KECAKAPAN SOSIAL/SOCIAL SKILL

Report
KECAKAPAN SOSIAL/SOCIAL SKILL
MUH. ANAS MALIK
Pendahuluan
Pendidikan
proses pendewasaan
hidup yg lebih baik
Kecakapan hidup
Umum
Kec.Personal/sosial
Khusus
Kec.akademik/vokasi
Empat pilar pendidikan; belajar untuk mengetahui
(learning to know), belajar untuk berbuat atau
bekerja (learning to do), belajar untuk menjadi
jati diri (learning to be) dan belajar untuk hidup
bermasyarakat (learning to live together)
Visi Pendidikan UNESCO (united Nations for Edocation,
Science, and Cultur organization)
Soft skill /Kecakapan umum
dan Hard skill/kecakapan khusus
• Hard skill : kompetensi teknis dan akademis sesuai
dengan latar belakang keilmuan yang dipelajari
• Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar
kemampuan teknis dan akademis, yang lebih
mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal.
Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam
dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill.
Intrapersonal skill mencakup : self awareness dan self
skill
interpersonal skill mencakup social awareness dan
social skill
Kecakapan Sosial
• Kecakapan sosial dimaknai sebagai kemampuan dalam
menjalani hubungan sosial; mampu dan berani
membangun hubungan sosial dan menghadapimengatasi problem sosial yang dihadapinya.
• Kecakapan sosial; kemampuan menyesuaian diri
dengan lingkungan sosial
• Kecakapan sosial;
- pemahaman dan penerimaan diri
- pemahaman dan penerimaan ling. Sosial
-berlaku sesuai dengan diri dan lingkungan sosial
Pengembangan Kesadaran Diri
• Cermin diri (reflective self) terjadi saat kita menjadi subyek
dan obyek diwaktu yang bersamaan, sebagai contoh orang
yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi biasanya lebih
mandiri.
• Pribadi sosial (social self) adalah saat kita menggunakan
orang lain sebagai kriteria untuk menilai konsep diri kita,
hal ini terjadi saat kita berinteraksi. Dalam interaksi, reakasi
orang lain merupakan informasi mengenai diri kita, dan
kemudian kita menggunakan informasi tersebut untuk
menyimpulkan, mengartikan, dan mengevaluasi konsep diri
kita.
• Perwujudan diri (becoming self). Dalam perwujudan diri
(becoming self) perubahan konsep diri tidak terjadi secara
mendadak atau drastis, melainkan terjadi tahap demi tahap
melalui aktivitas serhari hari kita. Walaupun hidup kita
senantiasa mengalami perubahan, tetapi begitu konsep diri
kita terbentuk, teori akan siapa kita akan menjadi lebih
stabil dan sulit untuk diubah secara drastis.
Upaya Pengembangan diri
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Mengenali kelebihan yang dimiliki
Memulai dari dalam diri sendiri
Evaluasi diri dgn jujur & objective
Hargai diri sendiri
Positive thinking
Gunakan self afirmation”Saya pasti bisa”…
Berani ambil resiko
Belajar mensyukuri & menikmati karunia Allah
Menetapkan tujuan yg realistik
Nasehat untuk pengembangan diri
• Yakin bahwa setiap orang memiliki kelebihan
masing-masing
• Berdamai dengan diri sendiri
• Pertegas kelebihan kita
• Minta nasehat dan dukungan orang terdekat
• Biasakan bersikap ramah
• Jangan iri pada keberhasilan orang lain
• Tingkatkan percaya diri
Hambatan pengembangan diri
•
•
•
•
•
•
Menunjukan sikap kompromis selalu
Takut & khawatir akan penolakan
Sulit menerima realita diri sendiri
Pesimis, menilai segala sesuatu dari sisi negative
Takut gagal
Menghindari segala resiko, tdk berani memasang
target untuk berhasil
• Sulit menerima pujian tulus dari orang lain
• Tidak kritis, selalu menyalahkan diri sendiri,
mengecilkan arti keberhasilan sendiri
Keterampilan Komunikasi
• Komunikasi adalah bagian penting dari
mempengaruhi orang lain untuk memperoleh
apa yang kita inginkan
• Dari semua pengetahuan dan ketrampilan
yang anda miliki, pengetahuan dan
ketrampilan komunikasi termasuk di antara
yang paling penting dan berguna
• Kemampuan berkomunikasi menunjukan
kemampuan mengirimkan pesan dengan
jelas, manusiawi dan efisien, dan menerima
pesan-pesan secara akurat.
Efektivitas Komunikasi
• Pengertian; penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti
yang dimaksudkan oleh komunikator.
