INTOKSIKASI ORGANOFOSFAT

Report
PENDAHULUAN
Organofosfat (Parathion, Malathion)
Cholinesterase inhibitor
Aktifitas Asetil
Kolin
Merangsang reseptor
nicotinic, muscarinic dan SSP
Tempat masuknya racun
Oral
Inhalasi
Kulit
Mukosa
PENYEBAB
Bunuh diri
Kecelakaan
Pembunuhan
Gambaran klinis
Gejala
Dinding perut tegang
Diare
Muntah
Salivation
Keringat
Lacrimation
Gambaran klinis
Pemeriksaan fisis
 Muntah bau organofosfat
 Miosis
 Bradikardi
 Bronkhospasme
 Sekresi bronkhus
Respiration arest
LAB : Aktivitas Cholin Esterase Dieritrosit
Sp 50%
TERAPI
Emergensi
Airway
Infus, koreksi asam basa, elektrolit
Dekontaminasi
Sal Cerna ( < 3Jam)
 Pengenceran dengan air dingin / susu
 Induksi muntah (stimulasi orofaring)
 Aspirasi dan kubah lambung (NGT)
 Arang aktif 30-50 grdl 240 cc Air
Mata
 Miringkan kepala
 Irigasi dengan NaCl Fisiologis
Tutup mata
Dekontaminasi
Inhalasi
Jauhkan penderita dari lokasi
Kulit
Lepaskan pakaian,arloji, sepatu dll
Mandi dengan air mengalir dan sabun
DIURESIS PAKSA
SULFAS ATROPIN
1-2 mg tiap 10-15 detik max 50 mg/Hr
Sampai terdapat tanda-tanda atropinisasi
dosis dikurangi perlahan-lahan
Tanda-tanda atropinisasi
 Muka merah
 Taki kardi
 Midriasis
 Mulut kering
ANTI DOTE
Pralidoxime (2-Pam protopam)
dapat mengikat organofosfat

similar documents