Modul Manajemen Operasi 1

Report
MANAJEMEN OPERASI
KULIAH I





MO merupakan salah satu fungsi bisnis disamping
financial, marketing, maupun personalia.
Pada awalnya MO lebih banyak menfokuskan pada
opersi perusahaan manufaktur, sehingga dikenal
dengan istilah “Manajemen Produksi”.
Seiring dengan perkembangan sector jasa yang begitu
pesat, maka MO juga menfokuskan pembahasan pada
operasi jasa.
Dengan demikian lebih tepatlah kiranya kita
mempelajari ”Manajemen Operasi”.
Manajemen operasi merupakan kegiatan untuk
mengatur/mengelola secara optimal/manajemen
pengolahan sumber daya dalam proses
transformasi input menjadi output.
Manajemen Produksi adalah segala
kegiatan didalam menciptakan dan
menambah kegunaan (utility) sesuatu
barang atau jasa untuk kegiatan-kegiatan
dimana
dibutuhkan
faktor-faktor
produksi (tanah, modal, tenaga kerja dan
keahlian).
Produksi : Proses transformasi atau konversi
yang mengubah input menjadi output
Manajemen Operasi adalah Kegiatan
yang berhubungan dengan penciptaan
barang
dan
jasa
melalui
adanya
pengubahan input menjadi output
Contoh:
Output barang : pembuatan produk TV Sony,mobil
atau motor.
Output jasa : Proses yang terjadi di bank, rumah
sakit atau akademi
pendidikan.
- Proses transformasi
menjadi lebih efisien
- Output memiliki
nilai tambah
- Proses produksi
harus menciptakan
nilai
PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASI (MO)
MO adalah “serangkaian aktivitas untuk
menciptakan nilai barang/jasa melalui
transformasi input menjadi output”.
(Haizer & Render, 2004:).
MO yaitu proses pengarahan & pengawasan mengubah
bentuk input menjadi barang/jasa (output).
Krajewsky & Ritzman, (2005).
Pada definisi diatas, ada tiga hal yang perlu
diperhatikan :
 Fungsi, Manajer operasi bertanggung jawab
untuk mengelola departemen atau fungsi dalam
organisasi yang memproduksi barang dan jasa
 Sistem, Mengacu pada sistem transformasi
yang memproduksi barang atau jasa. Termasuk
didalamnya adalah membuat rancangan dan
analisis operasi
 Keputusan, Menyatakan pengambilan
keputusan sebagai unsur penting dalam
manajemen opersional.
Fungsi manajemen dalam manajemen operasi adalah
POAC
(Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling)
Planning ialah perencanaan dari suatu kegiatan, dalam perencenaan itu dibuat tujuan
dan rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Termasuk pembuatan visi dan Misi.
Mis: perencanaan produk,perencanaan fasilitas, dan perencanaan penggunaan
Sumber daya produksi.
Organizing ialah pengaturan sumber daya yang dimiliki untuk menjalankan rencana
yang sudah ditetapkan pada fungsi planning, termasuk menentukan struktur
individu, grup, seksi, bagian, divisi atau departemen dalam sub sistem operasi juga
menentukan dan mengatur kebutuhan sumber daya, wewenang dan tanggung jawab
yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Actuating ialah fungsi kepemimpinan seorang manajer. Bagaimana turut campur
seorang manajer dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja dengan cara
memimpin mengawasi dan memotivasi karyawan dalam melaksanakan tugas,
mengembangkan standar dan jaringan komunikasi diperlukan agar pengorganisasian
dan pergerakan sesuai dengan yang direnanakan dalam mencapai tujuan
Controlling ialah suatu kegiatan menilai kinerja beredasarkan standar atau ketetapan
yang ada, dan penilaian itu di feed back dengan perubahan.
Mengarahkan organisasi atau perusahaan
untuk dapat :





menghasilkan output sesuai yang diharapkan
pasar
menghasilkan output secara efisien
menghasilkan nilai tambah yang semakin besar
secara efisien
sebagai pemenang dalam kegiatan persaingan
menghasilkan output yang semakin digemari
pelanggan
Unsur utama manajemen operasi
 Input yang digunakan dapat bersifat sederhana atau kompleks.
 Proses transformasi merupakan kegiatan penambahan nilai,
 Yang diperhatikan dalam proses transformasi adalah:
 Efisiensi
 Kualitas
 Tenggang waktu
 Fleksibilitas
 Output berupa barang atau jasa.
 Lingkungan
Inputs
Process
Outputs
Land,
Labor,
Capital,
Production or Service
Materials,
System
Equipment,
Management
Goods
and
Services
Fungsi (sistem) operasi adalah bagian dari organisasi yang ada terutama
untuk membuat dan menghasilkan produk perusahaan, barang maupun jasa.
Fluktuasi Acak
Masukan
• Tanah
• T.Kerja
• Modal
• Manajemen
Diperlukan
Monitor
Penyesuaian
Keluaran
PROSES
TRANSFORMASI
Umpan Balik
Perbandingan
Kenyataan
Vs
Rencana
Keluaran
• Barang
• Jasa
Fluktuasi Acak
• Cuaca
• Inflasi
• Campur tangan Pemerintah
• Kerusakan Peralatan
Masukan
• Tanah
• Petani
• Traktor
• Bangunan
• Manajerial
Skill
Keluaran
Proses
Konversi
+/Umpan Balik
• Kondisi Tanah
• Panenan
• Harga
• Padi
• Daging
• Susu
• Jagung, dll
Fluktuasi Acak
• Keterlambatan penyerahan
• Pertukaran tenaga kerja
Masukan
• Tanah
• T. Kerja
• Bangunan dan
peralatan
• Brg Dagangan
• Manajer toko
Keluaran
Proses
Konversi
+/Umpan Balik
• Tingkat persediaan
• Efisiensi T. Kerja
• Volume Penjualan
Pelanggan yang
telah dilayani
dengan barang
yang diinginkan

Ditetapkan sebagai kriteria
pengukuran prestasi :




