perkembangan investasi dan perdagangan saham

Report

Dalam rangka mempercepat pembangunan
ekonomi nasional di samping sumber daya
alam dan sumber daya manusia, investasi
juga cukup penting. Ini karena investasi
sebagai motor penggerak perekonomian
nasional, dan ditempatkan sebagai upaya
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
nasional, menciptakan lapangan kerja dan
mendorong ekonomi kerakyatan.
1

Munculnya investor baru maupun loyalitas
investor
lama
diupayakan
melalui
perlindungan dan kepastian hukum yang
berkaitan dengan kemudahan dan pelayanan
bagi kegiatan penanaman modal. Hal ini
dilakukan melalui konstruksi pembangunan
hukum nasional di bidang Penanaman Modal
yang berdaya saing dan berpihak kepada
kepentingan nasional agar iklim investasi di
dalam negeri dapat terus berkembang.
2


Kegiatan
investasi
selama
tahun
2010
menunjukkan perkembangan yang sangat baik.
Penanaman modal dalam negeri memperlihatkan
kenaikan dan juga sebaran investasi di luar Jawa
juga meningkat signifikan dibanding tahun 2009.
Hal ini memperlihatkan perbaikan iklim dan
pelayanan
investasi
serta
langkah-langkah
kebijakan yang diambil telah membuahkan hasil.
Pencapaian tersebut tentunya didukung pula oleh
perbaikan pelayanan investasi di daerah dan
semakin baiknya kondisi perusahaan penanaman
modal dalam negeri. Dengan terus melakukan
perbaikan iklim investasi untuk mengurangi
hambatan-hambatan
dalam
pelaksanaannya,
tentunya akan meningkatkan kontribusi investasi
dalam perekonomian nasional.
3

Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia
selama Tahun 2010 mencapai 463.012 orang
yang terdiri dari proyek penanaman modal
dalam negeri (PMDN) sebanyak 133.053
orang, sedangkan untuk proyek penanaman
modal asing (PMA) sebanyak 329.959 orang.
Apabila dibandingkan dengan penyerapan
tenaga kerja tahun 2009 (303.537 orang)
terdapat peningkatan sebesar 52,5 persen.
4

Provinsi di luar pulau Jawa mengalami
perkembangan kegiatan investasi yang pesat.
Pencapaian tersebut tentunya didukung pula
oleh perbaikan pelayanan investasi di daerah
dengan
semakin
banyaknya
Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (PTSP) di bidang
Penanaman
Modal
yang
telah
diimplementasikan oleh berbagai Pemerintah
Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota
serta koordinasi pusat daerah yang semakin
baik.
5



Seiring
dengan
mulai
membaiknya
kinerja
perekonomian dunia pasca krisis finansial global,
kegiatan investasi kembali bergairah di tahun
2009. Jumlah proyek PMDN yang terealisasi sampai
akhir tahun 2009 sebanyak 248 proyek.
Meningkatnya jumlah proyek diikuti pula dengan
kenaikan nilai investasi PMDN yang terealisasi
sampai akhir tahun yang nilainya mencapai Rp.
37.799,8 miliar atau mengalami kenaikan 85,63
persen.
Kinerja sektor Industri pada tahun 2009 mampu
menyerap sekitar 51,41 persen dari total nilai
investasi domestik atau sebesar Rp. 19.434.4
miliar. Meskipun demikian, terjadi penurunan dari
sisi banyaknya proyek yaitu dari 189 pada tahun
2008 menjadi 158 proyek di tahun 2009.
6
2008
Sektor
Proyek
7
Pertanian, Kehutanan, & Perikanan
Pertambangan
6
Industri
189
Investasi
1.238,5
(6,08)
519,2
(2,55)
15.914,8
(78,15)
2009
Proyek
Investasi
25
2.622,0
(6,94)
2010
Proyek
Investas
235
9.056,4
(14,94)
7
1.794,0
(4,75)
18
3.075,0
(5,07)
158
19.434,4
(51,41)
419
25.612,6
(42,25)
Lisrtik, Gas dan Air
3
519,8
(2,55)
4
3.442,7
(9,11)
31
4.929,8
(8,13)
Konstruksi
8
881,3
(4,33)
8
2.765,8
(7,32)
7
67,6 (0,11)
Perdagangan dan Reparasi, Hotel dan
Restoran
17
833,4
(4,09)
26
1.799,1
(4,76)
59
506,7
(0,84)
Transportasi,
Komunikasi
dan
4
429,2
(2,11)
10
809,1
(2,14)
34
13.787,7
(22,74)
dan
1
0,8 (0,00)
1
122,8
(0,32)
3
261,7
(0.43)
4
26,4 (0,13)
9
5.010,1
69
3.328,6
(5,94)
248
37.799,9
(100,00)
875
60,626,3
(100,00)
Pergudangan
Perumahan, Kawasan
Perkantoran
Jasa Lainnya
JUMLAH
Industri
239
20.363,4
(100,00)
7



