( i ) E - Google Drive

Report
Tinjauan Ulang Perekonomian Terbuka :
Model Mundel – Fleming & Rezim Kurs
The world is still a closed economy, but its
regions and countries are becoming
increasiingly open...
The international economic climate
has changed in the direction of financial
integration, and this has important implications
for economic policy
Robert Mundell - 1963
Mundell – Fleming Model
Robert A. Mundell
J. Marcus Fleming
 Model Mundell-Fleming dikembangkan pd awal tahun
1960 an. Model MF ini dilukiskan sbg Model kebijakan
dominan utk mempelajari Kebijakan Moneter dan
Kebijakan Fiskal pada perekonomian terbuka
 Model MF ini merupakan kolaborasi antara Robert.
A.Mundell dan J. Marcus Fleming. Mundell memper
oleh Nobel Prize pd tahun 1999 dan Fleming memper
oleh Nobel Prize pada tahun 1974 dan meninggal pada
tahun 1976
Perdagangan &
Keuangan
Internasional
Agregat
Demand
Perekonomian
Tertutup
Model
IS-LM
Perekonomian
Terbuka
Pasar Brg &
Pasar Uang
Asumsi
Tingkat Harga Tetap
Menunjukkan apa yg menyebabkan fluktuasi
jangka pendek dlm pendapatan agregat
Model Mundell Fleming
Asumsi
 Perekonomian
Terbuka Kecil
 Mobilitas Modal
Sempurna r = r*
Model
Mundell-Fleming
Asumsi :
Perekonomian terbuka kecil dengan mobilitas modal
sempurna
r = r*
Di mana
r : tingkat bunga dlm suatu perekonomian
r* : tingkat bunga dunia
r* diasumsikan eksogen karena perekonomian tsb
relatif kecil dibandingkan perekonomian dunia
Model
Mundell-Fleming
Pasar barang dan Kurva IS*
Y = C (Y – T) + I (r*) + G + NX (e)
Di mana:
Y
: pendapatan agregat
C
: jumlah konsumsi
(Y-T) : disposable income
I : investasi
r : tingkat bunga
G : belanja pemerintah
NX : ekspor netto
e : kurs nominal
(jumlah mata uang asing per unit mata uang domestik)
Kurva IS* - Equilibrium Pasar Brg
 Kurva IS* dibentuk dari NX schedule (gambar a)
dan kurva Keynesian Cross (gambar b)
 Pd gambar a, NX schedule, terlihat bila kurs (nilai
tukar) naik dari e1 menjadi e2 maka NX akan
turun dari NX(e1) menjadi NX(e2)
 Pd gambar b, kurva Keynesian Cross, terlihat bhw
akibat penurunan NX(e1) menjadi NX(e2) akan
menggeser planned expenditure ke bwh dan
akan mengurangi income dari Y1 ke Y2
 Pd gambar c, kurva IS* merupakan ringkasan dari
hubungan antara nilai tukar dan income
 Semakin tinggi nilai tukar maka semakin rendah
tingkat income
Expenditure, E
Nilai
Tukar (e)
b. Keynesian Cross
a. NX Schedule
450
Y1
e1
NXe1
NX
Income,
Output,Y
Expenditure, E
b. Keynesian Cross
 =   −  +  ∗ +  +  
450
Nilai
Tukar (e)
a. NX Schedule
Nilai
Tukar (e)
Y2
Y1
Income,
Output,Y
c. IS* Curve
e2
e2
e1
e1
NXe2
NXe1
NX
Y2
Y1
Income,
Output,Y
Kesimpulan dari Kurva IS*
e
NX
Y
e
NX
Y
e
IS*
Y
Kurva LM*- Ekuilibrium Pasar Uang
 Model Mundell-Fleming merepresentasikan pasar uang dgn
suatu persamaan yg sama bentuknya dgn Model IS-LM


=  , Y)
 Persamaan ini menyatakan bhw supply real money balances
(M/P) sama dgn demand thd uang L(r,Y)
 Demand thd uang dipengaruhi secara negatif oleh tingkat
bunga r, dan secara positif oleh income, Y
 Money supply M adalah exogenous variable yg senantiasa
dikontrol oleh Bank Sentral (BI), dan krn Model MundellFleming dirancang utk analisis fluktuasi jangka pendek,
maka tingkat harga P diasumsikan juga exogenous dan
tetap
 Dgn asumsi bhw tingkat bunga domestik sama dgn tingkat
bunga internasional, maka r = ∗ shg :


