Document

Report
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI
KAUM HISTORIS / ALIRAN SEJARAH
A. Awal Lahirnya Mazhab Sejarah
• Abad kesembilan belas merupakan masa
keemasan bagi lahirnya ide-ide baru dan
gerakan intelaktual dimana manusia mulai
menyadari kemampuannya untuk merubah
keadaan dalam semua lapangan kehidupan.
• Dibidang hukum, abad kesembilan belas dapat
dikatakan sebagai tonggak lahirnya berbagai
macam aliran atau mazhab hukum yang
pengaruhnya bisa dirasakan sampai saat ini.
• Aliran atau mazhab hukum yang lahir pada masa
ini secara sederhana dapat diklasifikasi menjadi
tiga aliran yaitu : mazhab positivisme, mazhab
utilitarianisme dan mazhab historis atau sejarah.
• Dalam rentang sejarah, perkembangan aliran
pemikiran hukum sangat tergantung dari aliran
pemikiran hukum sebelumnya, sebagai sandaran
kritik dalam rangka membangun kerangka teoritik
berikutnya.
• Disamping itu kelahiran satu aliran sangat
terkait dengan kondisi lingkungan tempat
suatu aliran itu pertama kali muncul.
• Dengan kata lain lahirnya satu aliran atau
mazhab hukum dapat dikatakan sebagai
jawaban fundamental terhadap kondisi
kekinian pada zamannya.
• Sebagai contoh dapat dikemukakan kritik
positivisme dan aliran sejarah terhadap aliran
hukum alam atau kritik kaum realis terhadap
positivistik.
• Demikian juga halnya dengan kritik yang
ditujukan oleh postmodernisme terhadap
kemapanan modernisme.
• Menurut aliran historis, pengalaman sejarah
memberikan cukup banyak bukti bahwa motif orang
dalam bertindak tidak hanya didasarkan pada
kepentingan pribadi, tetapi juga didorong oleh etika
dan impuls-impuls lainnya.
• Masyarakat harus dianggap sebagai suatu kesatuan
organisme tempat interaksi sosial berkait dan
berhubungan antarindividu sehingga kegiatan
masyarakat dilandaskan pada suatu sistem yang
menyeluruh yang mencakup semua organisme dalam
kehidupan bermasyarakat sebagai suatu keseluruhan.
• Aliran historis sepakat untuk meminta campur
tangan pemerintah dalam perekonomian.
Intervensi pemerintah diharapkan mampu
membawa proses ekonomi pada tujuan-tujuan
sosial dan ekonomi yang diinginkan bersama.
• Menurut aliran historis prinsip-prinsip ekonomi
dipengaruhi oleh adat istiadat, tradisi, agama,
nilai-nilai dan norma-norma lingkungan setempat
sehingga tidak berlaku secara universal seperti
yang dinyatakan oleh kaum klasik dan kaum neo
klasik.
Tokoh-tokoh Aliran Historis
1. Friedrich Carl von Savigny
(1779-1861)
• Kelahiran mazhab sejarah dipelopori oleh
Friedrich Carl von Savigny (1779-1861) melalui
tulisannya yang berjudul Von Beruf unserer Zeit
fur Gesetzgebung und Rechtwissenschaft
(Tentang Pekerjaan pada Zaman Kita di Bidang
Perundang-undangan dan Ilmu Hukum).
• Di pengaruhi oleh dua faktor yaitu pertama
ajaran Montesqueu dalam bukunya “L’ esprit des
Lois” dan pengaruh faham nasionalisme yang
mulai timbul pada awal abad ke 19.
• Disamping itu, munculnya aliran ini juga
merupakan reaksi langsung dari pendapat
Thibaut yang menghendaki adanya kodifikasi
hukum perdata Jerman yang didasarkan pada
hukum Prancis (Code Napoleon).
• Dalam bukunya antara lain dikatakan: ‘Das Recht
wird nicht gemacht. est ist und wird mit dem
volke (Hukum itu tidak dibuat. tetapi tumbuh dan
berkembang bersama masyarakat)
• Savigny menyarankan penolakan terhadap
gagasan Tibhaut tentang kodifikasi hukum
yang tersebar dalam pamfletnya “Uber Die
Notwetdigkeit Eines Allgemeinen Burgerlichen
Rechts Fur Deutschland” (Keperluan akan
adanya kodefikasi hukum perdata negara
Jerman).
