5. AZAS-AZAS HUKUM PAJAK

Report
OLEH
HARYONO.AS,S.PD
SRI BIJAWANGSA
NIP.198403222008121002
1. Adam Smith
4 azas dalam perpajakan, yaitu :
1. Azas Persamaan, Keadilan, &
Kemampuan (Aquality, Equity
and ability)
2. Azas Kepastian (Certainty)
3. Azas Pelayanan yang baik
(Conveniency)
4. Azas Ongkos yang Murah (Low
Cost Of Collection)
Maksudnya si wajib pajak
baik Natuurlijke persoon
maupun rechts persoon
sama membayar pajak
dan memiliki
kemampuan artinya
beban pajak tidak boleh
terlalu berat. Tergantung
dari ability to pay
Kesimpulan dalam Azas ini :
1. Negara menempuh
politik pajak yang
bijaksana dengan tidak
mematahkan usaha
ekonomi rakyat.
2. Diarahkan menuju
kesejahteraan rakyat
banyak tanpa merugikan
kepentingan umum.
Maksudnya pajak di tarik berdasarkan
ketentuan UU yang berlaku, artinya :
1.Praturan pajak dimengerti oleh setiap
orang + sanksi2nya.
2..Wajib pajak tidak boleh diperlakukan
seenaknya oleh Petugas pajak, jika
diperlakukan tidak adil boleh komplaint
kekantor pajak, terakhir banding di
MPP.
3. Pasti Memperoleh jaminan kerahasiaan
terhadap pemeriksaan oleh wajib pajak.
4. Legislatif dalam membuat UU
Perpajakan Berdasarkan Prinsip
Keadilan.
5. Mengandung unsur pasti dalam hal :
1). Objeknya
2). Subjeknya
3). Tarif Pajak dan Golongannya
4). Saat Pembayaran.
Kegunaan Azas Kepastian
1. Agar wajib pajak terhidar
dari kesewenang-wenangan
pemerintah.
2. Supaya jelas kewajiban si
wajib pajak kepada negara
untuk kemakmuran dan
keadilan berdasarkan
Pancasila
C. Azas Pelayanan Yang Baik
Cara yang di tempuh untuk pelayanan wajib pajak
yang baik, Adalah :
1.Memperbanyak kantor2 pajak.
2.Pos Giro dan boleh membayar dg uang asng
3.Service yg baik dan penerangan kepada wajib
pajak serta mendatangi para wajib pajak.
4.Dipungut sesuai waktu panen atau gajian.
5.Dipungut Secara tidak langsung seperti makan di
Solaria, KFC, Popeye, dll.
Cara ditempuh antara lain :
1. Memindahkan Adm. Kepada Wajib Pajak
Dengan Sistem MPS/MPO, agar terhindar
dari biaya Adm.
2. Ikut Meringankan beban pemerintah dalam
memungut pajak dengan biaya ringan cara :
1). Majikan mengumpulkan pajak buruh
2). Bendahara lembaga negara memotong gaji
pegawai waktu menerima gaji
3). Pimpinan Kantor memotong upah
kepada karyawannya.
4). Redaksi surat kabar memotong
langsung pajak komisi yang diterima
oleh biro iklan/ reklame.
5). Pengusaha Bar & Restaurant
Memotong upah pada waktu
membayar upah petugasnya.
Dari Semua itu dimasukan kepada kas
negara.
Selain Azas diatas ada beberapa Azas menurut
teori yakni :
1.Teori Asuransi >>karena negara menjamin Hak
rakyat tp teori ini dtinggalkan.
2. Teori Kepentingan>>Negara melindungi
kepentingan warganegara.
3. Teori Kewajiban Pajak Mutlak>>ini juga disebut
dengan teori bhakti.
4. Teori Daya Beli.
5. Teori Pembenaran Pajak Menurut Pancasila
>>Gotong Royong.

similar documents