pertemuan 3 - siswasehat

Report
Pendahuluan
Pembinaan kegiatan hidup manusia tidak
dapat terlepas dari dasar filsafat atau pandangan
hidup manusia itu sendiri, terutama terhadap
konsep hidup sehat.
Keadaan jasmani manusai merupakan
gambaran unsur biologis (keturunan) yang terdiri
dari berbagai unsur yang menentukan wujud dan
bentuk dirinya, dilanjutkan dengan keadaan
rohani sebagai wujud curahan kejiwaan dan
terakhir
keadaan
sosial
sebagai
wujud
penampilan diri dalam lingkungan.
A.
B. Falsafah Pendidikan Kesehatan dan Olahraga
1. falsafah pendidikan kesehatan dan olahraga di
Indonesia
Apakah falsafah itu?
Yang dimaksud dengan falsafah disini ialah
ilmu kemanusian yang berusaha mencapai
kebenaran yang nyata (Rubinson, 1987 hal 35)
sebagai bentuk umum dari pemahaman manusia
akan arti kehidupan. Sebagai contoh, para ahli
filsafat mempersoalkan mengenai siapa sava?
Dimana saya berada? Mengapa saya hidup? Atau
untuk apa saya hidup?
2. Misi olahraga bagi kehidupan manusia
Dalam garis-garis besar haluan Negara kita
disebutkan bahwa tujuan pendidikan olahraga ialah
untuk membentuk manusia seutuhnya yang sehat
jasmani, rohani dan sosial.
Nixon dan Ann Jewett mengemukakan tujuan
kegitan olahraga sebagai kegiatan pendidikan jasmani
membantu pembentukan potensi seseorang secara
optimal dalam setiap fase kehidupannya yaitu dengan
menempatkan dirinya dalam lingkungan yang
membantu tercapainya tujuan hidup. Ia menyatakan
sebagai berikut :
Tujuan ini mengandung pengertian bahwa
pendidikan jasmani atau olahraga memberi bantuan
maksimal bagio pengembangan potensi seseorang
secara optimal selama hidupnya, dengan jalan
menempatkan dirinya dalam lingkungan yang sangat
menunjang pencapaian tujuannya.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Tujuan tersebut dapat diperinci sebagai berikut :
Mengembangkan pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
mempertahankannya melalui kegiatan yang berhubungan dengan
latihan untuk mencapai kekuatan jasmani, atau mengurangi rasa sakit,
sehingga dapat tetap mempertahankan kesegaran jasmaninya.
Membantu mencapai keseimbangan diri antara kegiatan jasmani, bekerja
berlatih, rekreasi dan istirahat dalam kehidupan sehari-hari.
keterampilan, kemampuan kerja yang efisien dan terkoordinasi tanpa
merasa terlalu letih serta masih memiliki cukup tenaga untuk melakukan
kegiatan waktu luang secara pribadi maupun sosial.
Mengembangkan kemampuan sosial untuk berhubungan dengan orang
lain, bekerja sama, bersaing dalam menananmkan rasa toleransi, etika
dan pengenalan harga diri setiap orang.
Menegmbangakan emosi melalui kegiatan penyesuaian diri, pengusaan
(pengendalian) emosi, pengaturan waktu istirahat, keberanian untuk
curah rasa dan keyakinan diri.
Menyempurnakan kegiatan rekreasi yang sehat dan terpadu dalam
keseimbangan hidup.
Mengembangakan kebiasaan hidup sehat melalui pengembangan sikap,
cita-cita dan pengetahuan yang dapat menghilangkan
C. Arti pendidikan kesehatan dan olahraga
1. Batasan tentang sehat dan pendidikan
kesehatan dan olahraga
Batasan atau arti sehat secara umum
dikemukakan oleh World Health Organization
(WHO) sebagai berikut :
Dalam batasan tersebut kata-kata well-being
merupakan kunci, dan sehat yang sebenarnya dapat
mengarahkan keadaan kita supaya terhindar dari
sakit. Ini sesuai dengan kenyataan bahwa bagian
terbesar dari seluruh kesejahteraan hidup kita
adalah sehat, yang juga sering dihubungkan secara
terbatas dengan penyakit sebagai turunan (penyakit
turunan)
2. Tujuan pendidikan kesehatan dan olahraga
Tujuan pendidikan kesehatan dan olahraga
tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan pada
umumnya.
Dalam
undang-undang
pokok
pendidikan tahun 1945 nmor 12 dinyatakan bahwa
tujuan pendidikan di Indonesia adalah membentuk
manusia susila yang cakap, warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab tentang
kesejahteraan masyarakat dan tanah air.
