spektrum bk-ppt

Report
SPEKTRUM PROFESI KONSELING
Paradigma
Visi
Misi
Bidang
Kegiatan
Kode Etik






Wawasan
Konseling
1
2
3
4
5
6
Pengertian
Tujuan
Fungsi
Prinsip
Asas
Landasan
Pelayanan
Konseling
Layanan
Konseling
Orin
Info
PP
PKO
KP
BKp
KKp
KSI
MED
33
34
35
36
37
38






7
8
9
10
11
12









13
14
15
16
17
18
19
20
21
Wawasan
Konseling
28
29
30
31
32
Konseling Sebagai :
 Filsafat
 Pandangan/Jalan Hidup
 Sikap
 Komitmen
 Aksi (kegiatan nyata)
 Pandangan mendunia
42
43
44
45









Individu
Kelompok
Klasikal
Lapangan
Pendkt Khusus--E-Kons
Kegiatan
Pendukung
22
23
24
25
26
27
Keprofesian Profesi Konseling
Pendidikan Prajabatan
Pendidikan dalam Jabatan
Organisasi Profesi
39
40
41






AI
HD
KK
KR
TKp
ATK
Kredensialisasi
 Sertifikasi
 Akredatasi
 Lisensi
PARADIGMA
DALAM PELAYANAN
KONSELING
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Pengertian Konsep Paradigma
Dalam Pelayanan Konseling
• Paradigma konseling adalah pelayanan
bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai
budaya.
• Artinya, pelayanan konseling berdasarkan
kaidah-kaidah ilmu dan teknologi pendidikan
serta psikologi yang dikemas dalam kaji
terapan pelayanan konseling yang diwarnai
oleh budaya lingkungan peserta didik
Aspek-aspek praktek /penerapan
Paradigma BK dalam layanan
• Pelayanan professional psikopedagogis
dalam wujud proses pembelajaran yang
dilandasi aspek-aspek psikologis individu
yang dilayani dan berbagai konteks sosio
kultural melalui teknologi operasional
yang terarah pada pengembangan KES dan
penanganan KES-T
VISI PELAYANAN
KONSELING
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
PENGERTIAN VISI
DALAM PELAYANAN KONSELING
• Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya
kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan
individu dan sekelompok individu melalui
tersedianya pelayanan bantuan dalam
pemberian dukungan perkembangan dan
pengentasan masalah agar peserta didik
berkembang secara optimal, mandiri dan
bahagia
Aspek-aspek Praktek/Penerapan Visi
Konseling Dalam Layanan
• Kegiatan layanan bimbingan dan konseling
mengupayakan agar perkembangan individu
menjadi optimal mecapai optimalisasi tugas
perkembangannya, serta meminimalisir yang
dapat menghambat, mengganggu
perkembangan kemudian diharap pencapaian
kebahagiaan dapat dirasakan individu.
MISI PELAYANAN KONSELING
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Misi dalam Pelayanan Konseling
• Misi pendidikan
• Misi pengembangan
• Misi pengentasan masalah
Misi Pendidikan
• yaitu memfasilitasi pengembangan
peserta didik melalui pembentukan
perilaku efektif-normatif dalam
kehidupan keseharian dan masa
depan.
Misi Pengentasan Masalah
Yaitu memfasilitasi pengentasan
masalah peserta didik mengacu pada
kehidupan efektif seharihari.embangan potensi dan
kompetensi
Misi Pengembangan
Yaitu memfasilitasi pengembangan
peserta didik di dalam lingkungan
sekolah/ madrasah, keluarga dan
masyarakat.
Aspek-aspek Dalam Praktek/penerapan Misi
Layanan Konseling
adalah membantu peserta didik dalam hal
memahami:
1. Proses perkembangan diri sendiri dan
mengoptimalkan perkembangannya
2. Potensi diri peserta didik yang selayaknya
dikembangkan secara optimal
3. Kekuatan dan kelemahan diri peserta didik
dan upaya penanggulangannya
Lanjutan…
4. Kekuatan dan kelemahan diri peserta didik,
memelihara dan memanfaatkannya untuk
pengembangan diri dan kehidupan bersama di
sekolah
5. Mengambil keputusan untuk pengembangan diri
dan kehidupan sosial
6. Tuntutan kehidupan dan pengembangan diri
sendiri, serta tuntutan kehidupan sosial budaya
kemasyarakatan yang maju dan modern, serta
melakukan upaya memenuhi tuntutan tersebut.
