F= TM5- PP = Pancasila Karakter Bangsa(1) - ESA103

Report
PANCASILA KARAKTER BANGSA
TM 5
Dr. H. Syahrial Syarbaini
IDENTITAS NASIONAL
IDENTITAS NASIONAL ITU MERUPAKAN MANIFESTASI NILAI-NILAI
BUDAYA YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG DALAM BERBAGAI
ASPEK KEHIDUPAN DARI RATUSAN SUKU YANG “DIHIMPUN”
DALAM SATU KESATUAN INDONESIA MENJADI KEBUDAYAAN
NASIONAL DENGAN ACUAN PANCASILA DAN ROH “BHINNEKA
TUNGGAL IKA” SEBAGAI DASAR DAN ARAH PENGEMBANGANNYA
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Proses berbangsa
Proses bernegara
Pembentukan kerajaan Sriwijaya
merupakan kerajaan maritim
yang handal
Pembentukan kerajaan
Majapahit dengan “Sumpah
Palapa” nya
Terbentuknya BPUPKI sebagai sebagai
tonggak pertama proses indonesia
merdeka
Berdirinya Organisasi moder
Budi utomo sebagai perintis
kebangkitan Nasional
Pembentukan PPKI sebagai
tonggak proklamasi
kemerdekaan RI
Sumpah pemuda sebagai
pelopor Persatuan indonesia
Perjuangan dengan politik etis
dan non-etis
Proses Indonesia bernegra dengan
dinamika identitas politiknya
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Pada diri sendiri
Dalam
Dunia
Pendidikan
Penanaman Nilai
identitas
nasional sebagai
karakter Bangsa
Pembangunan
Karakter dalam
Masyarakat
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Membangun
Ketahanan
Keluarga
Semakin
menonjolnya
sikap
individualistis
+
Semakin
menonjolnya
sikap
materialistis
Dr. H. Syahrial Syarbaini
=
Penyebab
Lunturnya
Karakter
Bangsa
Hubungan manusia
dengan Tuhan,
hubungan Khalik
(pencipta hidup) dan
makhluk (penikmat
hidup).
masyarakat religius
yang melahirkan
individu sebagai
makhluk beragama
(human religius).
memposisikan
agama/Tuhan sebagai
pendamping dalam
pengabdiannya.
Iman dan
Takwa terhadap
Tuhan YME
sebagai
Karakter
Bangsa
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Gotong Royong sebagai
Karakter Bangsa
Gotong royong adalah sikap kebersamaan
dalam
berbuat
dan
berkarya,
sikap
kebersamaan ini merupakan cerminan dari rasa
senasib dan sepenanggungan
Gotong royong sebagai karakter bangsa secara
nasional yang tumbuh dari bawah karena masyarkat
desa di berbagai daerah di Indonesia yang menyokong
tumbuh kembangnya karakter ini.
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Bhinneka Tunggal Ika dan Merah Putih
sebagai Karakter Bangsa
Bhinneka tunggal Ika menyatukan gugusan
keberagaman dan tanah air yang kaya kedalam suatu
wadah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Beragam adat istiadat, bahasa, suku dan warna kulit
menjalin kebersamaan hidup berbangsa.
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Karakteristik Masyarakat
Majemuk
Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk
kelompok-kelompok
yang
seringkali
memiliki sub-kebudayan yang berbeda satu
sama lain,
Relatif integrasi tumbuh atas
dasar paksaan
Dominasi politik oleh suatu
kelompok
Memiliki struktur sosial yang ternagi-bagi ke
dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer
Kurang mengembangkan konsensus terhadap nilai
–nilai dasar
Sering mengalami konflik antarkelompok
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Kebangsaan Indonesia sebagai
Karakter Bangsa
Pertama kali
munculnya pada tiga
hakikat Identitas
hal pokok, yaitu
identitas kebangsaan
Nasional kita sebagai
atau ke-Indonesiaan, Deklerasikan Soempah bangsa di dalam hidup
identitas primordial
dan kehidupan
Pemoeda 28 Oktober
atas tanah dan air, dan
berbangsa dan
1928.
identitas primordial
bernegara adalah
atas bahasa
Pancasila
persatauan (bahasa
Indoensia).
