Askep KV Secara Umum

Report
tailored by:
reprocessed from
assol-akper-pemkab-cianjur 2014
Ace Sudrajat &Dian Nahdawati
[email protected]
www.mediaperawat.wordpress.com
ANATOMI FISIOLOGI KARDIOVASKULER
Struktur jantung
Letak : cavum thorah anterior, samping sternum.
Posisi ventrikel kanan permukaannya lebih inferior (dekat
diafragma) dan lebih anterior.
Ventrikel kiri lebih anterolateral dan posterior.
Sisi bagian atas disebut superior, dan sisi bagian bawah
disebut infesrior (apeks)
Besar : Seperti kepalan tangan individu.
Panjang : 12 cm, lebar : 8 – 9 cm, berat : 310 gr (laki-laki)
dan 255 gr (wanita)
LAPISAN OTOT JANTUNG
Perikardium :
- Parietal perikardium ( fiksasi posisi jantung, mencegah infeksi)
- Viseral perikardium : (epikardium)
Diantara lapisan parietal dan viseral terdapat kavum
perikardium yang berisi cairan + 10 ml.
Myokardium :
Bagian tengah otot jantung, yang terdapat diseluruh atrium dan
ventrikel. Gunanya adalah kontraksi jantung.
Endokardium :
Berhubungan dengan pembuluh darah termasuk struktur
intrakardiak (otot-otot parilarry dan katup).
RUANGAN JANTUNG
Atrium kiri dan atrium kanan ? tekanan rendah
Fungsi : Atrium kanan menerima darah dari vena kava
superior dan inverior,
Atrium kiri menerima darah dari arteri pulmonalis.
Vetrikel kiri dan kanan ? kekuatan utama pompa jantung.
Fungsi : Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan
memompakan darah ke Aorta. Ketebalan otot 10 – 13 mm,
kekuatan tekanan 100 mmHg saat istirahat.
Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan
memompakannya ke arteri pulmonalis. Ketebalan otot 3
mm, kekuatan tekanan 15 mmHg.
KATUP JANTUNG









Katup jantung merupakan jaringan fibrosa fleksibel, dilapisi oleh
endokardium. Membuka/menutup katup dapat terjadi secara aktif maupun
pasif, tergantung kepada tekanan gradien dikedua sisi katup
Katup atrioventrikular :
Trikuspidalis : 3 katup
Bikuspidalis : 2 katup
Kuna katup AV mencegah darah bailk kembali selama atrium berkontraksi.
Korda dan dan otot-otot papilary : memberikan kestabilan dan mencegah
katup ”eversion” selama systole.
Disfungsi corda tendinae atau otot-otot papilaty menyebabkan penutupan
tidak adekuat sehingga terjadi murmur.
Contoh : MCI  kordae tendinae ruftur  penutupan katup mitral
inkomplit.
Katup semilunar :
Katup pulmonik : 3 buah katup
Katup aortik : 3 buah katup.
Selama sistole katup semilunar membuka  darah mengalir dari ventrikel
ke aorta / arteri pulmonary. Setelah sistole berakhir dan tekanan out flow
arteri bertambah ? katup semilunar menutup. Tujuan katup ini adalah untuk
mencegah kembalinya darah ke ventrikel.
SISTEM KONDUKSI JANTUNG
Sinoatrial node (SA-Node) merupakan pace maker jantung alami,
memberikan automatik/intrinsik rate jantung
- Bentuk : kumparan (spindle-shaphed)
- Letak : dekat mulut venacava posterior atrium kanan
- Depolarisasi : 60 – 100 kali/menit.
- Depolarisasi terjadi dari sel ke sel dan langsung ke 4 penghubung luar dari
SA-node yaitu : satu ke atrium kiri dan 3 buah ke AV node..
Atrioventrikular node (AV-node)
- Letak : poterior sisi kanan septum interatrial.
- Seluruh impuls dimulai dari atrium ? ventrikel via AV node
- Depolarisasi : 40 – 60 kali/menit. (apabila SA-node tidak berfungsi)
Bundle of his dan serabut purkinye.
- Impuls listriks dilanjutkan ke bundle of his dan serabut purkinye.
- Serabut bundle of his melalui subendokardium sisi kanan septum
interventrikular.
- Depolarisasi : 20 – 40 kali/menit (apabila SA dan AV node tidak berfungsi)

Panjang AV-node – bundle of his : 12 cm, kiri-kanan ventrikel, apeks.
PEMBULUH DARAH JANTUNG
Arteri koronaria kanan : memperdarahi atrium kanan,
ventrikel kanan, SA node dan AV-node.


