SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA – Proses Menjadi

Report
ASSALAMU’ALAIKUM
TEKS PROSEDUR
PROSES MENJADI WARGA
YANG BAIK
BAHASA INDONESIA
X MIA 7
KELOMPOK
SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA
ANGGOTA
 Ariyanda Galah Putri Perdany
(07)
 Arvianto Nugroho
(08)
 Atika Rohmatul Fitri
(09)
SUTAN TAKDIR ALISYAHBANA
BIOGRAFI TOKOH
Sutan Takdir Alisjahbana (STA) lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908.
Beliau merupakan tokoh pembaharu, sastrawan, dan ahli tata Bahasa Indonesia.
STA masih keturunan keluarga kerajaan. Ibunya, Puti Samiah adalah seorang
Minangkabau yang telah turun temurun menetap di Natal, Sumatera Utara. Puti
Samiah merupakan keturunan Rajo Putih, salah seorang raja Kesultanan Indrapura
yang mendirikan kerajaan Lingga Pura di Natal. Ayahnya, Raden Alisyahbana yang
bergelar Sutan Arbi, adalah seorang guru.
STA menikah dengan tiga orang istri serta dikaruniai sembilan orang putra dan
putri. Istri pertamanya adalah Raden Ajeng Rohani Daha (menikah tahun 1929 dan
wafat pada tahun 1935) yang masih berkerabat dengan STA. Dari R.A Rohani Daha,
STA dikaruniai tiga orang anak yaitu Samiati Alisjahbana, Iskandar Alisjahbana, dan
Sofjan Alisjahbana. Tahun 1941, STA menikah dengan Raden Roro Sugiarti (wafat
tahun 1952) dan dikaruniai dua orang anak yaitu Mirta Alisjahbana dan Sri Artaria
Alisjahbana. Dengan istri terakhirnya, Dr. Margaret Axer (menikah 1953 dan wafat
1994), STA dikaruniai empat orang anak, yaitu Tamalia Alisjahbana, Marita
Alisjahbana, Marga Alisjahbana, dan Mario Alisjahbana. STA sangat menghormati
wanita, ia mengatakan bahwa wanita adalah motor penggerak dan pendukung dibalik
kesuksesan seorang laki-laki.
BIOGRAFI TOKOH
Setelah menamatkan sekolah HIS di Bengkulu (1921), STA melanjutkan pendidikannya
ke Kweekschool, Bukittinggi. Kemudian dia meneruskan HKS di Bandung (1928), meraih
Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari
Universitas Indonesia (1979) dan Universitas Sains Malaysia, Penang, Malaysia (1987).
Kariernya beraneka ragam dari bidang sastra, bahasa, dan kesenian. STA pernah
menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933). Kemudian mendirikan
dan memimpin majalah Poedjangga Baroe (1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa
Indonesia (1947-1952), dan Konfrontasi (1954-1962). Pernah menjadi guru HKS di
Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di Universitas
Indonesia (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan
Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa
Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), guru besar dan Ketua
Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968).
STA merupakan salah satu tokoh pembaharu Indonesia yang berpandangan liberal.
Berkat pemikirannya yang cenderung pro-modernisasi sekaligus pro-Barat, STA sempat
berpolemik dengan cendekiawan Indonesia lainnya. STA sangat gelisah dengan pemikiran
cendekiawan Indonesia yang anti-materialisme, anti-modernisasi, dan anti-Barat.
Menurutnya, bangsa Indonesia haruslah mengejar ketertinggalannya dengan mencari
materi, memodernisasi pemikiran, dan belajar ilmu-ilmu Barat.
