3.3 Pada Masa Pasca Kolonial

Report
KEWIRAUSAHAAN
Created by:
Kelompok 1
KEWIRAUSAHAAN
OLEH :
Drs. Joko Widodo, M.M
NIP. 19600217 198603 1 003
UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2011
MATERI
PEMBELAJARAN
BAB 1
PENDAHULUAN
BAB II
KEWIRASWASTAAN DALAM
PRESPEKTIF PSIKOLOGIS
2.1
2.2
2.3
2.4
Pengertian Kewiraswastaan
(Enterpreneurship)
Pengertian Wiraswasta
(Enterpreneur)
Pengertian Sikap Mental
Wiraswasta
(Enterpreneur
Mental Attitude)
Bagan Kewiraswastaan
BAB III
KEWIRASWASTAAN
DALAM PERSPEKTIF
HISTORIS
3.1 Pada Masa Pra Kolonial
3.2 Pada Masa Kolonial
3.3 Pada masa Pasca Kolonial
BAB IV
PERAN WIRASWASTA DALAM
PEMBANGUNAN EKONOMI
4.1
4.2
Peran Wiraswasta Dalam
Pembangunan Ekonomi
Keadaan Wiraswasta
Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
BAB I. PENDAHULUAN
Dirintis oleh
Suparman
Sumahawijaya
(1967) bapak
Wiraswasta
Indonesia dengan
tujuan untuk
mengubah pola
pikir dan mental
manusia
Indonesian yang
konvensional
menjadi lebih
maju.
Kenapa di kembangkan
di Indonesia ???
 Banyak tenaga kerja
 Rendahnya
produktivitas
 Lapangan pekerjaan
yang terbatas
 Kurang
mengoptimalkan
kekayaan SDA
 Ketidakstabilan
ekonomi
BAB II
KEWIRASWASTAAN DALAM
PRESPEKTIF PSIKOLOGIS
2.1 PENGERTIAN KEWIRASWASTAAN
(ENTREPRENEURSHIP)
Robert Cantillon (1755): berasal dari Perancis, secara harfiah
berarti “perantara”.
Suparman Sumahamijaya (1967): suatu seni, siasat, dan silat
dilakukan dalam usaha dan kerja. Dalam arti seni, siasat, dan silat
menghadapi dan melawan resiko dalam dunia bisnis (kerugian,
seperti produk tidak laku, rusak, hilang, tidak dibayar, dll).
Daod Yoesoef (1981): merupakan suatu profesi yang khas,
merupakan gabungan dari pengetahuan (knowledge) dan seni
(art).
Inpres Nomor 4 Tahun 1995:
Semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam
menangani usaha dan kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,
menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru
dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan
yang lebih baik, serta untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Kewiraswastaan merupakan suatu profesi (pekerjaan) yang dilakukan
secara profesional di bidang dunia usaha (bisnis) dan seorang
wiraswasta harus memiliki:
1. Hak / kebebasan untuk bekerja (mandiri)
2. Kemampuan khusus (profesional)
3. Lingkungan bisnis
Komponen yang terkandung di dalam kewiraswastaan:
a.
b.
c.
Pandangan Hidup (Way of Life)
Pandangan hidup wiraswasta Indonesia adalah Pancasila, yang
termuat dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
a. Motif untuk mencari keuntungan (profit motive)
b. Motif untuk berbuat sosial kepada sesama
(social motive)
Wiraswasta (Entrepreneur)
M. Amin Azis (1978): wiraswasta adalah manusia yang melakukan
semua atau beberapa fungsi kewiraswastaan.
Sikap Mental Wiraswasta (Entrepreneur Mental Attitude)
Sifat / ciri positif yang harus dimiliki oleh wiraswasta yang terdiri
dari beberapa nilai kewiraswastaan.
2.2 Pengertian Wiraswasta ( Entrepreneur )
• Gabungan kata dari kata wira (=utama, gagah, luhur, berani, teladan)
dan swasta (=berdiri atas kemampuan sendiri).
