : 125030100111018
No. Hp : 085645569734
Pin BB : 25CB2A49
FB
: Ided Woles Sukasuka
Twitter: @Deedie_MisJr
3
Nama
NIM
TTL
Twitter
: Ajeng Elmanda
: 125030100111055
: Malang, 20Juni 1994
: @AjengElManda
Nama : Dwi Kristanti N
NIM : 125030107111007
No HP : 081803865008l
Hobby : Menari
Nama : Ling Ling
NIM : 125030107111016
TTL : Malang, 05 Mei 1994
No.hp : 081945194978
[email protected]
Fb : lingling grillzz comunity
Twitter : @Lingling_cubby
Nama : Kristin Makarya
NIM : 125030100111No. Hp : 083875606336
TTL : Malang 15 Mei 1994
Hobby : Membaca
Nama : Alfiah
NIM : 125030100111013
No. Hp : 087893221631
Fb : alvyah vyah
Email :
[email protected]
Good Corporate Governance
Pasal 1 Surat Keputusan Menteri BUMN No.117/MMBU/2002 tanggal 31 Juli 2002 tentang Penerapan GCG
pada BUMN menyatakan bahwa corporate governance
adalah suatu proses dan struktur yang digunakan oleh organ
BUMN untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan
akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang
saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan
pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya, berlandaskan
peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika.
Prinsip-prinsip Good
Corporate Governance
Keterbukaan (Transparency)
Akuntabilitas (Accountability)
Tanggung Jawab (Responsibility)
Independensi (Independency)
Kewajaran (Fainess)
Menurut Christian Herdinata (2008), prinsipprinsip GCG memegang peranan penting, antara
lain:
Pemenuhan informasi penting yang berkaitan dengan kinerja suatu
perusahaan sebagai bahan pertimbangan bagi para pemegang saham
atau calon investor untuk menanamkan modalnya;
Perlindungan terhadap kedudukan pemegang saham dari
penyalahgunaan wewenang dan penipuan yang dapat dilakukan
oleh direksi atau komisaris perusahaan;
Perwujudan tanggung jawab perusahaan untuk mematuhi dan
menjalankan setiap aturan yang ditentukan oleh peraturan perundangundangan di negara asalnya atau tempatnya berdomisili secara
konsisten, termasuk peraturan dibidang lingkungan hidup, persaingan
usaha, ketenagakerjaan, perpajakan, perlindungan konsumen, dan
sebagainya.
Good Corporate Governance akan
memberikan empat manfaat besar
(Wilson Arafat, 2008:10), yaitu:
• .
Meningkatkan kinerja perusahaan melalui terciptanya proses pengambilan
keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan
serta lebih meningkatkan pelayanan kepada stakeholders.
Meningkatkan corporate value.
Meningkatkan kepercayaan investor
Pemegang saham akan merasa puas dengan kinerja perusahaan karena
sekaligus akan meningkatkan shareholder’s value dan dividen.
C. Pedoman Good Corporate
Governance
• Penerapan GCG perlu didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan
Negara dan
perangkatnya
sebagai regulator
Dunia usaha
sebagai pelaku
pasar
Masyarakat
sebagai pengguna
produk dan jasa
dunia usaha
Dunia usaha sebagai
pelaku pasar
menerapkan GCG
sebagai pedoman dasar
pelaksanaan usaha.
3
Negara dan
perangkatnya
menciptakan peraturan
perundang-undangan
yang menunjang iklim
usaha yang sehat,
efisien dan transparan,
melaksanakan
peraturan perundangundangan dan
penegakan hukum
secara konsisten
(consistent law
enforcement).
2
1
Prinsip dasar yang harus dilaksanakan
oleh masing-masing pilar adalah:
Masyarakat sebagai
pengguna produk dan
jasa dunia usaha serta
pihak yang terkena
dampak dari
keberadaan
perusahaan,
menunjukkan
kepedulian dan
melakukan kontrol
sosial (social control)
secara obyektif dan
bertanggung jawab.
Corporate governance mempunyai
dua aspek:
Berkaitan dengan pola hubungan dan perilaku aktor dalam
perseroan
• Perilaku manajemen dengan karyawan; perilaku perseroan dengan pemasok,
dengan kreditor, dan lain-lain. Indikator yang digunakan untuk melihat bagaimana
perilaku ini memberikan manfaat adalah bagaimanakah tingkat efisiensi
perusahaan, bagaimanakah kinerja perusahaan, pertumbuhan, perlakuan kepada
pemegang saham dan pemangku kepentingan, dan lain-lain. Aspek ini disebut aspek
perilaku korporasi dan sasarannya adalah peningkatan kinerja (performance).
berkaitan dengan seperangkat peraturan dan norma yang
membentuk perilaku di atas
• Hal ini meliputi hukum perusahaan, peraturan perundang-undangan lainnya,
standar dan norma, seperti kode etik profesi, pedoman etika korporasi, dan lainlain. Semua ini disebut aspek normatif dari corporate governance dan sasarannya
adalah kepatuhan (comformance).
Kepastian aktivitas Good Corporate
Governance
• Kepatuhan (Compliance) terhadap peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Setiap kebijakan corporate governance atau kebijakan
perusahaan harus mengacu dan tunduk pada berbagai peraturan
perundang-undangan yang berlaku (regulatory driven).
• Kesesuaian (Comformance) antara berbagai kebijakan corporate
governance termasuk pedoman etika usaha dan etika kerja dengan
kebijakan manajemen dan berbagai prosedur kerja yang
diberlakukan dalam rangka menggerakkan proses bisnis perusahaan.
Dalam proses ini, terjadi internalisasi prinsip-prinsip GCG dan nilainilai etika kedalam proses bisnis maupun sikap kerja sehari-hari yang
pada gilirannya akan muncul suatu budaya GCG dalam perusahaan
(ethics driven).
• Pencapaian kinerja (Performance), baik itu kinerja perusahaan, unit
bisnis, departemen, seksi dan seluruh jajaran baik secara kolektif
maupun perorangan mulai dari level Komisaris, Direksi, sampai
kepada karyawan level paling terendah (market driven).
Penerapan Good Corporate
Governance PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk
• Salah satu perusahaan yang menganut prinsipprinsip GCG
adalah PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Penyedia
layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia.
• Cikal bakal PT. Telkom adalah suatu Badan Usaha bernama
Post en Telegraafdlenst yang didirikan pada tahun 1884
berdasarkan Staatsblad No.52
• Ditetapkan sebagai Perusahaan Negara berdasarkan
Staatsblad No.419 tahun 1927
Pencapaian Efisiensi dan Efektifitas
Perusahaan
• Telkom pada tahun 1995 telah melaksanakan tiga program
besar secara silmultan.
1
• restrukturisasi internal
2
• penerapan kerja Sama
Operasi (KSO)
3
• persiapan Go Public /
Internasional
Divisi Network
Divisi
Pembangunan
Divisi
Multimedia
Pembagian Struktur PT
TELKOM
Divisi
Pelatihan:
Divisi Atelir
Divisi Sistem
Informasi
Divisi Properti
Divisi Riset
Teknologi
Informasi
TERIMAKASIH

similar documents