power point - suwiraputra

Report
OLEH SUWIRA PUTRA
0901120283




Lansia potensial produktif dibedakan atas dua macam.
a. Lansia potensial produktif yang produktif, yaitu mereka
yang bekerja dengan tujuan mencari nafkah atau
membantu mencari nafkah atau keuntungan atau dengan
tujuan lain, meliputi:
1. lansia pads pekerjaan dibayar (paid work) yaitu lansia
yang
memperoleh upah, gaji, komisi atau keuntungan.
2. lansia pads pekerjaan tidak dibayar (unpaid work), yaitu
mereka yang bekerja pads usaha keluarga yang tidak
memperoleh bayaran yang terkait langsung dengan
pekerjaannya.
b. Lansia potensial produktif, tetapi tidak melakukan
aktivitas produktif, yaitu mereka yang melakukan aktivitas
rumah tangga, atau aktivitas sosial lainnya.



Penawaran tenaga kerja lansia juga tergantung
pada faktor individu dan lingkungan keluarga di
mana mereka betempat tinggal.
Selain berbagai faktor sosial demografi, status
kerja penduduk lansia juga terkait dengan faktor
psikologi dan budaya
Ancok (1992) mengatakan bahwa orang-orang
lansia yang tetap masih bekerja meskipun
kebutuhan dasamya telah terpenuhi, misalnya
tercukupi dari dana pensiun atau dari bantuan
anak, dikatakan mereka tetap ingin bekerja untuk
terpenuhi kebutuhan psikologisnya, seperti
pemenuhan kebutuhan akan aktualisasi diri..
 Modenisasi
menyebabkan
terjadinya realokasi sumber
daya dalam rumah tangga.
Penduduk lansia menjadi
terposisikan pada berbagai
aktivitas rumah tangga, dan
tidak melanjutkan pada
aktivitas ekonomis produktif


Pendapatan penduduk lansia borasal dari
beberapa sumber, seperti dari hasil kerja,
tunjangan pensiun/veterat bungs uang/hasil
persewaan, dan bantuan anak/cuct Pendapatan
dari hasil kerja (employment income) yang
diterim pekerja merupakan balas jasa atas
kesertaan mereka dalar aktivitas produksi.
Herzog dan Morgan (1992) menemukan bahwa
pada umur di atas 54 tahun pendapatan terns
mengalami penurunm sejalan dengan
meningkatnya umur. Pala yang lama jug
ditemukan Mazumdar (1981) untuk tenaga kerja
di daeral perkotaa.n Malaysia dan Sunarto (1978)
di Daerah Istimew, Yogyakarta.
 Lansia
yang kondisi fisiknya
baik, memiliki
kemungkinan bekerja 1,3
kali lebih banyak daripada
lansia yang kondisi fisiknya
kurang baik.

Di daerah perkotaan kesempatan kerja bagi
penduduk lansia lebih terbatas dibandingkan
dengan di perdesaan, tetapi mereka yang
berstatus bekerja di daerah perkotaan rata-rata
bekerja dengan intensitas lebih tinggi
dibandingkan di perdesaan (33,9 jam berbanding
29,7 jam/minggu). Dorongan bekerja dengan
intensitas lebih tinggi di daerah perkotaan
dominan ditentukan oleh keinginan untuk
melakukan kebajikan, sedangkan diperdesaan
dominan ditunjang oleh keinginan untuk
berperan dalam menunjang kehidupan ekonomi
rumah tangga

Ketergantungan finansial penduduk lansia sangat
ditentukan oleh kemampuannya memperoleh
pendapatan sendiri, baik berupa hasil kerja,
tunjangan pensiun /veteran, bungan uang dan
hasil penyertaan/persewaan. Ketergantungan
finansiil ditentukan berdasarkan kemampuan
lansia memenuhi semua kebutuhan finansiilnya
(diukur dari pengeluaran perkapita rumah
tangga)'. Dari hasil analisis diperoleh sebanyak
28,9 persen lansia termasuk dalam katagori
tergantung penuh secara finansiil, 30,5 persen
mandiri tidak penuh dan 40,7 persen mandiri
penuh secara finansial



Kebijakan penunjang aktivitas produktif meliputi: memberi
berbagai alternatif pekerjaaan (seperti pengembangan usaha
ternak skala kecil), latihan, bimbingan dan bantuan pemasaran.
Kebijakan peningkatan akses dalam aktivitas sosial, meliputi
upaya penyertaan lansia dalam berbagai aktivitas adat,
mendorong bangkitnya kembali berbagai kelompok ('seka')
kesenian tradisional, dan pemanfaatan kemampuan lansia
dalambidang adat istiadat untuk generasi muda.
Peningkatan akses pemenuhan kebutuhan kesehatan, meliputi
penyediaan pelayanan dan bantuan medic secara gratis (secara
selektif), menyediakan fasilitas yang memadai untuk'klinik lansia'
setidaknya sampai tingkat kecamatan dan mengupayakan
kunjungan reguler pars dokter atau paramedic ke rumah-rumah
sehingga dapat terjalin komunikasi sehat.
WASSALAMM
UALAIKUM
WR WB

similar documents