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Membangun karakter bangsa
Kepedulian sosial (social
sensivity),
Pelindung dan jaga hubungan
baik (naturance and care)
Selalu mengembangkan sifat
berbagi, bekerja sama dan adil
(sharing, cooperation and
fairness)
Seorang individu yang jujur
(honesty)
Mengedepankan moral dan
ethika (moral choice)
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Selalu mengontrol dan
instrospeksi diri (self control
andself monitoring)
Pribadi yang suka menolong
dan dan membantu ornag lain
(helping other)
Mampu menyelesaikan
masalah dan konflik sosial
(social problem solving and
conflict resolution)
Nilai
Gotong
Royong
Nilai
ketakwaan
Nilai
Toleransi
Nilai
Musyawara
h
Nilai
Ramah
Tamah
Nilai
Martabat
dan Harga
Diri
Nilai
Persatuan
Pelestarian
Nilai-nilai luhur
Perjuangan
bangsa
Nilai Kerja
sama
Nilai
Kesederhan
aan
Nilai
Tanggung
Jawab
Nilai
Keikhlasan
dan
Kejujuran
Kedisiplina
n
Nilai
Kesetiaan
Nilai
keserasian
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Nilai Saling
Menghorm
ati
Definisi: fenomena yang
menjadikan dunia mengecil
dari aspek hubungan manusia
karena perkembangan
teknologi informasi
Karakteristik: individualisasi,
negara bangsa modern, saling
ketergantungan antar bangsa,
humanisasi – HAM, hubungan
sistemik, fenomenologi
kontraksi, sifat refleksi, sekat2
pembatasan ruang semakin
hilang
Apa? Penciptaan satu
ekonomi dunia
Kapan terjadi: bila
mekanisme perdagangan
melalui penciptaan “free
trade”
Penyebab: kemajuan
teknologi atau revolusi
informasi, permintaan pasar
dunia, logika kapitalis
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Tangtangan Globalisasi
Tantangan globalisasi yang mendasar dan akan
dihadapi :
a.
Sikap Individualisme,
b.
Apresiasi Generasi Muda,
c.
Pandangan Kritis terhadap Ideologi Negaranya,
d.
Diversifikasi Masyarakat,
e.
Keterbukaan Yang Lebih Tinggi.
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Negara telah
melemah
Kecendrungan
kearah demokrasi
liberal : konsep
pemerintahan
global
Mendorong
proses
desentralisasi
kekuasaan negara
Merosotnya
kepentingan
nasional negara
Peran
Negara
dlm
Globalisasi
Pergeseran
kekuasaan yang
tidak selalu
mendukung yang
berkuasa
Masih adan peran
negara dalam
kebijakan
perpajakan
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Ketidakmampuan
mengontrol aktor
ekonomi nonnegara / modal
PANCASILA DASAR
PENGEMBANGAN ILMU
PANCASILA DAN ILMU
PENGETAHUAN
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
Indikator
1. Mampu melakukan kajian dalam berbagai literatur yang dapat
membentuk dan membangun pemahaman bahwa nilai-nilai Pancasila
harus dijadikan dasar pengembangan ilmu.
2. Dengan metode kajian literatur mahasiswa dapat mengkaji dan
membuktikan nilainilai Pancasila harus menjadi dasar dalam
pengembangan setiap ilmu.
3. Menunjukkan hasil pembelajaran melalui pengkajian literatur dengan
membandingkan, mempersamakan dan membedakan ilmu-ilmu yang
didasari oleh Pancasila dan ilmu-ilmu yang tidak didasari nilai-nilai
Pancasila.
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
lmu Dalam Perspektif Historis
Ilmu lahir dimulai zaman Yunani. Kelahirannya identik
dengan filsafat dgn corak mitologis. Dilanjutkan
gerakan demitologisasi menuju rasionalitas
Tokoh : Socrates, Plato dan Aristoteles
Aristoteles membagi ilmu:
 Pengetahuan poietis (terapan)
 Ilmu pengetahuan praktis (etika, politik) dan
 Ilmu pengetahuan teoretik terbagi lagi: ilmu alam
& ilmu pasti
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
Ilmu Abad Tengah (ke 5 M)
Filsafat menjadi bercorak teologis. Tokohnya :
Augustinus
Thomas Aquinas
Biara juga pusat kegiatan intelektual.
Bersamaan dgn itu hadir filosuf Arab dgn tokoh:
1. Al Kindi
2. Al Farabi
3. Ibnu Sina
4. Ibnu Rusyd
5. Al Gazali
Ilmu menyebar dari Yunani (Aristoteles) ke Cordova kemudian ke Barat:
Simbol
“Jika orang Yunani adalah Bapak metode ilmiah, maka orang muslim adalah
Bapak angkatnya”.