Pada tahun 2009 sektor yang banyak diminati
oleh investor domestik setelah sektor industri
adalah sektor gas, listrik dan air yang mampu
menyerap sekitar Rp. 3.442,7 miliar di 4 proyek.
Sementara itu untuk sektor Perdagangan dan
Reparasi, Hotel dan Restoran, serta sektor jumlah
proyek yang terealisasi masing-masing sebanyak
26 dan 25 proyek, namun nilai investasi yang
terserap masing-masing hanya mencapai Rp.
1.799,1 miliar dan Rp. 2.622,0 miliar.
Investasi domestik yang terserap di masingmasing sektor selama tahun 2009 semuanya
mengalami peningkatan.
8



Dari total investasi domestik di tahun 2010
sekitar 42,25 persen terserap di sektor industri
atau secara absolut mencapai Rp. 25.612,64
miliar atau naik 31,79 persen dari tahun
sebelumnya.
Nilai investasi domestik yang terserap di sektor
industri tersebut tersebar di 419 proyek. Selain
sektor industri, penanaman modal terbesar
kedua
adalah
di
sektor
Transportasi,
Pergudangan dan Komunikasi yang nilainya
mencapai Rp. 13.787,7 miliar (22,74 persen)
yang tersebar di 34 proyek, diikuti sector
Pertanian yang mampu menyerap sekitar Rp.
9.056,4. miliar (14,94 persen) di 235 proyek.
Jika dilihat pada sektor Perdagangan dan
Reparasi, Hotel dan Restoran ada sebanyak 59
proyek yang mampu menyerap PMDN, namun
nilainya hanya mencapai Rp. 506,7 miliar.
9



Wilayah yang masih menjanjikan dan memiliki
daya
saing
bagi
para
investor
untuk
menanamkan modalnya pada tahun 2009 adalah
pulau Jawa, ini terlihat dari banyaknya proyek
dan nilai investasi domestik yang terserap.
Proyek-proyek PMDN di Pulau Jawa mencapai
174 proyek, dan nilai investasi yang terserap
mencapai Rp. 25.766.5 milyar atau 68,17 persen
dari total PMDN. Pulau Sumatera merupakan
wilayah yang cukup menjanjikan bagi investor
lokal selain Pulau Jawa.
Sebanyak 39 proyek dengan nilai investasi PMDN
mencapai 20,69 persen dari total PMDN atau
sekitar Rp. 7.819,7 miliar ditanamkan di Pulau
Sumatera, jika dibandingkan tahun sebelumnya
mengalami kenaikan 61,56 persen.
10
Tahun
Sumatera
2008
Proyek
34
Jawa
183
Bali
dan
Tenggara
Kalimantan
Nusa 2
12
Sulawesi
5
Maluku dan Papua
3
JUMLAH
239
2009
Investasi Proyek
4.840,2
39
(23,77)
12.230,6 174
(60,06)
29 (0,14) 5
1.821,5
(8,94)
1.147,4
(5,63)
294,7
(1,45)
20.363,4
(100,00)
22
7
1
248
2010
Investasi Proyek
7.819,7
222
(20,69)
25.766,5 397
(68,17)
50,8
39
(0,13)
2.934,5
149
(7,76)
1.187,4
38
(3,14)
41,1
10
(0,11)
37.799,8 875
(100,00)
Investasi
4.224,2
(6,79)
35.140,3
(57,96)
2.119,3
(3,50)
14.575,6
(24,04)
4.337,6
(7,15)
229,3
(0,38)
60.626,3
(100,00)
11