Lanjutan…
7. Mengantisipasi dan memahami terjadinya
masalah pada diri sendiri serta melakukan
upaya menghindari dan mengentaskannya
8. Mengarahkan diri untuk berkehidupan
manusia dewasa yang cerdas dan bahagia
dengan mengemban tugas berkehidupan
keluarga, bekerja, bermasyarakat, beragama
dan bernegara
BIDANG PELAYANAN KONSELING
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
BK POLA 17 PLUS
WAWASAN BK
(Pengertian, Tujuan, Funggsi, Prinsip, dll tentang BK)
BP. PRIBADI
BP. SOSIAL
BP. KEHIDUPAN
BERKELUARGA
BP. BELAJAR
BP. KARIR
BP. KEHIDUPAN
KEBERAGAMAAN
9 JENIS LAYANAN
PPK 2009 KUS
17
Konsep Pengertian Bidang Pelayanan
Konseling
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Pengembangan kehidupan pribadi
Pengembangan kehidupan sosial
Pengembangan kemampuan belajar
Pengembangan karir
Kehidupan Berkeluarga,
Kehidupan beragama.
Pengembangan kehidupan pribadi
Yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami, menilai, dan
mengembangkan potensi dan kecakapan,
bakat dan minat, sesuai dengan karakteristik
kepribadian dan kebutuhan dirinya secara
realistik.
Pengembangan kehidupan sosial
Yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami dan menilai
serta mengembangkan kemampuan hubungan
sosial yang sehat dan efektif dengan teman
sebaya, anggota keluarga, dan warga
lingkungan sosial yang lebih luas
Pengembangan kemampuan belajar
Yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik mengembangkan kemampuan
belajar dalam rangka mengikuti pendidikan
sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri
Pengembangan karir
Yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami dan menilai
informasi, serta memilih dan mengambil
keputusan karir
Kehidupan Keluarga
• Yaitu bidang pelayanan yang membantu
konseli dalam memahami dan menilai
informasi, serta perencanaan perkawinan
kehidupan keluarga yang akan dijalani
dan/atau sudahdijalaninya
Kehidupan Beragama
• Yaitu bidang pelayanan yang membantu
konseli dalam memahami dan memantapkan
dan memaksimalkan berkenaan dengan
kehidupan keberagamaan sesuai agama yang
dianutnya
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang
Kehidupan Pribadi dalam Layanan Konseling
• Contoh: Pengetrapan tentang pemahaman
kekuatan diri konseli dan pengembangannya
untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan
produktif, dalam kehidupan sehari-hari untuk
di masa depan konseli
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang
Kehidupan Sosial dalam Layanan Konseling
• Contoh: Pengetrapan tentang kemampuan
bertingkah laku dan berhubungan sosial,
dengan menjunjung tinggi tata krama, adat
istiadat, hukum, ilmu dan norma kebiasaan
yang berlaku.
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang
Kehidupan Belajar dalam Layanan Konseling
• Contoh: Pengetrapan tentang sikap,
kebiasaan belajar yang efektif, efesien.
Semangat serta produktif mencari informasi
sumber belajar, sikap pada guru,
mengembangkan keterampilan belajar, tertib
mengerjakan tugas-tugas pelajaran.
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang
Perencanaan, pelaksanaan dan pemantapan dalam
Layanan Konseling
• Contoh: Orientasi dan informasi terhadap
dunia kerja dan usaha memperoleh
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
hidup, sebagai wawasan mengembangkan
karir dimasa yang akan datang
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang
Kehidupan Berkeluarga dalam Layanan
Konseling
• Contoh: Membantu individu dapat mengambil
keputusan berkenaan dengan perencanaan
perkawinan dan/atau kehidupan keluarga
yang sudah dijalaninya
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan Bidang
Kehidupan Keberagamaan dalam Layanan Konseling
• Contoh: Membantu individu memantapkan
dan memaksimalkan berkenaan dengan
pkehidupan keberagamaan sesuai agama yang
dianutnya
Kegiatan dalam Pelayanan
Konseling
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Kegiatan pelayanan konseling meliputi;
1.
2.
3.
4.
5.
Individual
Kelompok
Klasikal
Lapangan
Pendekatan Khusus,
Konsep Kegiatan dalam Pelayanan
Konseling
Kegiatan pelayanan konseling meliputi
1.
2.
3.
4.
5.
Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani
peserta didik secara perorangan
Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani
sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok
Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani
sejumlah peserta didik dalam satu kelas
Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani
seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar
kelas atau kegiatan lapangan
Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang
melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan
kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan untuk
peserta didik
Aspek-aspek Praktek atau Penerapan
Kegiatan Pelayanan
• Kegiatan Pengelolaan: Merancang program,
melaksanakan program, mengevaluasi hasil dan
proses layanan, melakukan kegiatan tindak lanjut
serta melaporkannya.