BIOGRAFI TOKOH
Dalam kedudukannya sebagai penulis ahli dan kemudian ketua Komisi Bahasa
selama pendudukan Jepang, STA melakukan modernisasi Bahasa Indonesia sehingga
dapat menjadi bahasa nasional yang menjadi pemersatu bangsa. Ia yang pertama kali
menulis Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia (1936) dipandang dari segi Indonesia,
yang mana masih dipakai sampai sekarang. Serta Kamus Istilah yang berisi istilahistilah baru yang dibutuhkan oleh negara baru yang ingin mengejar modernisasi dalam
berbagai bidang. Setelah Kantor Bahasa tutup pada akhir Perang Dunia kedua, ia
tetap mempengaruhi perkembangan Bahasa Indonesia melalui majalah Pembina
Bahasa yang diterbitkan dan dipimpinnya. Sebelum kemerdekaan, STA adalah
pencetus Kongres Bahasa Indonesia pertama di Solo. Pada tahun 1970, STA menjadi
Ketua Gerakan Pembina Bahasa Indonesia dan inisiator Konferensi Pertama Bahasabahasa Asia tentang The Modernization of The Languages in Asia (29 September-1
Oktober 1967).
BIOGRAFI TOKOH
Selain sebagai ahli tata Bahasa Indonesia, STA juga merupakan seorang sastrawan
yang banyak menulis novel. Beberapa contoh novelnya yang terkenal yaitu Tak Putus
Dirundung Malang (1929), Dian Tak Kunjung Padam (1932), Layar Terkembang
(1936), Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940), dan Grotta Azzura (1970 & 1971).
STA menghabiskan masa tuanya di rumah, di Indonesia. Rumahnya sangat asri
dan penuh dengan tanaman serta pepohonan. STA membiarkan hewan-hewan
ternaknya berkeliaran di halaman belakang rumahnya yang luas, seperti angsa dan
ayam. STA mengisi waktu luangnya dengan membaca dan menulis, serta berenang di
kolam renang yang dibuatkan oleh anak-anaknya untuk menjaga kesehatan tubuh.
STA meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada usia 86 tahun.
TEMA :
PROSES MENJADI WARGA YANG BAIK
(TEKS PROSEDUR)
TUGAS :
KEGIATAN 2 Kerja Sama Membangun Teks
Prosedur Kompleks


TUGAS 1 : Membaca Teks “Cara Mengurus SIM”
TUGAS 2 : Menyusun Langkah-Langkah Penerimaan
Siswa Baru
TUGAS 1 MEMBACA TEKS “CARA MENGURUS SIM”
Bacalah teks berikut ini dengan teliti. Setelah itu,
kerjakan tugas-tugas di bawahnya dengan mengikuti
petunjuk yang diberikan pada setiap nomor.
CARA MENGURUS SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM)
1. Pernahkah Anda mengurus surat izin mengemudi (SIM), misalnya SIM C?
Mengurus SIM tentu memerlukan waktu dan biaya. Tulisan ini bertujuan
untuk berbagi pengalaman dalam mengurus SIM C dengan jalan yang benar.
Tulisan ini akan bermanfaat bagi para pengendara sepeda motor yang belum
mempunyai SIM C. Manfaat yang diperloeh adalah bagaimana menghemat
biaya dan waktu, bagaimana bisa memastikan diri lulus ujian SIM C, dan
bagaimana menjawab soal ujian SIM C dengan benar. Tulisan ini juga
dimaksudkan agar Anda mampu mengurus SIM sampai selesai dalam satu
hari.
2. Syarat-Syarat Administrasi
Berikut adalah dua syarat yang penting untuk disiapkan.
(1)
Fotokopi KTP 1 lembar
Penting juga Anda biasakan untuk selalu menyiapkan fotokopi KTP di dompet.
(2) Uang
Biaya total per April 2012 adalah Rp 120.000,00 (yang diperinci menjadi Rp 20.000,00 untuk cek
kesehatan dan Rp 100.000,00 untuk biaya pembuatan SIM).