Biaya, yang meliputi biaya tenaga
kerja, biaya modal dan biaya opersi
tahunan
Kualitas, sebagai sasaran maka
kualitas produk atau jasa harus
dijaga untuk kepuasan pelanggan
Penyerahan, mengacu pada
kemampuan operasi untuk
memenuhi permintaan penyerahan
produk atau jasa kepada pelanggan
secara konsisten
Fleksibilitas, dalam operasi
produksi adalah reaksi yang cepat
terhadap perubahan volume dan
memperkenalkan produk baru
Biaya
Penyerahan
Fleksibilitas
Kualitas
Sepuluh Keputusan Strategis MO










Desain Produk dan jasa
Manajemen Mutu
Desain proses dan kapasitas
Lokasi
Desain tata letak
SDM
Supply
Persediaan, perencanaan dan kebutuhan
bahan
Penjadwalan
Perawatan/pemeliharaan

FUNGSI MANAJEMEN OPERASI (Yamit, 1996)
 Menentukan layout produksi secara efisien
 Pemeliharaan agar tercipta kontinuitas produksi
 Meminimalisasi produk cacat atau gagal
 Menentukan desain produk
 Menentukan skedul kerja yang efektif
 Mengevaluasi biaya dari tambahan jam kerja
 Memperbaiki sistem informasi dengan supllier
 Efisiensi produksi
TUJUAN MANAJEMEN OPERASI

Efisiensi dan efektifitas produksi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan mesin yang efisien
agar tidak menyita waktu dalam gerakan.
Melakukan pemeliharaan agar menjamin keandalan dan kontinuitas
operasi
Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki proses produksi
untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya rendah.
Menentukan komponen yang akan dibuat atau dibeli dari para suplier
Menentukan atau memperbaiki skedul kerja
Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika terjadi penambahan jam kerja
Memperbaiki sistim informasi produksi dnegan para suplier
Memperbaiki manajemen persediaan
Memperbaiki produktifitas
Mengurangi, jika memungkinkan menghapus pemborosan
Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu proses
 PERENCANAAN
 PENGORGANISASIAN
 PEMBENTUKAN
 KEPEMIMPINAN
 PENGENDALIAN
STAF
 Teknologi/Metode
 Pemanfaatan
fasilitas/ruang
 Isu-isu strategi
 Waktu tanggapan
 Manusia/pembentukan tim
 Layanan pelanggan
 Mutu
 Pengurangan biaya
 Pengurangan persediaan
 Produktivitas
MO diterapkan diberbagai jenis organisasi misal:
manufaktur, perkebunan, rumah sakit,
perhotelan atau perbankan.
 Perencanaan tataletak misal : sekolah, restoran
atau biro perjalanan, tetapi akan terasa sangat
penting pada industri manufaktur.
Organisasi proses manufaktur:
1. Contious Process Industries, misal:industri
pupuk, gula, semen atau tepung terigu
2. Intermitten Proses Industries (discrete Part
Manufacturing) industri yang memproduksi
barang secara individu, unit perunit. Misal:
industri elektronik, kendaraan bermotor,
peralatan kantor, alat rumah tangga

Intermitten process industries dibagi 2 jenis:
1. Jobbing hop Production, memproduksi berbagai
jenis barang berbeda dengan volume rendah. Perlu
peralatan fleksibel dan TK ahli. Misal bengkel
mesin, perusahaan mebel, butik pakaian.
2. Batch production, memproduksi dalam batch/lot
kecil dengan berbagai tahap pengerjaan, misal :
pabrik perakitan mesin dan peralatan pabrik,
dimana jumlah unit produksi per jenisnya cukup
besar tetapi produksi dalam bentuk massal.
3. Mass Production (Repetitive Manufacturing), jenis
barang diproduksi relatif sedikit tetapi volume
produksi besar, seluruh produk biasanya
distandarisasikan. Misal: pembuatan dan perakitan
kendaraan bermotor niaga roda empat, lampu pijar,
televisi.
 MO
merupakan salah satu dari 3 fungsi utama
sebuah organisasi (marketing, finance, operations).
 Untuk mengetahui bagaimana barang dan jasa
diproduksi.
 MO merupakan bagian yang paling banyak
mengeluarkan biaya dalam sebuah organisasi.
 Untuk mengetahui dan memahami apa yang
dikerjakan oleh manajer operasi (proses
manajemen: perencanaan, pengorganisasian,
pengaturan karyawan, pengarahan dan
pengendalian)
3 fungsi dalam sebuah organisasi yang harus dijalankan
demi kelangsungan hidup sebuah organisasi :

Pemasaran (marketing), yang
menghasilkan permintaan/menerima
pesanan berupa barang/jasa

Produksi/operasi (operation), yang
menghasilkan produk

Keuangan/akutansi (finance), yang
mengawasi sehat atau tidaknya sebuah
organisasi, mis: membayar tagihan, dan
mengumpulkan uang.
Airline
Marketing
Flight
Operations
Operations
Ground
Support
Facility
Maintenance
© 1984-1994 T/Maker Co.
Finance/
Accounting
Catering
Perusahaan Manufaktur
Perusahaan Manufaktur
Operasi:
Fasilitas
Konstruksi; perawatan
Produksi dan pengendalian persediaan
Penjadwalan; pengendalian bahan baku
Jaminan kualitas dan pengendalian mutu
Manajemen rantai pasokan
Manufaktur
Peralatan; pabrikasi;perakitan
Desain
Pengembangan dan desain produk
Spesifikasi produk terperinci
Rekayasa industri
Penggunaan mesin, ruang, tenaga kerja yang
efisien
Analisis proses
Pengembangan dan pemasangan peralatan dan
perlengkapan produk
Aktivitas MO
Keuangan/Akuntansi:
Pengeluaran kredit
Piutang usaha
Utang usaha
Buku besar
Pengelolaan dana
Pasar uang
Pertukaran int
Kebutuhan modal
Penerbitan saham
Penerbitan dan
penarikan obligasi
Pemasaran:
Promosi
Penjualan
Iklan
PenjualanRiset pasar
Perusahaan Jasa
Perusahaan Penerbangan
Operasi:
Peralatan pendukung di darat
Perawatan
Operasi di darat
Perawatan fasilitas
Catering
Operasi Penerbangan
Penjadwalan kru pesawat
Penerbangan
Komunikasi
Pengiriman
Ilmu pengetahuan manajemen
Aktivitas MO
Keuangan/akuntansi:
Akuntansi
Utang usaha
Piutang usaha
Buku besar
Keuangan
Pengendalian kas
Pertukaran internasional
Pemasaran:
Administrasi perdagangan
Penetapan harga
Penjualan
Pengiklanan