• Kegiatan Kolaborasi Profesional: Melakukan
kegiatan-kegiatan diskusi atau membahas
professionalitas melalui (MGP) dan alih tangan
kasus
• Kegiatan Keorganisasian: Menjadi anggota dan
berperan aktif dalam organisasi profesi ABKIN
(Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia).
Kode Etik Pelayanan Konseling
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Pengertian Konsep Kode Etik dalam Pelayanan
Konseling
• Kode etik; yang dimaksud adalah Memiliki Kesadaran
Dan Komitmen Etika Profesional yang meliputi;
– Menampilkan Keutuhan Pribadi Konselor terdiri dari:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Iman Takwa
Tulus
Hangat
Respek
Yakinkan Klien
Empati
Integritas
Toleran
Berpikir positif
–Berperilaku Etik Profesional, terdiri dari
• Sadar Nilai Pribadi
• Prasangka dan Stereotipe
• Hargai Nilai Pribadi
• Paham Kekuatan Keterbatasan
• Mengelola Diri
• Bekerja Sama
• Konsisten Penampilan
- Komitmen Meningkatkan Kemampuan
Profesional meliputi:
• Tanggung jawab dalam menyelenggarakan layanan
BK
• Perilaku obyektif
• Inisiatif terlibat profesi, pendidikan dan Aktif
Organisasi profesi
Pengertian Konseling
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Pengertian Konsep dasar konseling
• Bimbingan adalah pelayanan bantuan untuk
peserta didik, baik secara perorangan maupun
kelompok, agar mampu mandiri dan
berkembang secara optimal, dalam bidang
pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan
sosial, kegiatan belajar, dan perencanaan karir,
melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan
pendukung, berdasarkan norma-norma yang
berlaku
Tujuan konseling
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Tujuan Konseling
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
Pengertian Tujuan Konseling
1. Tujuan Umum
• Tujuan memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk bakat, minat, kondisi dan
perkembangan peserta didik, dengan
memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
2. Tujuan Khusus
Diri bertujuan dalam pendidikan peserta didik
dalam mengembangkan:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
Bakat
Minat
Kreativitas
Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan
Kemandirian
Kemampuan kehidupan keagamaan
Kemampuan sosial
Kemampuan belajar
Wawasan dan perencanaan karir
Kemampuan pemecahan masalah
Fungsi Konseling
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Fungsi Konseling
•
•
•
•
•
Pemahaman
Pencegahan
Pengentasan
Pemeliharaan dan pengembangan
Advokasi
1. Fungsi Pemahaman
yaitu fungsi untuk membantu
peserta didik memahami diri dan
lingkungannya
2. Fungsi Pencegahan
Yaitu fungsi untuk membantu
peserta didik mencegah atau
menghindarkan diri dari berbagai
permasalahan yang dapat
menghambat perkembangan
dirinya
3. Fungsi Pengentasan
Yaitu fungsi untuk membantu
peserta didik mengatasi masalah
yang dialaminya
4. Fungsi Pemeliharaan dan
pengembangan
Yaitu fungsi untuk membantu
peserta didik memelihara dan
menumbuhkembangkan berbagai
potensi dan kondisi positif yang
dimilikinya
4. Fungsi Advokasi
Yaitu fungsi untuk membantu
peserta didik memperoleh
pembelaan atas hak dan atau
kepentingannya kurang mendapat
perhatian
Prinsip dalam Konseling
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Prinsip dalam Konseling
 Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan
sasaran layanan, permasalahan yang dialami
peserta didik, program pelayanan, serta tujuan
dan pelaksanaan pelayanan.
 Prinsip-prinsip Khusus
○
○
○
○
Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan
Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan permalasahan individu
Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program layanan
Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pelaksanaan
pelayanan
Prinsip-prinsip itu adalah
 Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi
semua konseli. Prinsip ini berarti bahwa
bimbingan diberikan kepada semua konseli atau
konseli, baik yang tidak bermasalah maupun
yang bermasalah; baik pria maupun wanita; baik
anak-anak, remaja, maupun dewasa. Dalam hal
ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan
lebih bersifat preventif dan pengembangan dari
pada penyembuhan (kuratif); dan lebih
diutamakan teknik kelompok dari pada
perseorangan (individual).
Lanjutan….
Bimbingan dan konseling sebagai proses
individuasi. Setiap konseli bersifat unik
(berbeda satu sama lainnya), dan melalui
bimbingan konseli dibantu untuk
memaksimalkan perkembangan keunikannya
tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang
menjadi fokus sasaran bantuan adalah
konseli, meskipun pelayanan bimbingannya
menggunakan teknik kelompok.
