TEKS EKSPOSISI

Report
TEKS EKSPOSISI
Citra Pramita
X IPA 2
SMA N 65 JAKARTA
PENGERTIAN TEKS EKSPOSISI
Teks eksposisi adalah salah satu
pengembangan paragraf dalam
penulisannya yang dimana isinya ditulis
dengan tujuan untuk menjelaskan atau
memberikan perngertian dengan gaya yang
singkat, akurat dan padat.
STRUKTUR TEKS EKSPOSISI
1. Pernyataan pendapat (tesis) : Menyajikan titik
pandang argument yang akan disajikan
2. Argumentasi : Memaparkan serangkaian
argument yang disertai bukti-bukti atau faktafakta untuk memperkuat argument
3. Penegasan ulang pendaat/Kesimpulan :
Meringkas argument disertai dengan saran
KAIDAH
 Kaidah : Rumusan asas yang menjadi hukum dan aturan
yang sudah pasti yang selanjutnya menjadi patokan
dalam bertingkah laku di masyarakat.
 Kaidah dalam teks eksposisi
1. Pemaparan bersifat objektif, tidak adanya unsur
subjektif
2. Menyertakan data-data akurat
3. diakhiri dengan kesimpulan dari apa yang ingin
disampaikan oleh penulis
CONTOH TEKS EKSPOSISI
Ekonomi Indonesia Akan Melampaui Jerman dan Inggris
1. Indonesia menjadi buah bibir pada saat pelaksanaan
Sidang Tahunan International Monetery Fund
(IMF)/World Bank (WB) 2012 Tokyo, 9—14 Oktober
2012 lalu. Newsletter resmi yang dibagikan IMF
kepada seluruh peserta sidang mengangkat satu topik
khusus mengenai Indonesia. Media itu mengangkat hasil
riset dari McKinsey dan Standard Chartered yang
mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan
melampaui Jerman dan Inggris pada tahun 2030.
2. Keyakinan itu tentu beralasan. Indonesia diperkirakan
memiliki sekitar 90 juta orang yang berada di kelompok
consuming class. Angka ini adalah angka terbesar di dunia
setelah Cina dan India. Dengan kekuatan itu pula, pada
tahun 2030 Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi
nomor tujuh dunia dengan nilai pendapatan nasional
sebesar 1,8 triliun dolar AS dari sektor pertanian,
konsumsi, dan energi.
3. Indonesia saat ini sedang berada pada laju transformasi
yang pesat menuju ke arah tersebut. Saat ini, ekonomi
Indonesia berada pada posisi 16 dunia dengan
pendapatan domestik nasional sebesar 846 miliar dolar
AS tahun 2011. Angka itu akan terus tumbuh hingga
mencapai 1,8 triliun dolar AS mulai tahun 2017. Pada
tahun 2030 hanya Amerika Serikat, Cina, India, Jepang,
Brasil, dan Rusia, yang berada di atas ekonomi Indonesia.
4. Kekuatan terbesar ekonomi Indonesia tidak hanya berupa
ekspor yang didukung oleh kekuatan tenaga kerja dan
komoditas, tetapi juga kekuatan konsumsi domestik dan
jasa-jasa, yang menjadi motor penggerak ekonomi
nasional. Melihat potensi yang sedemikian besar, dalam
beberapa side meeting sidang IMF yang sempat saya
ikuti, para investor asing mengharapkan makin banyak
pilihan investasi di Indonesia.
5. Harapan para investor tersebut tentu merupakan peluang
dan tantangan bagi Indonesia. Upaya melakukan
pendalaman pasar keuangan (financial deepening)
menjadi penting dalam memberikan ragam pilihan
investasi bagi para investor. Di sisi lain, pembenahan di
sektor riil dan infrastruktur perlu terus dilakukan secara
serius guna mendukung arah untuk menjadikan ekonomi
Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara.
6. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada
pada kisaran5 persen hingga 6 persen, apabila dapat
terus dipertahankan, akan menambah jumlah masyarakat
kelas menengah hingga 90 juta orang dengan
pendapatan per kapita lebih dari 3.600 dolar AS.
Apabila kita mampu mendorong pertumbuhan hingga 7
persen, jumlah itu bertambah lagi dengan masyarakat
menengah mencapai 170 juta orang.
7. Berbagai perkembangan dari sidang akbar IMF di Tokyo
pekan lalu kembali mengingatkan kita tentang besarnya
potensi Indonesia dan sempitnya momentum yang sedang
kita lalui saat ini.
8. Apabila potensi itu tidak diwujudkan dalam aksi dan
momentum yang baik dilewatkan begitu saja karena kita
begitu asyik dengan urusan lain, prediksi para investor
tersebut tidak akan menjadi kenyataan. Tentunya pilihan
ada di tangan kita semua saat ini.
