Pemetaan Skema Konseptual ke Skema Relasional

Report
PEMETAAN SKEMA KONSEPTUAL KE SKEMA
RELASIONAL
Tahapan ini diawali dengan melakukan
transformasi dari model data yang telah
selesai dibuat kemudian menciptakan
struktur basisdata sesuai DBMS yang
dipilih.
Secara umum, sebuah ERD akan diwujudkan menjadi
senuah basisdata secara fisik
Sedangkan komponen-komponen ER yang berupa
himpunan entitas dan himpunan relasi akan
diwujudkan menjadi tabel-tabel dan atribut-atribut
yang melekat pada masing-masing himpunan entitas
dan himpunan relasi akan dinyatakan sebagai fieldfield dari tabel yang sesuai.
Performansi basisdata ditentukan oleh :
kualitas dan bentuk perancangan basisdata
Kualitas mesin/komputer
Platform yang dipilih
Sistem operasi
DBMS yang digunakan
PENGKODEAN / ABSTRAKSI DATA
Alasan untuk membuat suatu pengkodean
adalah untuk efisiensi ruang penyimpanan
Dari pemakaiannya ada 2 bentuk pengkodean
1. Eksternal (User defined coding)
2. Internal (System coding)
Eksternal (User defined coding)
 Mewakili pengkodean yang telah digunakan
secara terbuka dan dikenal oleh pemakai
awam
Contoh :
Nomor mahasiswa dan
kode matakuliah
Internal (System Coding)
 Menggambarkan bagaimana data disimpan
dalam kondisi sebenarnya, sehingga
berorientasi pada mesin.
3 BENTUK PENGKODEAN
Sekuensial
 Pengkodean dilakukan dengan
mengasosiasikan data dengan kode yang urut
Contoh : Predikat kelulusan
Sangat memuaskan = A
Cukup memuaskan = B
Memuaskan = C
Mnemonic
 Pengkodean dilakukan dengan
membentuk suatu singkatan dari data
yang hendak dikodekan
contoh :
Laki-laki = L
Perempuan = P
Blok
Pengkodean dinyatakan dalam format tertentu
contoh :
nomor mahasiswa dengan format
XX.YY.ZZZZ terdiri atas
XX = 2 digit tahun masuk
YY= 2 digit kode jurusan
ZZZZ = 4 digit nomor urut
PEMETAAN SKEMA KONSEPTUAL KE
SKEMA RELASIONAL
4 Aturan umum dalam pemetaan model data
yang digambarkan dalam ERD (level
konseptual) menjadi basisdata fisik
(relasional) yaitu :
1. Setiap himpunan entitas akan diimplementasikan sebagai
sebuah tabel
2. Relasi dengan derajat relasi satu-ke-satu, yang
menghubungkan 2 buah himpunan entitas akan
direpresentasikan dalam bentuk
penambahan/penyertaan atribut-atribut relasi ke
tabel yang mewakili salah satu dari kedua entitas
3. Relasi dengan derajat relasi satu-ke-banyak, yang
menghubungkan 2 buah himpunan entitas juga akan
direpresentasikan dalam bentuk pemberian/pencantuman
atribut kunci dari himpunan entitas pertama (yang derajat
1) ke tabel yang mewakili himpunan entitas kedua (yang
berderajat M)
4. Relasi dengan derajat relasi banyak ke banyak, yang
menghubungkan 2 buah himpunan entitas akan
diwujudkan dalam bentuk tabel khusus, yang memiliki field
(atau foreign key) yang berasal dari kunci-kunci dari
himpunan entitas yang dihubungkan.
DBMS DAN STRUKTUR TABEL
Dalam menentukan struktur dari tabel, paling
tidak setiap struktur tabel berisikan nama
field, tipe field dan ukurannya
Tatacara penamaan field, pilihan tipe field serta
fasilitas tambahan lainnya untuk struktur
tabel sangat tergantung pada DBMS yang
digunakan.
Type data yang bersifat umum :
 Data Alphanumerik: isinya berupa angka tetapi tidak menunjukkan
jumlah, sehingga dianggap sebagai teks. Misalnya : NoMhs, NIP
 Data numerik: berupa angka yang menunjukkan jumlah, misalnya SKS,
Gaji pokok
 Data bilangan bulat (integer) Byte(1byte), small integer (2byte), Long
Integer (4byte)
 Data bilangan nyata, single(4byte) double(8byte). Tipe data single dapat
menampung hingga 7 digit pecahan, double hingga 15 digit pecahan
 Data uang (currency), tipe data ini sangat membantu dalam mengatur
tampilan data yang berkaitan dengan nilai uang, misalnya dengan
adanya pemisahan ribuan/jutaan
 Data teks, dapat menggunakan type data variable character karena
dapat menampung hingga 255 karakter
PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH TYPE
DATA
1. Kecukupan domain
2. Efesiensi ruang penyimpanan
3. Kecepatan pengolahan data

similar documents