=  ∗ , Y)
Di mana:
M/P
: penawaran keseimbangan uang
riil
L(r*, Y) : permintaan thd keseimbangan
uang riil
 Persamaan ini selanjutnya disebut sbg LM*
 LM* dpt direpresentasikan secara graphis dlm bentuk kurva
yg vertikal krn exchange rate tdk mempengaruhi persamaan
LM*
 Berdasarkan tingkat bunga internasional, persamaan LM*
dpt menentukan aggregate income, sesuai dgn exchange
rate yg berlaku.
Tingkat
Bunga, r
(a) Kurva LM
Kurva LM*- Ekuilibrium Pasar Uang
Equilibrium
Pasar Uang
r =∗
Tingkat Bunga
Dunia
(b) Kurva LM*
Pendapatan,
Output, Y
Kurs, e
Menentukan
tingkat
pendapatan
Pendapatan,
Output, Y
 Kurva LM pd gambar a
adalah kurva LM standar,
yg menggambarkan persa
maan : M/P = L(r,Y) dgn grs
horizontal yg menunjuk
kan tingkat bunga dunia ∗
 Perpotongan dari kedua
kurva ini menentukan tkt
pendapatan, tanpa mem
perhitungkan kurs
 Oleh krn itu maka Kurva
LM* pd gambar (b) ber
bentuk vertikal
Kurva LM* digambar Berdasarkan r*
e
LM*
Menentukan pendapatan
agregat tanpa mempertimbang
kan kurs
Y
Equilibrium dlm Model Mundell-Fleming
Y = C (Y – T) + I (r*) + G + NX (e)