Pada tahun 2010 dari 875 proyek yang
disetujui
Pulau
Jawa
masih
tetap
mendominasi. Sebanyak 397 proyek berada
di pulau Jawa dengan nilai investasi PMDN
mencapai Rp. 35.140,3 miliar, atau terjadi
peningkatan
sekitar
36,38
persen
dibandingkan tahun sebelumunya.
Perkembangan yang terjadi di tahun 2010
menunjukkan bahwa semua pulau mengalami
peningkatan dalam jumlah proyek, tetapi
tidak semuanya diikuti dengan kenaikan nilai
investasinya.
12



Untuk wilayah luar Pulau Jawa jika dilihat
banyaknya proyek yang mampu menyerap investasi
PMDN, penyerapan investasi di Pulau Sumatera
lebih banyak dibandingkan Pulau Kalimantan dan
Sulawesi.
Namun jika dilihat nilai investasi yang mampu
diserap, Pulau Kalimantan mampu menyerap paling
banyak dimana dari 149 proyek mempu menyerap
sebanyak Rp. 14.575,6 miliar, diikuti Pulau
Sulawesi yang mampu menyerap sebanyak Rp.
4.337,6 miliar dari sebanyak 58 proyek, sedangkan
Pulau Sumatera dari sebanyak 222 proyek hanya
mampu menyerap sekitar Rp. 4.224,2 miliar.
Sementara itu Pulau Maluku dan Papua yang tahun
lalu hanya ada 1 proyek dan hanya mampu
menyerap sebanyak Rp. 41,1 miliar di tahun 2010
terdapat 10 proyek dengan nilai investasi mencapai
Rp. 229,3 miliar atau naik sekitar 457,91 persen.
13



Gambaran singkat dari semua indikator di atas
adalah telah terjadi peningkatan kontribusi
realisasi PMDN selama periode 2009-2010 dari
28 persen (Rp. 37,8 triliun) menjadi 29 persen
(Rp. 60,5 triliun). Apabila nilai realisasi PMDN
tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009,
terlihat terjadi peningkatan sebesar 60 persen.
Dari sebaran lokasi proyek, terlihat adanya
peningkatan aktifitas penanaman modal di luar
Jawa yang signifikan pada tahun 2010 yang
mencapai 32,9 persen (Rp. 68,5 triliun)
dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya
sebesar 18,5 persen (Rp. 25,0 triliun).
Dilihat berdasarkan nilai realisasinya penanaman
modal di luar Jawa mengalami peningkatan
sebesar 174 persen selama periode 2009-2010.
14


Realisasi PMDN berdasarkan sektor usaha (5
besar) adalah: Industri Makanan (Rp. 16,4
triliun; 208 proyek); Transportasi, Gudang
dan Telekomunikasi (Rp. 13,8 triliun; 46
proyek); Tanaman Pangan dan Perkebunan
(Rp. 28,7 triliun; 238 proyek); Listrik, Gas dan
Air (Rp. 4,9 triliun; 47 proyek); dan Jasa
Lainnya (Rp. 3,3 triliun; 92 proyek).
Realisasi PMDN berdasarkan lokasi proyek (5
besar) adalah Jawa Barat (Rp. 15,8 triliun; 136
proyek), Jawa Timur (Rp. 8,1 triliun; 117
proyek); Kalimantan Timur (Rp. 7,9 triliun; 64
proyek); Banten (Rp. 5,8 triliun; 97 proyek)
dan DKI Jakarta (Rp. 4,5 triliun;104 proyek).
15


