SLIDE PERAN DOKTER MUDA .ppt1

Report
OLEH : DIREKTUR UTAMA Djamil RSUP Dr M
Padang
 Pelayanan Medis
 Layanan kesehatan yang diberikan oleh
staf medis sesuai kompetensi dan
kewenangannya yg dapat berupa
pelayanan promotif, preventif, diagnostik,
konsultatif, kuratif,atau rehabilitatif
 Medical Staff By Laws
Aturan yang mengatur tatakelola
klinis untuk menjaga profesionalisme
staf medis di rumah sakit
 Staf Medis
Dr, spesialis, drg , purna waktu,
paruh waktu,
 Kelompok staf Medis
Tindakan Medis
Dilakukan pada pasien untuk tujuan,
preventif, diagnostik, terapetik atau
rehabilitatif
Pendidikan sistim Magang
Penedidikan di RS, penekanan nya
pada Pelayanan medid, didampingi dan
tangggung jwab sepenuhnya pada
tenaga pendidik
Layanan Medis RS
 GAWAT DARURAT
 RAWAT JALAN
 RAWAT INAP
 LAYANAN PENUNJANG
 Tugas dari RS M Djamil Padang adalah;
Menyelenggarakan upaya penyembuhan
dan pemulihan kesehatan yang
dilaksanakan secara serasi, terpadu, dan
berkesinambungan dengan upaya
peningkatan kesehatan dan pencegahan,
melaksanakan upaya rujukan serta
menyelenggarakan pendidikan, pelatihan
dan penelitian
Hal tersebut sesuai dengan :
UU Republik Indonesia No 44 tahun
2009 tentang Rumah Sakit dan
PerMenKes No: 1681/ Menkes/ Per/ XII/
2005, tentang Struktur Organisasi dan
Tata Kerja (SOTK) RSUP DR. M. Djamil
Padang
SISTEM PELAYANAN
 SISTEM PELAYANAN DASAR
 SISTEM PELAYANAN RUJUKAN
 RUJUKAN KESEHATAN ( PROMOTIF, PREVENTIF )
 RUJUKAN MEDIS : PENDERITA, PENGETAHUAN,
SAMPLE
Dokter - Pasien
 Dokter Penangggung jawab pelayanan
 Spesialis ( SP 1, Sp2, Sp ( K )
 Kewenangan terbatas ; peserta didik
program spesialis
 Co Asisten / Senior Clerc Ship / Intern
Ship
Kewenangan Praktek KLinik
Kewenangan
No
Kegiatan
DPJP PPD
S
Co-Ass
Ket
1
Anamnesa
v
v
v
seizin DPJP
2
Pemeriksaan Fisik
v
v
v
3
Penulisan Catatan Medis
v
+/-
X
4
Membuat permintaan penunjang
v
v
v
Nama dan
tanda tangan
minimal PPDS
5
Menulis Resep
v
v
v
Nama dan
tanda tangan
minimal PPDS
6
Memberi keterangan, penjelasan,
inform consent
v
v
X
7
Tindakan, injeksi, infus, kateter,
ng – tube, ett, rawat luka
v
v
v
Supervisi
Keperawatan
sesuai kompetensi,
DPDP, PPDS
 PELATIHAN YANG WAJIB
DILAKSANAKAN DI RS :
1. HAND HYGIENE
2. BANTUAN HIDUP DASAR
3. APAR
APA AKREDITASI ?
Akreditasi RS adalah
suatu pengakuan
yang diberikan
oleh pemerintah pd RS
krn telah memenuhi
standar yg ditentukan
Definisi AKREDITASI
“Proses pemberian penghargaan
oleh lembaga pemerintah atau nonpemerintah kepada pelayanan
kesehatan yang memenuhi
standard-standard tertentu yang
membutuhkan perbaikan
berkesinambungan dalam struktur,
proses, dan hasil akhir”
DASAR HUKUM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran
Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan
UU No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian urusan Pemerintah antara Pemerintah,
Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah
Kab/Kota.
Kepmenkes No. 922 Tahun 2008 tentang Pedoman
Teknis Pembagian Urusan Pemerintah, antara
Pemerintah, Propinsi dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota
Permenkes No. 147 Tahun 2010 tentang Perizinan
Rumah Sakit
Permenkes No. 340 Tahun 2010 tentang Klasifikasi
Rumah Sakit
14
Akreditasi Dalam UU no 44
tentang RS
PASAL 40
 1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit
wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga)
tahun sekali
 2) Akreditasi Rumah Sakit sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilakukan oleh suatu lembaga independen baik dari
dalam maupun dari luar negeri berdasarkan standar
akreditasi yang berlaku.
