Psikologi Abnormal2

Report
PSIKOLOGI ABNORMAL
Psikologi Abnormal



Suatu ilmu yang mempelajari perilaku
abnormal-menyimpang
Kriteria perilaku abnormal
Infrequency as abnormality  The
Statistical definition  tinggi badan,
adanya delusi, halusinasi
Kriteria abnormalitas

Feeling discomfort as abnormality  The
experiential definition Cemas, depresi,
merasa sendiri, sakit fisik


Breaking the law as abnormality  The
legal definition  mencoba bunuh diri
Social unacceptability as abnormality 
The cultural situation definition
TUJUH UKURAN ABNORMAL
(DSM IV)







Distress-disability
Maladaptiveness
Irrationality
Unpredictability
Unconventionality and Statistical
rarity
Observer discomfort
Violation of moral and standards
Hubungan dengan bidang
lain







Perkembangan
Sosial
Pendidikan
Klinis
Industri-Organisasi
Hukum
Militer
Kriteria Tingkahlaku Abnormal 1

Dari sudut biologis




Ketidakseimbangan zat-zat biokemis di dalam sistem syaraf
Adanya simtom jasmani yang mencakup  gangguan tidur,
makan, dan enerji
Gangguan dalam struktur dan fungsi di bagian otak
Dari sudut psikologis





Pengalaman pengindraan dan persepsi yang tidak normal
Penyimpangan dalam proses kognitif
Emosi yang terganggu
Distress/kesedihan
Tingkahlaku maladaptif/malsuai
Kriteria Tingkahlaku Abnormal 2

Dari sudut sosiokultural



Ada 3 tema untuk menerangkan gangguan psikologi sepanjang
masa





Pelanggaran normal sosial
Menyakiti atau mengganggu orang lain
Secara mistik, bahwa tingkahlaku abnormal hasil kerasukan roh jahat, iblis atau
setan
Secara ilmiah, mencari penyebab yang sifatnya natural atau alamiah seperti
ketidakseimbangan biologis, proses belajar yang salah atau adanya stresor
emosional
Pendekatan humanitarian, melihat gangguan psikologis sebagai akibat dari
kekejaman, ditolak, atau kondisi kehidupan yang miskin
Masa pra sejarah  tingkahlaku abnormal sebagai kerasukan setan,
untuk mengusirnya diadakan upacara
Masa Yunani kuno dan Romawi  empedu hitam, kunig, lendir dan
darah
Pengukuran Psikologis 1

Mengandung evaluasi tentang status
psikologis seseorang  dilakukan untuk



Diagnosis
Menentukan kapasitas mental
Memprediksi
Kesesuaian individu dengan pekerjaan tertentu
 Menentukan apakah individu secara mental dapat
dituntut

Pengukuran Psikologis 2

Beberapa alat pengukuran






Wawancara
Tes psikologis  kepribadian
Observasi perilaku
Pengukuran psikofisiologis
Fisik
Neuropsikologis
Pengukuran Psikologis 3

Pemeriksaan status mental




Tingkahlaku  gerakan badan, katatonia, kompulsi
Orientasi  waktu, tempat dan identitas
Isi fikiran  obsesi yaitu pikiran dan bayangan yang
repititif yang tidak dikehendaki dan masuk dalam
alam kesadaran individu. Kompulsi  tingkahlaku
yang repititif yang berhubungan dg adanya obsesi.
Delusi  Kepercayaan yang tidak sesuai dengan
nalar dan kebudayaan
Gaya berfikir dan bahasa  tidak logis dan tidak
sistimatik
Pengukuran Psikologis 4

Afek dan suasana hati  ekspresi emosi yang
dapat dilihat orang lain







Sedih akan tetapi tertawa
Bicara monoton, tanpa ekspresi
Suasana hati kadang disforik-euforik berganti-ganti
Pengalaman persepsi  halusinasi dan ilusi
Perasaan diri  depersonalisasi. Kekacauan
identitas
Motivasi
Intelegensi-insight
Pengukuran Psikologis 5






Testing psikologis
Pengukuran behavior  ABC
Pengukuran fisiologis  pengukuran dan
analisis aktivitas otak  Brain electrical
activity mapping (BEAM)
Pengukuran neuropsikologis  MRI-PET
Diagnosis dan diagnosis deferensial
Merencanakan treatment  dengan
segera, tujuan jangka pendek-panjang
The ABCs of Observation
Observational
Assessment
Focusesion
Antecendent
Behavior
Consequencyes
Pengukuran Psikologis 6

Macam treatment




Kelompok
Individual
Keluarga
lingkungan
A Schematic view of the clinical
assessment process
Planning data
Collection
procedures
Collecting
Assessment
data
Data processing
And hypothesis
Formation
Communicating
Assessment data
Value of Assessment depend on



