pengadministrasian dan pengolahan hasil

Report
AUM
(Alat Ungkap Masalah)
Nama Kelompok :
1.
Dani Erfian (09104241004)
2.
Dinda Indah P (09104241014)
3.
Delan Setiawan (09104241022)
4.
Isnain Septiani D (09104241027)
5.
Febriana Puspitosari (09104241028)
6.
Hara Permana (09104241029)
7.
Intan Imannawati (09104241038)
A. LATAR BELAKANG
Selama lebih dari tiga puluh thun ini ini di indonesia
menggunakan instrumen Mooney Problem Check List (MPCL,
revisi 1950) yang dikembangkan oleh Ross L. Mooney untuk
mengungkap masalah khususnya dalam pelayanan bimbingan dan
konseling. Dengan memperbaiki format dan kandungan MPCL serta
didorong oleh keinginan untuk menyusun sendiri instrumen sejenis
MPCL yang lebih sesuai dengan kondisi tanah air serta harapan
untuk dapat digunakan dalam pelayanan bimbingn dan konseling
dalam konteks indonesia, maka disusunlah Alat Ungkap Masalah
(AUM) sebagai alat ungkap masalah yang baru sebagai instrumen
yang
cukup
sederhana,
mudah
dan
murah
untuk
mengkomunikasikan berbagai masalah yang dialami (calon) klien
kepada personil yang akan membantunya (seperti Dosen
Pembimbing, Guru Pembimbing di sekolah atau Konselor).
B. KARAKTERISTIK AUM
Pada dasarnya dikembangakan dua jenis alat ungkap masalah,
yaitu :
 Alat untuk mengungkapkan masalah-masalah umum,
 Alat untuk mengungkapakan msalah-masalah khusus .
Kedua jenis alat ungkap ini biasa disebut dengan AUM “Umum” dan
AUM “Khusus”
1. Bentuk Format AUM
1.Umum
-Format 1 untuk mahasiswa
--Format 2 untuk siswa SLTA
--Format 3 untuk siswa SLTP
--Format 4 untuk Siswa SD
--Format 4 untuk umum
2.AUM Umum Format 2 : Siswa
a.Komposis
b.Kesahihan
c.Keterandalan
d.Keefektifan
eVariasi Masalah
pengadministrasian
C. Pengadministrasian
Aum U-2 dapat diadministrasiakan
kepada siswa baik secara perorangan,
kelompok, maupun klasikal.
Beberapa hal pokok yang perlu
mendapat penekanan dalam
pelaksanaan pengadministrannya
adalah :
1. Petunjuk Pengerjaan
Petunjuk pengerjaan Aum U-2 telah
tercantum selengkapnya di dalam buku
AUM.
Petunjuk ini dibacakan sepenuhnya
oleh penyelenggara administrasi AUM
(yaitu guru pembimbing ).
2. Lembar jawaban terpisah
Siswa menuliskan identitas diri dan
jawabannya terhadap AUM U-2 pada
lembaran yang disediakan tersendiri.
Lembar jawaban ini nantinya dikumpulkan
kembali bersama buku AUM yang masih
tetap
utuh
kepada
penyelenggara
administrasi AUM.
3. Waktu untuk penyelenggaraan
Untuk pengerjaan item ( 225 butir ) dan
menjawab pertanyaan – pertanyaan yang
juga terdapat dalam buku AUM pada
umumnya diperlukan waktu sekitar 50 –
60 menit.
4. Pengumpulan Lembar Jawaban
Lembar jawaban dikumpulkan kembali secara
cermat. Guru pembimbing mengecek
terlebih dahulu lembar jawaban yang telah
dikerjakan sebelum dikumpulkan.
Satu hal yang amat penting ialah semua
lembaran itu harus dipelihara dan dijaga
kerahasiaannya.
5. Frekuensi Pengadministrasian
Pengadministrasian AUM itu dilaksanakan
pada awal semester pada tiap tingkatan
kelas. Karena hasilnya akan digunakan
dalam mempertimbangkan pelayanan
bimbingan dan konseling kepada siswa.
PENGOLAHAN HASIL
•
•
•
Hasil pengerjaan AUM harus segera di olah,
dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan
konseling tertentu terhadap siswa yang
bersangkutan.
Pengolahan AUM selambat-lambatnya dalam
waktu satu minggu,karena menjunjung asas
kekinian dalam bimbingan dan konseling.
Pengolahan hasil pengerjaan AUM bisa
dilakukan dengan cara manual atau dengan
program komputer.
1. Data Individual
•
•
•
Data Individu AUM U-2 diolah dengan
format terlampir ( Lihat Lampiran 3).
Dalam format itu semua masalah siswa
(individual) dikelompokkan ke dalam sepuluh
bidang.
Pengelompokan ini akan sangat mudah
dilakukan karena pada lembar jawaban
nomor-nomor item AUM telah ditempatkan
sedemikian rupa menurut bidangnya masingmasing.
Pengolahan awal ini dilakukan dengan
memindahkan nomor-nomor item yang ditandai
oleh siswa dari lembar jawaban ke format
pengolahan individual.
• Dari pengolahan ini akan diketahui:
a. Jumlah masalah dan masing-masing bidang
masalah, beserta presentasenya.
b. Jumlah masalah yang dirasakan amat berat untuk
masing-masing bidang masalah.
c. Kepada siapa siswa yang bersangkutan ingin
mengkonsultasikan masalahnya.
HASIL PENGOLAHAN DATA BERSIFAT
RAHASIA.
•
2. Data Kelompok
Data kelompok diolah dengan format
terlampir (lampiran 4).
 Caranya: memindahkan jumlah-jumlah
masalah yang terdapat pada format data
individual untuk semua siswa dalam satu
kelas, kemudian dicari jumlah keseluruhan,
persentase, dan rata-ratanya