 3) Lembaga independen sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) ditetapkan oleh Menteri.
SUMBER ACUAN AKREDITASI RS
BARU
1. International Principles for Healthcare Standards,
A Framework of requirement for standards, 3rd
Edition December 2007, International Society for
Quality in Health Care / ISQua
2. Joint Commission International Accreditation
Standards for Hospitals 4 rd Edition, 2011
3. Instrumen Akreditasi Rumah Sakit, edisi 2007,
Komisi Akreditasi Rumah Sakit / KARSy
4. Standar-standar spesifik lainnya.
16
SIAPA
JCI...???
 JCI adalah divisi dari The
Joint Commission di Amerika
Serikat
 Memiliki misi meningkatkan
kualitas kesehatan pada
komunitas internasional
dengan menyediakan layanan
akreditasi yang mendunia
 JCI selama 75 th menjadi
organisasi yang selalu
berusaha meningkatkan
kualitas kesehatan di AS
Standar Akreditasi Rumah
Sakit Baru Versi 2012
161
153
6
Elemen
Penilaian
436
569
24
3
323
19
1048
Standar
Kelompok I
Kelompok II
Kelompok
III
Kelompok IV
Total :
18
Standar Akreditasi Rumah Sakit Baru
Versi 2012
I. Kelompok Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien
II. Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit
III. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit
IV. Sasaran Milenium Development Goals
19
Standar Akreditasi Rumah Sakit Baru
Versi 2012
I. Kelompok Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien
Bab 1. Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas
Pelayanan (APK)
Bab 2. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
Bab 3. Asesmen Pasien (AP)
Bab 4. Pelayanan Pasien (PP)
Bab 5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Bab 6. Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO)
Bab 7. Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
20
Standar Akreditasi Rumah Sakit Baru
Versi 2012
II. Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit
Bab 1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
(PMKP)
Bab 2. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Bab 3. Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Pengarahan (TKP)
Bab 4. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Bab 5. Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS)
Bab 6. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
21
Standar Akreditasi Rumah Sakit Baru
Versi 2012
III. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit
Sasaran I : Ketepatan identifikasi pasien
Sasaran II : Peningkatan komunikasi yang efektif
Sasaran III : Peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadai (high-alert)
Sasaran lV : Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepatpasien operasi
Sasaran V : Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan
kesehatan
Sasaran VI : Pengurangan risiko pasien jatuh
22
Standar Akreditasi Rumah Sakit Baru
Versi 2012
IV. Sasaran Milenium Development Goals
Sasaran I : Penurunan Angka Kematian Bayi
dan Peningkatan Kesehatan Ibu
Sasaran II : Penurunan Angka Kesakitan
HIV/AIDS
Sasaran III : Penurunan Angka Kesakitan TB
23
J.C.IEdisi 4. Thn 2011
I. KELOMPOK STANDAR
PELAYANAN BERFOKUS PADA
PASIEN
(7 Bab)
STANDAR
AKREDITASI
RS VERSI 2012
II. KELOMPOK STANDAR
MANAJEMEN RS
(6 Bab)
III. SASARAN KESELAMATAN
PASIEN
(1 Bab)
IV. SASARAN PROGRAM
MDG’S
(1 Bab)
(Section I: PatientCentered Standards)
(8 Chapter)
(Section II: Health Care
Organization Management
standards)
(6 Chapter)
(International Patient
Safety Goals (IPSG))
(masuk pada Chapter 1
Section I)
Perubahan Paradigma
Standar Akreditasi Baru
1.
2.
3.
4.
5.
Tujuan akreditasi adalah peningkatan mutu
pelayanan RS bukan semata-mata sertifikat
Patient centered care
Patient safety  harus di implementasi kan
Continuity of care  inter dan antar RS
Proses survei akreditasi  mencari bukti bukti
penerapan pada pelayana pasien
PATIENT CENTERED CARE
 Harvey Picker ( 1915 – 2008)
 He was the founder of the Boston-based
Picker Institute, whose goal is to
promote patient-centered healthcare.
 He believed that the American health
care system was technologically and
scientifically outstanding, but overall
was not sensitive to patients'
concerns and their comfort
 In The Year 1986, they founded the
Picker Institute, dedicated to developing
a patient-centered approach to
healthcare
Sutoto.KARS
26
Budaya Pelayanan
Standar Akreditasi RS
pada badan
Internasional
Patient
Centered Care
Fokus Pasien
Quality & Safety
of Patient Care
NB. Mulai digunakan juga istilah :
“Patient – Family Centered Care”
 Pada Model tradisional
dalam yan kes,
Pedekatan yg lebih modern
dlm yan kes sekarang,, model
tim interdisiplin :
28
FOCUS PATIEN SAFETY
Edisi I, 2006
Edisi II, 2008
29
IDENTIFIKASI PASIEN
31
TIME OUT
TIME OUT
Sebelum Induksi Anestesi:
Apakah……
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Identifikasi pasien, prosedur, informed concent
sudah dicek ?