Berwujud, memiliki sifat fisik
tertentu
Dapat disimpan
Proses produksinya banyak
menggunakan mesin.
Proses produksi dan konsumsi
tidak berlangsung secara
bersamaan.
Kontak dengan konsumen
rendah.
Beberapa aspek kualitas dapat
diukur.
Atribut, seperti harga,
kemasan lebih jelas.
Pasar lebih mudah diperluas
(lebih luas)








Tidak berwujud, tidak memiliki
sifat fisik .
Tidak dapat disimpan.
Proses produksinya lebih
banyak mengunakan faktor
manusia.
Proses produksi dan konsumsi
berlangsung di waktu yang
sama.
Kontak dengan konsumen
pengguna jasa tinggi.
Kualitas produk bersifat
subjektif diantara pengguna
jasa.
Atribut produk seringkali tidak
jelas.
Pasar sulit diperluas (lebih
bersifat lokal)
Persamaan Manufacture & service:
• Kedua tipe sama-sama menawarkan produk
• Input manufaktur maupun jasa dapat disimpan.
• Memfokuskan kepada kepuasan pelanggan
Jasa murni: Jasa yang tidak menyertakan barang nyata (ex: konseling)
Persentase produk yang merupakan barang
Persentase produk yang merupakan Jasa
Merupakan Perbandingan antara output (barang
dan jasa) dibagi dengan satu atau lebih input
(tenaga kerja, modal, atau manajemen).
Digunakan untukmengukur kinerja manajemen
operasi.
Output yang dihasilkan
Productivity=
Output yang dihasilkan
Productivity=
Input yang digunakan
TK+Bhn
Baku+Energi+Modal+lain2
Productivity = Efisiensi
Tugas seorang Manajer Operasi meningkatkan
perbandingan antara output dan input

Pembuatan barang dan jasa. Produksi yang tinggi
dapat mencerminkan bahwa lebih banyak orang
yang bekerja dan tingkat ketenagakerjaan tinggi
(tingkat pengangguran rendah), tetapi belum
tentu mencerminkan tingginya produktivitas.

Produktivitas faktor tunggal (single factor
productivity) : rasio satu sumber daya (input)
terhadap barang dan jasa yang dihasilkan (output).
Produktivitas multi faktor ( multifactor produktivity)
: rasio banyak atau seluruh sumber daya (input)
terhadap barang dan jasa yang dihasilkan (output)

1. Tenaga kerja
2. Modal
3. Manajemen
Peningkatan kontribusi tenaga kerja pada produktivitas
disebabkan oleh tenaga kerja yang lebih sehat,
berpendidikan lebih baik dan lebih terjamin (bergizi baik).
Ada tiga variabel kunci untuk meningkatkan produktivitas
tenaga kerja, yaitu;
1.Pendidikan dasar yang cocok
2.Kecukupan gizi dari tenaga kerja
3.Biaya sosial yang membuat tenaga kerja tersedia, seperti
transportasi dan sanitasi
Modal merupakan investasi perusahaan dalam bentuk peralatan
& mesin.
Manajemen bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa
tenaga kerja dan modal digunakan secara efektif untuk
meningkatkan produktivitas.
Masyarakat terdidik: masyarakat dengan tenaga kerja yang
telah berpindah dari pekerjaan kasar ke pekerjaan yang
berbasis teknologi dan informasi yang memerlukan
pendidikan yang berkesinambungan
Menurut Ralp C. Davis

keputusan adalah hasil pemecahaan masalah yang di
hadapinya dengan tegas. Keputusan merupakan
jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan.
Keputusana dapat pula berupa tindakan terhadap
pelaksanaan yang sangat menyimpang dari rencana
semula.
Menurut James A.F. Stoner
Keputusan adalah pemilihan di antara alternatif-alternatif .

Definisi ini mengandung tiga pengertian, yaitu :



ada pilihan atas dasar logika atau pertimbangan
ada beberapa alternative yang harus di pilih salah satu
yang terbaik.
Ada tujuan yang ingin dicapai, dan keputusan itu makin
mendekatkan pada tujuan tersebut.
1.
Intuisi
Pengambilan keputusan yang berdasarkan atas intuisi atau perasaan
memiliki sifat subjektif, sehingga mudah terkena pengaruh
2. Pengalaman
pengalaman pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki
manfaat bagi pengetahuan praktis.
3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan
keputusan yang sehat, solid, dan baik.
4. Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh
pemimpin terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi
kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya.
5. Rasional
Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan
yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten
untuk memaksimalkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu,
sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan
apa yang diinginkan
Tujuan Pengambilan keputusan dapat dibagi dua yaitu sebagai
berikut:
1. Tujuan yang bersifat tunggal
Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi
apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu
masalah, artinya bahwa sekali diputusankan, tidak akan ada
kaitannya dengan masalah lain.
2. Tujuan yang bersifat ganda
Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi
apabila keputusan yang di hasilkan itu menyangkut lebih dari
satu masalah, artinya bahwa satu keputusan yang di ambil itu
sekaligus memecahkan dua masalah yang bersifat kontradiktif
atau yang bersifat tidak kontradiktif.
Pembuatan keputusan merupakan elemen
penting bagi seorang manajer operasional dalam
pengelolaan bisnisnya. Semua manajer
operasional harus dapat membuat keputusan
yang tepat agar dapat menentukan efektivitas
dan efisiensi dalam pengelolaan bisnisnya.
 Pembuatan keputusandapat dilihat dari berbagai
perspektif yang berbeda. Dari sudut pandang
sempit pembuatan keputusan adalah kegiatan
pemilihan atas beberapa alternatif (choice
making) berbeda. Dari sudut pandang lebih luas,
pengambilan keputusan menggambarkan suatu
proses rangkaian kegiatan yang dipilih sebagai
penyelesaian suatu masalah.