Reliability  the degree to which a
measurement is consistent
Validity  the degree to which a
technique measures what it is designed to
measure
Standardization  Application of certain
standards to ensure consistency across
different measurement
Abnormalitas
NORMAL
Mild
Disorder
Moderate
Disorder
Severe
Disorder
Continuity
Discontinuity
Normal
Mild
Disorder
Moderate
Disorder
Severe
Disorder
ANXIETY DISORDER
(CEMAS-TAKUT DAN PANIK)

Kecemasan

Kondisi suasana hati




Ditandai dengan perilaku



Emosi-perasaan yang negatif
Ketegangan anggauta badan
Rasa cemas tentang masa depan
Cemas dan khawatir
Gugup
Perubahan fisiologis


Jantung berdetak lebih keras
Ketegangan otot
Anxiety Disorder 1

Takut




Suatu tanda yang tiba-tiba sebagai reaksi terhadap
bahaya
Bentuk reaksi yang mengikut sertakan sistem syaraf
otonom
Reaksi yang nampak dapat flight atau fight
Kecemasan



Bentuk reaksi yang masih dapat diorganisir
Nilai realitasnya masih baik
Subjek masih dapat memisahkan penderitaannya dg
fantasi subjektivitas dan realitas dunia luar
Anxiety Disorder 2

Dalam kehidupan sehari-hari siapa saja
dapat mengalami kecemasan

Tanda-tandanya
Ketegangan fisiologis
 Emosional
 Ketakutan


Yang ditandai denmgan suatu sebab khususperistiwa
Anxiety Disorder 3

Macamnya :

Anxiety state



Phobic disorder




Panic attack
Generalized anxaiety
Simple/Object phobia
Situational phobia
Socia phobia
Obsessive-compulsive disorder


Obsessive reaction
Compulsive reaction
Anxiety Disorder 4

Macam


Sterss related adjustmen disorder/PTSD
PANIC ATTACK



Perasaan takut yang kuat-hebat  ada
doronag untuk bunuh diri
Suatu reaksi yang tiba-tiba dan menyeluruh
sifatnya tanpa dapat diantisipasi
Diiringi dengan gejala fisik




Jantung berdetak keras
Dada sesak
Bernafas sulit
pusing
Anxiety disorder 5

Ada tiga macam reaksi panik




Situationally bound
Unexpected
Situationally predisposed
GENERALIZED ANXIETY DISORDER

Rasa cemas yang bersifat konstan




Ketegangan motorik
Syaraf otonom hiperaktif
Khawatir yang berlebihan
Kewaspadaan yang berlebihan
Anxiety Disorder 6

Phobic disorder


Ketakutan yang kuat dan tidak masuk akal
Menjadi terganggu jika :
Objek ketakutan ada disekitar lingkungannya
 Kemampuannya terganggu


Macamnya :

Simple/object phobia


Ketakutan terhadap objek tertentu
Sifatnya tunggal dan khusus  anjing, binatang kecil
Anxiety Disorder 7

Situational phobia



Ketakutan pada situasi tertentu
Sifatnya jauh lebih mengganggu  takut
tempat terbuka
Social phobia

Jarang terjadi

Takut tampil;, merasa perpenampilan bodoh waktu
berbicara, menulis dan makan
Anxiety Disorder 8

Obsessive-Compulsive


Cara individu untuk mengontrol kecemasan dengan
intelektualisasi dan ritual
Obsessive Compulsive Disorder

Obsessive reaction



Adanya ide, fikiran yang berulang
Bersifat ego distonik
Dimulai pada remaja dewasa awal



Obs. Seksual
Obs. Permusuhan
Compulsive reaction


Tingkahlaku berulang
Tampak bertujuan dan ditampilkan secara stereotype
Anxiety Disorder 9

Stress related adjustment disorder (PTSD)


Adanya tekanan yang menyebabkan
ketakutan karena kejadian traumatic
Disebabkan karena stresor dari luar

Perang, kecelakaan dan bencana alam


Acute stress reaction
Chronic post traumatic disorder
SOMATOFORM AND
DISSOCIATIVE DISORDER

Somatoform disorder



Hypochondriasis
Somatozation disorder
Conversion disorder

Sensory conversion




Tactual anesthesia
Glove anesthesia
Swimsuit anesthesia
hyperesthesia
Somatoform disorder lanjutan……

Motor conversion
 Conversion
convulsion
 Astasia abasia
 Writers cramp
 Hysterical aphoni

Autonomic conversion
 Pseudocyesis-Phantom


pregnancy
Pain disorder-psychogenic disorder
Dissociative disorder
 Dissociative
amnesia
 Dissoiciative fugue
 Dissociative trance disorder
 Dissociative identity disorder
SOMATOFORM DISORDER


Gangguan tipe somatoform merupakan bentuk
gangguan kecemasan yang tidak begitu jelas,
karena dimunculkan dalam bentuk keluhan fisik
Pada DSM III gangguan somatoform dibagi
menjadi dua

Melibatkan gejala-gejala fisik artinya tampak betul
gangguan fisiknya



Gangguan somatisasi/somatozation
Psychogenic pain
hypochondriasis
Somatization




Merupakan gangguan somatis yang dikeluhkan secara
berulang-ulang dan macam-macam keluhan yang
membutuhkan perhatian medis
Secara medis tidak ada bukti
Gangguan terjadi mulai umur 25 th
Keluhannya







Sakit kepala
Kelelahan
Sakit di dada
Perut
Saluran kencing
Mau muntah/mual
Mau pingsan
Somatization lanjutan……..