• Dalam suasana demikian, Savigny mendapatkan
“Lahan subur” untuk membumikan ajarannya
yang mengatakan bahwa ‘hukum itu tumbuh dan
berkembang bersama masyarakat.
• Dan oleh karenanya setiap bangsa memiliki
“volgeist” (jiwa rakyat) yang berbeda, maka
hukum suatu negara tidak dapat diterapkan bagi
negara lain, meskipun negara lain itu adalah
bekas penjajahnya.
• Dalam kaitan inilah kemudian Savigny
mengatakan, adalah tidak masuk akal jika
terdapat hukum yang berlaku universal pada
semua waktu.
• Hukum yang sangat tergantung atau
bersumber kepada jiwa rakyat tersebut dan
yang menjadi isi dari hukum itu ditentukan
oleh pergaulan hidup manusia dari masa ke
masa (sejarah).
2.Friedrich List (1844)
• Friedrich List sebenarnya adalah seorang
penganut paham Laissez faire yang
berpendapat bahwa sistem atau paham ini
dapat menjamin alokasi sumber daya yang
optimal. Dengan kata-kata lain perkembangan
ekonomi hanya terjadi apabila dalam
masyarakat terdapat kebebasan dalam
organisasi politik dan kebebasan perorangan.
• Tetapi ia menghendaki adanya proteksi
pemerintah bagi industri-industri yang masih
lemah. Suatu hal yang dapat dimengerti karena
dia menghendaki berkembangnya industri di
Jerman yang pada waktu itu masih jauh tertinggal
dibandingkan dengan di Inggris.Dengan demikian
menurut Friedrich List perkembangan ekonomi
yang sebenarnya tergantung kepada peranan
pemerintah, organisasi swasta dan lingkungan
kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.
• Friedrich List meneliti tahap-tahap pertumbuhan
ekonomi dari segi perkembangan teknik produksi atau
perilaku masyarakat dalam berproduksi. Tahap-tahap
tersebut adalah[1]:
• (1) Mengembara
• (2) Beternak
• (3) Pertanian
• (4) Pertanian dan industri rumah tangga (manufaktur)
• (5) Pertanian, industri manufaktur dan perdagangan
• Dalam masyarakat yang berada pada tahap
kelima tingkat kemajuan teknik produksi
tersebut saling tumpang tindih (overlapping),
sehingga sulit menentukan batas diantara
tahap-tahap tersebut secara tegas.
3. Bruno Hildebrand (1864)
• Bruno Hildebrand mengkritik Friedrich List dan
berdasarkan pengalaman Inggris dia mengatakan
bahwa perkembangan masyarakat atau ekonomi
bukan karena sifat-sifat produksi atau konsumsi,
tetapi karena perubahan-perubahan dalam
metoda distribusi yang digunakan.Dia
menganalisis proses pertumbuhan ekonomi dari
segi evolusi alat-alat tukar, yaitu[2]:
• (1) Perekonomian barter
• (2) Perekonomian uang, dan
• (3) Kredit
4. Karl Bucher (1893)
• Karl Bucher mengemukakan analisisnya dengan mengacu
kepada evolusi perekonomian di Jerman. Dia mencoba
mensintesakan pendapat List dan Hildebrand dengan
mengatakan bahwa perekonomian tumbuh melalui 3
tahap, yaitu:
• (1) Produksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri (rumah
tangga);
• (2) Perekonomian kota, dimana perdagangan sudah
meluas; dan
• (3) Perekonomian nasional, dimana kegiatan produksi
sudah berorientasi ke pasar (market oriented) yaitu barang
diproduksi untuk dijual ke pasar. Dengan demikian peranan
pedagang semakin penting.
• Seperti halnya dalam teori pertumbuhan List
dan Bruno Hildebrand, sudah barang tentu
tidak akan dapat diketahui secara pasti dan
tegas batas-batas diantara ketiga tahap
pertumbuhan ekonomi Karl Bucher ini.
5. Werner Sombart (1863-1941)
• 1. Zaman Kapitalis Purba (Pra Kapitalis)
• Pada zaman ini, aktivitas hidup manusia sebagian
besar ditujukan untuk mencari nafkah. Pola
kehidupan manusia berbentuk kelompokkelompok sehingga keterikatan seorang individu
terhadap kelompok amat kuat. Seseorang rela
mengorbankan apa saja demi kepentingan
kelompok. Sebaliknya, dengan kelompok lain
mereka sangat tertutup.