Kandungan sumber daya alam yang tinggi
sebagai komponen bahan baku dipandang oleh
investor asing sebagai nilai tambah bagi
penanaman modal asing (PMA) di Indonesia. Di
samping itu daya beli masyarakat yang tinggi
terhadap
barang-barang
produksi
serta
ketersediaan sumber daya manusia (tenaga kerja)
yang murah menjadi nilai tambah lainnya.
Kepastian
hukum
terkait
upaya
untuk
meningkatkan iklim yang lebih kondusif bagi
masuknya
modal
asing
terutama
dalam
pelayanan dan pemberian izin usaha, serta
semakin beragamnya bidang usaha yang dapat
dimasuki PMA, memberikan kesempatan kepada
daerah untuk berperan dalam mengundang PMA
secara langsung.
16


Secara global, perusahaan multinasional yang
mencari pasar baru bagi penanaman modal
mencoba
menahan
diri
pasca
krisis.
Pergerakan investasi asing sepanjang tahun
2009 mengalami kelesuan.
Hal
ini
ditunjukkan
dengan
adanya
penurunan
sebesar
27,28
persen
dibandingkan tahun 2008, atau hanya
mampu menghimpun dana asing sebesar US
$ 10.815 juta, meskipun jumlah proyek yang
disetujui mengalami peningkatan.
17


Turunnya investasi asing yang masuk ke
Indonesia pada tahun 2009 berpengaruh juga
terhadap sektor-sektor dominan yang banyak
menyerap investasi asing. Investasi asing yang
mampu diserap oleh sektor Transportasi,
Pergudangan dan Komunikasi sebesar 38,56
persen dari total investasi dengan nilai realisasi
sebesar US $ 4.170,3 juta atau turun 51,11
persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemampuan sektor Industri untuk menarik
investor asing menanamkan modalnya terlihat
menurun, dimana hanya mampu menyerap 35,42
persen investasi asing yang masuk dengan nilai
realisasi hanya mencapai US $ 3.831,1 juta atau
turun sekitar 15,15 persen dibanding tahun
2008.
18


Sebaliknya
yang
terjadi
pada
sektor
Perdagangan dan Reparasi, Hotel dan
Restoran justru mengalami peningkatan di
tahun 2009 yakni naik sekitar 37,02 persen
dengan nilai realisasi asing mencapai US $
1.012,6 juta atau menyerap sekitar 9,36
persen dari total investasi asing yang sudah
terrealisasi.
Sektorsektor yang mampu menarik investor
asing sehingga mengalami peningkatan di
tahun 2009 adalah Sektor Konstruksi, sektor
Listrik,
Gas
dan
Air
serta
sektor
Pertambangan dan Penggalian.
19
Sektor
Pertanian, Kehutanan, & Perikanan
Pertambangan
Industri
Lisrtik, Gas dan Air
2008
Proyek
Investasi
14
154,2
(1,04)
41
181,3
(1,22)
495
4.515,3
(30,36)
4
27 (0,18)
Konstruksi
21
Perdagangan dan Reparasi, Hotel
dan Restoran
Transportasi, Pergudangan dan
Komunikasi
Perumahan, Kawasan Industri dan
Perkantoran
Jasa Masyarakat, Sosial dan
Perorangan
JUMLAH
397
35
19
112
1.138
426,6
(2,87)
8.530,0
(4,97)
175
(1,18)
123
(0,83)
26,4
(0,13)
14.871,4
(100,00)
2009
Proyek
Investasi
22
129,9
(1,20)
27
332,7
(3,08)
474
3.831,1
(35,42)
6
349,2
(3,23)
15
512,7
(4,74)
466
1.012,6
(9,36)
50
4.170,3
(38,56)
33
315,1
(2,91)
128
161,2
(1,49)
1.221
10.815,0
(100,00)
2010
Proyek
Investas
197
813
(5,01)
223
2.229,3
(13,75)
1.096
3.357,1
(20,70)
42
1.428,4
(8,81)
70
619,9
(3,82)
916
1.096,8
(6,76)
123
5.046,2
(31,12)
67
1.050,2
(6,48)
347
573,8
(3,54)
3.081
16.214,8
(100,00)
20



