View/Open

Report
EPIDEMIOLOGI
PENYAKIT TIDAK MENULAR
Prof. Dr. drg.A.Arsunan Arsin, M.Kes
KULIAH UMUM PADA CIVITAS AKADEMIKA PROGRAM STUDI KESMAS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TADULAKO
PALU, TGL 13 MEI 2013
Latar Belakang
 Perhatian terhadap penyakit tidak menular makin hari makin meningkat,
karena semakin meningkatnya frekuensi kejadiannya pada masyarakat.
 Dari 3 penyebab utama kematian (WHO, 1990) dua diantaranya adalah penyakit
tidak menular yakni penyakit jantung koroner dan stroke.
 Perubahan pola struktur masyarakat agraris ke masyarakat industri banyak
memberi andil terhadap pola fertilitas, gaya hidup, sosial ekonomi yang pada
gilirannya memacu semakin meningkatnya PTM.
 Epidemiologi PTM sangat penting peranannya dengan semakin meningkatnya
prevalensi PTM dalam masyatakat.
Beberapa Istilah PTM
Istilah lain untuk PTM:
 Penyakit Kronik
 Penyakit non-infeksi
 New communicable disease
 Penyakit degeneratif
Karakteristik Penyakit Tidak Menular
Penularan penyakit tidak melalui suatu rantai penularan
tertentu
Masa inkubasi yang panjang
Perlangsungan penyakit yang berlarut-larut (kronik)
Banyak menghadapi kesulitan diagnosis
Mempunyai variasi yang luas
Memerlukan biaya yang tinggi dalam upaya pencegahan
maupun penanggulangannya.
Faktor penyebabnya bermacam-macam (multikausal), bahkan
tidak jelas
Perbandingan antara PTM dengan Penyakit Menular
Penyakit Menular
Penyakit Tidak Menular
Banyak ditemui di negara
berkembang
2. Rantai penularan yg jelas
3. Perlangsungan akut
4. Etiologi mikroorganisme jelas
5. Bersifat single-kausa
6. Diagnosis mudah
7. Agak mudah mencari penyebabnya
8. Biaya relatif murah
9. Jelas muncul di permukaan
10. Morbiditas dan mortalitasnya
cenderung menurun.
1.
1.
Ditemui di negara industri
Tidak ada rantai penularan
3. Perlangsungan kronik
4. Etiologi tidak jelas
5. Biasanya multiple-kausa
6. Diagnosis sulit
7. Sulit mencari penyebabnya
8. Biaya mahal
9. Ada iceberg phenomen
10. Morbiditas dan mortalitasnya
cenderung meningkat
2.
Jenis- Jenis Penelitian untuk PTM
 Penelitian Ekologis
 Penelitian Potong Lintang (Cross
Sectional Study)
 Penelitian Kasus Kontrol
 Penelitian Kohor
Analisis Kausal
Analisis Kausal ditujukan kepada pencarian dan
penentuan faktor penyebab terjadinya PTM.
Faktor Penyebab (Kausa) merupakan istilah umum untuk
berbagai faktor yang mempunyai hubungan dengan timbulnya
penyakit.
Hubungan Kausal terjadi jika bukti menunjukkan faktor kausal
menyebabkan meningkatnya probabilitas terjadinya penyakit,
atau sebaliknya jika faktor kausa dikurangi akan menurunkan
frekuensi penyakit.
Hubungan Kausal
 Hubungan Independen: Hubungan 2 faktor yang tidak
menunjukkan hubungan bermakna secara statistik.
 Hubungan Dependen: Hubungan 2 faktor yang bermakna secara
statistik. Yang terdiri dari
1. Hubungan Non-kausal: hubungan semu yang terjadi kebetulan
atau karena adanya bias
2. Hubungan Kausal: Hubungan murni bermakna secara statistik
dan dapat dibagi menjadi hubungan langsung dan hubungan
tidak langsung
Kriteria Kausa
1. Kuatnya hubungan : Besanya pengaruh faktor kausa dalam
menyebabkan terjadinya penyakit
2. Temporaliti : Suatu faktor kausa haruslah mempunyai
keberadaan yang mendahului terjadinya penyakit atau
akibat (outcome) apa saja
3. Dosis Respon : Jika dosis atau besarnya keterpaparan oleh
unsur dinaikkan maka risiko dan besarnya akibat/ penyakit
makin besar pula
Kriteria kausa
4. Konsisten: walaupun dilakukan oleh orang atau peneliti
yang berbeda, hasil penelitian tetap diharapkan serupa.
5. Khusus : kausa harus bersifat khusus, tersendiri/ tunggal,
mempunyai pengaruh tunggal yang khusus
6. Layak biologi : kalau keterpaparan terjadi di jalan napas
maka secara biologis penyakitnya kemungkinan besar
terjadi di jalan napas pula
Kriteria kausa
7. Koheren: kesesuaian kausa dengan riwaya alamiah (natural
history) dan biologi dari penyakit, misalnya rokok kontak
dengan sistem pernapasan
8. Bukti percobaan : suatu kausa harus mendapat bukti dari
populasi manusia sendiri
9. Analogi : membandingkan satu unsur dengan unsur lainnya
yang sejenis. Jika satu unsur menyebabkan penyakit maka
unsur lain yang sejenis harus pula menyebabkan hal sama.
FAKTOR RISIKO
Faktor Risiko
 Sejarah
 Framingham Study adalah sejarah penting perkembangan
epidemiologi di bidang PTM. Penelitian ini adalah sebuah penelitian
prospektif yang ingin menentukan faktor risiko penyakit jantung.
 MRFIT (Multiple Risk Factor Intervention Trial)
Penelitian lain yang mencoba mengidentifikasi faktor risiko penyakit
jantung/percobaan intervensi
 Untuk faktor penyebab PTM dipakai sebutan faktor risiko (risk) ><
etiologi untuk penyakit menular atau diagnosis klinis.
 Pengertian Faktor Risiko
Risk factors are characteristics, signs,
symptoms in disease-free individual which are
statistically associated with an increased
incidence of subsequent disease (Simborg DW)
 Macam-Macam Faktor Risiko
 Menurut dapat tidaknya risiko itu diubah,
a. Unchangeable risk factors
b. Changeable risk factors
 Menurut Kestabilan peranan faktor risiko,
a. Suspected risk factors
b. Established risk factors
 Faktor risiko yang “well documented dan less
documented”
 Faktor risiko “Strong and Weak”
Kegunaan Identifikasi Faktor Risiko :
 Prediksi : untuk meramalkan kejadian penyakit.
 Penyebab : Kejelasan/beratnya faktor risiko dapat mengangkatnya
menjadi faktor penyebab, setelah menghapuskan pengaruh dan
faktor pengganggu (confounding faktor)
 Diagnosis : membantu proses diagnosis
 Prevensi : jika satu faktor risiko juga sebagai penyebab
pengulangan dapat digunakan untuk pencegahan penyakit meskipun
mekanisme penyakit sudah diketahui atau tidak
Contoh Faktor Risiko :









