Teori Komunikasi Pertemuan 4

Report
TRADISI-TRADISI
TEORI KOMUNIKASI
Dosen: Nuryadi, S.Sos. M.I.Kom.

Dengan adanya penjelajahan teori untuk
mencari kesamaan maupun perbedaan
makna, maka kami menggunakan
kerangka dari Robert Craig sebagai
panduan dan alat untuk berasumsi,
berpandangan, dan fokus pada nilai
utama dalam teori komunikasi. Kerangka
ini berguna sebagai metode untuk
memahami bidang komunikasi secara
keseluruhan dan beberapa tradisi di
dalamnya.



PENYUSUNAN TEORI KOMUNIKASI
Berpikirlah tentang dunia komunikasi dimana kita tinggal. Bagaimana hal itu
dicirikan? Aspek apa yang menarik? Maukah Anda melihat simbol di lingkungan Anda
dan tertarik dengan simbol penting yang telah didesain untuk Anda dan orang lain?
Maukah Anda berkonsentrasi pada persepsi dan perasaan tentang simbol dan apa
yang telah dilakukan untuk hidup Anda? Mungkin Anda akan pergi jauh melihat
benda, kata-kata, dan bertindak sebagai simbol untuk memberitahukan kerumitan
kata yang ada di sekitar Anda dan bagaimana semuanya tampak saling
mempengaruhi dengan yang lainnya. Atau mungkin anda tidak akan berpikir banyak
tentang semua kekuatan-kekuatan luar, akan tetapi tertahan di setiap perbedaan
dan bertanya-tanya tentang bagaimana pikiran bekerja, bagaimana meyakinkan
orang lain dan mempengaruhi pikiran mereka, dan bagaimana media mempengaruhi
penonton sebagai individu.
Cara dimana kelompok budaya berkumpul dapat menjadi imajinasi jalur lain Anda;
bagaimana mereka mengembangkan kode dan arti mereka sendiri; bagaimana
identitas Anda di kelompok ini dibentuk dari jender, budaya, keluarga, atau jaringan
sosial. Mungkin anda akan berpikir tentang hal-hal ini, tetapi menyadari bahwa
masyarakat dan lembaga sosial dibentuk dengan memarginalkan kelompok tertentu
dan mengistimewakan yang lain. Akhirnya, sebagai seorang mahasiswa
komunikasi, Anda mungkin tertarik dalam prakteknya, atau bagaimana berinteraksi
dengan penonton dengan cara yang benar-benar dapat mempengaruhi masyarakat.

Dengan penjelasan di atas, maka kita melihat banyaknya masalah
komunikasi yang tentunya penting untuk diketahui, Anda biasanya tidak
akan berpikir hal-hal ini, dan juga berbagai pertanyaan yang sebenarnya
layak dan menarik dibahas, hal ini dikarenakan Anda menganggap hal ini
membosankan dan mempelajari komunikasi berdasarkan hal-hal yang
dianggap penting saja, padahal Anda harus membuat teori. Namun inilah
fakta yang terjadi di bidang komunikasi : Berbagai pendekatan dijabarkan
dengan cara-cara yang berbeda, dan tugas Anda sebagai mahasiswa
komunikasi untuk memahami berbagai pendekatan komunikasi itu.

Berbagai tipologi telah dirancang untuk mengatur teori komunikasi, salah
satu model yang dikembangkan dari Robert Craig, dimana model tersebut
memudahkan kita untuk bercermin terhadap kemampuan proses manusia
berkomunikasi. Craig menyarankan, sebagaimana yang telah dibahas
pada Bab 1, bahwa bidang komunikasi senantiasa dicirikan dari berbagai
teori dan perspektif. Dengan menemukan model, maka kita akan dibantu
untuk menentukan masalah dan berasumsi dengan menggunakan
pendekatan teori. Metamodel Craig menyediakan sistem yang kuat untuk
menyusun teori komunikasi.









Robert Craig, telah memetakan tujuh (7)
bidang tradisi dalam teori komunikasi,
yakni :
Tradisi semiotic
Tradisi Fenomenologi
Tradisi Cybernetic
Tradisi Sosio-Psikologi
Tradisi Socio Kultural
Tradisi Kritis
Tradisi Retorika

Kita perlu juga berpikir tentang tradisi ini
untuk mendapatkan konsep dan gagasan.
Beberapa tradisi ini berdiri dan saling
berdekatan satu dengan lainnya, namun
yang lainnya saling tumpang-tindih.
Sebagai satu kelompok, tradisi ini
berkoherensi dan memungkinkan kita
melihat dan memahami teori-teori
komunikasi.


MEMPERLUAS KONTEKS KOMUNIKASI
Teori-teori di atas, menjelaskan tradisi dalam berbagai aspek
komunikasi. Untuk mengorganisir teori-teori, kita perlu
membaginya ke dalam pokok-pokok utama atau point utama.
Bayangkan kita sedang melihat proses komunikasi melalui lensa
pembesar. Kita bisa mempersempit fokus area hanya pada
individual dan kemudian memperluasnya perlahan-lahan untuk
melihatnya dengan pandangan yang semakin meluas. Pada
masing-masing poin, kita bisa menggerakkan secara perlahan
lensa tersebut sedikit ke sekitarnya untuk melihat fitur-fitur
pemandangan lain yang berada di dalam fokus. Pada saat kita
melakukan hal ini, setiap aspek komunikasi adalah bagian dari
suatu konteks yang lebih besar. Kita juga melihat bahwa setiap
level komunikasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kontekskonteks yang lebih besar ini.

Untuk tujuan-tujuan pengorganisasian, kita telah
menyusun teori-teori komunikasi ini menjadi delapan
konteks, seperti diilustrasikan pada gambar 3.3. kita mulai
pada bab 4 dengan tema individual dilihat t dari berbagai
tradisi yang menjelaskan komunikator sebagai person
pelaksana dalam interaksi sosial. Kemudian pada bab 5,
kita membahas teori-teori pesan dan bab 6 membahas
percakapan-percakapan. Pada saat orang-orang
menggunakan pesan dalam percakapan satu sama lain
mereka membangun hubungan-hubungan, yang akan
digali di bab 7. Berikutnya di bab 8, kita berpindah ke
konteks kelompok-kelompok yang lebih besar dan di bab 9,
kita membahas organisasi-organisasi. Kita kemudian
membahas teori-teori media (Bab 10). Akhirnya di bab 11,
kita memperluas lensa kita ke level yang paling luas untuk
membahas komunikasi dalam budaya dan masyarakat.

similar documents