Total investasi yang masuk ke Indonesia dalam bentuk
PMA pada tahun 2010 sebesar US $ 16.214,8 juta
dengan jumlah proyek mencapai 3.081 proyek.
Berdasarkan data dari BKPM, investasi asing yang
masuk ke Indonesia di sektor Transportasi,
Pergudangan dan Komunikasi tersebar di 123 proyek
dengan nilai investasi yang tertanam mencapai US $
5.046,8 juta atau lebih tinggi 21 persen dari tahun
2009. Sektor lain yang cukup banyak menyedot
investasi asing adalah sektor industri yang mampu
menyerap sebesar US $ 3.357,1 juta.
Jika dibandingkan dengan tahun 2009 investasi asing
yang masuk ke sektor industri mengalami penurunan
12,37 persen, tetapi untuk jumlah proyek yang dapat
menyerap investasi asing mengalami kenaikan yang
sangat signifikan yaitu dari 466 proyek pada tahun
2009 menjadi 916 proyek pada tahun 2010.
21

lklim investasi tahun 2010 yang semakin
kondusif ditandai dengan masuknya sejumlah
investor asing ke daerah. Hal ini terlihat dari
peningkatan nilai investasi yang ditopang
oleh
fleksibilitas
dalam
memperoleh
perizinan dan jaminan rasa aman dan
kejelasan hukum dalam berusaha terhadap
investor asing.
22
2008
Tahun
Proyek
2009
Investasi
Proyek
2010
Investasi
Proyek
Investasi
Sumatera
96
1.010,0
(-6,79)
123
776,1
(-7,18)
362
Jawa
947
13.566,7
(-91,23)
946
9.370,5
(-86,64)
1.976
Bali dan Nusa Tenggara
59
96,6
(-0,64)
100
233,9
(-2,16)
374
502,7
(-31)
Kalimantan
19
115,2
(-0,77)
31
284,3
(-2,63)
253
2.011,4
(-12,4)
Sulawesi
14
65,3
(-0,44)
16
141,6
(-1,31)
81
859,1
(-5,3)
Maluku dan Papua
4
18,6
(-0,13)
5
87
(-0,08)
35
595,7
(-367)
JUMLAH
1.138
14.871,4
(-100)
1.221
10.815,3
(-100)
3.081
747,1
(-4,61)
11,498,8
(-70,92)
16.214,8
(-100)
23

Pulau Jawa masih menjadi daya tarik utama
bagi investor asing karena ditunjang dengan
infrastruktur yang baik di samping pasar
konsumen yang besar. Aliran modal asing
yang masuk ke Indonesia pada tahun 2009 di
Pulau Jawa mencapai US $ 9.370,5 juta yang
tersebar di 946 proyek. Sementara itu, Pulau
Sumatera hanya menyerap sekitar US $ 776,1
juta.
24

Pada tahun 2010 aliran investasi asing yang
masuk ke Indonesia sebagian besar juga
masih terserap di Pulau Jawa yakni 70.92
persen dari total PMA dengan nilai investasi
mencapai US $ 11.498,8 juta, atau meningkat
22,71 persen disbanding tahun 2009. Pulau
Kalimantan secara potensial pada tahun 2010
mampu menyerap investasi asing sebesar US
$ 2.011,4 juta atau meningkat 7 kali lipat
dari tahun sebelumnya.
25


Jumlah proyek yang mampu menyerap
investasi asing di Kalimantan juga meningkat
dari hanya 31 proyek pada tahun 2009
menjadi sebanyak 253 proyek pada tahun
2010.
Jika dibandingkan dengan kondisi tahun
2009 wilayah yang cukup berpotensi dalam
memanfaatkan investasi asing pada tahun
2010 adalah Pulau Sulawesi serta Bali dan
Nusa
Tenggara
yang
masingmasing
mengalami
peningkatan
yang
sangat
signifikan yakni mencapai 506,71 persen dan
114,92 persen.
26