Perencanaan dibagi 3 kelompok:
1.
Perencanaan jangka panjang (18-60 bulan)
menyangkut hal-hal strategis, mis: perencanaan
fasilitas/lokasi dan pengembangan, penentuan
kapasitas, pengembangan produk baru, investasi.
2.
Perencanaan jangka menengah (3-18 bulan)
menyangkut hal-hal dalam membuat keputusan
taktis. Contoh: perencanaan penjualan,
perencanaan dan anggaran produksi, penentuan
tingkat TK, tingkat persediaan, dsb.
3.
Perencanaan jangka pendek (<3 bulan), tanggung
jawab personel operasi yang bekerja dengan
SPV/foreman. Contoh: penugasan kerja,
penjadwalan, pembebanan, pengurutan dan
pengiriman.
 Perancangan
suatu barang dan
jasa,kualitas,perancangan proses, pemilihan
lokasi, perancangan tata letak, sumber daya
manusia, dan rancangan pekerjaan berikut
manajemen rantai pasokan, persediaan,
penjadwalan, serta pemeliharaan yang
diterapkan guna menghasilkan tujuan yang
efektif sesuai dengan strategi organisasi
tersebut.
 Tujuan/dasar
pemikiran yang melandasi
keberadaan suatu organisasi.Pernyataan
misi menghasilkan batasan dan fokus
organisasi serta konsep dalam menjalankan
perusahaan, dimana misi menyatakan adanya
suatu organisasi.
Contoh: Hard Rock Café
Misi: menyebarkan jiwa Rock ‘n’ Roll dengan menyajikan
hiburan dan makanan istimewa. Berjanji menjadi anggota
masyarakat yang berpengaruh, menyumbangkan dan
menawarkan kepada keluarga Hard Rock lingkungan kerja
yang menyenangkan, sehat, serta terpelihara dengan tetap
menjamin keberhasilan jangka panjang.
 Rencana
suatu organisasi untuk mencapai
misi dan tujuannya. Strategi-srategi ini
memanfaatkan peluang dan kekuatan
menetralkan ancaman serta menghindari
kelemahan sehingga setiap wilayah
fungsional mempunyai strategi untuk
mencapai misinya dan membantu organisasi
mencapai tujuan keseluruhan.
SWOT (strength,weakness,opportunities,threats) kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman
 Misi
: rumusan tentang fungsi2 pokok dalam
suatu organisasi,yg terkait dengan pemenuhan
kebutuhan masyarakat sehingga menjadi alasan
dari keberadaanorganisasi tersebut.
 Misi : latar belakang keberadaan organisasi
 Misi : inti dari strategi
 Contoh Misi :
Circle K : memuaskan kebutuhan pelanggan dengan
menyediakan berbagai barang dan jasa di berbagai
tempat
 American Red Cross : meningkatkan mutu hidup
manusia, meningkatkan kesadaran diri dan perhatian
pada orang lain, dan membantu orang-orang
mencegah, siap siaga dan mengurangi keadaan darurat

 Strategi
: rencana aksi organisasi untuk mencapai
misi
 Secara konseptual misi organisasi (bisnis) dapat
dicapai dengan 3 cara :



Diferensiasi  Berbeda; Lebih baik
Biaya  Lebih murah (kualitas std)
Fokus Delivery lebih cepat
 Tugas
manajer operasi/produksi : menterjemahkan
menjadi tugas-tugas yang dapat diwujudkan secara
tuntas
 Cara
melakukan diferensiasi penawaran dari
suatu organisasi sehingga pelanggan
menerimanya sebagai nilai tambah.

Mencapai nilai maksimum sebagaimana yang
diinginkan pelanggan, artinya dibutuhkan sebuah
pengujian melalui keputusan manajemen operasi
dengan usaha yang maksimal guna menurunkan biaya
dan tetap memenuhi nilai harapan pelanggan
 Seperangkat
nilai yang terkait dengan hasil
yang cepat fleksibe (memenui perubahan
yang terjadi di pasar baik rancangan maupun
fluktuasi volume penjualan) dan dapat
diandalkan sebagai keseluruhan nilai yang
terkait dengan pengembangan dan
pengantaran barang yang tepat waktu dan
berkinerja fleksibel.
Perkenalan
Pertumbuhan
Kedewasaan
• Desain dan
pengembangan
produk sangat
penting
• Perubahan produk
dan proses
perubahan desain
• Kelebihan
kapasitas
• Proses produksi
pendek
• Keahlian tenaga
kerja tinggi
• Biaya produksi
tinggi
• model dibatasi
• Perhatian pada
kualitas
• Peramalan sangat
penting
• Produksi dan
proses reliabel
• Perbaikan produk
yg kompetitif
• Meningkatkan
kapasitas
• Perubahan ke arah
orientasi produk
• Peningkatan
distribusi
•Standarisasi
• Perubahan produk
• Kapasitas optimal
• Meningkatkan
stabilitas proses
pabrikasi
• Rendahnya
keahlian tenaga
kerja
• Proses produksi
panjang
• Perhatian pada
perbaikan dan
penurunan biaya
produksi
• Pemeriksaan
kembali kebutuhan
desain
Penurunan
• Diferensiasi
produk kecil
• Meminimalkan
biaya
• Kelebihan
kapasitas dalam
industri
• Memangkas jalurjalur yg tidak
menghasilkan
margin
• Pengurangan
kapasitas
Analisis Lingkungan : identifikasi tantangan, peluang, kelemahan dan
kekuatan; memahami lingkungan, pelanggan, industri dan pesaing
Menentukan Misi: menyatakan latarbelakang organisasi dan mengidentifikasi
nilai yang diciptakannya
Membentuk Strategi: membangun keunggulan kompetitif, HARGA,
FLEKSIBILITAS, DESAIN/VOLUME, DELIVERI, KEANDALAN, LINI PRODUK
Menerapkan Strategi Utama dan Membentuk Strategi Bidang Fungsional
Pemasaran
Keuangan
• Mutu : harapan pelanggan & kinerja
• Produk: pesanan/standarisasi
• Proses : ukuran fasilitas; teknologi
• Lokasi : dekat pemasok/pelanggan
• Manusia: spesialisasi/pengayaan
Operasi/Produksi
• Tata Letak : sel kerja/perakitan
• Persediaan: pemesan kembali
• Pembekalan: pemasok tunggal?
• Penjadwalan: produksi stabil ?
• Pemeliharaan:
 Pengembangan
dan penerapan strategi suatu
perusahaan yaitu berusaha untuk memahami
permasalahan yang timbul dalam
mengembangkan strategi yang efektif,
mengevaluasi suatu kekuatan dan kelemahan
internal serta peluang dan ancaman yang
terdapat dilingkungan perusahaan tersebut,
Hal ini dikenal juga sebagai analisis SWOT
(strength, weakness, oppurtunities, threats)
Sales will be $200
Million!
What is Forecasting ???