Biaya lainnya tidak ada, tetapi hendaknya Anda membawa uang lebih (misalnya Rp 150.000,00
untuk berbagai hal yang bersifat pribadi). Uang sejumlah itu sudah cukup berdasarkan
pengalaman di hari tersebut. Anda yang berada di daerah lain bisa jadi uang yang diperlukan lebih
kecil atau lebih besar. Silahkan bertanya terlebih dahulu ke polres setempat atau mencari
informasi.
(3) Syarat Pribadi
Berikut ini beberapa syarat pribadi yang harus dipenuhi.
(a)
Berumur minimal 17 tahun.
Yang belum berumur 17 tahun jangan berharap dapat mengajukan permohonan SIM.
(b)
Terampil mengendarai sepeda motor
Polisi penguji menyatakan bahwa orang yang pengalaman mengendarai sepeda motor
kurang dari 1 tahun sering gagal dalam ujian. Bahkan, ada peserta ujian yang menabarak
pagar waktu menempuh ujian.
(c)
(d)
(e)
3.
Sehat, jernih, dan tenang
Anda datang ke tempat ujian dengan badan yang sehat, pikiran yang jernih, dan hati
yang tenang.
Jangan merasa hebat
Walaupun sudah bertahun-tahun mengendarai sepeda motor, bahkan banyak tempat
yang seudah dijelajahi, belum tentu Anda lulus tes pada hari itu juga.
Harus tahu diri
Belum tentu Anda lulus pada hari itu apabila Anda datang ke tempat ujian SIM C
tanpa persiapan yang cukup. Tahu diri itu penting karena Anda harus menempuh
ujian praktek dan ujian teori. Bahkan, di beberapa daerah diterapkan uji jalan raya
dengan motor masing-masing.
Sama halnya di instansi lain, ketika seseorang akan membuat surat, seperti SIM C, ia
pasti harus menempuh prosedur atau urutan langkah yang ada. Berikut ini beberapa
langkah yang perlu diikuti.
(1) Saat Anda memasuki pintu gerbang polres, siapkan KTP Asli untuk diserahkan
ke polisi jaga. Anda cukup membawa fotokopinya saja. Di polres lain, mungkin
tidak diterapkan aturan ini. Silakan ikuti aturan masuk lingkungan polres
setempat.
(2) Masukkan semua berkas ke dalamnya dan ikuti petunjuk di loket itu.
(3) Dari tempat parkir dengan membawa fotokopi KTP, Anda langsung menuju ke pos
pemeriksaaan kesehatan. Petugas akan memeriksa mata, tensi darah, berat badan, dan
tinggi badan. Untuk itu, Anda membayar Rp 20.000,00. Setelah itu, Anda akan
mendapat surat keterangan kesehatan.
(4) Bawalah surat itu dan fotokopi KTP ke loket pendaftaran SIM baru. Ikuti antrean.
Jika ada tumpukan map satlantas yang tersedia, ambillah satu karena memang
disediakan untuk pengurus SIM.
(5) Parkirkan motor atau mobil Anda di tempat yang disediakan.
Serahkan berkas-berkas itu ke petugas yang ada. Dia akan berkata, “Tunggu di
tempat ujian praktik”. Di sebagian tempat, polres mendahulukan ujian praktik,
setelah lulus, Anda mengikuti ujian teori. Setelah lulus, Anda menempuh proses
berikutnya.
4. CATATAN:
Urutan tersebut mungkin berbeda di setiap polres. Anda dapat mencari informasi
tentang prosedur mengurus SIM baru di polres setempat. Khusus untuk SIM C, di
daerah lain pembuat SIM baru harus mengikuti 3 ujian, yaitu ujian praktik, ujian jalan
raya, dan ujian tulis.
(1) Setelah kalian membaca teks itu, identifikasilah partisipan yang terlibat, siapa yang menulis teks
itu, dan ditujukan kepada siapa tulisan itu. Untuk itu, tujukan perhatian kalian pada butir 1
sampai dengan 4.
Jawab: Partisipan yang terlibat yaitu pembaca (seseorang yang akan mengurus SIM) dan polisi.