Merokok
Alkohol
Diet/makanan
Gaya Hidup
Kegemukan (obese)
Asbes
Radiasi
Sexual Behavior
Obat-obatan
Perbedaan Risiko dan prognosis
 Secara sederhana dapat digambarkan sbb :
SEHAT
SAKIT
Risiko
Faktor Risiko :
- Umur tinggi
- LDL Tinggi
- HDL Tinggi
- Rokok
- Hipertensi
- Tidak Aktif
MATI
Prognosis
Faktor Prognosis :
- Tinggi
- Umur
- Pria
- Infark anterior
- Jantung Kongesti
- Aritmia Ventrikular
Angka-angka yang sering digunakan untuk menggambarkan prognosis :
 Harapan hidup 5 tahun (5 year survival rate)
 Kasus-fatal : prosentase penderita yang mati karena sakit
 Respon : prosentase penderita yang mengalami perbaikan
 Remisi : prosentase penderita yang “sembuh” tidak terdeteksi
 Kambuh : prosentase yang kembali sakit setelah “sembuh”
Upaya Pencegahan :
 Pencegahan Premordial
 Pencegahan Tingkat Pertama, yang meliputi :
a. Promosi Kesehatan Masyarakat
b. Pencegahan Khusus
 Pencegahan Tingkat Kedua :
a. Diagnosis Dini
b. Pengobatan
 Pencegahan Tingkat Ketiga :
Rehabilitasi
JANTUNG
Jantung
 Penyakit jantung adalah penyakit negara maju atau negara industri
lebih tepatnya, penyakit dengan pola hidup modern serta perilaku
masyarakat modern.
 Penyakit jantung tidak hanya memonopoli negara maju, tetapi juga
di negara yang sedang berkembang yang menunjukkan
kecenderungan peningkatan modernisasi masyarakatnya. Hal ini
disebabkan karena penyebab penyakit jantung berkaitan dengan
keadaan dan prilaku masyarakat maju misalnya tingginya stress,
salah makan, dan gaya hidup modern seperti rokok dan minum
alkohol yang berlebihan.
ATHEROSKLEROSIS
Epidemiologi Atherosklerosis
 Pengertian
Atherosklerosis adalah keadaan pengerasan dinding pembuluh darah
 Patogenesis
Proses patologi terjadi gangguan/penyakit jantung berkaitan dengan
proses atherosklerosis. Konsekuensi adanya atherosklerosis adalah
penyempitan liang pembuluh darah yang akan menimbulkan
kekurangan aliran darah yang menyebabkan insufisensi oksigen dan
makanan yang dialiri pembuluh darah tersebut
Faktor Risiko Atherosklerosis
 Faktor yang tidak dapat diintervensi :
a. Genetik/Riwayat keluarga
d. Anatomi coronaria
b. Usia
e. Profil lipoprotein
c. Jenis Kelamin
f. Faktor metabolik
 Faktor risiko yang dapat diintervensi :
a. Rokok
d. Obesitas
b. Hipertensi
e. Hiperglisemia
c. Heperkolesterolemia
f. Faktor riwayat keluarga dgn iskemik
jantung
 Faktor Perilaku : kurang gerak (sedentary), stress/tegangan sosial,
dan jenis personaliti
HIPERTENSI
Epidemiologi Hipertensi
 Masalah Hipertensi
1. Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yg memberi
gejala yg akan berlanjut untuk suatu target organ seperti stroke (otak),
penyakit jantung koroner (pembuluh darah jantung) dan left ventricle
hyperthrophy (otot jantung)
2. Penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan 15 juta dan hanya 4%
yang controlled hypertension.
3. Gambaran umum masalah hipertensi :
- Prevalensi 6-15% pada orang dewasa.
- 50% penderita tidak menyadari diri sebagai penderita
- 70% adalah hipertensi ringan
- 90% Hipertensi esensial
Faktor Risiko Hipertensi