• Wiraswasta adalah sifat-sifat keberanian, keutamaan, dan
keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada
kemampuan sendiri (Suparman Sumahamijaya, 1981).
• Wiraswasta adalah berasal dari dua kata yaitu wira dan swasta yang
artinya adalah manusia teladan didalam berdikati (berdiri di atas kaki
sendiri) (Moh. Afieq, 1979)
• Wiraswasta adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk
melihat dan menilai peluang bisnis ; mengumpulkan sumber daya
yang di perlukan untuk memperoleh manfaat dari peluang tersebut;
dan memulai kegiatan yang sesuai untuk meraih keberhasilan (M.
Syafie Idrus)
Tabel Perbedaan antara Kewiraswastaan / Wiraswasta dengan
Entrepreneurship / Entrepreneur
No.
Ditinjau
Kewiraswastaan/
Wiraswasta
Entrepreneurship/
entrepreneur
1.
Tahun kelahiran
Diperkenalkan di indonesia
tahun 1970-an
Dikemukakan pada tahun
1755
2.
Penemu istilah
Suparman Sumahamijaya
Robert Cantillon
3.
Kewarganegaraan
Indonesia
Irlandia (tinggal di Paris)
4.
Buku sumber
Membina Sikap Mental
Wiraswasta
Essai sur la Nature du
Commerce en General
5.
Sistem ekonomi
Pancasila
Kapitalis/liberal/klasik
6.
Landasan
Idiil : Pancasila
Strukturil : UUD 1945
Operasionil : UU dan PP
dibidang usaha
Declaration of
Independence
Sedangkan persamaannya adalah bahwa kedua-duanya mengandung
komponen-komponen sikap mental wiraswasta
2.3 Pengertian Sikap Mental Wiraswasta (Entrepreneur Mental Attitude)
suatu kecenderungan didalam diri wiraswasta untuk bertingkah laku
kewiraswastaan di dalam menanggapi objek dunia usahanya dengan
mendasarkan diri pada pengetahuan dan perasaannya tentang nilai –
nilai kewiraswastaan .
Komponen – komponen di dalam sikap mental kewiraswastaan :
a. Komponen kognitif
Pengetahuan serta pemahaman seorang wiraswasta terhadap
dunia
b. Komponen afektif
Perasaan – perasaan seseorang wiraswasta terhadap dunia
usaha yang dihadapi
c. Komponen konatif
Kecenderungan bertindak kewiraswastaan di dalam menanggapi
dunia usahanya dengan bekal beberapa keterampilan
- keterampilan berfikir kreatif
- keterampilan dalam pembuatan keputusan
- keterampilan kepemimpinan
- keterampilan manajerial
- keterampilan bergaul dengan sesama
d. Komponen nilai – nilai kewiraswastaan
Ciri khas (profil dari seorang wiraswasta)
a. Mempunyai gagasan (ide)
b. Mempunyai inisiatif (prakarsa)
c. Mempunyai daya cipta (kreatifitas)
d. Mempunyai tujuan hidup yang jelas
e. Mempunyai keberanian menghadapi resiko
f. Selalu bekerja sama
g. Tidak rendah diri (malu) dan malas
h. Mempunyai keterampilan wiraswasta dan keahlian menjual
e. Komponen objek
Objek yang dihadapi wiraswasta adalah dunia usaha (bisnis),
maka wiraswasta harus mempunyai pengetahuan yang luas
dalam mengenali dunia usaha yang digelutinya.
Bagan Kewiraswastaan
Kognitif
Afekif
Konatif
Nilai-nilai
kewiraswas
taan
DUNIA
• Sikap
mental
wiraswasta
USAHA
(BISNIS)
BAB III
KEWIRASWASTAAN
DALAM PERSPEKTIF
HISTORIS
Pada masa prakolonial
 Wiraswasta berkembang baik di daerah
penghasil rempah dan kota pelabuhan.