Rumusan terakhir mengenai tujuan pendidikan
ditetapkan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara
menurut TAP MPR No. IV/MPR/1078 yang di
dalamnya memuat Tujuan Pendidikan Nasional
antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
Pendidikan nasional berdasarkan atas Pancasila dan
bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan,
mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian,
dan memepertebal semangat kebangsaan agar dapat
menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang
dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama
bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Dalam rangka melaksanakan pendidikan nasional perlu
diambil
langkah-langkah
yang
memungkinkan
penghayatan dan pengamalan Pacasila oleh seluruh
lapisan masyarakat.
Pendidikan Pancasila termasuk pendidikan moral
Pacasila dan unsur-unsur yang dapat meneruskan dan
mengembangkan jiwa dan nilai-nilai 1945 kepada
generasi muda dimasukan ke dalam kurikulum sekolahsekolah, mulai dari Taman Kanak-kanak samapi
Universitas, baik negeri maupun swasta.
3. Peranan funsi pendidikan kesehatan dan olahraga
Berhasil tidaknya usaha pendidikan kesehatan dan
olahraga tergantung pada berapa jauh peranan dan
fungsi pendidikan kesehatan dan olahraga baik di
sekolah, maupun masyarakat.
Yangdimaksud dengan peranan disini ialah suatu
pola perilaku yang diinginkan bahkan harus dimiliki
oleh seseorang yang mendapat fungsi atau tugas sebagai
pendidik kesehatan, terutama dengan pengetahuan,
sikap, dan perbuatan yang berhubungan dengan cara
hidup sehat.
Fungsi utama yang tidak dapat ditawar oleh
seorang pendidik kesehatan juga olahraga ialah sebagai
agen perubahan atau agen pembangunan istilah orang
barat sebagai “agent of change” atau change agent.
Dalam melaksanakan fungsi tersebut, seorang pendidik
kesehatan harus menjalankan peranannya dalam
berbagai suasana atau kondisi masyarakat sekitarnya.
Pendidikan kesehatan sebagai fasilitator
Dalam melaksanakan pekerjaannya ia selalu berusaha
untuk mengajak anak didik atau temannya untuk berbuat
sesuatu yang baik bagi kesehatanya.
Pendidik kesehatan sebagai katalis
Sebagai katalis, seorang pendidik kesehatan selalu
berusaha membujuk atau menganjurkan anak didik atau
temannya untuk membawa pada sumber yang bermanfaat
atau menunjang terjadinya perbuatan atau kebiasaan hidup
sehat.
Pendidik kesehatan sebagai promotor
Sebagai promotor, seorang pendidik kesehatan selalu
berusaha untuk mengenalkan bermacam-macam cara yang
baik dan dapat untuk pemeliharaan kesehatan baik meliputi
cara-cara pengobatan, maupun pencegahan.
Pendidik kesehatan sebagai generator
sebagai generator, pendidik kesehatan selalu berusaha
untuk menggugah seseorang atau sasarannya untuk mau
menggunakan pelayanan kesehatan yang resmi dan tepat.
4. Pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan dan
olahraga
(Green, 1984, hal 32). Ada 5 kategori yang
dapat digunakan sebagai bahan pengelolaan dari
segi tanggung jawab pendidikan kesehatan yaitu (1)
perencanaan program meliputi dasar kebutuhan dan
pengambengan program selanjutnya dengan melihat
pada komponen-komponen apa saja yang perlu
digunakan; (2) pelaksanaan program itu sendiri; (3)
pelaksanaan pelayanan pendidikan kesehatan; (4)
pengelolaan administrasi yang memadai; dan (5)
penilaian.
(1)
Perencanaan Program
Perencanaan program secara menyeluruh dan terperinci
sangat bermanfaat bagi mengarahkan dan kegiatannya
untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. Dalam
perencanaan program dibahas dan ditentukan selain
tujuan juga cara (metode). Dan penilaiannya. Bahan-bahan
dalam perencanaan program meliputi penetapan sasaran
perilakuapa yang berpengaruh terhadap pelaksanaan
program baik berupa perilaku yang menunjang terjadinya
masalah kesehatan maupun prilaku yang menghambat
terjadinya masalah kesehatan. Dalam hubungan ini
diperlukan data dasar yang dapat diperoleh dari hasil
penelitian sebelum program dilaksanakan dan data yang
diperoleh hasil penelitian sebelum program tahun
sebelumnya. Jadi perencanaan memerlukan kesungguhan
dan ketelitian. Untuk itu perlu diperhatikan dua bagian
utama dlam perencanaan yaitu; (a) menemukan
kebutuhan program, dan (b) mengembangkan Komponenkomponen yang diperlukan untuk pelaksanaan program.
