sig merapi olympiade geografi 2011

Report
• Berada dalam wilayah perbenturan tiga lempeng kerak bumi yaitu
lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng India Australia dan
merupakan zone pertemuan dua jalur gempa yaitu jalur Sirkum Pasifik
dan jalur gempa Alpide Transasiatic yang menyebabkan kerawanan
terhadap aktivitas seismik.
• Keberadaan gunung berapi yang berderet hampir melingkari seluruh
wilayah kepulauan di Indonesia
• Kondisi iklim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi dan juga musim
kemarau yang cukup panjang juga sangat potensial untuk menghantarkan
penduduk Indonesia pada bencana banjir, longsor dan kekeringan serta
kelaparan.
• Kondisi sistem sosial yang sangat plural mempertinggi kerawanan bencana
sosial semacam konflik sosial
Di masa lalu :
Fatalism : “ tidak ada yang dapat dilakukan melawan bencanabencana; orang-orang harus hidup dengan dan menerima
bencana'.
Dimasa Sekarang :
Berusaha mengurangi kerugian nyawa dan harta jika terjadi bencana
dengan persiapan sebelum bencana yang terukur
dengan
Managemen bencana/resiko bencana meliputi :
kesiap siagaan, pencegahan, mitigasi bencana
Manajemen Bencana (Disaster Management)
• Pencegahan bencana
(Disaster prevention)
• Kesiap siagaan bencana
(Disaster preparedness)
• Pertolongan/Pembebasan akibat
bencana (Disaster relief)
• Rehabilitasi (Rehabilitation)
• Rekonstruksi (Recontruction)
Masing-masing Tahapan
Memerlukan Data SIG dan
Model SIG yang spesifik
Sebelum Bencana
Identifikasi
resiko
Mitigasi/Peringat
an Bencana
Perpindahan
resiko
Sesudah Bencana
Kesiap siagaan
Respons darurat
Rehabilitasi dan
Rekonstruksi
Pemetaan Bahaya Pekerjaan
Bencana
fisikal/struktural
mitigasi
Asuransi/tidak
asuransi
Sistem Peringatan Asistensi/perDini. Sistem
tolongan
Komunikasi
Rehabilitasi dan
Rekonstruksi
infrastruktur
Pemetaan
Kerawanan
Bencana
Perencanaan
Pengguaan lahan
dan aturan
bangunan
Instrumeninstrumen pasar
uang
Monitoring dan
meramalkan
Perbaikan dan
pemulihan
sementara
pelayanan
Macroeconomic
dan manajemen
anggaran
Pemetaaan
Resiko Bencana
Insentif ekonomi
Perencanaan
fasilitas-fasilitas
darurat/ tempat
perlindungan
Penilaian
kerusakan
Revitalisasi sektorsektor yang
dipengaruhi
(ekspor, turisme)
Pembangunan
GIS
(pembangunan
basisdata SIG dan
model)
Pelatihan
pendidikan dan
kesadaran akan
bencana
Privatisasi
pelayanan publik
dengan
peraturanperaturan
keselamatan
Dana-dana
bencana
Perencanaan
kontingensi (utiliti
compani/pelayana
n publik)
Pengerahan
sumber daya
recovery/kesembu
han
Rekonstruksi
komponenkomponen
peringanan
bencana
Informasi spasial
sangat penting
Informasi spasial
penting tetapi
dikombinasikan
dengan informasi
lain
Informasi spasial
kurang penting
dibandingkan dengan
informasi lain
Sumber : Worldbank,
DMF & USAID
1. Satelit-satelit dapat mendeteksi tahap awal kejadiankejadian sebagai “keganjilan/ anomali” pada suatu periode
waktu
2. Satelit-satelit membuat kemungkinan untuk memonitor
kejadian dari bencana
3. Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dapat
membantu di dalam penilaian kerusakan (damage
assessment)
4. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk memetakan
situasi terbaru dan membaharui database (update the
databases) untuk rekonstruksi
a. Data bencana alam (natural disaster) dapat di spasialkan
 Mayoritas informasi adalah spasial/ruang dan dapat direkam dan
dipetakan
 Data yang dihasilkan berbagai organisasi pada dasarnya dapat
digunakan dan dibagi bersama.
b. Integrasi Penginderaan Jauh dan SIG dapat digunakan dalam mengelola
dan visualisasi data
 Data dapat dikumpulkan, ditata, dianalisa, dan ditayangkan
 Visualisasi situasi darurat atau bencana secara efektif
 Membawa banyak sumber informasi pada suatu fokus (konsolidasi
data).
c. Integrasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dapat
digunakan dalam analisis dan modeling spasial
 Analisa dan mengestimasi kondisi (sebelum, selama, setelah) bencana
alam
 Mengetahui di mana dan bagaimana caranya menanggapi bencana
 Mengetahui dengan baik lokasi yang merupakan daerah berbahaya
melalui proses analisis dan modeling.
1. Pembuatan data SIG dari pengukuran fenomena geografis
di lapangan, yaitu lokasi Rumah alm. Mbah Marijan
2. Pembuatan Zona Bahaya Merapi melalui buffer dengan
jarak 10 km, 15 km, dan 20 km
3. Query data-data spasial tersedia baik data tunggal maupun
multiple data
4. Pemantauan daerah daerah yang terkena awan Panas dan
lahar dingin Letusan Gunung Merapi
5. Pengukuran dearah-daerah pertanaian dan permukiman
yang terkena awan Panas Letusan Gunung Merapi
Merapi yang indah dan subur
Merapi yang begemuruh
Bencana Gunung Berapi
In fact, there apparently is not just one magma chamber underneath Merapi, but quite likely two
chambers, one of them possibly being triple size XXX. A study by Francois Beauducel from the
Department of Seismology of the Institut de Physique du Globe de Paris, reveals that there is a much
larger deep magma chamber located 8.9 km beneath the surface whose chamber may be three times
larger than the one above it
KLMB Fak. Geografi UGM
The Method
“Triple C Method”
Communication
Community
Victims needs
reports
Victims of EQ
(radio stations,
media-center,
website, etc)
Cartography
Thematic maps

similar documents