Example: Malaka, Maluku, Banten, Jepara,
Gresik, dan sebagainya
 Menurut Tome pires :trayek utama dan
komoditas penting meliputi:
3.1
malaka ke pantai timur sumatera
malaka ke sunda(jawa barat)
Malaka Ke Jawa Tengah Dan Jawa
Timur
Jawa barat ke barat sumatera
Jawa tengah dan jawa timur ke
sumatera selatan
Jawa ke bali, lombok, sumbawa
Bali, lombok, sumbawa ke timor
Timor, sumba ke maluku
Jawa dan maluku ke kalimantan
selatan
Sulawesi selatan ke maluku
• Pada masa pra kolonial sudah lahir wiraswasta di
bidang: perdagangan (rempah-rempah, hasil bumi
dan hutan, pertambangan, binatang, dll)
• Wiraswasta Indonesia: Orang Batak minangkabau
golongan santri orang arab di jawa golongan non
pribumi
• Hambatan kegiatan wiraswasta lingkungan kerajaan:
– Keterbatasan teknologi
– Pengawasan dari golongan bangsawan
Wiraswasta Dunia Modern
Di Inggris revolusi industri akhir abad XVIII
a. Mesin uap: James Watt
b. Mesin pemintal: Richard A
3.2 Pada Masa Kolonial
• Kedatangan VOC menguasai komoditi & lalu
lintas perdagangan
• Pembagian kegiatan perdagangan oleh VOC:
a. golongan wiraswasta barat
b. golongan wiraswasta Cina
c. golongan wiraswasta pribumi
• Organisasi ekonomi
masa
pergerakan nasional
• Masa penjajahan jepang
KUMIAI
• Kesimpulan: ada kesengajaan
dari pihak penjajah untuk
membunuh segala potensi
ekonomi rakyat Indonesia
dengan melaksanakan politik
kelas dan monopoli
3.3 Pada Masa Pasca Kolonial
ORDE LAMA
ORDE BARU
A. ORDE LAMA
 Warisan kolonial masih terasa, disebabkan :
* Beberapa sektor usaha masih dikuasai oleh swasta asing
(seperti perkebunan dan industri)
* Kegiatan perdagangan dikuasai oleh golongan non pribumi
(China)
 Kebijakan ekonomi pemerintah, antara lain :
 Politik demokrasi atau ekonomi terpimpin
 RPNSB
 Nasionalisasi perusahaan swasta asing
 Kebijakan pemerintah tersebut gagal
B. ORDE BARU
 Pertumbuhan dan perkembangan wiraswasta cukup baik
 Kebijakan pemerintah :
 DEBIROKRATISASI
 DEREGULASI
ex : deregulasi perbankan tgl 1 Juni 1983
 PAKET KEBIJAKSANAAN 27 OKTOBER 1988 (PAKTO
27)
 PAKET DEREGULASI 21 NOPEMBER 1988 (PAKNO 21)
BAB IV
PERAN WIRASWASTA
dalam
PEMBANGUNAN EKONOMI
4.1 Peran Wiraswasta Dalam Pembangunan Ekonomi
Scumper berpendapat:
Motor penggerak perkembangan ekonomi adalah suatu proses yang
bernama inovasi atau interpreneur. (Budiono, 1982).
Everett E. Hagen berpendapat:
Industrialisasi (modernisasi) di negara-negara sedang berkembang itu
tergantung pada atau merupakan bagian dari perkembangan para
wiraswasta.
Ciri-ciri orang yang memiliki motivasi untuk berhasil:
a. Ia menyukai keadaan di mana ia mengambil tanggung jawab sendiri
untuk menemukan pemecahan masalah
b. Kecenderungan untuk menentukan tujuan prestasi dan untuk
mengambil resiko yang diperhitungkan (David Mc. Clelland, 1972).