• Kesenangan; pada umumnya komunikasi (komunikator)
bertujuan untuk menyenangkan komunikan (di samping
informasi yang disampaikan)
• Mempengaruhi sikap; selain kesenangan, komunikasi
bermaksud mempengaruhi sikap komunikan
• Hubungan sosial yang baik; komunikasi juga biasa ditujukan
untuk menciptakan hubungan sosial yang baik
(silaturrahmi), menjalin keakraban.
• Tindakan, munculnya tindakan pada komunikan adalah hal
paling penting dalam suatu komunikasi. Tindakan
merupakan hasil komulatif suatu proses komunikasi.
Menumbuhkan hubungan Interpersonal
• Percaya; ada sesuatu yang berguna (diberi –
diterima)
• Sikap Suportif: Deskriptif bukan Evaluatif;
Orientasi masalah bukan kontrol; Spontanitas
bukan Strategis; Empati bukan netralitas;
Persamaan bukan Superioritas; Provisionalisme
bukan kepastian
• Sikap terbuka: objektif, berorientasi isi, mencari
informasi, mendalami---motif pribadi, berpikir
hitamputih, melihat sumber pesan, Kaku
mempertahankan ide, menolak pesan yg tdk
sesuai dengan sistem kepercayaannya.
Efektivitas Komunikasi Interpersonal
• Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai
dengan lima kualitas umum yang
dipertimbangkan yaitu keterbukaan
(openness), empati (empathy), sikap
mendukung (supportiveness), sikap positif
(positiveness), dan kesetaraan (equality).
Devito, 1997
1. Keterbukaan (Openness)
Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal.
Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya
berinteraksi. Ada kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya
disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.
Kedua mengacu kepada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap
stimulus yang datang. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya
merupakan peserta percakapan yang menjemukan. Kita memperlihatkan keterbukaan
dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain.
Ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran. Terbuka dalam pengertian ini
adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik
anda dan anda bertanggungjawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab
ini adalah dengan pesan yang menggunakan kata Saya (kata ganti orang pertama tunggal).
2. Empati (empathy)
Empati sebagai ”kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang
lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang tersebut, melalui kacamata orang
lain itu.” Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut
bersedih. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang
mengalaminya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara
yang sama.
Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan
sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang.
Seseorang dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun non verbal. Secara
nonverbal, kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan (1) keterlibatan
aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai; (2) konsentrasi
terpusat meliputi kontak mata, postur tubuh yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik;
serta (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya.
3. Sikap mendukung (supportiveness)
Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap
mendukung (supportiveness). Suatu konsep yang perumusannya dilakukan
berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat
berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita memperlihatkan sikap
mendukung dengan bersikap (1) deskriptif, bukan evaluatif, (2) spontan, bukan
strategic, dan (3) provisional, bukan sangat yakin.
4. Sikap positif (positiveness)
Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan
sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong
orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya
dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi interpersonal
terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri.
Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting
untuk interaksi yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada
berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak bereaksi
secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi.
5. Kesetaraan (Equality)
Dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Salah seorang mungkin
lebih pandai. Lebih kaya, lebih tampan atau cantik, atau lebih atletis daripada yang
lain. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal.
Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila
suasananya setara. Artinya,, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua
pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak
mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.
Keterampilan komunikasi
 Mendengarkan
 Bertanya
 Merespon empatik
 kontak mata
 Mengirim pesen yang menyenangkan
 Memahami komunikan
Hambatan “mendengar”
Sibuk dengan diri sendiri
Sibuk dengan masalah-masalah eksternal
Asimilasi (kecenderungan merekonstruksi
pesan sedemikian hingga sesuai dengan sikap,
prasangka, kebutuhan, nilai diri)
Faktor kawan atau lawan
Mendengar yang diharapkan (tidak mendengar
apa yang dikatakan melainkan mendengarkan
apa yang kita harapkan).
Merespon yang Empatik
•
•
•
•
Mengulangi kata demi kata
Mengatakan kembali isi
Merefleksikan perasaan
Mengatakan kembali isi serta merefleksikan perasaan
Contoh respon yang empatik:
• Nampaknya, anda merasa bahwa…
• Yang saya tangkap adalah bahwa…
• Jadi, menurut penglihatan anda….
• Sependengaran saya, anda…..
• Anda pasti merasa……
• Apa yang anda sampaikan tampaknya seperti,
“saya……”
Etika Berkomunikasi
Diam dan Menyimak
Tidak Memotong Pembicaraan
Tidak meninggalkan lawan bicara
Tidak menepis pembicaraan lawan
Tidak berusaha menunjukkan bahwa
kita lebih pandai
• Tersenyum
•
•
•
•
•

similar documents