Umur
: BP meningkat sesuai umur , > 40 thn
Ras/Suku
: Orang kulit hitam > white
Urban/rural
: Kota > desa
Geografis
: Pantai > pegunungan
Seks
: Wanita > Lelaki
Gemuk
: Gemuk > kurus
Stres
:Banyak tekanan >
Personality type : Type A > Type B
Diet
: Tinggi Garam
DM
: Ada >
Water composition: - Sodium: inconsistent
- Cadmium : ada bukti dari studi
- Lead : Kemungkinan ada hubungan
Alkohol
: Meninggi bila minum > 3x/hari
Rokok
: non significant
Kopi
: belum ditemukan
Pil KB
: Risk meninggi dengan lamanya pakai
STROKE
Gambaran Umum
 Sinonim stroke = Gangguan Peredaran Darah Otak (GPDO)
 Stroke adalah suatu penyakit defisit neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan
pembuluh darah otak yang terjadi secara mendadak dan menimbulkan gejala dan
tanda yang sesuai dengan daerah otak yang terganggu.
 Ditemukan pada semua golongan usia namun sebagian besar akan dijumpai pada
usia di atas 55 tahun.
 Insiden stroke bervariasi antarnegara dan tempat. Menurut hasil penelitian yang
dikoordinasi oleh WHO memperlihatkan bahwa insiden stroke yang paling tinggi
adalah di Ahita (Jepang) yaitu 287 per 100.000 populasi per tahun, sedang yang
terendah adalah di Ibadan (Nigeria) sebesar 150 per 100.000 populasi per tahun.
 Di Indonesia, secara rata-rata disebutkan mortaliasnya sebesar 100 kematian per
100.000 penduduk per tahun.
Faktor Risiko Stroke
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Umur
: Rate meninggi sesuai dengan pertambahan umur
Ras
: Lebih tinggi Black dari white
Seks
: Lelaki > wanita
Hipertensi : faktor risiko tertinggi dari stroke
Diabetes : (> 120 mg/100 ml) kuat assosiasinya
Obesitas : inconsistent findings
Rokok
: tidak ditemukan efek besar
Kolesterol dan trigliserida
: inconsistent
Penyakit jantung sebelumnya
: risiko meninggi sampai 3 X
Atrial fibrilation/TIA
: faktor risiko kuat
KANKER
 Kanker
Tumor
= Pembengkakan
Neoplasma = kanker = karsinoma = keganasan
Onkologi = ilmu tentang kanker