Yang menulis teks tersebut adalah seseorang yang sudah pernah mengikuti proses pengurusan
surat izin mengemudi. Teks tersebut ditujukan kepada pembaca yang akan mengurus surat izin
mengemudi.
(2) Terdapat 4 butir pada teks tersebut. Identifikasilah setiap butir dan berilah nama untuk setiap
butir yang berkaitan dengan struktur teks. Betulkah butir 1 merupakan pengantar? Jelaskan
fungsi butir 1 pada teks itu.
Jawab:
Butir 1 : berisi tentang tujuan penulisan teks dan manfaat penulisan teks. Butir ini dinamakan
pengantar.
Butir 2 : berisi tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi pembaca dalam proses pembuatan
SIM. Butir ini dinamakan syarat.
Butir 3 : berisi tentang prosedur dan langkah-langkah yang harus diikuti oleh pembaca pada saat
mengurus SIM. Butir ini dinamakan langkah-langkah atau tahap.
Butir 4 : berisi tentang catatan penulis terhadap isi dari prosedur. Butir ini dinamakan catatan
atau tambahan.
Ya, butir 1 disebut pengantar. Fungsinya yaitu untuk memberikan gambaran umum kepada
pembaca tentang tujuan dan manfaat dari teks tersebut.
(3) Karena terkadang prosedur pada butir 3 mungkin berbeda di setiap daerah tertentu,
oleh karena itu pembaca diminta untuk mencari info di polres di kota pembaca tinggal.
(4) Butir ke-3, karena setiap langkah-langkah yang terdapat pada prosedur tersebut
sifatnya wajib dilakukan oleh si pembaca.
(5) Ada 5. Ya, langkah tersebut harus dilakukan secara berurutan.
(6) Ya, teks ini tergolong teks prosedur kompleks, karena langkah-langkah dalam
prosedur tersebut tidak bisa dilakuakn jika syaratnya tidak terpenuhi, contohnya
fotokopi KTP yang harus diserahkan ke bagian loket.
(7) Belum, urutan yang benart yaitu 1-5-3-4-2.
(8) “Bawalah surat itu dan fotokopi KTP ke loket pendaftaran SIM baru”.
Kalimat tersebut berisi verba tindakan dan keterangan tempat dan menunjukkan
bahwa pembaca harus memenuhi syarat yaitu membawa fotokopi KTP.
“..., Anda langsung menuju ke pos pemeriksaan kesehatan, .... Untuk itu, Anda
membayar Rp 20.000,00”.
Kalimat tersebut berisi verba tindakan dan keterangan tempat dan menunjukkan
bahwa pembaca harus memenuhi syarat yaitu membayar Rp 20.000,00 untuk cek
kesehatan.
Kedua bukti tersebut sudah cukup untuk menjadi pedoman lain yang menunjukkan
bahwa teks prosedur teks kompleks.
TUGAS 2 : MENYUSUN LANGKAH-LANGKAH PENERIMAAN SISWA
BARU
Kerjakan sesuai dengan petunjuk pada setiap nomor !
1. Kalian sudah memahami teks prosedur,baik yang sederhana maupun yang kompleks.Ingatingatlah lagi waktu kalian mendaftar di sekolah tempat kalian belajar ini. Syarat-syarat apakah
yang harus disiapkan terlebih dahulu ?
Jawab :
a.
Mengisi formulir pendaftaran
b.
Mengumpulkan surat keterangan dari sekolah asal (SMP)
c.
Foto copy kartu peserta UN yang dilegalisir
d.
Membawa 2 lembar foto 3x4
e.
Berkas-berkas dimasukkan di map berwarna merah
f.
Membayar Rp. 25.000
2. Ada berapa langkah yang harus kalian tempuh pada waktu kalian mendaftar itu ? Betulkah apabila
kalian tidak menempuh langkah-langkah itu,kalian tidak dapat mendaftarkan diri ke sekolah ini ?