Peramalan adalah seni dan ilmu untuk memprediksi masa
depan.
Peramalan adalah perhitungan yang objektif dengan
menggunakan data-data masa lalu untuk menentukan kondisi
dimasa mendatang.
Peramalan merupakan alat bantu dalam membuat
perencanaan yang efektif dan efisien.
Peramalan dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan
data historis dan memproyeksikannya ke masa mendatang
dengan suatu model matematis.
Sales will be
$200 Million!

Peramalan ekonomi: menjelaskan siklus bisnis dengan
memprediksi:
tingkat inflasi
 Ketersediaan jumlah uang
 Dana yang diperlukan
 Indikator perencanaan lainnya



Peramalan teknologi, memperhatikan tingkat kemajuan
teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik
yang membutuhkan pabrik dan peralatan baru.
Peramalan permintaan, proyeksi permintaan untuk produk
atau layanan suatu perusahaan atau biasa disebut juga
peramalan penjualan dalam hal :
- Pengendalian produksi, kapasitas, sistem penjadwalan dan
input bagi rencana keuangan, pemasaran dan sumber SDM.
Sales will be
$200 Million!







Menetapkan tujuan peramalan
Memilih unsur yang akan diramalkan
Menentukan horizon waktu peramalan
Memilih jenis metode peramalan
Mengumpulkan data yang diperlukan untuk melakukan peramalan
Membuat peramalan
Memvalidasi dan menerapkan peramalan

Peramalan yang menggabungkan faktor seperti intuisi,emosi,
pengalaman pribadi dan menganalisa kondisi objektif dengan apa
adanya.

Peramalan yang menggunakan model matematis yang beragam
dengan data masa lalu. Metode ini dapat digunakan apabila:

Tersedia data dan informasi masa lalu

Data dan informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam
bentuk numerik

Disumsikan beberapa aspek masa lalu akan berlanjut di
masa yang akan datang
METODA - METODA PERAMALAN
METODA KUALITATIF YANG TERDIRI DARI :

METODA DELPHI

JURI DARI OPINI EKSEKUTIF (JURY OF EXECUTIVE OPINION)

KOMPOSIT TENAGA PENJUALAN (SALES FORCE COMPOSITE)

SURVEY PASAR KONSUMEN (CONSUMER MARKET SURVEY)
2. METODE KUANTITATIF

SIMPLE AVERAGE

MOVING AVERAGE

WEIGHTED MOVING AVERAGE

EXPONTIAL SMOOTHING

REGRESSI LINIER

REGRESSI NON LINIER

BOX JENKINS
3. METODA CAUSAL

KORELASI – REGRESSI

ECONOMETRIE MODEL
1.

36



Menggunakan suatu proses
kelompok
3 jenis partisipan
 Pengambil Keputusan
 Staff
 Responden
Kelompok responden yang
memberikan input pada
pengambil keputsan.
Decision Makers
(Sales?)
(Sales will be
50!)
Staff
(What
will
sales
be?
survey)
Respondents
(Sales will be 45,
50, 55)
 Terdiri dari sekumpulan kecil para pakar tingkat
tinggi/manajer.
 Pendapat dari para manajer digabungkan dalam
bentuk statistik untuk mendapatkan prediksi
permintaan.
 Setiap penjual memperkirakan
berapa penjualan yang dapat
dicapai dalam wilayahnya
 Digabungkan pada tingkat wilayah
dan nasional untuk mendapatkan
peramalan secara keseluruhan
 Sales harus mengetahui apa yang
diinginkan konsumen
Sales
© 1995 Corel Corp.
 Tanyakan pada konsumen
mengenai rencana
pembelian di masa depan
 Terkadang sulit dalam
menjawab pertanyaan
How many hoHow many hours
will you use the Internet next
week?
© 1995 Corel
Corp.
 Naïve
approach
 Moving averages
 Exponential smoothing
 Trend
projection
 Linear regression
Time-series Models
Associative
models
 Teknik
peramalan yang menggunakan
sejumlah data masa lalu untuk membuat
peramalan.

Teknik peramalan yang
mengasumsikan permintaan periode
berikutnya sama dengan permintaan
pada periode terakhir.
© 1995 Corel Corp.
 Suatu
metode peramalan yang menggunakan
n rata-rata priode terakhir data untuk
meramalkan periode berikutnya.

Teknik peramalan rata-rata bergerak dengan pembobotan
di mana titik data dibobotkan oleh fungsi eksponensial.