Arteri koronaria kiri :
Arteri koronaria kiri desenden anterior (sirkumpleks) :
Memperdarahi atrial kiri dan ventrikel kiri.
Arteri koronaria kiri dominan : Memperdarahi ventrikel
kiri posterior dan tranversal.
SIRKULASI
SISTEMIK
FISIOLOGI KARDIOVASKULER :







Jantung dipersarafi oleh saraf otonom (N.Vagus) simpatis dan
parasimpatis.
Sifat jantung : automaticity, conductivity, contractility.
Heart rate : SA node, sistem saraf automatis simpatis untuk
meningkatkan rate, parasimpatis untuk menurunkan rate.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Heart rate : emosi, nyeri,
tekanan darah, suhu tubuh, exercise, epinefrin.
Stroke volume : jumlah darah yang dipompakan/dikeluarkan
ventrikel satu kali kontraksi.
Tiga faktor yang mempengaruhi stroke volume : preload,
kontraksi otot jantung dan afterload.
Cardiak output : jumlah darah yang dikeluarkan ventrikel dalam
satu menit. Normal 5-6 liter/menit. Bila dalam keadaan exercise
cardiak output dapat mencapai 20 – 25 L/menit.
Riwayat Keperawatan
Riwayat demografi : Nama, usia, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat.
Riwayat penyakit sekarang :
- Keluhan utama : Cont. (Nyeri dada, berdebar-debar)
- Keluhan tambahan
- Usaha yang telah dilakukan/pengobatan.
- Hasil yang dirasakan
- Alergi.
Riwayat penyakit masa lalu : hipertensi, DM, hiperlipidemia, penyakit
jantung kongenital, sinkop dll.
Riwayat keluarga : Informasi tentang masalah khusus
jantung. Tanyakan jika ada keluarga yang mengalami
hipertensi, DM, CAD, penyakit vaskuler atau
hiperlipodemia.
Riwayat Psikososial : Informasi tentang pekerjaan, latar
belakang pendidikan, aktivitas sehari-hari, hubungan
keluarga. Eksplorasi tentang stress.
Riwayat kebiasaan sehari-hari : Kebiasaan aktivitas,
kebiasaan olah raga, minum, makan (diet).
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Observasi keadaan umum, berat badan, tinggi
badan, mobilitas.
Tanda-tanda vital : Temperatur tubuh, tekanan darah, nadi dan
rate nafas.
Keadaan kulit : Inspeksi warna kulit dan catat jika ada cianosis.
Inspeksi warna lidah, conjungtiva, bibir, kuping, bantalan kuku.
Tangan dan kaki : Inspeksi distribusi rambut pada tangan dan
kaki.
Inspeksi thoraks
- Inspeksi anterior dada, tampak umum pasien ? diameter
anteroposterior normal (5 : 7).
- Distensi vena jugularis : normal dibawah 5 cm.
-Inspeksi prekordial : pergerakan dinding dada, pulsasi
pembuluh darah/jantung,
Palpasi
- Nadi : carotis,
brachialis, radialis,
femoralis, popliteal,
dorsalis pedis,
posterior tibia.
(frekuensi, irama,
kesimetrisan, contour,
kekuatan.
- Palpasi prekordial :
sternoklavikular, aortik,
pulmonik, ventrikel
kanan, pentrikel kiri
(apikal), epigastrik.
Perkusi : Perkusi bertujuan untuk
mendengarkan perubahan bunyi
perkusi  adanya pembesaran
jantung. Perkusi dimulai dari
interkostal ketiga pada garis axial
anterior kiri/kanan menuju jantung
atau dari bawah pada interkostal ke 7
garis axial anterior menuju jantung.
Auskultasi : Auskultasi
bertujuan untuk identifikasi
bunyi, rates dan irama jantung.
Karakteristik bunyi (frekuensi,
intensitas, lama, qualitas, lokasi
dan radiasi).
- Area yang diauskultasi adalah
Area aortik (interkostal kedua
kanan), area pullmonik
(interkontal kedua kiri), area
interkostal tiga kiri, area
trikuspid (interkontal kelima
kiri dekat sternum), Area apikal
(interkostal lima pada garis mid
klavikula. Terakhir auskultasi
arteri carotis, femoral popliteal
dan obdominal.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Rondgen thorak : Untuk mendeteksi adanya pembesaran
jantung, konngestif paru, efusi pleura, deposit kalsium.
Enzim jantung :
- Creatinine phosphokinase (CPK-MB) 0-7 IU/L. Meningkat 4
