pjbp-6 mekanisme pembukaan lc

Report
Jual Beli Perusahaan - 06
MEKANISME PEMBUKAAN L/C
 DALAM konteks transaksi jual-beli dilakukan
dengan letter of credit (L/C) sebagai instrumen
pembayarannya, maka jika kita membahas
tentang pembukaan letter of credit (L/C), kita
harus menempatkan posisi kita di sisi IMPOR.
 Ini karena L/C dibuka oleh pihak importir
(disebut juga applicant atau accountee).
 Pihak yang terlibat selain applicant adalah
banknya applicant (issuing bank/ opening bank).
KETENTUAN LEGALITAS
Untuk dapat membuka L/C, applicant harus memiliki:
 Angka Pengenal Impor (API) ==> Boleh berupa: API definitif, API
Sementara (APIS) yang brlaku selama 2 tahun, API Terbatas
(APIT) untuk PMDN atau PMA, APIS/ API Umum untuk kegiatan
usaha perdagangan impor yang bertujuan untuk dijual kembali,
APIS/ API Produsen untuk kegiatan usaha industri atau produksi
yang memerlukan bahan baku dari luar negeri.
 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
 Mempunyai hubungan dagang atau kontrak dengan pihak di luar
negeri. Dalam hal ini, importir telah membuat sales contract
dengan eksportir
JAMINAN (COLLATERAL)
 Pembukaan L/C akan menimbulkan kewajiban bagi
issuing bank untuk melakukan pembayaran kepada
eksportir (beneficiary), karena issuing bank
mengambil alih kewajiban importir untuk membayar
barang yang dikirim eksportir.
 Untuk itu issuing bank akan meminta jaminan
pembukaan L/C dari importir yang berupa setoran
“Marginal Deposit/ MD”. Besarnya setoran MD yang
harus disetor importir dibedakan berdasarkan ada
atau tidaknya fasilitas impor yang didapat importir
dari banknya.
Tanpa fasilitas
 Importir diwajibkan menyetorkan MD
sebesar 100% (full cover) dari nilai L/C yang
akan dibuka dalam mata uang yang sama
dengan L/C. Setoran MD boleh berupa
setoran efektif, saldo diblokir di rekening
giro, atau deposito yang diblokir.
Dengan fasilitas
 Dengan mendapat fasilitas impor dari
banknya, importir dimungkinkan
berkewajiban menyetorkan MD tidak secara
full cover, melainkan hanya 10 atau 20 persen,
tergantung dari klausul perjanjian kredit yang
diberikan. Di sini, risiko atas importir diambil
alih bank setelah –tentu saja- melalui
tahapan analisis kredit
APLIKASI L/C
 Aplikasi merupakan perintah dari importir
kepada bank untuk membuka L/C
berdasarkan kesepakatan dengan eksportir
yang dituangkan dalam kontrak (sales
contract).
Aplikasi pembukaan L/C mempunyai fungsi sebagai:
 Instruksi untuk melaksanakan sales contract. Karenanya,
aplikasi L/C mencerminkan isi sales contract, namun tidak
berkaitan dengan kontrak.
 Permintaan dan instruksi applicant kepada banknya (issuing
bank) untuk menerbitkan L/C dengan syarat dan ketentuan
yang dimintanya
 Kontrak antara applicant dengan issuing bank
 Permintaan kepada issuing bank untuk bertindak mewakili
kewajiban membayar kepada eksportir (beneficiary). Dalam
hal ini yang dibayar adalah dokumen, bukan barang.
 Sepanjang L/C telah diterbitkan atas dasar aplikasi L/C,
maka aplikasi L/C dimaksud tidak dapat dibatalkan secara
sepihak oleh applicant.
Data pada formulir aplikasi
pembukaan L/C
 Aplikasi L/C berisi item dan klausul yang diadopsi
dari sales contract. Pada gilirannya, data pada
aplikasi itu akan dituangkan dalam klausul-klausul
L/C.
 Data pada aplikasi umumnya mencakup item-item
sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
Bentuk L/C (harus ‘irrevocable’ atau tidak dapat diubah
sepihak)
Nama dan alamat eksportir (beneficiary)
Nilai dan jenis valuta dalam L/C
Cara pembayaran L/C (by payment, negotiation,
acceptance, atau deferred payment)
Tenor (at sight atau usance) dan atas nama siapa wesel
(draft) akan ditarik
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
Deskripsi barang, perincian jumlah/ unit, dan harga per unit
Syarat penyerahan barang (terms of delivery) => FOB, CFR, CIF,
dll
Dokumen yang diminta beserta rincian rangkapnya (asli dan
copy)
Nama pelabuhan muat dan pelabuhan tujuan
Pengiriman barang sebagian (partial shipment) dan pindah
kapal (transhipment) diperbolehkan atau tidak
Tanggal terakhir pengiriman
Tanggal dan tempat jatuh tempo L/C
Tanggal terakhir penyerahan dokumen kepada bank yang
dikuasakan untuk memperoleh kepastian pembayaran (latest
presentation document)
Apakah L/C dapat dialihkan (transferable)
Jenis sarana komunikasi yang digunakan untuk mengadviskan
L/C yang akan dibuka (by mail, telex, atau SWIFT)
Lain-lain yang bersifat khusus
ISSUING BANK
 Issuing bank adalah bank pembuka L/C. Sebelum L/C
dibuka, hal-hal yang harus dipastikan oleh issuing
bank adalah:
– Importir telah mendapatkan fasilitas impor, bila tidak harus
menyetorkan MD sebesar 100% dari nilai L/C yang dibuka
(full cover).
– Barang yang diimpor applicant tidak termasuk barang yang
dilarang
– Aplikasi telah ditandatangani oleh pejabat perusahaan
yang berwenang (authorized person) dengan tanda tangan
yang cocok dengan specimen pada issuing bank.
– Izin impor applicant masih berlaku (valid)
 Jika hal-hal di atas telah dipenuhi applicant, maka issuing
bank siap menerbitkan L/C yang dimaksud. Dengan begitu,
issuing bank telah berkomitmen untuk:
 Mengambil alih kewajiban membayar dari applicant.
Beneficiary atau kuasanya hanya dapat meminta
pembayaran kepada issuing bank, bukan kepada applicant.
 Melakukan pembayaran dengan bilamana dokumen yang
diterima dari beneficiary memenuhi syarat dan ketentuan
L/C, atau atas dasar persetujuan applicant.
 L/C dapat dibuka menggunakan berbagai
sarana, antara lain surat (mail), telex, maupun
SWIFT. Di antara semuanya, SWIFT yang paling
banyak digunakan karena praktis dan memiliki
tingkat keamanan yang relatif lebih terjamin.
Setelah L/C dibuka, proses selanjutnya adalah
mengirimkan L/C tersebut ke advising bank, yang
bertugas meneruskan L/C kepada eksportir
(beneficiary).
Mekanisme Pembukaan L/C Impor
1. Importir mengajukan permohonan
Pembukaan L/C ke Opening bank;
2. Importir mengisi formulir Aplikasi
Pembukaan L/C dan mencantumkan semua
syarat yang harus dipenuhi oleh Eksportir di
Negara lain (sesuai kontrak jual beli) yang
telah disepakati bersama;

similar documents