Mengapa Bermain

Report
SHARING
Pendekatan
Pembelajaran Tematik
Pada Siswa TK (4-6 thn)
Pembelajaran Harus
Latar Belakang
Aktual (Objek konkret)
DUNIA ANAK
adalah Dunia
Nyata
Anak usia dini melihat
segala sesuatu
sebagai satu keutuhan
(holistik), baru mampu
memahami hubungan
antar konsep secara
sederhana
Dekat dengan dunia Anak
Dekat dengan lingkungan
almiah yang dialami anak
Dilakukan dengan suasana
Menyenangkan (Pendekatan
Bermain)
Harus lewat pengalaman langsung
Di alami Langsung
LATAR BELAKANG
BERMAIN
HOLISTIK
dan
TERPADU
NYATA
(KONKRET)
www.themegallery.com
….BERMAIN…
Bermain adalah kegiatan yang dilakukan anak-anak
sepanjang hari karena bagi anak BERMAIN
ADALAH HIDUP DAN HIDUP ADALAH
PERMAINAN. (Mayesty, 1990)
Bermain adalah suatu kegiatan yang
dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan
kesenangan/kepuasan (Piaget, 1990)
Bermain merupakan kebutuhan anak, karena
melalui bermain anak akan memperoleh
pengetahuan yang dapat menyembangkan
kemampuan dirinya. (Dockeet and Fleer, 1990)
www.themegallery.com
Bermain dalam konteks belajar anak usia
dini adalah kegiatan yang dilakukan oleh
siswa untuk memenuhi kebutuhan
perkembangan mereka dengan
karakteristik;
1. Harus muncul dalam diri anak
2. Berfokus pada proses bukan hasil
3. Harus didominasi oleh anak bukan guru
4. Bebas dari aturan yang mengikat
5. Melibatkan siswa secara aktif
6. Aktivitas nyata atau sesungguhnya
Permainan Kreatif
6 Tahapan bermain
(Lopes 2005)
(Dockett)
 Kreasi terhadap
Objek
 Cerita Bersambung
 Permainan drama
kreatif
 Gerakan Kreatif
 Pertanyaan Kreatif
 Tidak menetap
 Penonton/pengamat
 Bermain sendiri
 Kegiatan Paralel
 Bermain dengan teman
 Bermain dengan aturan
dan bekerja sama
Aspek Perkembangan Anak
Usia Dini (Catron dan Allen 1999:23-26)
Permen 58 Thn 2009
Kesadaran Personal
Pengembangan Emosi
Membangun Sosialisasi
Pengembangan Komunikasi
Pengembangan Kognitif
Pengembangan Kemampuan
Motorik
1. Nilai-nilai Agama
Dan Moral
2. Fisik,
3. Kognitif,
4. Bahasa, dan
5. Sosial-emosional.
Lingkup pengembangan
Standar Isi PAUD
BERMAIN
Mengapa Bermain…(Catron Allen dan Allen)
Kesadaran Personal
Bermain mendukung anak tumbuh secara mandiri
dan memiliki kontrol terhadap lingkungan
Pengembangan Emosi
Melalui bermain anak belajar Menerima,
Berekspresi dan mengatasi masalah dengan cara
yang positif
Membangun Sosialisasi
Bermain adalah sarana yang paling utama bagi
pengembangan kemampuan bersosialisasi dan
memperluas empati terhadap orang lain serta
mengurangi sikap egosentris
Lanjutan…
Pengembangan Komunikasi
Bermain merupakan alat yang paling kuat untuk
membelajarkan kemampuan komunikasi (bahasa) anak: 1)
Bahasa Reseptif (penerimaan), 2) bahasa Ekspresif, 3)
Komunikasi Non Verbal, 4) Komunikasi Verbal
Pengembangan Kognitif
Bermain menyediakan kerangka kerja bagi anak untuk
mengembangkan pemahaman tentang dirinya, orang lain dan
lingkungannya. Selama bermain anak menerima pengalaman
baru, memanipulasi bahan dan alat, berinteraksi dengan
orang lain dan mulai merasakan dunia mereka.
Pengembangan Kemampuan Motorik
Melalui Bermain aktivitas sensori motor yang meliputi
penggunaan otot-otot besar dan kecil memungkinkan anak
untuk memenuhi perkembangan perseptual motorik
www.themegallery.com
Implikasi dalam pengembangan
Kurikulum
Kurikulum Sekolah harus
mengakomodir kecukupan waktu
anak untuk beraktivitas secara fisik
Sekolah harus menyediakan sarana
bermain yang cukup baik di dalam
ruangan maupun di luar ruangan
Kurikulum sekolah harus
mengakomodir kebutuhan
pembelajaran siswa dengan kegiatan
bermain
Kurikulum sekolah harus
mengimplementasikan model pembelajaran
yang PAIKEM dengan pendekatan bermain
kreatif dengan objek Konkret (nyata).
Mengapa AKTUAL (Objek Konkret)
Proses belajar Anak TK beranjak dari hal-hal
yang konkrit yakni yang dapat dilihat,
didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik,
dengan titik penekanan pada pemanfaatan
lingkungan sebagai sumber belajar.
Tahapan pra-operasional Piaget (2-7 tahun)
- Operasi mental yang jarang dan secara logika
tidak memadai
- Penalaran intuitif bukan logis
- Belajar dengan mengalami langsung
- Dapat belajar dengan memanipulasi sebuah
objek
Pertanyaan Refleksi:
Sudahkah pembelajaran kita
menerapkan pendekatan bermain?
Berapa sering kita menggunakan
objek konkret dalam pembelajaran?
Sudah siapkan kelas kita dengan
sumber belajar yang mendukung
model pembelajaran bermain kreatif
dengan objek-objek yang nyata
Berapa sering anak-anak belajar
menggunakan lingkungan sekitarnya
(Aktual dan kontekstual)?
www.themegallery.com
Maria Montessori
Learning by Plying
Jhon Dewey
Learning by doing
Peran guru
Mendorong, memfasilitasi, dan
memberi kesempatan belajar
Sense, Bukan perluasan tapi
pendalaman (makna belajar)
www.themegallery.com
Model Integrasi Pembelajaran
(Fogarty 1991)
Model yang menerpadukan antar berbagai bidang studi
(model sequenced, shared, webbed, threaded, integrated)
Di Indonesia dikembangkan Model Webbed
Pembelajaran merepresentasikan pendekatan tematik untuk
menerpadukan berbagai bidang studi. Suatu tema
dikembangkan seperti jaring laba- laba, untuk menurunkan
topik, konsep, dan gagasan yang selaras dalam berbagai
bidang studi
www.themegallery.com
Ciri-ciri pembelajaran tematik
Berpusat pada anak
Memberikan pengalaman langsung pada
anak
Pemisahan bidang pengembangan tidak
begitu jelas
Menyajikan konsep dari berbagai bidang
pengembangan dalam suatu proses
pembelajaran
Bersifat fleksibel atau luwes
Hasil pembelajaran dapat berkembang
sesuai dengan minat dan kebutuhan anak
www.themegallery.com
PENGEMBANGAN TEMA
Dimulai dari hal yang paling dekat dengan
kehidupan anak (diri sendiri), berkembang ke hal
yang paling luas dan jauh dari kehidupan anak
(alam semesta).
Memperhatikan perkembangan anak.
Menggunakan tema yang menarik bagi anak.
Tema hendaknya sederhana.
Tema disesuaikan dengan lingkungan sekolah.
Tema disesuaikan dengan kepercayaan dan
budaya setempat.
www.themegallery.com
Yang perlu diperhatikan
Tidak Semua Mata Pelajaran Harus di
Padukan
Dimungkinkan penggabungan Tingkat
Pencapaian Perkembangan (TPP)
Tingkat Semester
TTP yang tidak bisa dipadukan, jangan
dipaksakan untuk di padukan, bisa
diajarkan dengan tema/subtema lain
Tema tidak kaku, dipilih sesuai dengan
karakteristik, minat dan lingkungan
siswa
Alternatif Pendekatan Tematik
Model “Rujak”
Tema Terpadu Antar
Mata Pelajaran
Model “Juice”