Lanjutan….
 Bimbingan menekankan hal yang positif. Dalam
kenyataan masih ada konseli yang memiliki
persepsi yang negatif terhadap bimbingan,
karena bimbingan dipandang sebagai satu cara
yang menekan aspirasi. Sangat berbeda dengan
pandangan tersebut, bimbingan sebenarnya
merupakan proses bantuan yang menekankan
kekuatan dan kesuksesan, karena bimbingan
merupakan cara untuk membangun pandangan
yang positif terhadap diri sendiri, memberikan
dorongan, dan peluang untuk berkembang
Lanjutan….
• Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha
Bersama. Bimbingan bukan hanya tugas atau
tanggung jawab konselor, tetapi juga tugas
guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah
sesuai dengan tugas dan peran masingmasing. Mereka bekerja sebagai teamwork.
Lanjutan….
 Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial
dalam Bimbingan dan konseling. Bimbingan diarahkan
untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan
dan mengambil keputusan. Bimbingan mempunyai
peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada
konseli, yang itu semua sangat penting baginya dalam
mengambil keputusan. Kehidupan konseli diarahkan oleh
tujuannya, dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk
memper-timbangkan, menyesuaikan diri, dan
menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan
yang tepat. Kemampuan untuk membuat pilihan secara
tepat bukan kemampuan bawaan, tetapi kemampuan yang
harus dikembangkan. Tujuan utama bimbingan adalah
mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan
masalahnya dan mengambil keputusan.
Lanjutan….
 Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam
Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan.
Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya
berlangsung di Sekolah/Madrasah, tetapi juga di
lingkungan keluarga, perusahaan/industri,
lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan
masyarakat pada umumnya. Bidang pelayanan
bimbingan pun bersifat multi aspek, yaitu
meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan, dan
pekerjaan
ASAS DALAM BIMBINGAN DAN
KONSELING
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Asas Bimbingan dan Konseling
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Asas Kerahasiaan
Asas Kesukarelaan
Asas Keterbukaan
Asas Kegiatan
Asas Kemandirian
Asas Kekinian
Asas Keterpaduan
Asas tut wuri handayani
Asas Kenormatifan
Asas Kedinamisan
Asas Keahlian
Asas alih tangan Kasus
1. Asas Kerahasiaan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang
menuntut dirahasiakanya segenap data dan
keterangan tentang konseli (konseli) yang
menjadi sasaran pelayanan, yaitu data atau
keterangan yang tidak boleh dan tidak layak
diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini guru
pembimbing berkewajiban penuh
memelihara dan menjaga semua data dan
keterangan itu sehingga kerahasiaanya benarbenar terjamin.
2. Asas kesukarelaan
yaitu asas bimbingan dan konseling yang
menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan
konseli (konseli) mengikuti/menjalani
pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya.
Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban
membina dan mengembangkan kesukarelaan
tersebut.
3. Asas keterbukaan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli
(konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka
dan tidak berpura-pura, baik di dalam memberikan keterangan
tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai
informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan
dirinya. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban
mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Keterbukaan ini
amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya
kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran
pelayanan/kegiatan. Agar konseli dapat terbuka, guru pembimbing
terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.
4. Asas Kegiatan
yaitu asas bimbingan dan konseling yang
menghendaki agar konseli (konseli) yang
menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi
secara aktif di dalam penyelenggaraan
pelayanan/kegiatan bimbingan. Dalam hal ini
guru pembimbing perlu mendorong konseli
untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan
bimbingan dan konseling yang diperuntukan
baginya.
5. Asas Kemandirian
 yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk
pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yakni:
konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan
dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang
mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri
sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil
keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri
sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu
mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan
konseling yang diselenggarakannya bagi
berkembangnya kemandirian konseli.
6. Asas Kekinian
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang
menghendaki agar objek sasaran pelayanan
bimbingan dan konseling ialah permasalahan
konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang.
Pelayanan yang berkenaan dengan “masa
depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat
dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi
yang ada dan apa yang diperbuat sekarang
7. Asas Kedinamisan
• yaitu asas bimbingan dan konseling yang
menghendaki agar isi pelayanan terhadap
sasaran pelayanan (konseli) yang sama
kehendaknya selalu bergerak maju, tidak
monoton, dan terus berkembang serta
berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan
tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.
8. Asas Keterpaduan
 yaitu asas bimbingan dan konseling yang
menghendaki agar berbagai pelayanan dan
kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang
dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak
lain, saling menunjang, harmonis, dan terpadu.
Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing
dan pihak-pihak yang berperan dalam
penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan
konseling perlu terus dikembangkan. Koordinasi
segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan
konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaikbaiknya.
9. Asas Kenormatifan
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki
agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan
konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan
dengan nilai dan norma yang ada, yaitu nilai dan norma
agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu
pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku. Bukanlah
pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang
dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan
pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang
dimaksudkan itu. Lebih jauh, pelayanan dan kegiatan
bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan
kemampuan konseli (konseli) memahami, menghayati, dan
mengamalkan nilai dan norma tersebut.
10. Asas Keahlian
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang
menghendaki agar pelayanan dan kegiatan
bimbingan dan konseling diselenggarakan atas
dasar kaidah-kaidah profesional. Dalam hal ini,
para pelaksana pelayanan dan kegiatan
bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang
benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan
konseling. Keprofesionalan guru pembimbing
harus terwujud baik dalam penyelenggaraan
jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling
maupun dalam penegakan kode etik bimbingan
dan konseling.
11. Asas Alih Tangan Kasus
Yaitu asas bimbingan dan konseling yang
menghendaki agar pihak-pihak yang tidak
mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan
dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu
permasalahan konseli (konseli)
mengalihtangankan permasalahan itu kepada
pihak yang lebih ahli. Guru pembimbing dapat
menerima alih tangan kasus dari orang tua, guruguru lain, atau ahli lain ; dan demikian pula guru
pembimbing dapat mengalihtangankan kasus
kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain.
12. Asas Tut Wuri Handayani yaitu
• Asas yang menghendaki agar pelayanan
bimbingan dan konseling secara keseluruhan
dapat menciptakan suasana mengayomi
(memberikan rasa aman), mengembangkan
keteladanan, dan memberikan rangsangan
dan dorongan, serta kesempatan yang seluasluasnya kepada peserta didik (klien) untuk
maju.
Landasan
Bimbingan dan Konseling
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
Konsep Landasan Konseling
• Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Pasal 1 butir 6 yang mengemukakan bahwa
konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa pendidikan nasional
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan
Pasal 4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan
memberi keteladanan, membangun kemauan, dan
mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
pembelajaran, dan Pasal 12 Ayat (1) b bahwa setiap peserta
didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan
pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan
kemampuannya.
Lanjutan…..
 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan, Pasal 5 s.d Pasal 18
tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah.
 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22
Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat
pengembangan diri peserta didik dalam struktur
kurikulum setiap satuan pendidikan, dan menyatakan
bahwa pelaksana pelayanan konseling di
sekolah/madrasah adalah konselor.
Lanjutan…
• Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang
dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Tahun 2004 yang memberi
arah pengembangan profesi konseling di
sekolah dan di luar sekolah.
Faktor-Faktor Yang Menjadi Landasan Konseling
• Filosofi merupakan konseptual dan ideal :
– Sasaran pendidikan (tujuannya?)
– Proses pendidikan (bagaimana caranya?)
– Pendidik-siswa (siapa peserta didik, siapa
pendidik?)
Psikologis rencana belajar untuk
pengalamanPerkembangan siswa
– Karakteristik siswa
– Metode belajar-mengajar
Lanjutan…
• Sosial Budaya: dalam hal ini masyarakat
(siswa, keluarga, masyarakat umum)
merupakan sesuatu yang nyata
– Perubahan tata nilai
– Perubahan tuntutan kehidupan
– Perubahan tuntutan kerja
Lanjutan…
• Ilmu dan Teknologi arahnya bahwa
pendidikan tidak hanya untuk sekarang tetapi
untuk masa depan
– Teori baru
– Teknologi baru
BK POLA 17 PLUS
DR. AWALYA, M.Pd. Kons.
BK POLA 17 PLUS
WAWASAN BK
(Pengertian, Tujuan, Funggsi, Prinsip, dll tentang BK)
BP. PRIBADI
BP. SOSIAL
BP. KEHIDUPAN
BERKELUARGA
BP. BELAJAR
BP. KARIR
BP. KEHIDUPAN
KEBERAGAMAAN
9 JENIS LAYANAN
82
9 JENIS LAYANAN
ORIENTASI
INFORMASI
BIMB.
KELP.
PENEMP./
PENYAL.
KONS.
KLP
PEMBEPENG.
LAJARAN
KONTEN
KONSULTASI
KONS.
PER.
MEDIASI
6 KEGIATAN PENDUKUNG
83
6
KEGIATAN PENDUKUNG
INSTRUMENTASI
KONFRENSI
KASUS
ALIH TANGAN
KASUS
HIMPUNAN
DATA
KUNJUNGAN
RUMAH
TAMPILAN
KEPUST.
84

similar documents