Menggunakan lebih banyak variabel yang berhubungan
dengan besaran yang di prediksi (adanya variabel bebas dan variabel terikat)
Model matematika garis lurus untuk menggambarkan
hubungan fungsional antara variabel-variabel yang bebas
maupun variabel-variabel yang terikat.
Permintaan dalam periode n sebelumnya

MA 
n
n adalah jumlah periode dalam rata-rata bergerak
You’re manager of a museum store that
sells historical replicas. You want to
forecast sales (000) for 2003 using a 3period moving average.
1998
4
1999
6
2000
5
2001
3
2002
7
© 1995 Corel Corp.
Time
1998
1999
2000
2001
2002
2003
Response
Yi
4
6
5
3
7
NA
Moving
Total
(n=3)
NA
NA
NA
4+6+5=15
Moving
Average
(n=3)
NA
NA
NA
15/3 = 5
Time
Aktual
Yi
1998
1999
2000
2001
2002
2003
4
6
5
3
7
NA
Moving
Total
(n=3)
NA
NA
NA
4+6+5=15
6+5+3=14
Moving
Average
(n=3)
NA
NA
NA
15/3 = 5
14/3=4 2/3
Time
1998
1999
2000
2001
2002
2003
Response
Yi
4
6
5
3
7
NA
Moving
Total
(n=3)
NA
NA
NA
4+6+5=15
6+5+3=14
5+3+7=15
Moving
Average
(n=3)
NA
NA
NA
15/3=5.0
14/3=4.7
15/3=5.0
Sales
8
6
4
2
95
Actual
Forecast
96
PowerPoint presentation to accompany
Heizer/Render – Principles of Operations
Management, 5e, and Operations Management,
7e
97 98
Year
4-71
99
00
© 2004 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458


Ft = At - 1 + (1-)At - 2 + (1- )2·At - 3
+ (1- )3At - 4 + ... + (1- )t-1·A0



Ft = Forecast value
At = Actual value
 = Smoothing constant
Ft
= Ft-1 + (At-1 - Ft-1)

Use for computing forecast
Pengaruh smoothing :
-makin besar  smootihing smakin kecil
-makin kecil  smoothing smakin besar
-dalam metode single exponential smoothing adalah mencari
 optimum yang akan memberikan MSE/MAD minimum.
You’re organizing a Kwanza meeting.
You want to forecast attendance for
2000 using exponential smoothing
( = .10). The1995 forecast was 175.
1995
180
1996
168
1997
159
1996
175
1999
190
© 1995 Corel Corp.
4-73
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Forecast, Ft
(α = .10)
Time Actual
1995
180
1996
168
1997
159
1998
175
1999
190
2000
NA
175.00 (Given)
175.00 +
4-74
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Forecast, Ft
(α = .10)
Time Actual
1995
180
1996
168
1997
159
1998
175
1999
190
2000
NA
175.00 (Given)
175.00 + .10(
PowerPoint presentation to accompany
Operations Management, 6E (Heizer & Render)
4-75
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Time Actual
1995
180
1996
168
1997
159
1998
175
1999
190
2000
NA
Forecast, Ft
(α = .10)
175.00 (Given)
175.00 + .10(180 -
4-76
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Time Actual
1995
180
1996
168
1997
159
1998
175
1999
190
2000
NA
Forecast, Ft
(α = .10)
175.00 (Given)
175.00 + .10(180 - 175.00)
4-77
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Time Actual
1995
180
1996
168
1997
159
1998
175
1999
190
2000
NA
Forecast, Ft
(α = .10)
175.00 (Given)
175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50
4-78
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Time Actual
Forecast, Ft
(α = .10)
1995
180
175.00 (Given)
1994
168
175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50
1995
159
175.50 + .10(168 - 175.50) = 174.75
1996
175
1997
190
1998
NA
4-79
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Time Actual
Forecast, Ft
(α = .10)
1995
180
175.00 (Given)
1996
168
175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50
1997
159
175.50 + .10(168 - 175.50) = 174.75
1998
175
174.75 + .10(159 - 174.75)= 173.18
1999
190
2000
NA
4-80
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Time Actual
Forecast, Ft
(α = .10)
1995
180
175.00 (Given)
1996
168
175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50
1997
1998
159
175.50 + .10(168 - 175.50) = 174.75
175
174.75 + .10(159 - 174.75) = 173.18
1999
190
173.18 + .10(175 - 173.18) = 173.36
2000
NA
4-81
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Ft = Ft-1 + · (At-1 - Ft-1)
Time Actual
Forecast, Ft
(α = .10)
1995
180
175.00 (Given)
1996
168
175.00 + .10(180 - 175.00) = 175.50
1997
159
175.50 + .10(168 - 175.50) = 174.75
1998
175
174.75 + .10(159 - 174.75) = 173.18
1999
190
173.18 + .10(175 - 173.18) = 173.36
2000
NA
173.36 + .10(190 - 173.36) = 175.02
4-82
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
Sales
190
180
170
160
150
140
93 94
Actual
Forecast
95 96
Year
4-83
97
98
© 2001 by Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River,
N.J. 07458
KAPASITAS ??

hasil produksi atau jumlah unit yang dapat ditangani, diterima,
disimpan atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode
waktu tertentu.

Jumlah output maksimum yang dapat diproduksi/dihasilkan oleh
suatu fasilitas selama periode atau selang waktu tertentu.

Kapasitas juga menentukan apakah permintaan dapat dipenuhi
atau apakah fasilitas yang ada akan berlebihan.

Biasanya dinyatakan dalam bentuk unit produk yang dihasilkan per
satuan waktu.