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
Ilmu Abad Modern (18-19 M)
• Gerakan Renaissance (15M) –
Aufklaerung
(18M),
Tokoh:
Copernicus, Galileo Galilei, Kepler,
Descartes dan Immanuel Kant.
• Dunia sekuler: Agama semula
menguasai dan manunggal dengan
filsafat , ditinggalkan oleh filsafat.
• Masing-masing berdiri mandiri dan
berkembang menurut dasar dan
arah pemikiran sendiri
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
Specialisasi Ilmu
Lepasnya ilmu-ilmu cabang dari batang filsafatnya , tokoh:
Copernicus, Versalius, Isaac Newtown dll..
1
2
3
Puncaknya: hadirnya Auguste Comte :untuk menerangkan
bahwa yang benar dan yang nyata haruslah konkret, eksak,
akurat, dan memberi kemanfaatan.
Metode observasi, eksperimentasi, dan komparasi yang
dipelopori Francis Bacon.
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
IPTEK dan Fenomena Perubahan
•Masa transisi masyarakat berbudaya agraris-tradisional
menuju masyarakat dengan budaya industri modern
•Masa transisi budaya etnis-kedaerahan menuju budaya
nasional kebangsaan
•Masa transisi budaya
budaya global-mondial.
nasional-kebangsaan
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
menuju
Aspek Penting Dalam IPTEK
• Paradigma iptek menjadi universalisme, komunalisme, dan
skepsisme yang teratur dan terarah
• Pengembangan ilmu melalui ilmu melalui penelitian,
eksperimen, ekspedisi, seminar, konggres
• Aspek struktural Iptek memiliki unsur-unsur:
 Objek untuk diketahui (Gegenstand)
 Dipertanyakan dengan suatu cara (metode) tertentu
tanpa mengenal titik henti
 Jawaban-jawaban yang diperoleh kemudian disusun
dalam suatu kesatuan sistem
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
Pilar-Pilar Penyangga Bagi Eksistensi IPTEK
1.
Ilmu tidak pernah selesai meskipun ilmu itu didasarkan pada kerangka objektif,
rasional, metodologis, sistematis, logis dan empiris.
2.
Kekuatan bangunan ilmu terletak pada sejumlah pilar-pilarnya, yaitu pilar
ontologi, epistemologi dan aksiologi.
3.
Pilar tersebut dinamakan filosofis keilmuan.
4.
Berfungsinya:
penyangga,
penguat,
dan
bersifat
integratif
serta
prerequisite/saling mempersyaratkan.
5.
Pengembangan ilmu selalu dihadapkan pada persoalan ontologi, epistemologi
dan aksiologi.
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
. Pilar ontologi (ontology)
Aspek kuantitas : Apakah yang ada itu tunggal,
dual atau plural (monisme, dualisme,
pluralisme )
Aspek kualitas (mutu, sifat) : bagaimana
batasan, sifat, mutu dari sesuatu (mekanisme,
teleologisme, vitalisme dan organisme).
Pengalaman ontologis dapat memberikan
landasan bagi penyusunan asumsi, dasar-dasar
teoritis, dan membantu terciptanya komunikasi
interdisipliner dan multidisipliner
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
Pilar epistemologi
(epistemology):
Sarana legitimasi bagi ilmu/menentukan
keabsahan disiplin ilmu tertentu
Memberi kerangka acuan metodologis
pengembangan ilmu
Mengembangkan ketrampilan proses
Mengembangkan daya kreatif dan inovatif
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
Pilar aksiologi (axiology)
Selalu berkaitan dengan problematika
pertimbangan nilai (etis, moral, religius)
dalam setiap penemuan, penerapan atau
pengembangan ilmu.
Pengembangan etos keilmuan seorang
profesional
Dalam aspek inilah peranan nilai nilai
Pancasila
Dr. H. Syahrial Syarbaini, MA
Diskusikanlah Tema Berikut ini !
1. Bagaimana Membangun Nilai-Nilai
Pancasila sebagai Karakter Bangsa dalam
pengaruh Globalisasi?
2. “Nilai-nilai Pancasila selalu menyertai
perkembangan keilmuan yang ada di
Indonesia”
Dr. H. Syahrial Syarbaini
TERIMA KASIH
Dr. H. Syahrial Syarbaini
Dr. H. Syahrial Syarbaini

similar documents