Sisi operasi sudah ditandai ?
Mesin anestesi dan obat-obatan lengkap ?
pulse oxymeter terpasang dan berfungsi ?
Allergi ?
Kemungkinan kesulitan jalan nafas atau aspirasi
Risiko kehilangandarah >= 500ml
Sebelum Insisi Kulit (Timeout):Apakah …….
Konfirmasi anggota tim (nama dan peran)
2. Konfirmasi nama pasien , prosedur dan lokasi incisi
3. Antibiotik propillaksi sdh diberikan dalam 60 menit
sebelumnya
4. Antisipasi kejadian kritis:
1.
1.
2.
3.
Dr Bedah: apa langkah, berapa lama, kmk blood lost ?
Dr anestesi: apa ada patients spesific corcern ?
Perawat : Sterilitas , instrumen ?
5. Imaging yg diperlukan sdh dipasang ?
Sebelum Pasien Meninggalkan
Kamar Operasi
1. Perawat melakukan konfirmasi secara verbal,
bersama dr dan anestesi.
-
-
Nama prosedur,
Instrumen, gas verband, jarum lengkap
Speciment telah di beri label dengan PID tepat
Apa ada masalah peralatan yang harus ditangani
2. Dokter kpd perawat dan anesesi, apa yang
harus diperhatikan dalam recovery dan
manajemen pasien
Measurable Elements of IPSG.4 (elemen
penilaian IPSG.4)
1.
2.
3.
4.
Rumah sakit menggunakan suatu tanda yang jelas dan dapat
dimengerti untuk identifikasi lokasi operasi dan melibatkan pasien
di dalam proses penandaan.
Rumah sakit menggunakan suatu checklist atau proses lain untuk
memverifikasi saat preoperasi tepat lokasi, tepat prosedur, dan tepat
pasien dan semua dokumen serta peralatan yang diperlukan
tersedia, tepat, dan fungsional.
Tim operasi yang lengkap menerapkan dan mencatat prosedur
“sebelum insisi / time-out” tepat sebelum dimulainya suatu
prosedur / tindakan pembedahan.
Kebijakan dan prosedur dikembangkan untuk mendukung
keseragaman proses untuk memastikan tepat lokasi, tepat prosedur,
dan tepat pasien, termasuk prosedur medis dan tindakan
pengobatan gigi / dental yang dilaksanakan di luar kamar operasi.
IPSG.5 : Reduce The Risk Of Health Care–associated
Infections (Pengurangan Risiko Infeksi Terkait
Pelayanan Kesehatan)
IPSG.5 . Standard
 Rumah sakit mengembangkan suatu
pendekatan untuk mengurangi risiko
infeksi yang terkait pelayanan kesehatan.
Intens of IPSG V
 Pencegahan dan pengendalian infeksi  tantangan
terbesar di RS,  Peningkatan biaya dan keprihatinan
besar bagi pasien maupun para profesional kesehatan.
 Infeksi biasanya:infeksi saluran kemih, infeksi pada aliran
darah (blood stream infections) dan VAP (Ventilator
Associated pneumonia )
 Pokok eliminasi : cuci tangan (hand hygiene) yang tepat
memakai Pedoman hand hygiene dari WHO
 Rumah sakit mempunyai proses kolaboratif untuk
mengembangkan kebijakan dan/atau prosedur yang
menyesuaikan atau mengadopsi petunjuk hand hygiene
yang sudah diterima secara umum untuk implementasi
petunjuk itu di rumah sakit.
SBAR Komunikasi
Former doctor guilty of removing Carolyn DeWaegeneire's genitals
without consent
PATIENT CENTERED CARE
(PICKER INSTITUTE)
1. Respect for patients‘ values, preferences and expressed
needs
2. Coordination and integration of care
3. Information communication and education
4. Physical comfort
5. Emotional support and alleviation of fear and anxiety
6. Involvement of family and friends
7. Continuity of care and smooth transition
8. Access to Care
43
UU RUMAH SAKIT
Pasal 29
Melindungi dan memberikan bantuan
hukum bagi semua petugas Rumah Sakit
dalam melaksanakan tugas
Pasal 46
Rumah Sakit bertanggung jawab secara
hukum terhadap semua kerugian yang
ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan
oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit
UU RS ps 13
 (3) Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit
harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar
pelayanan Rumah Sakit, standar prosedur operasional yang
berlaku, etika profesi, menghormati hak pasien dan
mengutamakan keselamatan pasien
UURS Pasal 32 , Pasien berhak:
q.menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit
apabila Rumah Sakit diduga memberikan
pelayanan yang tidak sesuai dengan standar
baik secara perdata ataupun pidana; dan
UU PK Pasal 44
(1) Dokter atau dokter gigi dalam menyelenggarakan praktik
kedokteran wajib mengikuti standar pelayanan kedokteran
atau kedokteran gigi.