Gambaran Umum Kanker
Kanker bukanlah satu penyakit, tetapi beberapa penyakit dengan
patogenesis, gambaran klinik dan penyebab yang berbeda.
 Sel-sel kanker tumbuh dengan tanpa kontrol dan tanpa tujuan yang
jelas. Pertumbuhan ini akan akan mendesak dan merusak
pertumbuhan sel-sel normal.
 Pertumbuhan sel-sel kanker akan menyebabkan jaringan menjadi
besarb yang disebut sebagai tumor.

Kausa Kanker
 Secara umum faktor-faktor yang dianggap sebagai penyebab kanker adalah :




Kimia
Fisik
Bio organisme
Nutrisi
 Hormon
: adanya senyawa karbon
: trauma/ pukulan berulang-ulang, penyinaran
: Virus
: Jamur pada kacang dan padi-padian sebagai penyebab
kanker hati
: peningkatan hormon seksual meningkat pada kejadian
kanker payudara dan rahim
 Karakteristik Initiator dan Promotor Kanker
Initation
1.
2.
3.
4.
Dapat berupa zat kimiawi, 1.
fisik dan biologi
Mengakibatkan
2.
perubahan struktur
molekuler/genetik sel
3.
Bersifat irreversibel
4.
Biasanya sulit
diidentifikasi
Promotion
Berupa diet, hormon,
lingkungan. Dll
Perubahan RNA
Reversibel, perlu kontinu
Lebih mudah
diidentifikasi
Faktor Risiko Kanker
Faktor
1. Rokok
2. Alkohol
3. Diet
4. Food additives
5. Pekerjaan
6. Asbes
7. Radiasi
8. Obat-obatan
9. Polusi
10. Behavior Seks
11. Infeksi
Estimasi Kontribusi (%)
30%
3-13%
35-50%
1%
4%
3%
8%
4%
2%
7%
5-10%
Beberapa jenis Kanker dan Faktor Risikonya
Jenis Kanker
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Kulit
Payudara
Colorectal
Paru
Cervix
Endometrial
Kandung kemih
Mulut
Faktor Risiko
Terapar sinar matahari, nevus
Kegemukan, riwayat keluarga
Polip, riwayat keluarga,low fiber food
Rokok, asbes
Umur muda, intercourse, multiple seksual prtner, HPV
6 endometrial
Kegemukan, post-menopausal estrogen
Rokok
Rokok, alkohol
Upaya Pencegahan Kanker
I. Pencegahan tingkat pertama
a. Promosi Kesehatan masyarakat, misalnya :
1. Kampanye kesadaran masyarakat
2.. Program pendidikan kesehatan masyarakat
3. Promosi Kesehatan
b. Pencegahan Khusus, misalnya :
1. Intervensi sumber keterpaparan
2. Kemopreventif
II. Pencegahan tingkat II :
a. Diagnosis Dini, misalnya screening
b. Pengobatan, misalnya :
1. Kemotearapi
2. bedah
III. Pencegahan tingkat III
rehabilitasi misalnya perawatan rumah
KECELAKAAN LALU LINTAS
Masalah Kecelakaan Lalu Lintas
 Sekitar 3,5 juta jiwa di dunia terenggut tiap tahunnya akibat kecelakaan
dan kekerasandan sebanyak 2 juta di antaranya adalah korban
kecelakaan di jalan raya.
 Pada tahun 1988, menurut catatan Jasa Raharja, korban yang
meninggal, cacat, atau luka sekitar 36.000 jiwa.
 Tahun 1992 menjadi 40.500 jiwa korban Kecelakaan Lalu Lintas;lebih
100 kejadian per hari.
Masalah Penting Kecelakaan lalu Lintas adalah :
•
•
•
•
KLL adalah suatu masalah yang luas dan cuku rancu (kompleks)
Sekitar 90% disebabkan oleh faktor manusia (human factor)
Dapat terjadi di semua tempat : udara, laut, dan udara
Angka kejadian dan kematian yang tinggi. Setiap hari ada 30 orang
mati di jalanan Indonesia. Angka kematian yang tinggi, terutama
dengan cidera kepala. Kejadian yang ditemukan sekitar 40.000 KLL
setahun atau 100-150 KLL perhari dengan 30 korban jiwa, 54 luka
berat, 76 luka ringan.
Faktor Risiko KLL
 Faktor Manusia : pejalan kaki, penumpang
sampai pengemudi.
 Faktor pengemudi
 Keterampilan mengemudi
 Gangguan kesehatan (mabuk, ngantuk, letih)
 SIM : tidak semua pengemudi punya SIM
 Faktor penumpang
Misalnya jumlah muatan (baik penumpangnya
maupun barangnya) yang berlebih.
 Faktor pemakai jalanan
 Faktor Kendaraan
 Jenis-Jenis Kendaraan :
 Kendaraan tidak bermotor : sepeda,
becak, gerobak,
bendi/delman.
 Kendaraan bermotor : sepeda motor,
roda tiga/bemo, oplet, sedan, bus,
truk gandengan
 Faktor Jalanan : keadaan fisik
jalanan, rambu-rambu
jalanan.
 Kebaikan jalan
 Sarana jalanan
 Faktor Lingkungan : cuaca, geografik
Bentuk Kecelakaan di Jalan