∗
=   , Y)
equilibrium
exchange
rate
LM*
LM*
e
equilibrium
Level of
income
IS*
IS*
Y
Perekonomian Terbuka Kecil
dgn Kurs Mengambang
Rezim Kurs
Kurs Mengambang (floating exchange rates) yaitu
kurs ditentukan oleh pasar dan dibiarkan berfluk
tuasi dgn bebas menanggapi kondisi perekonomian
yg sedang berubah.
Kurs Tetap (fixed exchange rates) yaitu kurs ditentu
kan oleh bank sentral (BI) dan tdk dibiarkan berfluk
tuasi dgn bebas shg BI siap membeli or menjual mata
uang domestik utk mempertahankan kurs sesuai dgn
tkt yg diumumkan oleh BI.
Kebijakan Ekonomi
Makro Terbuka
Kebijakan Fiskal n or
Moneter
Kebijakan Perubahan
Kurs (Devaluasi dan
Revaluasi)
Kebijakan
Pengawasan Langsung
Sistem
Exchange Rate
Fixed Exchange Rate
(Kurs Tetap)
Floating Exchange Rate
(Kurs Mengambang
1. Kebijakan Fiskal & Kebijakan Moneter
Kebijakan Fiskal dan Moneter adalah serangkaian
kebijakan ekonomi makro terbuka yg bertujuan
utk mempengaruhi pengeluaran dan perubahan
permintaan (expenditure and demand change
policies)
Kebijakan Fiskal (fiscal policy)
adalah kebijakan yg berkaitan
dgn perubahan pengeluaran
pemerintah dan atau
penerimaan pajak yg di
Indonesia disebut Kebijakan
APBN.
Kebijakan Moneter (monetary
policy) adalah suatu kebijakan
pemerintah mengenai jumlah
uang beredar (money supply)
dan tingkat bunga (interest rate)
atau disebut juga kebijakan pasar
terbuka (open market policy)
Kebijakan Fiskal (fiscal policy)
Bersifat Ekspansif
1. Menaikan pengeluaran
pemerintah
2. Menurunkan pajak dg
tujuan :
 Mendorong pertumbuh
an produksi DN
 Menaikan pendapatan
masyarakat
 Mendorong Impor
Bersifat Kontraktif
1. Menurunkan pengeluar
an pemerintah
2. Menaikkan pajak dg
tujuan :
 Mengurangi produksi
DN
 Menurunkan pendapat
an masyarakat
 Menurunkan Impor
Kebijakan Moneter (monetary policy)
Bersifat Ekspansif
(easy money policy)
1. Menambah jumlah uang
beredar (Ms)
2. Menurunkan tk bunga dg
tujuan :
 Mendorong investasi
 Menaikan penerimaan masy
 Mendorong Impor
 Mendorong arus keluar dan
menurunkan arus masuk mo
dal jangka pendek
Bersifat Kontraktif
(tight money policy)
1. Mengurangi jumlah uang
beredar
2. Menaikkan tk bunga dg
tujuan :
 Memperkecil investasi
 Menurunkan penerimaan
masy
 Menurunkan Impor
 Mendorong arus masuk dan
menurunkan arus keluar
modal jangka pendek
Interaksi Kebijakan Ekonomi Makro
Terbuka pada Sistem Kurs Mengambang
Kekuatan Eksogen
Pasar
1.Kebijakan Fiskal
Mempengaruhi
bisnis, foreign
trade, dll
Pasar Barang
(Kurva IS)
Variabel Endogen
2. Kebijakan
Moneter
Pasar Uang
( Kurva LM )
3. Kebijakan Kurs/
Devaluasi
Pengawasan
Devisa/ Perda
gangan, dll
Pasar Valas
( Kurva BP )
-
Internal / Eksternal
Balance ( IB & EB )
Produk/Pendapatan
Nasional (Y)
Employment (N)
Tingkat Bunga ( i )
Harga/Inflasi
BOP/Forex Rate
Interest Rate
(i)
Pengaruh Kebijakan Fiskal pada Kurs
Mengambang (closed economy)
LM
E’
E
i = if
BP
IS’
IS
0
Income
Y
Exchange Rate
(e)
Pengaruh Kebijakan Fiskal pada Kurs
Mengambang (open economy)
LM
E’
E
IS’
IS
0
Income
Y
Interest Rate
(i)
Pengaruh Kebijakan Moneter pada
Kurs Mengambang (closed economy)
LM
LM’
E’
E
i=if
BP
IS’
IS
0
Income
Y
Exchange Rate
(e)
Pengaruh Kebijakan Moneter pada
Kurs Mengambang (open economy)
LM1
LM2
E’
E
IS
0
Income
Y
Interaksi Kebijakan Ekonomi Makro
Terbuka pada Sistem Kurs Tetap
Kekuatan Eksogen
Pasar
1.Kebijakan Fiskal
Mempengaruhi
bisnis, foreign
trade, dll
Pasar Barang
(Kurva IS)
2. Kebijakan
Moneter
3. Kebijakan Kurs/
Devaluasi
Pengawasan
Devisa/ Perda
gangan, dll
Pasar Uang
( Kurva LM )
Pasar Valas
( Kurva BP )
Variabel Endogen
Internal Balance
--------( Kurva IB ) --------- Produk/Pendapatan
Nasional (Y)
- Employment (N)
- Tingkat Bunga
- Harga/Inflasi
Eksternal Balance
---------(Kurva EB) --------BOP/Neraca Pembayaran
Interest Rate
(i)
Pengaruh Kebijakan Fiskal pada
Kurs Tetap
LM’
LM
E
E’
BP
i=if
IS’
IS
0
Income
Y
Interest Rate
(i)
Pengaruh Kebijakan Moneter
pada Kurs tetap
LM
LM’
E
ie
BP
E’
IS
0
Ye
Income
Y
Kebijakan Fiskal
• Untuk mendorong pengeluaran domestik, pemerintah