(2) Standar pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dibedakan menurut jenis dan strata sarana pelayanan
kesehatan.
(3) Standar pelayanan untuk dokter atau dokter gigi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur
dengan peraturan Menteri.
UU PK Pasal 50
Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran
mempunyai hak :
a.
memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas
sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional;
b.
memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan
standar prosedur operasional;
c.
memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau
keluarganya; dan
d.
menerima imbalan jasa
UU PK Pasal 51
Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik
kedokteran mempunyai kewajiban :
a. memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar
profesi dan standar prosedur operasional serta
kebutuhan medis pasien;
b. merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang
mempunyai keahlian dan kemampuan yang lebih baik,
apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau
pengobatan;
c. merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya bahkan
juga setelah pasien itu meninggal dunia;
d. melakukan
pertolongan
darurat
atas
dasar
perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain
yang bertugas dan mampu melakukannnya; dan
e. menambah
ilmu pengetahuan dan mengikuti
perkembangan ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.
TAK TERJADI CEDERA PASIEN
KEPATUHAN TERHADAP
STANDAR MENJADI KEHARUSAN
KONDISI
IDEAL
BEKERJA SESUAI
SPO,STANDAR
PROFESI,
KOMPETEN
Pidana
dan/atau
perdata (-)
Hukum
disiplin (-)
Hukum
disiplin (+)
Pidana
dan/atau
perdata (+)
Hukum
disiplin (+)
BEKERJA
MELANGGAR
SPO,STANDAR
PROFESI, TAK
KOMPETEN
MALPRAKTIK
CEDERA PASIEN/
KEGAGALAN MEDIS
Acknowledgement : WHO World Alliance for Patient Safety
49
 Luka Operasi
Terinfeksi
MRSA
SETIAP STAF KLINIS HARUS
MENCUCI TANGAN SESUAI
STANDAR WHO, DAN
MENERAPKAN FIVE MOMENT
FOR HAND HYGINE
IMPLEMENTASI DAN KEPATUHAN TERHADAP
KEBIJAKAN DAN STANDAR MENJADI DASAR HUKUM
DAN PELAYANAN YANG BERKUALITAS
Contoh diantaranya adalah staf/staf klinis mampu
memperagakan:
 Bekerja sesuai SPO
 Menggunakan APAR secara benar
 Cuci tangan dengan standar WHO dan patuh terhadap
five moment for hand hygine
 Identifkasi pasien dengan benar sebelum memberikan
Pelayanan kepada pasien
 Read back
 RJP/CPR
 Dll……….
1. Kajian medis pasien PELAYANAN MEDIS
PERUBAHAN
2. Kajian medis selama 24 jam, di update jika berumur lebih 30
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
hari
Kajian terdokumentasi dalam 24 jam setelah masuk dirawat
Kajian terdokumentasi sebelum operasi
Kajian dan kajian ulang pasien meninggal
Modifikasi kajian untuk kebutuhan khusus
Periksa awal untuk rencana keluar RS
Kqjian setiap hari oleh dokter untuk pasien akut
Indikator sasaran dari rencana asuhan
Kajian tentang kebutuhan pendidikan
Kajian pra sedasi
Monitoring selama sedasi
Kriteria sadar kembali
Kajian pra anestesi dan pra induksi
1. asesmen pasien;
2. pelayanan laboratorium;
3. pelayanan radiologi dan diagnostic imaging;
4. prosedur bedah;
PMKP
3.1 EP 1
5. penggunaan antibiotika dan obat lainnya;
6. kesalahan medikasi (medication error) dan Kejadian
Nyaris Cedera (KNC);
7. penggunaan anestesi dan sedasi;
8. penggunaan darah dan produk darah;
9. ketersediaan, isi dan penggunaan rekam medis pasien;
10. pencegahan & pengendalian infeksi, surveilans &
pelaporan;
11. riset klinis;
telusur data luwi - 230613
1)
Acute Myocardial Infarction (AMI)  6 indikator
2)
Heart Failure (HF)  3 indikator
3)
Stroke (STK)  4 indikator
4)
Children’s Asthma Care (CAC)  2 indikator
5)
Hospital-Based Inpatient Psychiatric Service (HBIPS)  2 indikator
6)
Nursing-Sensitive Care (NSC)  3 indikator
7)
Perinatal Care (PC)  3 indikator
8)
Pneumonia (PN)  2 indikator
9)
Surgical Care Improvement Project (SCIP)  8 indikator
10) Venous Thromboembolism (VTE)  2 indikator
telusur data luwi - 230613
PMKP
3.1 EP 2
a. pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting untuk
memenuhi kebutuhan pasien;
b. pelaporan aktivitas yg diwajibkan oleh peraturan per undang-2 an;
c. manajemen risiko;
d. manajemen penggunaan sumber daya;
PMK
P 3.2
e. harapan dan kepuasan pasien dan keluarga;
f.