Misal: 5 unit mobil/hari, 6 pasien/ jam
 Kapasitas
Design: output maksimum sistem
secara teoritis dalam suatu periode waktu
tertentu dengan kondisi ideal. (jumlah baja yang
dapat diproduksi setiap minggu,setiap bulan atau setiap tahun).
 Kapasitas
efektif: - kapasitas yang
diperkirakan dapat dicapai dengan bauran
produk, metode penjadwalan, pemeliharaan,
dan standar kualitas tertentu.
- Kapasitas yang
diperkirakan dapat dicapai oleh sebuah
perusahaan dengan keterbatasan operasi
yang ada.
 Menambah
mesin.

fasilitas, menambah peralatan
Sub kontrak, menambah peralatan, menambah
jumlah giliran kerja, menambah karyawan,
membuat atau menggunakan persediaan.
 Menjadwalkan
pekerjaan, menjadwalkan
karyawan, mengalokasikan mesin.
Utilisasi : persentase dari kapasitas design
yang sesungguhnya telah dicapai.
Output Aktual
Utilisasi =
Kapasitas Desain
Efisiensi : persentase dari kapasitas efektif
yang sesungguhnya telah dicapai.
Output Actual
Efisiensi =
CapacityEffective

Dik:
desain capacity: 100 mobil/minggu
Kapasitas aktual: 68 mobil/minggu
kapasitas effektif: 85 mobil/minggu
Effisiensi = output aktual/kapasitas efektif
= (68 / 85) x 100%
= 80%
Utilitas = output aktual/ kapasitas desain
= (68 / 100) x 100%
= 68%
o
Dik :
Perush roti memproduksi 150.000 roti. Kapasitas efektif 175.000 roti.
Pabrik berproduksi 7 hari seminggu dengan 3 giliran kerja masing-masing 8 jam.
Perush tersebut dirancang untuk memproduksi 1200 roti per jam.
Hitung kapasitas design. Utilisasi dan efesiensinya.
Kapasitas Desain = (7 hari x 3 giliran kerja x 8 jam) x 1.200 roti/jam = 201.600 unit
Utilisasi = output aktual / kapasitas desain
= 150.000 / 201.600 = 74,4 %
Efisiensi = output aktual / kapasitas efektif
= 150.000 / 175.000 = 85,71%
 Analisa
Titik Impas (Break Even Point
Analysis)
Cara menemukan sebuah titik dalam satuan
dollar dan unit dimana biaya sama dengan
keuntungan.
Dengan mengetahui break even ini
diharapkan pada volume penjualan berapa
perusahaan mencapai titik impasnya, yaitu
tidak rugi ataupun tidak untung.
 Pohon
Keputusan (Decision Tree)
Analisis ini memerlukan estimasi mengenai biayabiaya, diantaranya:
Biaya tetap (fixed cost): Biaya yang tetap ada
meskipun tidak ada unit yang diproduksi.
Contoh :biaya depresiasi, pajak bumi dan bangunan,
bunga kredit, dan gaji pimpinan.
Biaya variabel (variable cost): Biaya yang bervariasi
sesuai dengan banyaknya unit yang diproduksi.
contoh :biaya tenaga kerja langsung, biaya material.
Pendapatan : diasumsikan berbentuk linier dimana
besarnya bertambah sesuai dengan pertambahan
volume penjualan.

Rumus Break Event Point (BEP) untuk single product
adalah:
Dimana :
BEP x = titik impas dalam unit
BEP $ = titik impas dalam dolar
F
= fixed cost (biaya tetap)
V
= variable cost (biaya variabel)/unit
P
= Harga/unit (setelah semua potongan)
X
= jumlah unit yang diproduksi
Rumus BEP untuk multiple product adalah:
Dimana :
BEP $ = titik impas dalam dolar
F
= fixed cost (biaya tetap)
V
= variable cost (biaya variabel)/unit
P
= Harga/unit (setelah semua potongan)
i
= produk
W= persentase setiap produk dari total penjualan
BEP single Product
Dik :
Biaya tetap $10.000
Biaya pekerja langsung $1,50/unit
Bahan $ 0,75/unit
Harga jual $4/unit
Berapa BEPx dan BEP$?
Jawab :
BEP multi produk
Berapa titik impas untuk penjualan sandwich ??
Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan
untuk menambah kapasitasnya. Alternatif pertama
tidak melakukan pembangunan, membangun pabrik
kecil, membangun pabrik sedang, atau membangun
pabrik besar. Jika pabrik besar dibangun akan
memberikan keuntungan $100.000, danjika tidak
menguntungkan akan menghasilkan laba $90.000.
Pabrik berukuran sedang akan menghasilkan laba
$60.000 jika tidak menguntungkan akan menghasilkan
laba $10.000. Pabrik kecil jika dibangun akan
mengjhasilkan laba $40.000 dan jika tidak
menguntungkan akan menghasilkan laba $5000.
Hasil penelitian memperkirakan akan terdapat
kemungkinan sebesar 0,4 bahwa pasar menguntungkan
yang berarti 0,6 pasat tidak menguntungkan.
Dari informasi ini buat pohon keputusan dan alternatif
mana yang akan dipilih yang menghasilkan nilai uang
yang diperkirakan (expected monetary value, EMV).
EMV
EMV
EMV
EMV
pabrik besar = (0,4)($100.000) + (0,6)($-90.000)= -$14.000
pabrik sedang = (0,4)($60.000) + (0,6)($-10.000)= +$18.000
pabrik kecil = (0,4)($40.000) + (0,6)($-5.000)= +$13.000
(tidak membangun) = $0
Berdasarkan nilai EMV, perusahaan harus membangun pabrik berukuran sedang
 suatu
model umum yang dapat digunakan
dalam pemecahan masalah pengalokasian
sumber-sumber yang terbatas secara
optimal.
Fungsi dan tujuannya adalah fungsi yang
menggambarkan
 tujuan sasaran di dalam permasalahan LP
yang berkaitan
dengan pengaturan secara optimal
sumberdayasumberdaya, untuk memperoleh keuntungan
maksimal
atau biaya minimal.
 Metode
simpleks ialah suatu metode yang
secara sistematis dimulai dari
suatu pemecahan dasar yang fisibel ke
pemecahan dasar yang fisibel
 (feasible) lainnya dan inidilakukan berulangulang (dengan jumlah ulangan yang terbatas)
sehingga akhirnya tercapai suatu pemecahan
dasar yang optimum dan pada setiap step
menghasilkan suatu nilai dari fungsi
tujuanyang selalu lebih besar (lebih kecil)
atau sama dari step-step sebelumnya.