Manusia
a. Pengemudi
b. Penumpang
c. Pemakai jalan lainnya
Kendaraan
Sepeda sampai mobil truk
Binatang
Tumbuhan
Bangunan, dan lain-lain
Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
KLL dapat mengakibatkan berbagai cidera sampai kematian
seperti : cedera kepala (trauma capitis), Faktor (patah tulang)
Ruptura lien (pecah limpa)
Upaya Pencegahan :
1. Safety fasilities : helmet,seat belt,sidewalk
(koridor),over head bridge (jembatan
penyeberangan), trafic signal (rambu jalanan)
2. Penggunaan helm
3. Law enforcement/peraturan
Helm dan KLL
 Helm (helmet) adalah salah satu alat proteksi cedera kepala
yang memungkinkan besar terjadi pada pengemudi kendaraan
beroda dua, khususnya sepeda motor.
 Peraturan wajib helm ini ditetapkan dalam peraturan SK
Menteri Perhubungan No. 188/Aj.403/PHB/86

Masalah pemakaian helm :
Tidak semua pengendara memakai helm
 Token complience (ketaatan semu): hanya pakai takut polisi, asal
pakai (tidak diikat dan pasang tepat; asal topi/kualitas rendah)
 Alasan tidak pakai: Malas, discomfort/rasa tidak enak

