SKN 2 Litbangkes

Report
Sub Sistem : Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan
Arih Diyaning Intiasari
Referensi
• Kosen S. 2008. Research priority
identification in three thematic areas : Health
Financing, HRH and role of the non-state
sector in Indonesia, Malaysia and Thailand
center for Health policy dan system research
and Development. Final Report. National
Institute of Health R&D. Jakarta
• Website Litbangkes Indonesia, 2013
• Symposium NCD REPACT, October 2013
• WHO, 2012. The WHO Strategy on Research
for Health
Existing Condition
• Pemanfaatan berbagai hasil penelitian dan
pengembangan, penapisan teknologi dan
produk teknologi kesehatan oleh industri
dan masyarakat. Misal : Vaksin Flu burung
• Keberhasilan pelaksanaan riskesdas dan
riset riset bidang kesehatan lainnya
• Sejak 2010 telah dimulai program
saintifikasi jamu, Sejak 2012 telah dimulai
riset operasional intervensi budaya
Problem Existing
• Masih rendahnya penguasaan dan
penerapan teknologi kesehatan oleh
SDMK Indonesia
• Masih rendahnya kontribusi hasil litbankes
bagi pembangunan kesehatan
• Masih lemahnya sinergi kebijakan
pemanfaatan hasil litbangkes bg
pembangunan kesehatan
• Terbatasnya SDMK dengan kompetensi
profesi peneliti kesehatan
• Terbatasnya kemampuan adopsi dan
adaptasi teknologi kesehatan
• Masih rendahnya kemampuan masyarakat
dalam pemanfaatan hasil litbangkes
• Hasilnya belum banyak dimanfaatkan
sebagai dasar perumusan kebijakan dan
perencanaan program kesehatan
Pengertian Sub Sistem
• Sub sistem penelitian dan pengembangan
kesehatan adalah pengelolaan penelitian
dan pengembangan, pemanfaatan dan
penapisan teknologi dan produk teknologi
kesehatan yang diselenggarakan dan
dikoordinasikan guna memberikan data
kesehatan yang berbasis bukti untuk
menjamin tercapainya derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi tingginya
Mengapa Sub sistem ini dianggap penting
untuk diselenggarakan pada SKN 2012 ?
• Untuk mendapatkan dan mengisi kekosongan
data kesehatan dasar dan data evidence based
dengan menghimpun seluruh potensi dan sumber
daya yg dimiliki bangsa
• Terbagi menjadi 4 Pusat di Indonesia :
1. Biomedis dan teknologi dasar kesehatan
2. Teknologi terapan kesehatan dan epidemiologi
klinik (1 dan 2 di Jakarta)
3. Teknologi Intervensi kesehatan masyarakat
4. Humaniora, kebijakan kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat (Surabaya)
Biomedis dan teknologi dasar
kesehatan
• Meliputi kegiatan riset untuk memecahkan
permasalahan ditinjau dari aspek Host,
Agent dan Environment dengan
pendekatan biologi molekuler, bioteknologi
dan kedokteran guna peningkatan mutu
upaya kesehatan yg efektif dan efisien
Teknologi terapan kesehatan dan
epidemiologi klinik
• Meliputi kegiatan riset untuk menilai faktor
resiko penyakit, penyebab penyakit,
prognosa penyakit dan risiko penerapan
teknologi kesehatan, termasuk obat bahan
alam terhadap manusia guna peningkatan
mutu upaya kesehatan yg efektif dan
efisien
Teknologi Intervensi kesehatan
masyarakat
• Meliputi kegiatan riset untuk menilai
besaran masalah kesehatan masyarakat,
mengembangkan teknologi intervensi
serta menilai reaksi lingkungan terhadap
penerapan teknologi dan produk teknologi
guna peningkatan mutu uaya kesehatan
yg efektif dan efisien
Pusat humaniora, kebijakan kesehatan
dan pemberdayaan masyarakat
• Meliputi kegiatan riset untuk menganalisis
bidang sosial, ekonomi, budaya, etika,
hukum, psikologi, formulasi-implementasi
dan evaluasi kebijakan, perilaku, peran
serta dan pemberdayaan masyarakat
terkait dengan perkembangan teknologi
dan produk teknologi kesehatan guna
peningkatan mutu upaya yankes yag
efektif dan efisien.
• Saat ini Balitbangkes diberikan
kepercayaan untuk “Menentukan Arah”
pembangunan kesehatan 5 tahun
mendatang (RPJMN 2015-2019).
• Oleh karena itu Balitbangkes melakukan
kajian dengan isu utama menganalisis
prioritas intervensi berdasarkan siklus
kehidupan manusia. (Adopsi dari Swedia)
Empat Fokus pada RPJMN 2015-2019
1. Menuntaskan segala hal yang berhubungan
dengan tujuan RPJPK yaitu : Penurunan AKI,
AKA dan Gizi buruk
2. Menghasilkan sesuatu yang kompetitif di bidang
kesehatan dalam hal SDA, SDMK dan teknologi
seperti regen, vaksin, dll
3. Adanya kesinambungan intervensi kesehatan
berdasarkan segmen life cycle. Kesehatan anak
sekolah dan kesehatan kerja diupayakan menjadi
progeam wajib di puskesmas
4. Integrasi JKN dengan upaya kesehatan
masyarakat
Identifikasi penelitian penting pada 3 area
kajian utama di Indonesia (Kosen, 2008)
•
1.
2.
3.
•
1.
2.
3.
Health Financing
Development of SHI systems
Effectiveness of current health care spending
Financing of “public goods” programmes and essential public health service
HRH
Health workers in underserved areas
Uneven distribution of trained health workers
Impact of decentralization in the health sector on human resources
management
• Role of Non-State Sector
1. Regulations, licensing, accreditation and oversigh of private health care facilities
2. Role of Private health sector in serving the poor
3. Quality and patterns of care provided in private facilities and how to influence
them
Research Strategy has 5 interelated goals (WHO,2012)
• Organization (Strengthening of the research
culture in WHO so that the organization can lead
by example)
• Priorities (Focusing research globally on priority
health needs)
• Capacity (helping to strengthen national systems
for health research)
• Standards (promoting good practice in research,
with WHO setting norm and standart)
• Translation (Strengthening links between health
research and health policy and practice
Capacity
Strengthening Health
Research System
Priority
Meeting Health
needs
Organization
Translation
Evidence into Practice
Standart
Good research
Practice

similar documents