CONTOH TEKS EKSPOSISI
Krisis Politik dan Ekonomi di Indonesia
Citra Pramita / X IPA 2
Saat ini pemerintahan SBY-Boediono sedang menghadapi
kecemasan luar biasa . Betapa tidak, di dalam negeri kondisi
politik terus menerus dirong-rong oleh berbagai persoalan
yang tak kunjung selesai , yang berdampak kepada ketidakpercayaan masyarakat atas kinerja pemerintahan.
Pemerintah dinilai oleh tokoh-tokoh masyarakat tidak dapat
mengendalikan dan menghentikan korupsi yang dilakukan
secara berjamaah oleh para birokrat dan politikus serta
pengusaha. Pemerintah juga dinilai melakukan kebohongankebohongan oleh para pemimpin agama sehingga perlu ada
doa dan puasa bersama.
Kondisi krisis ekonomi global juga sedang mengancam Indonesia,
berbagai krisis keuangan di sebagian negara Eropa dan Amerika
Serikatsendiri telah menjadikan ekonomi dunia panas-dingin yang
akan berdampak hebat terhadap ekonomi Indonesia.
Tahun 1997 pada saat krisis ekonomi di Thailand mulai menjalar ke
Korea Selatan, Filipina dan Indonesia maka tamatlah karier politik
Soeharto di tahun 1998 dengan diawali kerusuhan besar Mei 1998.
Sedangkan, krisis ekonomi di Thailand, Korea Selatan dan Filipina
tidak sampai mengakibatkan krisis politik. Karena kondisi politik
dalam negeri mereka cukup kuat, serta didukung penuh oleh
rakyatnya dan keteladanan kepala pemerintahannya membuat
krisis ekonomi yang mengguncang negaranya tidak mengakibatkan
krisis politik.
Namun di Indonesia terjadi hal yang berbeda, dimana masyarakat
waktu itu sudah kehilangan kepercayaan terhadap Soeharto dan
keluarga serta kroni-kroninya. Masyarakat dan beberapa tokoh
politik waktu itu menyimpan dendam serta kebencian kepada
Soeharto dengan mengerahkan mahasiswa.
Kemiripan situasi 1997 terjadi saat ini di Indonesia, dimana
sebagian besar masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat sudah
sangat muak terhadap korupsi berjamaah yang dilakukan oleh
para politikus, birokrat dan pengusaha. Penegak hukum
dianggap bersekongkol dan korup sehingga keadilan dapat
dibeli dengan uang. Sudah ada bibit kebencian dan dendam
dari masyarakat yang merasa bahwa negara ini hanya dimiliki
oleh segelintir orang yang memperkaya dirinya sendiri dengan
cara-cara manipulatif. Tokoh-tokoh masyarakat yang anti
pemerintahan ini sudah terlihat kristal-kristalnya yang siap
menggumpal dan melakukan tindakan perlawanan massal.
Bibit kebencian dan dendam sudah terpupuk di masyarakat
Indonesia saat ini dan menunggu pemicu krisis ekonomi global
yang akan menyerang ekonomi Indonesia. Kalau itu sampai
terjadi, maka krisis politik di Indonesia akan jauh lebih dahsyat
daripada tahun 1998, sebab yang diincar oleh massa bukan
lagi komunitas tertentu, tetapi para pejabat dan politikus serta
penegak hukum yang korup.
Tahun 2008 waktu dunia memasuki krisis keuangan yang
mengakibatkan ambruknya lembaga-lembaga keuangan di
Amerika Serikat,situasi politik di Indonesia relatif masih kuat. SBYJK masih mendapatkan kepercayaan publik yang cukup besar,
walau berbagai kasus politik terjadi,namun bersifat lokal saja.
Dampak yang ditimbulkan atas krisis 2008 di Amerika Serikat
hanya berdampak pada permukaan kulit negara ini.
Akhirnya Indonesia dapat selamat dari krisis politik di 2008, dan
SBY pun mendapat kepercayaan untuk memimpin di periode
kedua. Tetapi memasuki periode kedua pemerintahan ini,SBY
seperti menghadapi persoalan-persoalan besar yang tidak
kunjung habis,terus menerus selama 2 tahun terakhir ini kasuskasus besar di “blow-up” ke publik.
Jadi, Indonesia bisa selamat dari krisis politik jika
pemerintahan SBY-Boediono melibas habis para
koruptor dan tidak memandang bulu. Jika tidak
terjadi, maka dipastikan krisis politik besar akan
menimpa Indonesia seiring dengan krisis ekonomi
global yang siap menerjang negara-negara di
dunia.

similar documents