MEROKOK
Merokok
 WHO menyatakan, tembakau
membunuh lebih dari lima juta orang
pertahun, dan diproyeksi akan
membunuh 10 juta sampai tahun
2020.
 70% berasal dari negara berkembang
 Kematian akibat penyakit yang
disebabkan rokok sekitar 22,5 % dari
total kematian di Indonesia
Rokok
 Rokok merupakan salah satu produk industri dan komoditi internasional yg
mengandung sekitar 1.500 bahan kimiawi. Unsur-unsur yang penting antara lain ;
tar, nikotin, benzopyrin, metil kloride, aseton, amonia, dan karbonmonoksida.
 Kecenderungan Masalah Rokok :
 Umur usia merokok makin muda.
 Semakin banyak wanita merokok
 Kecenderungan peningkatan konsumsi rokok di negara sedang berkembang.
Demografis
Kesadaran penduduk yg rendah terhadap bahaya rokok
Sosial ekonomi meningkat dan kemampuan membeli rokok juga meningkat
Proteksi terhadap zat-zat berbahaya umumnya kurang
Perokok juga didominasi oleh kelompok pendapatan rendah dan pekerja
keras (blue car)
 Makin meningkatnya masalah passive smoking.
Merokok sebagai Faktor Risiko
1. Batuk menahun
2. Penyakit paru seperti penyakit paru obstruktif menahun
(PPOM), bronkhitis, dan empisema
3. Ulkus Peptikum
4. Infertiliti
5. Gangguan kehamilan, bisa berupa keguguran,
kehamilan luar rahim
6. Artherosklerosis sampai penyakit jantung koroner
7. Beberapa jenis kanker seperti kanker mulut, kanker
paru, kanker sistem pernapasan lainnya. Juga kanker
kandung kemih, pankreas, atau ginjal
MANUSIA USIA LANJUT
Manusia Lanjut Usia
 Lansia = Lanjut usia atau manusia usia lanjut (manula)
Golongan penduduk yang mendapat perhatian atau pengelompokan
tersendiri (populasi berumur 60 tahun atau lebih)
 Umur kronologis (kalender) manusia dapat digolongkan dalam
berbagai masa, yakni masa anak, remaja, dan dewasa. Masa dewasa
dapat dibagi atas dewasa muda (18-30 tahun), dewasa setengah baya
(30-60 tahun) dan masa lanjut usia (lebih 60 tahun)
 WHO mengelompokkan usia lanjut atas tiga kelompok : kelompok
middle age (45-59), kelompok elderly age (60-74) dan kelompok old
age (75-90)
Karakteristik Lansia
 Jenis Kelamin : Lansia lebih banyak pada wanita
 Status perkawinan : status masih pasangan lengkap atau
sudah hidup janda/duda akan mempengaruhi keadaan
kesehatan lansia baik fisik maupun psikologis.
 Living arrangement: misalnya keadaan pasangan, tinggal
sendiri atau bersama istri, anak atau keluarga lainnya.
 Kondisi kesehatan : kondisi umum dan frekuensi sakit
 Keadaan ekonomi
 Sumber pendapatan resmi
 Sumber pendapatan keluarga
 Kemampuan pendapatan.
Masalah Kesehatan Lansia
 Ketidakberdayaan fisik yang menyebabkan ketergantungan pada
orang lain
 Ketidakpastian ekonomi sehingga memerlukan perubahan total
dalam pola kehidupannya.
 Membuat teman baru untuk menggantikan mereka yang sudah
meninggal atau berpisah tempat
 Mengembangkan aktivitas baru untuk mengisi waktu luang
Perubahan pada proses menua
 Perubahan fisik-biologis/jasmani
 Kekuatan fisik secara menyeluruh dirasakan berkurang, merasa cepat
capek dan stamina menurun
 Sikap badan yang semula tegap menjadi membongkok, otot-otot
mengecil, hipotrofis, terutama di bagian dada dan lengan
 Kulit mengerut dan menjadi keriput
 Rambut memutih dan pertumbuhan berkurang
 Gigi mulai rontok
 Perubahan pada mata
 Pendengaran, daya cium dan perasa mulut menurun
 Pengapuran pada tulang rawan, seperti tulang dada sehingga rongga
dada menjadi kaku sulit bernapas.
 Perubahan mental-emosional/jiwa :
 Daya ingat menurun, terutama peristiwa yang baru saja terjadi
 Sering pelupa/pikun : sering sangat mengganggu dalam
pergaulan dengan lupa nama orang.
 Perubahan kehidupan seksual
Penyakit Lansia dapat meliputi :
–
–
–
–
Gangguan pembuluh darah: dari hipertensi sampai stroke
Gangguan metabolik : DM
Gangguan persendian : arthritis, encok dan terjatuh
Gangguan sosial : kurang penyesuaian diri & merasa tidak punya fungsi
lagi.
Penanganan Masalah Lansia
 Perlunya menyiapkan sarana pelayanan bagi lansia
 Perlu adanya lembaga yang dapat mengayomi para lansia
untuk dapat bekerja
 Diperlukan adanya jaminan penunjang biaya kesehatan untuk
lansia
 Pemikiran untuk kondisi sosial kekeluargaan yang mendukung
kehidupan lansia seperti extended family daripada pengadaan
nursing home atau rumah jompo.
Pendekatan keluarga sebagai pendekatan utama
dalam hal menghadapi lansia :










Menghormati dan menghargai orang tua
Bersikap sabar dan bijaksana terhadap perilaku usia lanjut
Memberikan kasih sayang, menyediakan waktu dan perhatian
Jangan menganggapnya sebagai beban
Memberikan kesempatan untuk tinggal bersama
Mintalah nasihat pada mereka dalam peristiwa-peristiwa
penting.
Mengajaknya dalam acara-acara keluarga
Dengan memberi perhatian yang baik terhadap orang tua,
maka kelak anak-anak kita akan bersikap sama terhadap kita
Membantu mencukupi kebutuhannya
Memeriksa kesehatan secara teratur
Terima Kasih

similar documents