harapan dan kepuasan staf;
g. demografi pasien dan diagnosis klinis;
h.
manajemen keuangan;
i.
pencegahan & pengendalian dari kejadian yg dapat menimbulkan
telusur data luwi - 230613
SISTEM DI UNIT KERJA
INPUT
PROSES
KEBIJAKAN
PELAYANAN
TATA LAKSANA
OUT-PUT/
OUT COME
EVALUASI
 SU RVEI KEPUASAN
PEDOMAN
PEDOMAN
PELAYANAN
PENGORGANISASIAN
01
KESEHATAN/
KEDOKTERAN
( PPK )
 STANDAR SDM
 STANDAR FASILITAS 01
PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DAN PEDOMAN
SPO
 INDIKATOR
KEPUASAN
 INDIKATOR
MUTU
MUTU KLINIK
MUTU LAYANAN
 IKP
 KTD
 KTC
 KPC
 KNC
Organizational Approach
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Regulation and Policies
Forcing function and constrains  sistem
memaksa staf melakukan yan terbaik
Check-list and re-check system
Electronic Medical Record
Information and Education
Allert and Carefully
Sutoto.KARS
58
Akreditasi Sebagai Upaya Peningkatan Mutu
Berkesinambungan
surveilans
AKREDITASI
surveilans
surveilans
AKREDITASI
surveilans
PPS/SIP
AKREDITASI 1
TAHUN
2
3
4
5
6
Akreditasi Sebagai Upaya Peningkatan Mutu
Berkesinambungan
surveilans
AKREDITASI
surveilans
surveilans
AKREDITASI
surveilans
PPS/SIP
AKREDITASI 1
TAHUN
2
3
4
5
6
MANFAAT AKREDITASI
Proses akreditasi dirancang untuk menciptakan budaya keselamatan
dan budaya kualitas di RS ,  RS akan senantiasa berusaha
meningkatkan mutu pelayanan:
• Meningkatkan kepercayaan masyarakat thd RS
 Menyediakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien
bagi karyawannya
• Sebagai modal negosiasi dengan pihak asuransi
kesehatan/Payer
• Lebih mendengarkan/Menghormati hak hak pasien dan
keluarga serta melibatkan mereka sebagai partner dalam
proses pelayanan
 Membangun learning culture dari laporan-laporan IKP
untuk perbaikan sistem
Model Penilaian
 IMPLEMENTASI STANDAR BARU 
DIBUTUHKAN PERUBAHAN PERILAKU
PELAYANAN BARU YANG SESUAI DENGAN
STANDAR BARU
 PERUBAHAN PERILAKU DAPAT
DILAKSANAKAN DENGAN LEBIH CEPAT
KALAU DILAKSANAKAN DENGAN SUKA CITA
DAN GEMBIRA
TRACER METODOLOGY
Tracer akan memeriksa sistem yang berjalan di
rumah sakit :
1. Mengikuti perjalanan/alur perawatan pasien
di rumah sakit
2. mengikuti seluruh proses dari awal sampai
akhir
3. Merupakan bagian dari peningkatan mutu
pelayanan
UNSUR – UNSUR DALAM TRACER
1.Me-reviu rekam medik pasien
2.Observasi
a. Perawatan pasien
b. Program pengobatan
c. Pencegahan dan pengendalian infeksi
d. Proses perencanaan perawatan
3.Diskusi dengan menggunakan data rumah sakit
a. Langkah penigkatan kualitas yang dilakukan
b. Informasi dari data yang sudah dipelajari
c. Program perbaikan yang telah dilakukan
d. Sebaran data dan informasi
TERIMA KASIH

similar documents