Perencanan Agregat adalah suatu aktivitas operasional
untuk menentukan jumlah dan waktu produksi pada waktu
dimasa yang akan datang.AP juga didefinisikan sebagai
usaha untuk menyamakan antara supply dan demand dari
suatu produk atau jasa dengan jalan menentukan jumlah
dan waktu input, transformasi, dan output yang tepat.

Proses perencanaan untuk menentukan waktu dan
banyaknya produksi/operasi perusahaan dalam jangka
menengah (antara 3-18 bulan).

Tujuan Perencanaan Agregat: meminimalkan biaya selama
periode perencanaan dengan mencoba menemukan
perkiraan permintaan (demand) sehingga jumlah produksi,
tingkat tenaga kerja, tingkat persediaan, waktu lembur,
sub kontrak, dan variabel lainnya yang dapat dikontrol
dapat disesuaikan.
Proses Perencanaan dibagi menjadi 3 tingkatan:
1. Long range plans
Merupakan perencanaan lebih dari satu tahun yang
menyangkut rencana R&D, produk baru, biaya perluasan,
dan lain sebagainya. Long range plans ini ditentukan oleh
manajer puncak.
2. Intermediate range plans
Merupakan rencana 3-18 bulan menyangkut rencana
penjualan, rencana produksi, inventori, anggaran tenaga
kerja, dan sebagainya. Tingkatan ini ditetapkan oleh
manajer operasi.
3.
Short range plans
Merupakan rencana kurang dari 3 bulan yang menyangkut
job assignment , ordering, job schedulling, dan ditetapkan
oleh manajer operasi, bersama-sama supervisor dan
operator.
Dalam 3 tingkatan ini perencanaan agregat berapa pada tingkatan intermediate range
plans yang menyangkut rencana produksi/operasi perusahaan.
Opsi Kapasitas (capacity Options):
Melakukan pengaturan pada tingkatan yang ada.
1.
Variasi Tingkat Persediaan (Changing Inventory Levels)
2.
Variasi jumlah tenaga kerja (Varying workforce)
3.
Variasi jam kerja (varying production rates through over time or
idle time)
4.
Strategi subkontrak (subcontracting)
5.
Menggunakan karyawan paruh waktu (using part time workers)
Opsi Permintaan (Demand Options):
Mempengaruhi tingkat permintaan agar meningkat dengan cara:
1.
Strategi mempengaruhi permintaan (influencing demand)
2.
Pemesanan tertunda saat permintaan tinggi (back orders during
high demand periods)
BIAYA – BIAYA AGGREGATE PLANNING :
Biaya pencairan tenaga kerja & lay off
 Over time
 Ongkos simpan
 Ongkos sub kontrak
 Upah tenaga paruh waktu
 Ongkos kekurangan barang (ongkos
kehilangan goodwill/opportunity cost
kehilangan sales).

Contoh :
Perusahaan minuman BETA membuat aggregate plan
untuk 12 bulan yang akan datang. Satuan yang akan
digunakan adalah galon.
Hasil Peramalan Rencana penjualan untuk 12 bulan
yang akan datang adalah sebagai berikut :
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
300 galon
300 galon
350 galon
400 galon
450 galon
500 galon
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
650 galon
600 galon
475 galon
475 galon
450 galon
450 galon
Dari data tersebut terlihat demand meningkat pada
musim panas dan menurun lagi di musim dingin.
Manajer membuat 3 Aggregate Plans :
1. Level Work Force - menggunakan inventory untuk
menghadapi musim yang naik.
2. Level Work Force + Overtime
Gunakan 20% overtime dibarengi dengan
pengaturan inventory pada waktu diperlukan yaitu di
bulan Juni, Juli dan Agustus. Untuk memenuhi
musim yang permintaannya tinggi.
3. Chase Strategy Hire and Lay Off pekerja tiap bulan
jika diperlukan untuk memenuhi demand.
Data yang tersedia :
1.Tiap pekerja dapat membuat 10.000 galon minuman
per bulan pada regular time.
Diasumsikan jumlah pekerja semula 40 orang jika
pekerja lembur (overtime) kapasitas pekerja juga
tetap sama. Hanya lembur bisa dilakukan selama 3
bulan saja selama 1 tahun.
2.Tiap pekerja dibayar $1.000/bulan pada regular
time. Over time dibayar 150% regular time
maximum tiap bulan dari 3 bulan tadi hanya bisa
20%.
3.Biaya untuk mempekerjakan karyawan baru
$1.000/orang untuk biaya administrasi dan training.
 Biaya Lay off $ 2000
4.Biaya produksi minuman $2/galon
Biaya inventorynya adalah 3%/bulan/galon
5.Diasumsikan inventory awal 50.000 galon
sedangkan inventory pada akhir tahun juga
diharapkan 50.000 galon.
Semua demand yang diperkirakan harus dapat
dipenuhi.
Stock Out tidak dibenarkan.

Lingkungan masyarakat
◦

Kedekatan dengan pasar
◦

Kesediaan masyarakat terhadap konsekuensi keberadaan
usaha
Minimalisasi biaya distribusi
Tenaga Kerja
◦
◦
Ketersediaan dan tingkat upah tenaga kerja
Sikap dan kebiasaan lebih penting dari ketrampilan dan
pendidikan
 Kedekatan

Pertimbangan ukuran, berat, expired bahan baku
 Fasilitas

dan biaya transportasi
Pertimbangan sumbangan antara biaya transportasi
bahan mentah dan produk jadi
 Sumber

dengan bahan mentah dan supplier
daya lainnya
Ketersediaan air, listrik, komunikasi
Tujuan Penentuan Lokasi:
1.
Mendapatkan tempat memproduksi yang
menyebabkan ekspektasi total biaya aktual
(tangible costs(fixed &variable cost = labor,
material,tax) maupun yang bersifat opportunity
costs (intangible costs (biaya untuk inovasi
misalnya SDM berkualitas tinggi untuk R&D,
industri pendukung, lingkungan bisnis setempat,
dan kemudahan investasi) ) serendah mungkin
2.
Membantu pertumbuhan ekonomi regional
3.
Memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemegang
otoritas/pemerintah/institusi yang berwenang
118

similar documents