Secara umum realisasi PMA terbesar berdasarkan lokasi
proyek (5 besar) adalah DKI Jakarta (US $ 6,4 miliar; 1068
proyek); Jawa Timur (US $ 1,8 miliar; 137 proyek); Jawa Barat
(US $ 1,6 miliar; 729 proyek); Banten (US $ 1,5 miliar; 336
proyek); dan Kalimantan Timur (US $ 1,1 miliar; 138 proyek).
Sementara itu realisasi PMA terbesar berdasarkan asal
negara (5 besar) adalah Singapura (US $ 5 miliar; 537
proyek); Inggris (US $ 1,9 miliar; 285 proyek); Amerika
Serikat (US $ 0,9 miliar; 121 proyek); Jepang (US $ 0,7 miliar;
394 proyek) dan Belanda (US $ 0,6 miliar; 138 proyek).
Selanjutnya realisasi PMA terbesar berdasarkan sektor usaha
(5 besar) adalah Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi
(US $ 5 miliar; 154 proyek); Pertambangan (US $ 2,2 miliar;
298 proyek); Listrik, Gas dan Air (US $ 1,4 miliar; 59 proyek);
Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (US $ 1,1
miliar; 89 proyek) dan Industri Makanan (US $ 1,0 miliar; 250
proyek).
27


Perusahaan-perusahaan
tidak
bisa
selamanya
mengandalkan sektor perbankan untuk menambah
modal, hal ini yang mendorong makin banyak
perusahaan yang mendaftarkan usahanya di pasar
modal,
sebagai
alternatif
pembiayaan
bagi
perusahaan yang akan mencari modal dan
pembiayaan bagi pengembangan usaha.
Dalam beberapa tahun terakhir bursa efek atau pasar
modal
memperlihatkan
kinerja
yang
sangat
menggembirakan dan telah memberikan kontribusi
yang cukup besar bagi emiten dan dunia usaha.
Dana-dana yang diinvestasikan di bursa efek menjadi
kian produktif. Dari sisi emiten, pemerintah sudah
mulai mengurangi pajak.
28


Kinerja pasar modal yang Baik tersebut
karena didukung oleh kebijakan moneter
yang memberikan dampak positif pada
kondisi sektor keuangan domestik serta
didukung oleh laporan kinerja emiten.
Kondisi yang baik ini membuat pelaku usaha
terus
memanfaatkan
peluang
investasi
melalui pasar modal. Dengan adanya pasar
modal yang sangat menjanjikan dan bisa
menjadi andalan untuk berinvestasi, maka
semakin banyak emiten yang menawarkan
sahamnya di pasar bursa.
29

Kondisi pasar yang baik, tingkat suku bunga
yang cukup rendah, harga komoditas/tingkat
inflasi serta suhu politik dalam negeri yang
aman di sepanjang tahun 2010 telah
membawa pengaruh pada perekonomian
Indonesia.
Kondisi
seperti
ini
juga
memberikan
sentimen
positif
bagi
perkembangan pasar modal di Indonesia.
30


Penawaran saham perdana sejumlah BUMN
tahun
2010
menjadi
stimulus
bagi
perusahaan-perusahaan
lain
untuk
melakukan IPO (Initial Public Offering) atau
melepas sahamnya ke publik. BEI menilai
peran
pasar
modal
terus
meningkat,
didukung oleh makin tingginya kepercayaan
investor terhadap kinerja pasar modal.
Target emiten baru tahun 2010 yang
ditetapkan BEI sebanyak mencapai 25 emiten,
dan target ini dapat dicapai, sehingga jumlah
emiten pada 2010 menjadi 522.
31


Pemulihan ekonomi global yang berjalan semakin
Baik serta didukung oleh laporan kinerja
keuangan emiten yang Baik telah mampu
mengembalikan
kepercayaan
investor
dan
mendorong tingginya arus modal acing masuk ke
bursa saham domestic.
Sepanjang tahun 2009 jumlah saham yang
diperdagangkan mengalami lonjakan yang sangat
signifikan, mencapai 1.468,65 miliar lembar,
meningkat 137,91 persen, meskipun nilai
transaksi saham yang diperdagangkan di BEI
hanya mencapai Rp. 975.209 miliar atau terjadi
sedikit penurunan 8,39 persen.
32


