Perang Uhud - sepuluh tiga

Report
Perang Uhud
Khairunissa Dhara D.
Laela Dewi Maharani
(11)
(12)
Tempat dan
Waktu
Pasukan
Strategi Nabi
Muhammad
Sketsa Medan
Perang Uhud
PERANG
UHUD
Peperangan
Pasukan yang
Terbunuh
Tempat dan Waktu
Perang Uhud berlaku pada hari Sabtu, 7 Syawal atau 11
Syawal tahun ketiga hijrah (26 Mac 625 M) antara
tentara Islam dengan tentara kafir Quraisy.
Perang Uhud adalah pelantar untuk orang Quraisy
membalas dendam terhadap kekalahan mereka ketika
Perang Badar. Dinamakan Perang Uhud kerana ia
berlaku di sebuah tempat yang dikelilingi Bukit Uhud.
Pasukan
Pertempuran ini disertai 1000 orang tentara Islam yang
dipimpin oleh Nabi Muhammad s.a.w. menuju ke Uhud
tetapi hanya 700 orang saja yang sampai ke medan
Uhud karena di pertengahan jalan sebanyak 300 orang
telah kembali ke Madinah setelah dihasut oleh Abdullah
bin Ubai, yaitu ketua orang munafiq.
Tentara kafir Quraisy sebanyak 3000 orang dan diketuai
oleh Abu Sufyan ibni Harb.
Strategi Nabi Muhammad s.a.w.
Strategi Nabi Muhammad s.a.w. dalam Perang Uhud
yaitu pasukan kanan dan kiri berhadapan melawan
musuh.
Pasukan pemanah sebanyak 50 orang ditempatkan di
atas bukit Uhud. Semua tentara pemanah tidak
dibolehkan meninggalkan tempat masing-masing,
kecuali dengan perintah pemimpin.
Sketsa Medan Perang Uhud
Peperangan
Pertempuran diawali dengan perang tanding antara
kedua pihak yang dimenangkan pihak Muslim.
Kedua pasukan tentara kemudian mula bertempur,
dengan tentara Muslim yang berhasil menggoyahkan
tentara kafir Quraisy.
Pasukan pemanah Muslim lalu turun dari Bukit Uhud
ketika melihat tentara Quraisy meninggalkan medan
perang.
Mereka berebut harta rampasan perang yang
ditinggalkan sehingga mereka lupa larangan Nabi
Muhammad supaya tidak meninggalkan Uhud walau
apapun yang berlaku.
Namun, hanya 14 orang pemanah yang beriman saja
yang tinggal.
Ketika melihat tentara Islam turun dari Bukit Uhud,
Khalid bin al-Walid, ketua tentara berkuda Quraisy
membalas dengan mengelilingi bukit dan melakukan
serangan diam-diam dari arah belakang.
Dalam serangan tersebut, tentara Islam terkepung dan
menjadi lemah.
Karena keadaan tersebut, tersebar kabar yang
mengatakan Nabi Muhammad s.a.w. telah terbunuh dan
menyebabkan tentara Islam kocar-kacir.
Meskipun begitu, Nabi Muhammad s.a.w. masih selamat
dan dilindungi beberapa orang sahabat.
Dalam keadaan yang sangat genting itu, Ubai bin Khalaf
menghampiri Nabi Muhammad untuk membunuh beliau.
Nabi Muhammad lalu mengambil sebatang tombak,
menusuk leher Ubai bin Khalaf, kemudian
membunuhnya.
Beliau adalah satu-satunya orang yang dibunuh oleh
Nabi Muhammad s.a.w. sepanjang hayatnya.
Selepas pertempuran hebat, kebanyakan tentara Muslim
yang selamat mundur ke Uhud yang merupakan tempat
mereka berkumpul semula.
Menaiki kuda, pasukan Quraisy gagal mendaki lereng
bukit dan kehilangan kesempatan untuk menyerang
tentara Muslim.
Perang ini berakhir setelah Abu Sufyan membuat
keputusan tidak mengejar tentara Muslim dengan
tentara Muslim sebagai pemenangnya.
Pasukan yang Terbunuh
Tentara Islam yang terbunuh dalam peperangan ini kira-kira
70 orang, sedangkan jumlah tentara Quraisy sebanyak 23
orang.
Ayah dari saudara nabi, Saidina Hamzah bin Abdul Muttalib
telah mati terbunuh oleh seorang hamba bernama Wahsyi
yang telah melempar lembing, lalu mengenai tulang rusuk
Saidina Hamzah.
Beberapa orang sahabat juga telah terbunuh ketika
melindungi Nabi Muhammad s.a.w.
Nabi Muhammad terluka pada wajah, bibir , kedua lutut ,
pipi dan giginya yang patah ketika terjatuh ke dalam
perangkap yang digali oleh Abu Amar Al Rahab.
Nabi Muhammad berasa amat sedih dan memerintahkan
agar semua yang mati syahid dikebumikan dengan pakaian
yang mereka pakai ketika berperang.

similar documents