Menelusuri arti pembangunan

Report
MENELUSURI ARTI
PEMBANGUNAN
Andri Wijanarko, SE,ME
[email protected]
2
PENDAPATAN PERKAPITA
Menentukan tingkat kesejahteraan yang
dicapai oleh suatu Negara
Menggambarkan tingkat kelajuan atau
kecepatan pembangunan ekonomi
Menunjukkan jurang pembangunan diantara
berbagai negara
0
1969
1970
1971
1972
1973
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
GNI per capita, Atlas method (Current US$)
Sumber : http://data.worldbank.org/indicator/NY.GNP.PCAP.CD
3
10,000
World
8,000
6,000
4,000
Malaysia
2,000
China
Indonesia
4
KELEMAHAN PENDAPATAN PERKAPITA
SEBAGAI INDEKS TINGKAT KESEJAHTERAAN
a. Metode penghitungan pendapatan nasional
yang baru dihitung bila telah ditransaksikan
pada pasar barang.
b. Perhitungan di NSB sering underestimated
karena masih tergantung sektor pertanian
yang secara teknis lebih sulit dihitung
daripada sektor industri dan jasa
5
KELEMAHAN PENDAPATAN PERKAPITA
SEBAGAI INDEKS TINGKAT KESEJAHTERAAN
c. Satuan mata uang yang digunakan adalah
US$ sehingga memungkinkan terjadinya
perbedaan kurs antar negara
6
KELEMAHAN PENDAPATAN PERKAPITA
SEBAGAI INDEKS TINGKAT KESEJAHTERAAN
d. Terdapatnya faktor non ekonomi yang menentukan
tingkat kesejahteraan, misal :
 Adat istiadat
 Iklim dan alam sekitar  penduduk di dataran rendah
yang relatif menghadapi masalah relatif lebih mudah
dibandingkan dengan penduduk di dataran tinggi
 Kebebasan berpendapat  Myanmar dan China
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
a.
b.
c.
d.
e.
Komposisi umur penduduk
Distribusi pendapatan
Pola pengeluaran
Jumlah waktu luang yang dinikmati masyarakat
Pengangguran
7
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
a.Komposisi umur penduduk (i)
Jumlah penduduk dibawah umur di NSB
dan berusia muda relatif lebih tinggi
daripada negara maju.
8
Population, age 0-14 (% of total) is the population between the ages of
0 and 14 as a percentage of the total population.
9
50
Low Income
40
Middle Income
30
High Income
20
-
1960
1961
1962
1963
1964
1965
1966
1967
1968
1969
1970
1971
1972
1973
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
10
Sumber : http://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.0014.TO.ZS
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
a.Komposisi umur penduduk (ii)
Perbandingan KELUARGA :
4 orang pendapatan total $1.000
2 orang pendapatan total $500
10
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
b. Distribusi Pendapatan (i)
Selain tingkat pendapatan, distribusi
pendapatan merupakan hal yang
menentukan tingkat kesejahteraan.
11
12
Income share held by lowest 20%
10
Indonesia
7.5
5
Honduras
Uruguay
2.5
Brazil
0
Sumber : http://data.worldbank.org/indicator/SI.DST.FRST.20
Income share held by highest 20%%
70
13
Brazil
60
50
Uruguay
40
30
Indonesia
Uruguay
20
10
0
Sumber : http://data.worldbank.org/indicator/SI.DST.05TH.20/countries
Income share held by lowest 20% and highest 20% : BRAZIL
70
Brazil
60
Brazil : Highest 20%
50
40
30
20
Brazil : Third 20%
10
Brazil : Lowest 20%
0
Sumber : http://data.worldbank.org/indicator/SI.DST.FRST.20
14
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
b. Distribusi Pendapatan (ii)
NEGARA MAJU: pada tahap awal
pembangunan tenyata distribusi pendapatan
masih belum merata. Setelah itu baru
kemudian pembangungan diikuti dengan
distribusi pendapatan
NSB : Distribusi pendapatan semakin tidak
merata
15
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (i)
Pola pengeluaran masyarakat di berbagai
negara memiliki karakter yang unik, sehingga
dua negara yang pendapatan perkapitanya
sama belum tentu menikmati kesejahteraan
yang sama
16
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (ii)
Misal : penduduk di negara dengan iklim dingin
harus mengeluarkan biaya ekstra untuk
perumahan, pemanasan, pakaian dan
makanan untuk menikmati suatu tingkat
kehidupan yanhg sama dengan yang
dirasakan di NSB
17
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (iii)
Pola konsumsi rumah tangga merupakan
salah satu indikator kesejahteraan rumah
tangga/keluarga. Selama ini berkembang
pengertian bahwa besar kecilnya proporsi
pengeluaran untuk konsumsi makanan
terhadap seluruh pengeluaran rumah tangga
dapat memberikan gambaran kesejahteraan
rumah tangga tersebut.
18
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (iv)
Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran
yang lebih besar untuk konsumsi makanan
mengindikasikan rumah tangga yang
berpenghasilan rendah.
Makin tinggi tingkat penghasilan rumah
tangga, makin kecil proporsi pengeluaran
untuk makanan terhadap seluruh
pengeluaran rumah tangga.