Jawab : ada 3, yaitu :
a. Ke sekolah SMP untuk meminta formulir pemdaftaran, surat keteranan dari sekolah, kartu peserta
UN (difoto copy lalu dilegalisir)
b. Menyiapkan foto3x4 2 lembar
c. Membawa uang pendaftaran,selanjutnya datang ke SMA untuk mendaftar
3.Apabila kalian menempuh setiap langkah dengan tertib,selain tujuan
tercapai,pada saat itu kalian juga telah menjadi calon warga sekolah yang
baik.Ceritakanlah apakah yang dialami teman-teman kalian juga seperti itu ?
Jawab : ya, karena jika salah satu syarat tidak terpenuhi maka tidak dapat
mendaftarkan diri ke SMA 1 Trenggalek
4.Susunlah langkah-langkah pendaftaran itu ke dalam bagan dibawah ini dengan
mengisi titik-titik yang disediakan.Kalian boleh menambahkan langkahlangkah lain apabila lima langkah belum cukup.Pikirkan bahwa langkahlankah itu tidak dapat ditukar urutannya.Setelah selesai,bandingkan dengan
teks prosedur yang dijadikan model pada Kegiatan 1.
PROSEDUR PENERIMAAN SISWA BARU
(JALUR MIPA)
Langkah Pertama : Mengumpulkan syarat-syarat
Langkah Kedua : Belajar
Langkah Ketiga : Mempersiapkan mental
Langkah Keempat : Melaksanakan tes MIPA
Langkah Kelima : Menerima pengumuman hasil
5. Sekarang tulislah teks prosedur pendaftaran siswa baru sesuai dengan bagan
tersebut.Jangan lupa gunakan verba dan konjungsi yang mendukung
prosedur tersebut.
Jawab : Pada saat pendaftaran siswa baru langkah pertama adalah
mengumpulkan syarat-syarat yang ditentukan oleh sekolah tersebut,langkah
kedua yang dilakukan adalah belajar materi yang akan ada dalam tes
penerimaan siswa baru,langkah ketiga adalah mempersiapkan mental untuk
menghadapi tes yang akan diikuti,selanjutnya pada langkah inilah yang
menentukan hasil akhir tes,yaitu pelaksanaan tes,langkah akhir dari tes
penerimaan siswa baru yaitu pengunguman hasil tes,ketika kita dinyatakan
lulus tes,maka kita telah menjadi calon siswa baru di sekolah tersebut.
6. Apakah pekerjaan kalian masih perlu diperbaiki ? Mintalah pendapat temanteman kalian.Tulislah ulang pekerjaan kalian itu setelah diberi masukan.
Jawab :
KESIMPULAN
Teks prosedur berisi langkah-langkah atau petunjuk penggunaan atau
cara yang disusun urut yang tidak dapat ditukar posisinya.
Sebagai contohnya Teks prosedur mengurus SIM yang ada pada tugas
1 dan teks prosedur penerimaan siswa baru pada tugas 2.
REFLEKSI
Dalam pengerjaan presentasi terdapat hal-hal yang mudah
dipahami dan ada juga yang tidak mudah dipahami. Namun
dengan berkerjasama sesama anggota kelompok serta
berkonsultasi dengan Pak Yoso selaku guru Bahasa Indonesia kelas
X-MIA 7. Selain itu kami mencari dan mendapatkan iformasi
untuk mengerjakan persentasi melalui internet juga dari
pengalaman diri sendiri dan pengalaman teman mengenai
penerimaan siswa baru.
PENUTUP
Sekian dari hasil diskusi kelompok Sutan Takdir
Alisyahbana. Kami membuat presentasi ini untuk memenuhi tugas
Bahasa Indonesia yang diberikan oleh Pak Yoso yang bertema
“Proses Menjadi Warga yang Baik”.
Bila ada kata-kata yang salah dalam diskusi kami, kami mohon
maaf.
TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA
WASSALAMU’ALAIKUM

similar documents