klik disini - Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., C.A.

Report
KERANGKA KERJA PRAKTIK
PROFESIONAL AUDITOR INTERNAL
Chapter 2
Wisnu Haryo Pramudya, S.E., M.Si., Ak., CA
Kerangka Kerja Praktik Profesional
Terdiri dari:
• Arti pengauditan internal.
• Standar Internasional dari Praktik Internasional
Pengauditan Internal.
• Kode Etik.
• Praktik Advisory (penasehat)
• Pengembangan dan praktik bantuan (aids).
KOMPONEN PPF
•
•
•
•
•
•
Kode Etik
Standar Atribut
Standar Kinerja
Standar Implementasi
Praktik Advisory
Petunjuk lainnya
KODE ETIK
TUJUAN:
Meningkatkan budaya etika dalam profesi audit
internal.
TERDIRI DARI 4 PRINSIP:
1. Integritas
2. Obyektivitas
3. Kerahasiaan
4. Kompetensi
4 PRINSIP
• INTEGRITAS
auditor internal melakukan pekerjaan dengan
tekun dan menyatakan keadaan yg sebenarnya/jujur
(truthfulness) dalam kaitannya dengan hukum dan nilai etika
organisasi.
• OBYEKTIVITAS
auditor internal harus memiliki tingkat
obyektivitas yang tinggi dalam mengumpulkan, mengevaluasi,
dan mengomunikasikan informasi berkaitan dengan aktivitas
atau proses yg sedang dijalankan.
4 PRINSIP (lanjutan)
• KERAHASIAAN
auditor internal harus hati-hati dalam
menggunakan dan penyimpan informasi yang berhubungan
dengan tugasnya.
• KOMPETENSI
auditor internal harus menjalankan kontrak
dengan segala kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman,
menjalankan tugas sesuai Standar Praktik Profesional,
meningkatkan kemampuan, efektivitas dan kualitas atas jasa
yg diberikan.
STANDAR ATRIBUT
Karakteristik yang harus dimiliki oleh individual, tim, dan
organisasi dalam memberikan jasa internal audit yg
efektif.
Dikelompokkan menjadi 4, yaitu:
1. Tujuan, otorisas, dan tanggungjawab.
2. Independensi dan obyektivitas.
3. Keahlian dan profesionalisme.
4. Komitmen terhadap kualitas penjaminan
perbaikan.
dan
Kategori Obyektivitas
• Insentif
Menggambarkan kebutuhan ekonomi yang dapat berpengaruh
terhadap judgmet auditor ketika auditor memiliki masalah ekonomi
yang mempengaruhi secara langsung kerja mereka.
• Hubungan Personal
Menggambarkan hambatan ketika auditor internal menjalankan
perjanjian tetapi lingkungan sekitarnya (manajer, pekerja, dll)
memiliki hubungan baik.
• Hambatan berkaitan dengan tugas
Hambatan yang berkaitan dengan tugas berasal dari sifat tugas
tersebut. Misal penguasaan tentang materi tidak dikuasai oleh
auditor, maka muncul hambatan terhadap tugas yg dikerjakan.
STANDAR KINERJA
• Menggambarkan sifat dari jasa audit internal dan
kriteria yang berlawanan saat kinerja dari jasa
tersebut dinilai.
PRAKTIK ADVISORI
• Auditor internal harus mempertimbangkan saransaran ketika dihadapkan pada situasi saat auditor
melakukan pekerjaan sesuai tanggungjawabnya.

similar documents