Kebutuhan Program
Dalam menemukan kebutuhan ini diperlukan kegiatan
yang berhubungan dengan pengumpulan data
kesehatan yang timbul dalam satu populasi tertentu
mencapai 1) masalah kesehatan yang dihadapi, dan
kebutuhan akan pemecahannya; 2) perilaku yang
berhubungan dengan masalah kesehatan tersebut
termasuk kebutuhan akan pemecahannya. 3) faktorfaktor tertentu yang menghambat atau membantu
terjadinya perilaku kesehatan.
(2) Pelaksanaan Program
Untuk pelaksanaan program yang memadai perlu
diperhatikan persyaratan berupa pemilihan atau
penetapan tenaga, kemudahan untuk program
pengajaran dan latihan, bahan-bahan yang diperlukan
seperti tempat, dan sumber belajar, serta pemilihan
dan penetapan peserta latihan atau pendidikan.
Penetapan kemudahan untuk pendidikan dan latihan
ini merupakan kebutuhan utama untuk keberhasilan
semua program baik berupa lokakarya, konperensi,
maupun pertemuan dalam kelas.
a.
(3) Pelaksanaan Pelayanan Pendidikan Kesehatan
Dalam langkah ini perlu diperhatikan mengenai
tanggung jawab pendidik kesehatan sesuai dengan
fungsi yang dimiliki apakah sebagai guru, pelatih,
pembimbing,
serta
konsultan
atau
pengerak
pembangunan dimasyarakat (Community developer)
atau sebagai pengembang media penerangan.
b. Pengembangan komponen program pelaksanaan
Komponen yang dikembangakan berasal dari
hasil analisa data yang diperoleh dari survey.
Pengajar (guru)
Pendidik kesehatan adalah seorang guru sebab itu ia harus menaruh
perhatian terhadap pengumpulan, penafsiran, dan penyebaran keterangan
tentang kesehatan kepada mereka yang memerlukan.
Latiahan (pelatih)
Sebagai pelatih, seorang pendidik kesehatan terutama bertanggung
jawab dalam proses berlangsungnya latihan pendidikan kesehatan, kepada
para ahli atau staf dari lembaga lain yang memiliki funsi pendidikan
kesehatan.
Pembimbing (konselor)
Pendidik kesehatan bertindak sebagai seorang konselor yang
langsung memberi pelayanan tentang bimbingan pemeliharaan kesehatan
baik pribadi maupun lingkunagannya, terutama sekali kepada mereka yang
sangat membutuhkannya karena menghadapi, beberapa masalah, misalnya
kesulitan belajar, atau hal-hal berhubungan dengan mental, depresi, dan
sebagainya.
Konsultan
Sebagai konsultan, pendidik kesehatan bertugas memberi bantuan
fikiran sesuai dengan keahlian dan pengalamannya terutama dalam
membuat perencanaan, pelaksanaan dan penilaian program pendidikan
kesehatan, meliputi isi, proses dan program pelaksanaan sesuai dengan
program masalah kesehatan yang dihadapi
Tenaga pengerak pembangunan dimasyarakat (comonity
developer)
Tenaga ini terutama berkecimpung di masyarakat langsung
membantupeyelenggaraan pembangunan kesehatan.
(4) Pengelolaan Administrasi yang Memadai
kegiatan ini berhubungan dengan tugas pendidik kesehatan
sendiri
yaitu
selain
melaksanakan
program
juaga
ia
menyelenggarakan administrasi meliputi fungsi managemen seperti
perencanaan
personil,
pembiayaan,
pengelolaan
sumber,
penjadwalan kegiatan dan penyelenggaraan tata usaha pengelolaan
program. Termasuk kedalam pengelolaan ini adalah (a)
pengembangan dan peningkatan program dengan mempersiapkan
laporan, pembiayaan dan alokasi dana dan partisipasi dalam
pengembangan dalam perencanaan dan kebijaksanaan yang
diselenggrakan dalam organisasi atau lembaga tempat kerjanya. (b)
menyelenggrakan
koordinasi
kegiatan
program
dengan
menyempurnakan bantuian kepada staf pengembang kerjasama,
dan umpan balik diantara staf serta pemberian pasilitas kepada
kegiatan staf dan bantuan untuk penyelenggaran program
pendidikan kesehatan.
(5) Penilaian (evaluasi)
Penyelenggran penilaian meliputi semua aspek
kegiatan pendidikan secara integral baik dalam
praktek keseluruhan maupun bagian kegiatan.
Kegiatan penilaian ini biasanya dibantu oleh para
pendidik kesehatan yang bertugas dalam bidang
penelitian dan statistik. Penilaian ini meliputi
pengukuran terhadap hasil program serta umpan
balik terhadap kegiatan dan hasil program revisi.
THE END
WASSALAMU’ALAIKUM
TRIMAKASIH

similar documents