Setiap mata pelajaran berdiri
sendiri

Setiap pembelajaran dikaitkan
dengan tema yang dipilih

Perbedaan dengan
pembelajaran di kelas tinggi
adalah adanya tema pada
setiap mata pelajaran

Memiliki jadwal pelajaran

Semua mata pelajaran
bersatu

pembelajaran didasarkan
pada tema yang dipilih

Mata pelajaran tidak
nampak secara jelas

Tidak diperlukan jadwal
pelajaran (?)
Mata Pelajaran Terpadu
Contoh-1 Pengembangan Tema
www.themegallery.com
Tema Keluarga
Rumah
Keluarga
B
Liburan A
Keluarga
Foto
Keluarga
C
Keluarga
E
D
Hoby
Anggota
Keluarga
Hewan
peliharaan
Keluarga
www.themegallery.com
Model Pembelajaran TK
Berpusat Pada
Siswa
Model
kelompok
Model Minat
Area/sudut/pojok/
sentra
Projek
MODEL PEMBELAJARAN
BERDASARKAN MINAT
Prinsipnya, dalam model pembelajaran
berdasarkan minat mengutamakan
1. Pengalaman belajar bagi setiap anak secara
individual,
2. Membantu anak untuk membuat pilihanpilihan melalui kegiatan dan pusat-pusat
kegiatan,
3. Melibatkan peran serta keluarga.
www.themegallery.com
Contoh: Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Model Pembelajaran Berdasarkan
Minat
www.themegallery.com
Contoh: Rencana Kerja Mingguan (RKM)
Model Pembelajaran Kelompok
www.themegallery.com
Contoh Pembelajaran Project
“Rumahku”
Tujuan: siswa dapat membuat model
rumah sederhana berdasarkan imajinasinya
Kepenuhan TPP
Motorik Halus:



Meniru bentuk.
Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan.
Menggunting sesuai dengan pola.
Konsep Bentuk, warna dan Ukuran

Mengklasifikasikan benda berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran (3
variasi)
Bahasa
 Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok
kalimat-predikat-keterangan).
 Memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengekpresikan ide pada
orang lain
www.themegallery.com
www.themegallery.com
www.themegallery.com
PERAN ORANG TUA
PARENTING SKILLS VEDO
www.themegallery.com

similar documents