– 8 setlh MI akut, turun setelah 20 jam, normal stlh 72 jam.
- Lactic dehydrogenase (LDH) 48 – 115 IU/L. Meningkat 8 –
12 jam stlh MI akut, turun 24 – 48 jam normal setelah 10 – 14
hari.
- Aspartate aminotransferase (AST) 8- 20 unit/L.
- SGOT
EKG : Mengukur potensial listrik jantung (terlampir)
Echokardiografi
MRI
Kateterisasi jantung/angiografi coronare
Monitoring hemodinamik
DIAGNOSA KEPERAWATAN
UMUM
Penurunan kardiak output
Berhubungan dengan penurunan stroke volume, diagnosa ini dapat dihubungkan
dengan kondisi angina, endokarditis baterial, CHF, MI penyakit katup jantung, dll.
Intoleran terhadap aktivitas
Berhubungan dengan imbalance supply dan kebutuhan oksigen, diagnosa ini dapat
dihubungkan dengan kondisi MI akut, penyakit jantung congenital dan katup, CHF,
penyakit vascular peripheral, dll.
Knowledge deficit
Berhubungan dengan penyakit jantung, diagnosa perawatan ini dapat ditegakkan
pada berbagai penyakit jantung.
Anxiety
Berhubungan dengan situasi krisis, diagnosa ini dapat ditegakkan pada pasien yang
dirawat dirumah sakit. Diagnosa ini dapat ditegakkan pada kondisi pasien yang
memerlukan operasi atau alat bantu kehidupan pasien, penyakit terminal/kronik.
RENCANA INTERVENSI/IMPLEMENTASI
UMUM
Penurunan kardiak output
Monitor dan catat tingkat kesadaran, nadi dan iramanya, tekanan darah setiap 4 jam
atau lebih sering jika diperlukan.
2. Auskultasi bunyi jantung dan nafas setiap 4 jam. Laporkan jika terdapat keainan bunyi
dan perkembangannya.
3. Ukur intake dan output cairan.
4. Observasi dan lakukan tindakan jika terdapat disritmia yang mengancam kehidupan.
5. Timbang berat badan sebelum makan pagi.
6. Inspeksi edema pada kaki.
7. Beri perawatan kulit setiap hari
8. Tingkatkan aktivitas pasien dengan tidak memberatkan HR jantung.
9. Pertahankan restriksi diet atau sesuai program diet.
10. Ajarkan tehnik menurukan stress.
11. Jelaskan semua prosedur dan test yang akan dilakukan.
12. Jelaskan tentang nyeri dada dan tanda yang menyertainya, obat-obat.
13. Beri oksigen sesuai program pengobatan.
1.
Knowledge deficit
1.
2.
3.
4.
5.
Tentukan lingkungan yang memungkinkan saling
percaya dan mau untuk belajar.
Negosiasi dengan pasien untuk mengembangkan
tujuan belajar.
Seleksi strategi mengajar (demontrasi, diskusi, roleplay, materi visual)
Ajarkan gaya hidup sehari-hari yang harus dijalani
pasien .
Ajarkan keterampilan rutin selama dirawat.
Anxiety
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Sediakan waktu 10menit berdua pasien dan
dengarkan keluhan pasien .
Berikan penjelasan tentang tidak boleh cemas yang
berlebihan .
Dengarkan dan perhatikan keluhan pasien .
Identifikasi dan turunkan stresor dari lingkungan
Dorong keluarga dalam menangani prilaku cemas
pasien.
Anjurkan pada keluarga untuk berkunjung secara
periodik .
Ajarkan teknik relaksasi dan lakukan tiap 4jam.
Intoleran terhadap aktivitas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Diskusikan dengan pasien aktivitas yang dibutuhkan.
Identifikasi aktivitas yang memungkinkan dilakukan.
Dorong pasien untuk membantu merencanakan aktivitas yang
harus dilakukan.
Bantu pasien untuk alternatif periode istirahat dan aktivitas.
Identifikasi dan menimalkan faktor-faktor yang menghambat
aktivitas.
Monitor respon fisiologi (nadi, nafas, irama jantung, tekanan
darah) terhadap peningkatan aktivitas.
Ajarkan pasien tehnik mengurangi penggunaan energi yang
terlelu banyak. Cont ganti pakaian sambil duduk.
Dukung dan dorong pasien untuk aktivitas yang sesuai dengan
kemampuannya (tolerance)
Ajarkan pada keluarga cara merawat pasien dirumah :
monitor nadi, pemberian oksigen, pemberian obat.

similar documents