Peran wiraswasta dalam pembangunan ekonomi di Indonesia
a. Membuka kesempatan kerja
b. Membantu pemasukan pendapatan negara
c. Membantu pemanfaatan sumber daya alam potensial
d. Menambah jumlah barang dan jasa yang ada di pasar.
4.2 Keadaan Wiraswasta Indonesia
Keadaan wiraswasta Indonesia ditunjukkan
pada tabel berikut:
No
Kondisi Psikologis/ Motivasi/ Need
Pribumi
Non Pribumi
1
Untuk berprestasi
42/dbn
43/dbn
2
Untuk mengikuti pendapat orang lain
44/dbn
40/dbn
3
Untuk melakukan sesuatu secara rapi
43/dbn
36/dbn
4
Untuk menonjolkan diri
39/dbn
45/dbn
5
Untuk berdiri sendiri
47/dbn
57/dan
6
Untuk bekerja sama dengan orang lain
41/dbn
53/dan
7
Untuk memahami tingkah laku orang lain
35/dbn
30/dbn
8
Untuk meminta pertolongan orang lain
32/dbn
30/dbn
9
Untuk menguasai orang lain
62/dan
59/dan
10 Untuk mawas diri
62/dan
54/dan
11 Untuk berbuat baik kepada orang lain
51/dan
61/dan
12 Untuk mencari sesuatu yang baru
46/dbn
56/dan
13 Untuk bertahan pada satu pekerjaan
64/dan
59/dan
14 Untuk mendekati lawan jenis
58/dan
58/dan
15 Untuk mengkritik orang lain
51/dan
54/dan
16 Untuk berpegang teguh pada pendiriannya
54/dan
56/dan
Keterangan: dbn = di bawah normal, dan = di atas normal
Karakteristik para wirswasta di Indonesia:
Kurang mempunyai keterampilan berwisatawan, seperti:
keterampilan membuat bermacam-macam produk dari
bahan mentah yang sama, keahlian menjual, pembukuan,
keterampilan berorganisasi (manajemen)
Dimana semua ini juga berhubungan dengan rendahnya
gagasan (ide), prakarsa (inisiatif) dan daya cipta
(kreativitas) yang dimiliki oleh para wiraswasta Indonesia
Faktor Penyebab:
a. Faktor perjalanan sejarah bagi negara-negara bekas
jajahan
b. Faktor pendidikan yang tidak menunjang perkembangan
wiraswasta
c. Faktor kebijaksanaan pembangunan yang kurang
memberi kesempatan bahgi lahirnya tenaga-tenaga
wiraswasta sejati. (Deddi Anggadiredja)
Faktor penyebab jumlah wiraswasta di
Indonesia sangat sedikit menurut Deddi
Anggadiredja:
1. Faktor perjalanan sejarah bagi negara-negara
bekas jajahan
2. Faktor pendidikan yang tidak menunjang
perkembangan wiraswasta
3. Faktor kebijaksanaan pembangunan yang
kurang memberikan kesempatan bagi
lahirnya tenaga-tenaga wiraswasta
Beberapa Faktor Pembatasan Belanda Terhadap
Wiraswasta Kita Menurut Joechen Roepke:
1. Belanda telah memperkuat orde
tradisional yang feodal atau membekukan
struktur sosial yang bersifat hirearki dan
otoriter, khususnya dengan cara
mengintrol orang indonesia secara
tidaklangsung melalui kaum ningrat
mereka sendiri.
2. Sebagian besar dari kegiatan inovatif,
khususnya dari wiraswasta pribumi,
dianggap tidah sah oleh orang belanda.
Dampak Negatif Kedua Cara
Diatas
Banyak orang tua yang berfikir kolot
(feodal) yang selalu mengharapkan
anaknya untuk menjadi ;pegawai negeri
daripada menjadi seorang wiraswasta,
dan sebagian besar merasa malu dengan
mengakui dirinya sebagai wiraswasta
karena usahanya masih kecil.
TERIMA KASIH
THANK YOU
MATUR NUWON
SYISYEK

similar documents