Wanita lebih banyak daripada pria
Secara memikat dapat menunjukkan
keluhannya
Dapat menyakinkan dokternya
PENENTUAN GANGGUAN
SOMATISASI (DSM IV)

Paling sedikit ada 4 gejala yang berbeda
fungsinya


Sakit kepala, dada, punggung, gangguan dalam
berjalan, sakit pada waktu menstruasi
Ada dua gejala keluhan di sistem pencernaan


Ada satu gejala gangguan seksual


Mau muntah, mual, diare dan tidak tahan terhadap makanan
Gangguan ereksi, menstruasi
Ada satu gejala pseudoneurologis

Histeria, paralisis, gangguan keseimbangan
Somatoform lanjutan …..

Psychogenic pain





Keluhan yang muncul biasanya pada punggung dan
leher
Diiringi dengan/dicetuskan oleh perubahan yang
menyakinkan dalam hubungan antara sakitnya
dengan stres emosional
Ada kecenderungan menolak dan mengingkari sebab
psikologis
Individu biasanya tidak menyadario ada hubungan
antara sakitnya dengan stres emosional
Sulit ditritmen secara psikologis
Somatoform lanjutan…….

Hypochondriasis







Keluhan hampir sama dengan psychogenic pain
Ada kecenderungan salah menafsirkan perasaan-perasaan dan sensasi
tentang fisiknya yang normal sebagai indikasi penyakit fisik ynag berat
Keluahannya pada setiap bagian tubuh biasanya pada perut dan
jantung
Pasien selalu datang ke dokter, meskipun dokter tidak mampu
melakukan pengobatan
Prognosis jelek
Untuk sembuh sangat sulit karena ada negative style
Pasien dengan hipokhondri sangat pandai berperan sebagai orang sakit
dengan tujuan untuk :



Mendapatkan simpati
Mendapatkan perhatian
Diterima kegagalannya
Somatoform lanjutan …….

Conversion disorder



Conversion



Ada hubungan dengan konflik-konflik psikologis
Ketidakmampuan fisik tanpa bukti medis
Sensory
Motor/autonomic system
Sensory conversion

Kesulitan/tidak mampu menerima, mengolah stimuli
sensosrik
Conversion lanjutan ……

Pada kulit  mati rasa

Tactual anesthesia


Glove anesthesia


Mati rasa pada jari-jari tangan dan pergelangan
Swimsuit anesthesia


Tidak mampu merasakan sentuhan
Mati rasa pada daerah pantat dan selangkang
Hyperesthesia

Terlalu-sangat sensitif terhadap rangsang
Conversion lanjutan……

Motor conversion


Tidak mampu mengontrol konstraksi otot,
termor/seizure tanpa ada dasar fisik
Conversion convulsion

Gerakannya tidak teratur
Tidak menggigit lidah
 tidak lepas kontrol
 Jarang menyakiti diri
 Jatuh pada tempat yang aman

Conversion lanjutan ……

Conversion convulsion

Astasia abasia
Tidak dapat jalan
 Jika jalan membutuhkan pegangan


Writers cramp
Kelumpuhan pada saat menulis
 Berhubungan dengan pekerjaan


Hysterical aphoni
Tidak mampu berbicara keras
 Suaranya berbisik

Conversion lanjutan …..

Autonomic Conversion



Pengaruhnya pada pencernaan makanan
Sistem pembuangan
Reproduksi

Pseudocyesis/Phantom pregnancy



Wanita berhenti menstruasi
Perut dan buah dada membesar
Mual di pagi hari (seperti mengandung)
DISSOCIATIVE DISORDER



Individu merasa terpisah dari dirinya
maupun lingkungan sekitarnya
Individu merasa bermimpi
Merasa hidup dalam gerakan yang lamban




Terjadi setelah mengalami kejadian yang
penuh dengan stres-mengalami kecelakaan
Ketika mengalami kelelahan yang sangat
Dibawah tekanan psikis-mental-fisik
Peristiwa yang sangat menakutkan
Dissociative disorder lanjutan……

Ada dua macam pengalaman yang dapat
dibadi menjadi dua tipe :

Depersonalization


Ada persepsi yang secara temporer bahwa dirinya
merasa lepas dengan realita
Derealization