19
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
20
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (v)
Cara menghitung (1)
Rata-rata pengeluaran rumah tangga
didapat dengan membagi jumlah seluruh
pengeluaran rumah tangga baik
makanan, pendidikan, kesehatan,
perumahan dan lain-lainnya dengan
jumlah rumah tangga keseluruhan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (vi)
Cara menghitung (2)
Rata-rata pengeluaran rumah tangga
per jenis pengeluaran dapat dihitung
dengan membagi seluruh pengeluaran
untuk jenis pengeluaran tertentu dengan
jumlah seluruh rumah tangga.
Misal : rata-rata pengeluaran makanan
21
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (vii)
Data yang diperlukan :
a) Jumlah seluruh Rumah Tangga
b) Jumlah Pengeluaran rumah tangga
menurut Jenis pengeluaran misalnya
Makanan, Pendidikan, Kesehatan,
Perumahan dan lain sebagainya
22
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (viii)
Sumber Data :
a) Susenas Keterangan anggota rumah
tangga.
b) Susenas Keterangan Pengeluaran
Rumah Tangga
23
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
24
c. Pola Pengeluaran Masyrakat (ix)
Distribusi Rumah Tangga Menurut Pola Konsumsi Rumah Tangga
1997
2000
Pola Konsumsi
% Pengeluaran Makanan/Total pengeluaran
63,59
65,54
% Pengeluaran perumahan/ Total Pengeluaran
18,42
15,93
% Pengeluaran Pendidikan/ Total Pengeluaran
3,68
3,57
% Pengeluaran Kesehatan/ Total Pengeluaran
4,52
4,77
Total Pengeluaran (Rp)
383,690
514,913
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
25
Distribusi Rumah Tangga Menurut Pola
Konsumsi Rumah Tangga di Indonesia
100%
4.52
3.68
4.77
3.57
18.42
15.93
63.59
65.54
1997
2000
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Makanan
Perumahan
Pendidikan
Kesehatan
Sumber : http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_content&task=view&id=
609&Itemid=609&limit=1&limitstart=4
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
d. Perbedaan Leisure Time (i)
• Ketidaksempurnaan pendapatan perkapita
sebagai alat pembanding kesejahteraan
masyarakat bersumber pula dari perbedaan
masa masa lapang yang dinikmati berbagi
masyarakat.
26
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
27
d. Perbedaan Leisure Time (ii)
• Dua masyarakat yang berpendapatan ratarata sama besarnya tidak dapat dianggap
memiliki kesejahteraan yang sama apabila
masa bekerja untuk memperoleh pendapatan
berbeda
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
28
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
29
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN
e. Tingkat Pengangguran (i)
• Tujuan pembangunan ekonomi bukan hanya
pertambahan pendapatan, tetapi juga harus
dapat mengurangi jumlah pengangguran,
yaitu bilamana pertambahan kesempatan
kerja berkembang lebih cepat daripada
pertembahan tenaga kerja.
30
31
Unemployment, total (% of total labor force)
30
25
South Africa
20
15
Indonesia
USA
10
5
Australia
0
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
Sumber : http://data.worldbank.org/indicator/SL.UEM.TOTL.ZS
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
32
DISTRIBUSI PENDAPATAN
33
Distribusi Pendapatan Relatif (i)
Montek S. Ahluwalia :
• Merupakan perbandingan jumlah
pendapatan yang diterima oleh berbagai
golongan penerima pendapatan.
34
Distribusi Pendapatan Relatif (ii)
Penggolongan Ahluwalia :
• 40 % penduduk berpendapatan terendah
• 40 % penduduk berpendapatan menengah
• 20 % penduduk berpendapatan tertinggi
35
Distribusi Pendapatan Relatif (iii)
Penggolongan Ahluwalia :
40 % penduduk berpendapatan terendah
menerima sejumlah pendapatan total :
• Negara maju
: 16%
• Negara Komunis : 25 %
• NSB
: 12,5 %
36
Distribusi Pendapatan Mutlak (i)
Ahluwalia :
• Merupakan persentase jumlah penduduk
yang pendapatannya mencapai suatu
tingkat pendapatan tertentu atau kurang dari
itu.
• Biasanya menggunakan Garis Kemiskinan (US$
50 dan US$75)
37
Distribusi Pendapatan Mutlak (ii)
Berdasarkan data pendapatan perkapita 1969,
keadaan distribusi pendapatan mutlak di NSB :
• Hanya 10,8 % penduduk di Amerika Latin yang
pendapatannya dibawah US$50 dan 17,4 %
dibawah US$75.
• Asia : 36,7% (US$50) dan 57,2% (US$75)
• Afrika : 30,9% (US$50) dan 48,2% (US75)
38
Distribusi Pendapatan Mutlak (ii)
• Secara umum dapat dikatakan bahwa
semakin tinggi pendapatan perkapita suatu
negara, maka semakin kecil proporsi
penduduk yang berada dibawah garis
kemiskinan
Log of Poverty Headcount
2
39
1.8
1.6
1.4
1.2
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
Log of GNI Percapita
3.5
4
4.5
1.2
40
Log of GDP Growth
1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
Log of Gini Index
1.4
1.6
1.8
2
41
WASSALAM…

similar documents