• Motivasi untuk mencari keuntungan pada
zaman ini belum dikenal. Dengan kata lain,
pada zaman kapitalis purba kehidupan
masyarakat ditandai dengan ciri-ciri :
kehidupan perekonomian hanya untuk
mendapatkan nafkah, semata-mata
keterikatan antar individu dalam kelompok
sangat kuat, dan kehidupan perekonomian
bersifat statis
• 2. Zaman Kapitalis Madya (Kapitalis Menengah)
• Manusia, pada zaman Kapitalis Madya, sudah
mulai mengenal arti keuntungan, sehingga
kelompok-kelompok masyarakat sudah mulai
mengejar keuntungan dalam aktivitas hidupnya.
Kelompok pencari keuntungan itu disebut Kaum
Kapitalis (pemilik modal), sedangkan kelompok
yang lain disebut Kaum Pekerja atau Kaum Buruh.
• Hubungan antar kedua kelompok itu memang
terjalin, tetapi tujuannya sudah bukan untuk
kepentingan bersama seperti zaman sebelumnya,
melainkan untuk mencari keuntungan bagi kaum
kapitalis. Oleh karena itu, hubungan mereka pun
mau tidak mau mulai merenggang. Dengan kata
lain, zaman kapitalis madya yang berlangsung
dalam kurun waktu antara abad ke 16-18,
ditandai dengan ciri- ciri sebagai berikut :
kegiatan perekonomian mengejar keuntungan
,hubungan antar individu mulai longgar,
kehidupan perekonomian bersifat dinamis
• 3. Zaman Kapitalis Raya (Kapitalis Tinggi)
• Zaman Kapitalis Raya ini berlangsung sekitar
abad 18. Pada zaman ini mengejar keuntungan
merupakan faktor terpenting dalam setiap
kegiatan ekonomi. Karena semua mengejar
keuntungan, persaingan pun berkembang ke
arah yang tidak wajar, akibatnya kaum
kapitalis merajalela dan kaum pekerja
tertindas.
• Dengan kata lain, yang kaya makin kaya, yang
miskin makin miskin. Singkatnya zaman
kapitalis raya ini ditandai dengan ciri-ciri :
timbulnya persaingan tidak wajar ,timbulnya
monopoli ,timbulnya penindasan terhadap
para buruh oleh majikan
• 4. Zaman Kapitalisme Akhir (Sosialisme)
• Akibat buruk yang ditimbulkan pada zaman
Kapitalisme Raya menyebabkan timbulnya
kebencian masyarakat terhadap para kapitalis
(pemilik modal) dan dan bahkan masyarakat
berkeinginan untuk melenyapkannya. Berkat
perencanaan yang matang, perubahan yang
diinginkan oleh masyarakat itu akhirnya
terwujud juga.
• Zaman kapitalis raya surut dan lahirlah zaman
Sosialisme. Pada zaman ini segala aktifitas
perekonomian tersentralisasi pada
pemerintah. Dengan kata lain, setiap kegiatan
perekonomian diatur oleh pemerintah. Zaman
ini ditandai oleh ciri-ciri : keinginan untuk
mencapai kesejahteraan bersama terdesak
para kaum kapitalis ,dominannya pemerintah
dalam kehidupan perekonomian
6. Walt Whiteman Rostow (1916-1979)
• Teori tahap-tahap pertumbuhan ekonomi Rostow
dapat dikatakan sebagai reaksi terhadap teori
komunis Marx. Hal ini terlihat dari karya utama
Rostow yang berjudul: The Stages of Economic
Growth: A Non-Communist Manifesto.[7]Seperti
analisis Marx, model pertumbuhan ini ternyata
jauh lebih berpengaruh kepada para politisi
daripada kepada para teoritisi ekonomi atau
sejarawan profesional.
• Rostow yang beradal dari TexasUniversity mengajukan
lima tahap pertumbuhan ekonomi, yaitu:
• (1) Masyarakat Tradisional
• (2) Prakondisi untuk Take-off
• (3) Periode Take-off
• (4) Dorongan menuju kematangan (Drive to Maturity)
• (5) Konsumsi tinggi dan besar-besaran (High-mass
consumption)
• Dari kelima tahap tersebut, Take off (lepas landas)
merupakan tahap kunci yang didorong oleh satu atau
lebih leading growth sector.[8]

similar documents