Perasaan hubungan dengan dunia luar hilang
Dissociative Disorder lanjutan…..
 Dissociative
Amnesia
 Individu tidak ingat
samasekali tentang dirinya
(generalized amnesia)
 Gagal untuk mengingat
kejadian yang spesifik
(traumatis)  localizedselective amnesia
Dissociative Fugue
(Fugue=flight)
Tidak dapat mengingat kembali atas
kejadian yang spesifik
 Tidak dapat mengingat bagaimana
dan mengapa dia ada di tempat
tersebut
 Menggunakan identitas baru sebab
bingung dengan identitas dirinya

DissociativeTrance Disorder 
across culture
Trance or possession
 Tiba-tiba berubah kepribadiannya
karena kerasukan
 Biasa terjadi pada wanita
 Karena trauma-stres

Dissociative Identity Disorder
(DID)


Mengadopsi 100 identitas baru
Termasuk perilaku, nada suara, gerakan
anggauta tubuh
MOOD DISORDER
(Affective disorder)


Gangguan ini berpusat pada emosi bukan
pada pikiran
Dapat dibagi menjadi dua :



Unipolar depression
Bipolar disorder
Unipolar disorder
Mood disorder lanjutan 1….

Unipolar disorder  ditandai dengan :




Kehilangan minat/ketertarikan terhadap aktivita
Gangguan pada selera makan, gangguan tidur (hyper
insomnia)
Berat badan menurun
Agitasi motorik





Kesulitan mengontrol gerakan
Retardasio psikomotorik
Munculnya perasaan bersalah
Kesulitan konsentrasi
Ingin bunuh diri
Mood disorder lanjutan 2 …..

KASUS









Katie (16 th) termasuk anak yang pemalu
Jarang berinteraksi dengan orang lain kecuali dengan
keluarga
Ada kecemasan terhadap situasi sosial
Merasa hidupnya kosong dan bodoh
Sering menangis seharian
Mulai mabuk-mabukan karena minum minuman keras
Orientasi terhadap masa depannya dirasa sangat
suram
Orientasi terhadap dunia luar-orang lain negatif
Ada kecenderungan ingin bunuh diri
Mood disorder lanjutan 3 ……

Pengalaman Katie ini merupakan bentuk
gangguan depresi


Mengalami situasi seperti jatuh dalam suatu
lobang yang dalam , gelap dan merasa tidak
dapat melepaskan diri
Merasa sudah berteriak akan tetapi tidak ada
orang yang mendengar
Mood disorder lanjutan 4 ….

Untuk melakukan diagnosis harus memperhatikan



Memiliki episode depresi yang berat
Gejala muncul kurang lebih 2 minggu
Bipolar affective disorder  ditandai dengan :







Hyper active
Tekanan peda perkataan (banyak ngomong)
Flight of ideas
Inflated of self esteem
Menurunnya kebutuhan untuk tidur
Bingung
Euphoric dan nampak menjadi on top of the world
Mood disorder lanjutan 5 …..

Post partum depression


Involutional melancholia


Kondisi munculnya depresi setelah melahirkan
Timbul pada usia lanjut mengikuti masa menopause
Faktor yang berisiko



Wanita dua kali lebih banyak daripada laki-laki
Sejarah perkawinan dan status perkawinan
Krisis kehidupan
Ciri-ciri klinis unipolar
depression

Simtom suasana hati (mood symptom)




Merasa susah, merana, mental breakdown
Apatis terhadap keluarga-pekerjaan
Sensitif-mudah tersinggung
Simtom kognitif (cognitive symptom)






Pikiran negatif
Dunia dilihat menolak dirinya
Pesimis
Putus harapan
Tidak mampu
Gangguan konsentrasi-ingatan dan pengambilan
keputusan
Ciri-ciri klinis lanjutan

Physical and behavior symptom




Loss energy
Lelah
Menarik diri
Major depressive disorder


6 …..
Dari moderate sampai severe symptom
Seasonal affective diorder (SAD)
Beck’s cognitive triad for
depression
World
FUTURE
NEGATIVE
COGNITION
SELF
Affective Disorder

Paradigma Biologis

Peranan keturunan



Peranan genetik pada depresi yaitu adanya zat yang
berpengaruh “norepinephrine dan dopamin”
Penelitian menunjukkan secara relatif orang yang
mempunyai gangguan pada zat tersebut keturunannya
mengalami hal yang sama
Paradigma psikososial

Psikoanalisa  yaitu terjadi fiksasi pada awal
perkembangan  adanya ambivalensi perasaan cintabenci terhadap ibu
Afffective diorder



Kognitif  distorsi kognitif yaitu
menggunakan schema yang tidak benar
Teori operant  adanya interaksi antara
karakteristik personal dan reaksi sosial
terhadap karakteristik tersebut
Paradigma sistem
SCHIZOPHRENIA


Suatu bentuk gangguan yang
digambarkan dengan variasi penyebab
yang belum diketahui dan perjalanan
gangguan ini sangat luas-komplek, serta
akibat yang terjadi sangat tergantung dari
kondisi fisik, genetik dan sosial budaya
Ditandai dengan penyimpangan yang
fundamental dengan ciri :
Schizophrenia

Tanda-tanda






Fikiran dan persepsi
Perasaan yang tidak wajar atau tumpul
Kesadaran yang jernih
Kemampuan intelektual yang terpelihara
Kemunduran kognitif
Macamnya :





lanjutan …..
Paranoid
Hebefrenik
Katatonik
Tak terinci
Depresi pasca schizophrenia
Schizophrenia lanjutan …..