Derasnya arus modal yang masuk ke Tanah Air
membuat
saham
masih
menjadi
pilihan.
Sepanjang tahun 2010 aliran modal asing terus
masuk ke pasar saham Indonesia, dengan jumlah
saham yang diperdagangkan mencapai 1.428,13
miliar lembar saham.
Meskipun mengalami penurunan dibanding
tahun sebelumnya, namun dari sisi nilai
transaksinya mengalami kenaikan 28,50 persen
yaitu mencapai Rp. 1.253.174 miliar. Jumlah
emisi yang diperdagangkan sampai akhir tahun
2010 jumlahnya mencapai 8.681 miliar lembar
atau meningkat 3,06 persen dan nilai emisinya
mencapai Rp 495,6 triliun.
33


Salah satu kegiatan di BEI adalah memantau
perkembangan harga saham gabungan seluruh
peserta transaksi di bursa yang biasa disebut
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang
dihitung setiap hari dimana terjadi transaksi,
dengan menggunakan harga saham terakhir yang
terjadi di lantai bursa.
Indeks Harga Saham merupakan indikator yang
menggambarkan
pergerakan
harga-harga
saham. Sebagai besaran statistik, indeks harga
saham
juga
sering
digunakan
untuk
menggambarkan
dan
meramalkan
kecenderungan pasar.
34



Di tahun 2009 kinerja pasar saham masih mengalami
tekanan di awal tahun yang mengakibatkan IHSG
mengalami penurunan karena minimnya sentimen
positif dari sisi internal maupun eksternal.
Seiring dengan perkembangan positif yang terjadi di
pasar keuangan global dan ditopang oleh kondisi
perekonomian domestik yang kondusif, kondisi makro
ekonomi yang terjaga serta kebijakan moneter yang
cenderung longgar dan semakin baiknya kinerja
keuangan emiten dari hasil yang dilaporkan,
kepercayaan pelaku pasar berangsur-angsur mulai
pulih.
Hal ini telah mendorong IHSG mulai merangkak naik.
IHSG kembali mengalami peningkatan hingga
menembus kembali lebih dari angka 2000 poin dan
ditutup pada level 2534,36 poin di akhir tahun 2009
atau terjadi penguatan 1178,95 poin dari penutupan
tahun 2008.
35


Derasnya arus modal yang masuk ke Tanah Air
membuat saham masih menjadi pilihan. Faktorfaktor yang menjadi katalis bagi pergerakan IHSG
di sepanjang tahun 2010 dipengaruhi oleh rilis
kinerja keuangan emiten yang mencatat kinerja
positif. Pada pembukaan awal tahun, di Januari
2010, IHSG berada pada level 2.610,80.
Pada penutupan perdagangan bulan Jull 2010,
IHSG sudah menyentuh level lebih 3000 poin dan
dua bulan kemudian yaitu di bulan Oktober 2010
IHSG ditutup pada level 3.635,32 poin.
36


Artinya, belum genap setahun IHSG telah naik lebih
dari 1.000 poin. Sebagai catatan, sepanjang tahun
2010 IHSG terus menunjukkan kenaikan, IHSG
menguat hampir 1.200 poin, ditutup pada level
3703,51 poin. IHSG telah memperlihatkan kinerja
yang fantastis sepanjang tahun 2010 beberapa kali
mencetak rekor baru, sehingga membawa BEI sebagai
yang terbaik di Asia Pasifik.
Dengan pertumbuhan 46,13 persen yang dicapai
merupakan yang terbesar di Asia mengungguli
Malaysia, India dan Cina. Meski demikian, bila
dibandingkan kinerja tahun 2009, pertumbuhan IHSG
masih jauh di bawah penguatan selama 2009 yang
mencapai 86,98 persen yang menempatkan kinerja
IHSG terbaik kedua setelah bursa Cina.
37