meningkatkan belanja pemerintah atau memotong pajak.
• Ekspansi kebijakan fiskal pada perekonomian terbuka kecil
tidak memberikan pengaruh yang besar tehadap
pendapatan. Karena begitu tingkat bunga berusaha naik
melebihi tingkat bunga dunia, aliran modal dari luar negeri
akan segera menekan tingkat bunga.
• Selain itu, dampak lainnya adalah miningkatnya permintaan
mata uang domestik sehingga meningkatkan nilai mata
uang domestik/apresiasi kurs yang membuat barang
domestik lebih mahal sehingga dapat mengurangi ekspor
netto.
• Pengurangan ekspor netto ini dapat mengatasi kebijakan
fiskal ekspansif dan berdampak pada Y.
Kebijakan Fiskal
• Peningkatan
belanja
pemerintah atau
penurunan pajak
menggeser kurva
IS ke kanan dan
menyebabkan
kurs berapresiasi
sedangkan tingkat
pendapatan tetap.
Kebijakan Moneter
• Anggap bank sentral meningkatkan jumlah uang
beredar dengan asumsi tingkat harga tetap.
• Peningkatan jumlah uang beredar menekan tingkat
bunga domestik kebawah, sehingga modal mengalir ke
luar karena investor mencari pengembalian yang lebih
tinggi di tempat lain.
• Aliran ini melindungi tingkat bunga untuk turun dan
menyebabkan kurs terdepresiasi, membuat barang
domestik relatif lebih murah terhadap barang asing
dan meningkatkan ekspo netto.
• Jadi, kebijakan moneter mempengaruhi pendapatan
dengan mengubah kurs, bukan tingkat bunga.
Kebijakan Moneter
• Kenaikan jumlah
uang beredar
menggeser kurva
LM* ke kanan
sehingga kurs
terdepresiasi dan
pendapatan
meningkat.
Kebijakan Perdagangan
• Anggaplah pemerintah menurunkan permintaan terhadap
barang impor dengan memberlakukan kuota impor atau
tarif untuk barang impor.
• Ekspor netto = Ekspor – Impor
• Penurunan impor membuat ekspor meningkat. Akibatnya
pendapatan naik yang selanjutnya meningkatkan
permintaan uang dan menyebabkan kenaikan tingkat
bunga.
• Dalam perekonomian terbuka, modal asing segera
merespon dengan mengalirkan modal ke dalam negeri
sehingga menyebabkan tingkat bunga kembali ke tingkat
bunga dunia yang mengakibatkan kurs terapresiasi dan
mengembalikan pendapatan ke posisi awal.
Kebijakan Perdagangan
• Tarif terhadap
barang impor
atau kuota
impor
menggeser
kurva IS* ke
kanan sehingga
kurs
terapresiasi
tanpa
mengubah
pendapatan.
Perekonomian Terbuka Kecil
dgn Kurs Tetap
Pd tahun 1950-an dan 1960-an, sebagian besar
perekonomian dunia bekerja dgn system
Bretton Woods, semacam system moneter
internasional yg disepakati sebagian besar
Negara maju utk menetapkan nilai kurs ;
menggunakan rezim nilai tukar fixed
Memasuki tahun 1970,system ini ditinggalkan
dan rezim nilai tukar float (mengambang) ,
walaupun rezim nilai tukar fixed tdk benar2
ditinggalkan. Belakangan Cina menggunakan
kebijakan rezim nilai tukar fixed, dgn
menyesuaikan yuan terhadap US Dollar
Cara Kerja Rezim Nilai Tukar Fixed
Inti rezim ini adalah menjaga nilai tukar agar
tetap pd nilai yg telah ditentukan :
 Dibutuhkan komitmen dari bank sentral utk me
mastikan money supply agar nilai tukar mata uang
yg bersangkutan di pasar sesuai dgn nilai tukar yg
ditentukan.
 Caranya: mengontrol keseimbangan money supply
dgn membeli/ menjual mata uang domestik mau
pun asing.
Sistem mata uang ini menetapkan nilai tukar
nominal
 Jika sifat harga brg mudah berubah (flexible) ; spt
pd perekonomian jangka panjang; maka nilai
tukar real dpt berubah walaupun nilai tukar
nominal telah ditetapkan
 Nilai tukar real hanya akan mempengaruhi money
supply dan tingkat harga; walaupun pd model M-F
jangk pendek, harga ditetapkan  nilai tukar
nominal mengimplikasikan nilai tukar riil
Cara Kerja Rezim Nilai Tukar Fixed
Ekuilibrum ketika kurs lbh besar dari yg telah ditetap kan
Contoh: (USDollar dan JapanYen)
Fed mengumumkan kurs fixed sebesar 100 yen per dolar, tetapi
pd ekuilibrium dgn jumlah uang beredar saat ini, kurs adalah
150 yen per dolar. Dlm hal ini, pialang akan membeli 300 yen di
pasar seharga 2$ lalu menjual 300 yen tsb pd Fed seharga 3$,
hal ini menciptakan keuntungan bagi pialang sebesar 1$.
Sementara itu, dolar yg dikeluarkan Fed utk membeli yen