Residual
Simpleks
Schizoprenia lainnya
Yang tidak tergolongkan
Pedoman Diagnostik

Harus ada sedikitnya satu gejala yang amat
jelas (biasanya dua atau lebih yang tidak
jelas)

Thought echo  isi pikiran yang ada dalam dirinya
yang berulang atau bergema dalam kepalanya
Schizophrenia
lanjutan …..
Thought insertion or withdrawl  isi fikiran
yang dirasa asing dari luar masuk ke dalam
fikirannya atau sisi fikirannya diambil keluar oleh
sesuatu kekuatan dari luar
 Thought broadcasting  isi fikirannya tersiar
keluar, sehingga orang lain mengetahuinya
 Delusion of control  waham tentang dirinya
yang dikendalikan oleh kekuatan tertentu dari luar
 Delusion of influence  waham tentang dirinya
yang dipengaruhi oleh kekuatan dari luar

Schizophrenia lanjutan ….
Delusion of passivity  merasa tidak berdaya
dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar
 Delusion of perception  pengalaman indrawi
yang tidak wajar yang bermakna sangat khas bagi
dirinya biasanya bersifat mistik atau suatu
mukjizat.
 Halusinasi auditorik  suara yang berkomentar
terus menerus terhadap perilaku pasien



Mendiskusikan perihal pasien diantara pasien sendiri
Jenis suara yang berasal dari salah satu bagian tubuh
Schizophrenia






Waham-waham yang menetap yanag menurut budaya tidak
wajar (mampu mengendalikan cuaca, mampu
berkomunikasi dengan makhluk halus)
Paling sedikit dua gejala dan harus selalu ada
dan jelas


lanjutan …..
Halusinasi yang menetap dari panca indra apa saja
Arus pikiran yang terputus  inkoherensi, neogolisme
Perilaku katatonik, gaduh gelisah, posisi tubuh tertentu,
negativisme, mutisme dan stupor
Gejala-gejala negatif  sikap apatis, jarang bicara, respon
emosional yang menumpul
Gejala-gejala tersebut telah berlangsung selama
kurun waktu satu bulan atau lebih
Hilangnya minat, hidup tak bertujuan.
Schizophrenia lanjutan ……

Diskripsi dari Connoly 1849



Tanpa sebab menjadi sedih-gembira
Lamban-pasif dan apatis
Diskripsi dari Morel


Sama dengan demintia praecox
Dementia

Secara progresif kemampuan mentalnya
berkurang-hilang
Schizophrenia lanjutan ……

Diskripsi dari Kraeplin 1896




Menggunakan paradigma biologis
Hukum-hukum genetis
Dementia parecox = hebeprenic dan katatonik
Diskripsi Bleuler 1930



Menggunakan pradigma psikososial
Schizo = split
Phrenum = mind
Symptom primer schizophrenia






Gangguan dalam Assosiasi
Gangguan Affect
Ambivalence
Autism
Kesukaran berfikir
Fantasi dan withdrawl
Ciri-ciri dasar Schizophrenia

Dysfunction dalam :





Behavior
Perception
Affective
Cognitive
Verbal
General Dysfunction
Schizophrenia

Symbolism


Ada pola hubungan dalam berbicara, berfikir dan
perilaku  Warna tertentu  simbol
Sensitivity




Meliputi stimulasi sensorik dan emosional
Social withdrawl
Loss of ego boundares
Orang lain dapat membaca fikiran dirinya atau
sebaliknya

Ekstrim  fusi dengan benda mati  radio-televisi
General dysfunction lanjutan….

Variability

Tingkahlakunya tidak dapat diduga
 Behavioral

Berlebih-kurang


dysfunction
Antara orang yang satu dengan yang lain tidak
sama  4 jenis dari fikiran yang berbeda pula
Psychotic mannerism

Gerakan-gerakan aneh
Behavioral dysfunction

Echopraxia


Stereotype


Perilaku meniru tingkahlaku orang lain
Mengulang-ulang perilaku
Typical slovenly appearance

Tidak mau mandi-kebersihan sangat kurang
Cognitive dysfunction

Delusion

Delusion of influence







Orang lain mempengaruhi
Delusion of grandeur
Delusion of presecution
Delusion of reference
Delusion of bodily change
Delusion of nihilsm
Dysfuntion of thinking
Affective dysfunction