Dari pengolahan data kelompok ini akan diketahui:
a. Jumlah keseluruhan masalah (dalam bidang masalah
masing-masing) yang dialami siswa dalam satu kelas,
jumlah masalah tertinggi dan terendah serta
persentasenya.
b. Jumlah rata-rata masalah yang dialami persiswa di
kelas itu.
c. Jumlah masalah yang berat dan jumlah rata-ratany
persiswa.
d. Gambaran menyeluruh (dalam kelas itu) tentang
kepada siapa para siswa ingin membicarakan masalahmasalah mereka itu.
BERSIFAT TIDAK SERAHASIA DATA INDIVIDUAL.
•
Jenis dan Format Layanan
1. Layanan orientasi dan informasi
 Informasi umum
Data kelompok digunakan untuk memberikan informasi kepada
seluruh siswa tentang masalah-masalah yang mereka alaminsecara
keseluruhan dalam format klasikal. Guru pembimbing memaparkan
data AUM yang bersifat kelompok (klasikal) dengan jelas.
 Orientasi dan informasi khusus
Beberapa item masalah berkaitan dengan layanan orientasi dan
informasi khusus. Dalam pemberian layanan dapat dilakukan dalam
format klasikal,kelompok,maupun individual.
2. Layanan penempatan/penyaluran
Sejumlah masalah dalam AUM memerlukan layanan
penempatan/penyaluran sebagai salah satu penanggulangannya.
Layanan ini dapat dilakukan dalam format kelompok maupun
individual.
3. Layanan pembelajaran
Layanan ini untuk membantu siswa dalam mengembangkan
keterampilan belajar dan penguasaan terhadap materi
pelajaran.
4. Layanan konseling perorangan
Layanan ini selalu dilakukan dalam format individual. Masalahmasalah lain yang belum dimunculkan dalam AUM dapat
dibicarakan dalam konseling individual.
5. Layanan bimbingan dan konseling kelompok
Bimbingan kelompok membahas topik-topik umum yang
disepakati bersama oleh seluruh anggota kelompok dan
berguna bagi perkembangan seluruh anggota kelompok itu.
Sedangkan konseling kelompok membicarakan masalah
individual yang dialami anggota kelompok untuk membantu
pemecahan masalah tersebut.
PELAKSANAAN
KEGIATAN
Selain pengolahan dan penggunaan
hasil AUM, dua hal yang perlu
diperhatikan :
a. penyusunan program pelayanan
b. upaya yang intensif untuk
terjadinya pertemuan antara siswa
dan Guru Pembimbing
Jenis Layanan
Pendekatan/Format
Klasikal
Kelompok
Individual
1
Orientasi
A
B
C
2
Informasi
D
E
F
3
Penempatan/Penyaluran
-
G
H
4
Pembelajaran
I
J
K
5
Konseling Perorangan
-
-
L
6
Bimbingan Kelompok
-
M
-
7
Konseling Kelompok
-
N
-
catatan :
1. nomor A-N dalam setiap sel pada diagram 2
menggambarkan rencana kegiatan pelayanan
2. sesuai dengan jenis dan isi layanan, pelaksana layanan
adalah Guru Pembimbing disertai nara sumber
3. khusus untuk layanan Bk kelompok, Guru
Pembimbing terlebih dahulu membentuk kelompok
siswa
4. program tersebut hendaknya disinkronisasikan
dengan data lain yang berkaitan
5. garis belajar program masing-masing layanan
hendaknya ditulis secara lengkap dan terpola
Keterlaksanaan program pelayanan
perlu pula dicatat. Ini diperlukan
setidaknya untuk dua hal yaitu dalam
rangka kesinambungan pelayanan kepada
siswa yang sama dan dalam rangka
penyediaan bukti fisik tentang
keterlaksanaannya pelayanan yang
dimaksudkan itu.

similar documents