otomatis meningkatkan jumlah uang beredar.
Cara Kerja Rezim Nilai Tukar Fixed
Ekuilibrum exchange rate > Kurs yg telah ditetapkan
e
Equilibrium
exchange
rate
Fixed
exchange
rate
*
LM 1
*
LM 2
Kenaikan jumlah uang beredar
menggeser kurva LM* ke kanan
dan menurunkan kurs ekuili
brium sampai pd tkt kurs yg
ditetapkan.
e0
e1
*
IS 1
Y1
Y2
Y
Cara Kerja Rezim Nilai Tukar Fixed
Ekuilibrum ketika kurs kurang dari yg telah ditetapkan
Contoh: (USDollar dan JapanYen)
Fed mengumumkan kurs tetap sebesar 100 yen per dolar, tetapi
pada ekuilibrium dengan jumlah uang beredar saat ini, kurs adalah
50 yen per dolar. Dalam hal ini, pialang akan membeli 100 yen
kepada Fed seharga 1$ lalu menjual 100 yen tersebut pada pasar
seharga 2$, hal ini menciptakan keuntungan bagi pialang sebesar
1$. Sementara itu, dolar yang diterima Fed otomatis menurunkan
jumlah uang beredar.
Cara Kerja Rezim Nilai Tukar Fixed
Ekuilibrum exchange rate < Kurs yg telah ditetapkan
e
Fixed
exchange
rate
Equilibrium
exchange
rate
*
LM 2
L M 1*
Kenaikan jumlah uang beredar
menggeser kurva LM* ke kiri
dan meningkatkan kurs ekuili
brium sampai pd tkt kurs yg
ditetapkan.
e1
e0
*
IS 1
Y2
Y1
Y
Kebijakan Fiskal
 Dlm rejim kurs tetap, Kebijakan Fiskal sgt efektif
dlm mengubah output
 Nilai e telah fixed, utk mencegah e agar tdk me
ningkat, BI (Indonesia) hrs menaikkan money
supply, kebijakan fiskal menggeser kurva IS ke
kanan, yg kemudian meningkatkan LM,
menyebabkan kurva LM bergerak ke kanan
Kebijakan Fiskal
e
*
*
LM 1 LM 2
Hasil:
e = 0, Y > 0
e1
*
IS 2
*
IS 1
Y1
Y2
Y
Kebijakan Moneter
 Pada rezim nilai tukar fixed, kebijakan moneter tdk
dpt digunakan untuk mempengaruhi output.
 Untuk menjaga agar e tidak turun, money suplly
dan kurva LM harus kembali ke posisi awal,
Kebijakan Moneter
e
*
LM 1
hasil
e = 0, Y = 0
e1
*
IS 1
Y1
Y
Kebijakan Perdagangan
 Dalam hal ini, kebijakan pembatasan impor atau member
lakukan tarif impor.
 Kebijakan ini menggeser kurva IS ke kanan, yg mendorong
kecenderungkan e utk naik.
 Untuk menjaga e, maka money supply hrs naik, menggeser
kurva LM ke kanan
 Kebijakan ini menaikkan Y dan NX,
 Alasan: NX = S – I
 NX= Net Export
 I = Invesment
S = Saving
Kebijakan Perdagangan
e
*
LM 1
*
LM 2
Hasil:
e = 0, Y > 0
e1
*
*
IS 1
Y1
Y2
IS 2
Y
Interaksi Kebijakan Ekonomi Makro
Terbuka pada Sistem Kurs Tetap
Kekuatan Eksogen
Pasar
1.Kebijakan Fiskal
Mempengaruhi
bisnis, foreign
trade, dll
Pasar Barang
(Kurva IS)
2. Kebijakan
Moneter
3. Kebijakan Kurs/
Devaluasi
Pengawasan
Devisa/ Perda
gangan, dll
Pasar Uang
( Kurva LM )
Pasar Valas
( Kurva BP )
Variabel Endogen
Internal Balance
--------( Kurva IB ) --------- Produk/Pendapatan
Nasional (Y)
- Employment (N)
- Tingkat Bunga
- Harga/Inflasi
Eksternal Balance
---------(Kurva EB) --------BOP/Neraca Pembayaran
Interest Rate
(i)
Pengaruh Kebijakan Fiskal pada
Kurs Tetap
LM’
LM
E
E’
BP
i=if
IS’
IS
0
Income
Y
Interest Rate
(i)
Pengaruh Kebijakan Moneter
pada Kurs tetap
LM
LM’
E
ie
BP
E’
IS
0
Ye
Income
Y
Ringkasan Efek Kebijakan pd
Model Mundell-Fleming
Macam rezim nilai tukar
floating
fixed
Akibat kepada:
Kebijakan
Y
e
NX
Y
e
NX
Ekspansi fiscal
0



0
0
Ekspansi moneter



0
0
0
Batas import
0

0

0

Kurs Mengambang Vs Kurs Tetap
Pilih Mana?
Serangan Spekulatif, Currency Board
dan Dolarisasi
 Serangan spekulatif adalah kasus di mana
perubahan persepsi investor membuat kurs
tetap tdk dimungkinkan.
 Untuk mencegah serangan ini, bbrp ekonom
menyarankan penggunaan currency boards,
aturan di mana bank sentral memegang
cukup mata uang asing utk mendukung tiap
unit mata uang domestik.
 Berikutnya negara mempertimbangkan
dolarisasi, rencana di mana mata uang
domestik diabaikan dan dolar AS
digunakan. Contoh: Panama
The Impossible Trinity
Free Capital
Flows
• Suatu negara tdk dpt
menjalankan aliran
modal bebas, kurs
tetap, dan kebijakan
moneter independen
secara bersamaan.
• Suatu negara hrs me
milih satu sisi segitiga
dan merelakan sisi
lainnya.
Independent
Monetary policy
Option 3
(China)
Fixed Exchange
Rate
Arigatou Gozaimasu

similar documents