Emosi yang berubah-ubah
Respon emosional kurang/tidak tetap
Perasaan datar

Verbal dysfunction






Mutism  diam dalam beberapa hari
Incoherent
Neologism  menciptakan kata-kata baru yang
tidak ada dalam bahasa normal
Verbigeration  ketidakmampuan mengulang katakata
CIRI-CIRI UMUM SCHIZOPHRENIA





Mempunyai ciri-ciri psikotik tertentu
selama aktif gangguannya
Adanya gejala yang khas
Menurunnya taraf kemampuan fungsional
sebelumnya
Terjadi sebelum umur 45 tahun
Sekurang-kurangnya terjadi selama 6
bulan
Fase-fase schizophrenia

Fase prodromal





Social withdrawl
Tingkahlaku aneh
Kemunduran kesehatan
Ada masalah dalam komunikasi
Reaksi emosi yang tidak tetap
Fase-fase schizophrenia lanjutan…

Fase aktif


Ada disfungsi secara umum dan spesifik dan
kelihatan nyata
Fase residual

Gejala tampak lagi seperti fase prodromal
Tipe schizophrenia









Paranoid
Hebefrenik
Katatonik
Tak terinci
Depresi pasca schizophrenik
Residual
Simpleks
Lainnya
Yang tidak tergolongkan
Tipe schizophrenia

lanjutan ….
Paranoid


Memiliki kriteria umum diagnosis
schizophrenia
Adanya halusinasi dan delusi yang menonjol
Dengar-pembauan/pengecapan
 Waham berupa hampir semua jenis




Merasa dikontrol
Dipengaruhi
Dikejar-kejar
Tipe schizophrenia

lanjutan….
Hebeprenik





Memenuhi kriteria umum diagnosis schizophrenia
Terjadi pada usia remaja atau dewasa awal mulai 15
th-25 tahun
Untuk menyakinkan perlu pengamatan kontinyu
selama 2-3 bulan
Menyendiri, mannerism, hampa tujuan dan perasan
Perasaan dangkal, tidak wajar, cekikikan, senyum
sendiri, menyeringai, mengibul secara bersenda
gurau, inkoheren
Tipe schizophrenia lanjutan …

Tipe katatonik

Memenuhi kriteria umum schizophrenia
Stupor
 Gaduh gelisah
 Menampilkan posisi tubuh tertentu
 Negativisme
 Rigiditas  mempertahankan posisi tubuh
 Afeksi dan psikomotor rusak berat

Tipe schizophrenia

Depresi pasca schizophrenia




lanjutan….
Pasien telah menderita schizophrenia selama 12 bulan
terakhir
Gejala schizo masih ada tetapi tidak menonjol
Gejala depresi ,menonjol dan mengganggu
Schizophrenia residual

Gejala negatif schizo menonjol


Withdrawl, eksentrik, emosi tumpul
Melampaui kurun waktu satu tahun
PERSONALITY DISORDER

Cluster A : Eccentric/Odd




Cluster B : Dramatic/Erratic





Paranoid
Schizoid
Schizotypal
Histrionic
Borderline
Narcisstic
Antisocial
Cluster C : Anxious/Fearful



Obsessive-Compulsive
Avoidant
Dependent
Personality Disorder
(Gangguan Kepribadian)

Ditentukan oleh kemampuan individu
dalam menyesuaikan diri dengan :



Peraturan masyarakat
Harapan-tuntutan masyarakat
Gangguan kepribadian bukan karena stres
akan tetapi bermula dari perkembangan
yang tidak masak dan gangguan
penyesuain diri
Gangguan keribadian lanjutan….

Ciri klinis gangguan kepribadian



Hubungan pribadi yang retak
Gangguan ini berlangsung lama 
mengganggu orang lain, polanya tetap dan
berjangka waktu lama
Mempunyai dampak negatif terhadap diri dan
berhubungan dengan
Kecanduan
 merusak

Gangguan kepribadian

lanjutan ….
Ciri klinis ….



Ada pola-pola khusus seperti keras kepala,
curiga dan tertutup
Memberi kesan ingin periksa pada ahli akan
tetapi tidak ingin sembuh
Merasa normal
Gangguan kepribadian

Beberapa dari kondisi dan pola perilaku
berkembang sejak dini dari masa
pertumbuhan dan perkembangan diri
sebagai hasil interaksi faktor konstitusi
dan pengalaman hidup
Penegakan diagnostik

Kodisi yang tidak berhubungan langsung dengan
kerusakan/penyakit otak berat atau gangguan
jiwa lain

Disharmon sikap dan perilaku yang cukup berat




Afek, kesiagaan, pengendalian impuls, cara memandang dan
berfikir gya berhubungan dengan orang lain
Pola perilaku berlangsung lama
Gangguan bersifat pervasif/mendalam
Muncul pada masa kanak-kanak sampai dewasa
Diagnostik


lanjutan ……
Menyebabkan penderitaan pribadi
tetapibaru menjadi nyata setelah
perjalanan yang lanjut
Gangguan ini biasanya tatapi tidak selalu
berkaitan secara bermakna dengan
masalah-masalah pekerjaan dan kinerja
sosial
Paranoid Personality




