Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD

Report
SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
BERBASIS OPEN
SOURCE UNTUK
MENGHADAPI ERA
UNIVERSAL HEALTH
COVERAGE
Pusat Manajemen
Pelayanan Kesehatan
(PMPK FK UGM)
1 November 2012
Pengantar
• Isu 1: Mengapa terjadi kegagalan
pengembangan software untuk manajemen
rumahsakit?
• Isu 2: Apa yang dapat dilakukan di masa
depan?
• Isu 3: Apa yang dikerjakan oleh PMPK UGM
Isu 1: Mengapa terjadi kegagalan pengembangan
software untuk manajemen rumahsakit?
Pertama:
• Dalam mekanisme pasar murni, pembiayaan software dan sistem
manajemen keuangan oleh swasta merupakan hal dominan sejak
dari penelitian awal sampai ke aplikasinya.
• Apabila swasta mengembangkan segalanya maka akan cenderung
untuk close-system.
• Dampak akhir adalah harga software dan sistem pemasangan dan
pelatihan yang tinggi, dan tidak terjangkau oleh rumahsakit biasa.
• Harga Software mahal dan harus lelang yang menimbulkan
permasalahan;
• Pengembangan IT harus berthaun-tahun yang tidak mungkin/sulit
berjalan dalam sistem yag menggunakan tender.
Kedua:
• Pemerintah belum memberi perhatian cukup
dalam pengembangan software open source
ini.
• Belum ada dana dari pajak yang dapat dipakai
untuk mendanai Research and Development
software, pelatihan bagi tenaga IT, sampai ke
penyediaan hardware bagi RS yang tidak
mampu (intervensi pemerintah belum ada).
• SIM RS belum dianggap sebagai “public-good”
yang perlu didanai oleh pemerintah
Ketiga:
• Pengelola RS, sering
mengambil jalan pintas
yang mudah dengan
mengkontrakkan IT ke
pihak ketiga yang
menggunakan closedsystem dan tidak ada
transfer teknologi.
• Sumber Daya
Manajemen IT RS
menjadi tidak
berkembang.
•
Akibatnya terjadi
ketergantungan ke pihak
kontraktor IT yang
menghambat :
• pengembangan untuk
keperluan manajemen,
• penelitian, dan
• pendidikan.
Isu 2: Apa yang dapat dilakukan di
masa depan?
• Pendanaan pemerintah:
• Mengembangkan IT berdasarkan ideologi
terbuka dan pro lembaga yang melayani
masyarakat miskin
• Dana pengembangan terutama pada riset
open system software yang dapat
dipergunakan oleh seluruh rumahsakit
pemerintah dan swasta.
Isu 3: Apa yang dikerjakan oleh PMPK
UGM
•
•
•
•
•
•
PPMPK UGM telah memulai pengembangan sistem IT
rumahsakit yang open-system dan open-source
dikembangkan secara modular.
Modul Billing System adalah yang pertama
dikembangkan
Telah diaplikasikan di beberapa RS Daerah, dan
dikembangkan juga oleh beberapa RS swasta RS
vertikal.
Saat ini pengembangan yang telah dilakukan tim UGM
meliputi modul sistem billing, sistem inventory dan
sistem aset (sedang dalam pengembangan) yang pada
akhirnya akan menuju pada sistem akuntansi yang
utuh.
Modul modul ini relevan untuk menyiapkan RS dalam
menghadapi era diberlakukannya UU mengenai BPJS.
• Belum cukup
banyak, dan
tidak cukup
kuat
Tujuan
• Membahas kebijakan pemerintah dalam
pengembangan SIM RS yang bersifat OpenSystem dan Open-Source
• Mensosialisasikan progress pengembangan
SIM RS berbasis open system yang telah
dikembangkan oleh PMPK FK UGM
• Mendapatkan masukan untuk pengembangan
lebih lanjut
• Menyusun strategi implementasi sistem di RS.
Pembicara
Sesi 1: 09.00 – 10.30
• Guardian Sanjaya. SIM RS berbasis Open Systems.
• Laksono Trisnantoro:Membahas kebijakan
pemerintah dalam pengembangan SIM RS yang
bersifat Open-System dan Open-Source
Pembahas: Dr. Ahmad Subagyo, Direktur RSAB
Sesi 2: 11.00 – 12.30
• Susty Sunaryo: Pengembangan Sistem Informasi
Keuangan dan UC.
Penutup dan Demo
Selamat berseminar

similar documents