Penanaman modal asing (PMA) menjadi alternatif
untuk memenuhi kebutuhan modal pembangunan
atau sebagai pelengkap untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu,
masuknya modal asing juga akan dapat
memberikan manfaat besar seperti penciptaan
lapangan kerja, penambahan pajak, transfer
teknologi, dan tumbuhnya sektor turunan lain.
Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa
investasi asing harus tetap di bawah kekuatan
kendali negara, sehingga segala aktivitas bisnis
dan operasi mereka selalu bisa dikontrol oleh
negara.
38


Pemerintah dalam membuat suatu kebijakan di
bidang investasi harus dapat membatasi investasi
asing, dan bukan kebijakan investasi yang membuka
lebar-lebar pintu investasi asing karena dinilai akan
menempatkan Indonesia di bawah dominasi ekonomi
asing. Seharusnya Indonesia harus menjadikan
investasi asing sebagai pendukung atau pelengkap
saja, bukan sebagai penopang utama sistem
perekonomian nasional.
Isu yang marak dan menimbulkan keresahaan saat ini
adalah semakin derasnya modal asing yang masuk ke
Indonesia. Aliran modal yang masuk dalam bentuk
penanaman modal langsung (PMA) dan dalam pasar
modal terus meningkat. Karena itu, bila kekuatan
modal asing mendominasi perekonomian nasional,
maka secara perlahan para investor asing pun akan
menguasai secara Iangsung sumber-sumber ekonomi
nasional, terutama kekayaan sumber daya alam.
39

Tabel 1 dan 3 memperlihatkan perbandingan
antara PMDN dan PMA yang terealisasi dalam
3 tahun terakhir. Pada tabel tersebut terlihat
bahwa modal asing lebih mendominasi pasar
modal Indonesia dibanding modal domestik.
Pada tahun 2009 PMDN yang terealisasi
menunjukkan
peningkatan
dibandingkan
tahun 2008 dan sebaliknya PMA mengalami
penurunan. Pada tahun 2010 investasi asing
terus meningkat dan jika dibandingkan
dengan investasi domestik yang terrealisasi.
40


Aliran modal asing yang masuk ke pasar modal
Indonesia juga menunjukkan peningkatan. Pada
tahun 2006 banyaknya saham yang dibeli oleh asing
mencapai 93.092,70 juta lembar saham dengan nilai
mencapai Rp 140.534,97 miliar, sedangkan saham
yang dimiliki asing yang dijual sebanyak 67.632.24
juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp
123.234,62.
Sehingga posisi akhir nilai saham yang dimiliki asing
pada tahun 2006 mencapai Rp 17.300,35 miliar.
Dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia
terlihat semakin deras dan pada tahun 2009 tercatat
sebanyak 144.934,10 juta lembar saham dan yang
dijual sebanyak 129.815,61 juta lembar, sehingga
posisi akhir nilai saham yang dimiliki asing pada
tahun 2009 mencapai Rp 13.788,43 miliar.
41

Sepanjang perdagangan saham di tahun 2010
BEI mencatat pihak asing membeli sebanyak
212.007,42 juta lembar saham dengan nilai
saham mencapai Rp 394.000,73 miliar dan
saham yang dijual oleh pihak asing sepanjang
tahun 2010 mencapai 183.245,96 juta
lembar saham dengan nilai mencapai Rp
367.039,35 miliar, sehingga posisi akhir nilai
saham asing yang tertanam di pasar saham
Indonesia mencapai Rp 26.961,38 miliar atau
terjadi kenaikan hampir 2 kali lipat dibanding
tahun 2009.
42


Dari data di atas nampak bahwa investasi asing
mulai mendominasi dan ini seharusnya menjadi
perhatian pemerintah untuk dapat membatasi.
Pemerintah seharusnya dapat menarik investasi
domestik agar dapat lebih bergairah.
Karena kalau diperhatikan apakah dengan
masuknya modal asing akan tercipta transfer
teknologi? Kenyataan yang terjadi bahwa bila
perusahaan itu 100 persen modal asing, jarang
sekali ada transfer pengetahuan maupun
teknologi. Bahkan untuk mesin dan bahan
bahan-bahan tertentu didatangkan langsung dari
negaranya, mereka tidak mau memakai buatan
lokal.
43

similar documents