Mempunyai ciri pribadi yang kaku, curiga
yang berulang, cemburu dan iri
Hypersensitive, mudah marah, cenderung
menyalahkan orang lain, menyimpan
dendam
Kesepian dalam persahabatan
Rasa humornya rendah
Schizoid Personality





Social withdrawl
Suka menyendiri
Diam dan tak ramah
Sulit mengekspresikan kemarahan
Sangat tidak sensitif terhadap norma dan
kebiasaan sosial yang berlaku
Schizotypal Personality



Kadang menunjukkan ciri seperti simpel
schizophrenia
Merasa dapat tembus pandang
Komunikasi dan cara berfikir mengalami
hambatan
Avoidance Personality



Menghindari penolakan dan penghinaan
orang lain, sehingga malas berhubungan
dengan orang lain
Merasa sendirian, rendah diri dan distress
serta hubungan dengan orang lain negatif
Kriteria diagnosis yaitu perpaduan dari
dua kategori schizoid dan dependent
Dependent Personality



Ada ketergantungan yang ekstrem
Ada kegelisahan
Perilaku nampak normal jika tidak dituntut
untuk melakukan sendirian
Obsessive compulsive
personality



Ada perhatian yang berlebihan terhadap
aturan, perintah dan efsiensi
Perilakunya hati-hati, patuh dan kaku
Ada pikiran-pikiran yang selalu muncul
dan diujudkan dalam tindakan dan
individu tidak dapat mengontrol
Passive aggressive personality

Mengekspresikan sikap bermusuhan
secara tidak langsung
Histrionic Personality





Ciri khususnya tidak masak
Kegembiraan yang berlebihan, emosi yang tidak
stabil
Harapannya tinggi
Penyesuaian seksual rendah, perasaan tidak
mampu dan pikiran dangkal
Ada keluhan fisik dalam rangka mencari
perhatian dan jika gagal perasaannya sangat
peka dan marah yang meledak-ledak
Nascistic personality





Ada ketergantungan yang tinggi
Rasa rendah diri
Menghindari hubungan yang dalam
Sulit mencintai dan sering menekan orang
lain
Gngguan ini lebih banyak pada laki-laki
Borderline personality






Gejlanya meliputi gangguan afeksi
Secara tiba-tiba keluar dari realita
Mengalami delusi, ilusi, pikiran aneh
Tingkahlakunya sering impulsif
Pikiran kosong, mudah bosan
Mudah frustrasi serta merusak diri
SEXUAL DYSFUNCTIONS
AND
DISORDER
Disfungsi seksual


Disfungsi menunjukkan tingkat kesulitan yang
menggambarkan :


Kelemahan dan ketidakmampuan dalam memperoleh
kepuasan seksual
Orgasmic dysfuntion in male

Male erictile dysfunction


Sering dikenal sebagai impotensi
Ketidakmampuan laki-laki untuk mencapai sukses dalam
menyelesaikan sexual intercouse
Sexual … lanjutan……

Male erictile dysfunction

Gangguan primer


Gangguan sekunder


Tidak pernah sama sekali dapat ereksi
Sebelumnya dapat ereksi akan tetapisekarang tidak dapat
ereksi
Etiologi :


Masalah fisiologis  karena penyakit DM, cardiorespiratory
dan akibat penggunaan obat-obat tertentu
Masalah Psikososial
Sexual …. Lanjutan……

Ejaculatory disturbances


Ejaculasi awal
Etiologi



Psikososial  adanya kecemasan terhadap
penampilan/perilaku seksualnya
Ejaculasi retarded
Etiologi

Ortodoksi agama, ketakutan akan hamil, pengaruh
ibu dan homoseksual
Sexual… lanjutan…..

Disfungsi orgasmus pada wanita

Frigiditas

Primer


Sekunder


Tidak pernah mengalami orgamus pada saat berhubungan
seksual/masturbasi
Karena faktor psikososial artinya tidak dapat orgasmus secara
normal
PARAPHILIAS


Suatu gangguan seksual dengan cara pemuasan seks
yang berlawanan dengan peran yang seharusnya
Tidak mampu berhubungan cinta dengan orang lain
dan tidak dapat menikmati keintiman
Sexual
lanjutan …..
1. Fetishism

Pusat minat dan perhatian pada objek
benda mati


Pakaian dalam wanita, sepatu, tas, rambut, BH
Barang tersebut digunakan pada waktu
masturbasi
2. Transvestism

Kepuasan diperoleh dengan memakai
pakaian curian lawan jenisnya dan
sebagaian besar diderita laki-laki
Sexual
lanjutan ….
3. Transexualism


Pada DSM III disebut Gender Dysphoria Syndrome
Menggunakan pakaian kepunyaan jenis kelamin
lawan (priai/wanita). Meskipun untuktidak mencari
kepuasan seksual
4. Incest

Aktivitas seksual antara dua individu yang masih
mempunyai hubungan keluarga dekat atau ada
hubungan darah (ayah-anak wanitanya)
Sexual
lanjutan ….
5. Pedophilia



Aktivitas seksual dengan anak-anak
Dapat dengan sodomi, fellatio, coitus
Orang alkoholik, mental defective dan
inadequate
Disordered choice of method of
gratification

Exhibitionism



Memamerkan organ genitalnya kepada wanita/anakanak yang asing bagi dirinya
Kepuasan akan meningkat sesuai dengan
keterkejutan sasaran
Vayeurism


Kepuasan seks diperoleh dengan jalan mengintip
orang lain dalam kondisi tanpa busana atau ketika
sedang mandi atau sedang melakukan hubungan seks
Semakin besar tantangan untuk dapat mengintip
semakin puas
Gratification

Masochism dan sadism



lanjutan……
Merasa puas jika disakiti
Merasa puas jika menyakiti
Rapist/Perkosaan


Kepuasan terjadi jika mampu melakukan hal-hal yang
mungkin sangat memberi manfaat
Ada tiga bentuk-alasan pemerkosaan



Power rapist  dengan bentuk mengancam
memanfaatkan kelemahan korban
Anger rapist  pelampiasan kemarahan pada wanita
Sadistic rapist
FROTTEURISME

Frottage


Bentuk masturbasi dengan jalan
menggesekkan alat kelaminnya pada orang
lain (wanita)
Seorang frottour

Orang yang mempunyai dorongan dan fantasi
seksual yang dalam dan berulang dengan
jalan menggesekkan alat kelaminnya pada
orang lain dan orang ini masih asing bagi
dirinya
Frotteurisme…..




Ketika menggesekkan sambil berfantasi
melakukan hubungan intim
Supaya tidak tertangkap basah, frottour
melakukan dengan cepat dan siap lari
Biasanya dilakukan di tempat yang
berdesakan  bis kota, bis antar propinsi,
kereta api
Di dapat dari pengalaman masa lalu dan
mendapatkan penguat
PERILAKU ANTI SOSIAL
DAN AGRESIF

Perilaku anti sosial mencakup tibdakan :









Tindakan agresif
Ancaman verbal
Perkelahian
Pengrusakan
Pencurian
Vandalism
Kebohongan
Kabur dari rumah
Pembunuhan
Perilaku anti sosial

Istilah perilaku anti sosial





Acting out
Conduct disorder
Disruptive
Delinquency
Gangguan perilaku


Melanggar hak orang lain
Melanggar norma sosial
Perilaku anti sosial

Dua subtipe gangguan perilaku

Tipe kelompok :
Tindakan kelompok-bersama-sama
 Masalahnya hampior sama
 Loyal terhadap seseorang
 Agresi fisik


Tipe dilakukan sendiri
Agresi secara verbal-fisik
 Dilakukan sendirian
 Lingkungan menolak dirinya

Perilaku agresi

Secara umum :



Membahayakan
Menyakiti
Melukai orang lain  mengandung maksud
untuk melukai orang lain
Teori yang melatar belakangi

Psikoanalisa



Hipotesis frustrasi agresif


Reaksi terhadap rasa frustrasi
Teori belajar




Dorongan atau naluri dasar
Dorongan agresif yang diekspresikan lewat perilaku agresif
Agresi sebagai perilaku yang dipelajari
Diperoleh melalui reinfrocement
Mekanisme kondisioning
Teori belajar sosial

Hasil mengamati perilaku agresi orang lain  ditiru
Disorder of Self Control

Kleptomania


Individu mengambil sesuatu di toko-mall, rumah
dikerenakan gangguan kontrol diri
Ciri-ciri :




Ada keinginan yang besaruntuk mencuri tapi bukan untuk
memiliki
Tingkahlaku mencuri didasari motivasi untuk melepaskan
ketegangan
Yang dicuri makanan, pakaian, perhiasan, kosmetik,
rekaman, mainan, pena dan kertas sampai uang
Tingkahlaku terjadi karena kecemburuan dan untuk menarik
perhatian
Disorder of self control





Gambling
Pyromania
Sexual impulsivity
Trichotillomania
Eating disorder


Anorexia nervosa
Bulimia nervosa
Disorder of self control

Rumination disorder





Terjadi pada bayi, anak dan remaja
Dengan cara memamah (ngemut, nggayemi)
Biasa terjadi pada retardasi mental
Karena masalah biologis dan psikologis
Pica


Individu makan cat, paster, rambut dan kain
Pada individu yang lebih tua makan pasir,
serangga, daun dan bedak
Self control disorder

Sleep disorder

Dyssomnia
Kesulitan untuk tidur yang cukup
 Kesulitan untuk dapat tidur


Parasomnia

Abnormalitas atau kejadian fisiologis yang terjadi
selama tidur

Nglindur dan mimpi buruk

similar documents