program pendidikan dan pelatihan dokter plus

Report
PUSDIKLAT APARATUR
BADAN PPSDM KESEHATAN - KEMENTERIAN KESEHATAN RI
KONSEP PROGRAM DOKTER
PLUS
(DOKTER DENGAN KEWENANGAN TAMBAHAN)
LATAR BELAKANG/ DASAR PEMIKIRAN (1)
 Ketersediaan
pelayanan kesehatan
yang belum merata hingga ke
seluruh pelosok wilayah negara RI
 Adanya
target indikator MDGs
bidang Kesehatan yang harus
dicapai dalam kurun waktu 15
tahun (tahun 2000 – 2015)
LATAR BELAKANG/ DASAR PEMIKIRAN (2)
Kondisi riil di Indonesia, masih tingginya :
1.
ANGKA KEMATIAN IBU (AKI)
2.
ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB)
terutama di Daerah Bermasalah Kesehatan,
termasuk DTPK
-
Ada indikator MDG’s bidang kesehatan yang
masih belum sesuai target yang diharapkan
LATAR BELAKANG/ DASAR PEMIKIRAN (3)
Distribusi Penempatan Residen Senior di DTPK
belum merata
s/d Tahun
2010
Residen
Anak
Residen
Obsgin
Residen
Anestesi
Prov. NTT
2 orang
5 orang
5 orang
Prov. Maluku
-
-
1 orang
(RSUD
Namlea, Kab.
Buru
Prov. Papua
1 orang
3 orang
-
TUJUAN PROGRAM


Pemerataan pelayanan kesehatan yang bermutu
dan berkeadilan (terutama dalam bidang
kesehatan ibu dan anak)
Percepatan pencapaian salah satu target indikator
MDG’s yakni :
1. Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)
2. Penurunan Angka Kematian Bayi (AKB)
dengan sasaran utama di DBK termasuk DTPK
dimana belum terdapat / belum terpenuhi
distribusi tenaga dokter spesialis dan residen
senior
KONSEP DOKTER PLUS (1)


Dokter Plus (Dokter dengan Kewenangan
Tambahan) adalah Dokter Pelayanan Primer
yang telah dilatih kompetensi tertentu untuk
meningkatkan pencapaian MDGs dalam waktu
tertentu di daerah tertentu
Dokter Plus ini akan ditempatkan di daerah
dimana belum tersedia tenaga dokter spesialis
dan residen senior.
KONSEP DOKTER PLUS (2)
 Sebelum
ditempatkan, Dokter Plus
tersebut harus mengikuti suatu
diklat untuk mencapai tingkat
kompetensi tambahan sesuai
kebutuhan di lapangan
 Diklat
bagi Dokter Plus mencakup 3
kompetensi tambahan di bidang
kedokteran yakni Kesehatan Anak,
Kebidanan & Kandungan serta
Anestesi
PERUMUS KONSEP
1.
2.
Kementerian Kesehatan RI melalui
Direktorat Jenderal Bina Upaya
Kesehatan dan Badan PPSDM
Kesehatan
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
termasuk 3 Organisasi Profesi
Kedokteran & Kolegium
Kedokteran terkait
DASAR HUKUM
1.
Kementerian Kesehatan cq. Badan PPSDM
Kesehatan sedang dalam proses menyiapkan
Rancangan Permenkes mengenai Dokter Plus
2.
Peraturan KKI (Perkonsil) Nomor
48/KKI/PER/XII/2010 tentang Kewenangan
Tambahan Dokter dan Dokter Gigi
3.
Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian
Kesehatan dengan IDI tentang Program Pendidikan
dan Pelatihan Dokter dengan Kewenangan
Tambahan dalam Program Dokter Plus yang
ditandatangani pada tanggal 3 Maret 2011
FASILITAS YANKES SASARAN
1.
Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten / Kota
diutamakan yang termasuk DBK atau DTPK
dengan target penguatan PONEK
2.
Dipertimbangkan Rumah Sakit Tipe D yang
belum memiliki tenaga Dokter Spesialis
PROGRAM
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
DOKTER PLUS
Pusdiklat Aparatur
Badan PPSDM Kesehatan
PROVINSI SASARAN PROGRAM

TAHAP AWAL 2011 :
1. NUSA TENGGARA TIMUR
2. MALUKU
3. PAPUA
JENIS DIKLAT DOKTER PLUS


Training of Trainer
(TOT)
Pelatihan Dokter Plus
TRAINING OF
TRAINERS (TOT)
PELATIHAN DOKTER
PLUS
KONSEP & TUJUAN TOT
Pelatihan bagi Calon Pelatih atau Instruktur
pada Pelatihan Dokter Plus di daerah
 Dalam rangka mencapai persamaan persepsi
bagi para calon pelatih/ instruktur mengenai
bahan materi, teknik fasilitasi, teknik
pembimbingan praktek, metode pelatihan serta
teknik evaluasi peserta pada Pelatihan Dokter
Plus di daerah

PELAKSANA PELATIHAN

PUSDIKLAT APARATUR BADAN PPSDM
KESEHATAN
BEKERJASAMA DENGAN :
1.
2.
DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN
RUJUKAN
KOLEGIUM KEDOKTERAN TERKAIT
KELAS & JUMLAH PESERTA TOT
KELAS TOT
JUMLAH
PESERTA
KESEHATAN ANAK
10 ORANG
OBSTETRI GINEKOLOGI
ANESTESI
10 ORANG
TOTAL
10 ORANG
30 ORANG
MATERI DIKLAT PADA TOT
MATERI
DASAR
Kebijakan
Kementerian
Kesehatan ttg
Program Dokter
Plus
MATERI
INTI
Review Modul
MATERI
PENUNJAN
G
Teknik
Fasilitasi
Building
Learning
Commitment
(BLC)
Teknik
Pembimbingan
Praktek
Rencana
Tindak Lanjut
(RTL)
Teknik
JUMLAH JAM PELAJARAN &
LAMA TOT
 Total
JPL untuk keseluruhan materi
TOT :
50 JPL @ 45 menit
 Lama
TOT =
5 Hari Efektif @ 10 JPL = 450 menit
TEMPAT DAN WAKTU
PELAKSANAAN TOT
•
Lokasi Pelaksanaan TOT :
Gedung Pusdiklat Aparatur
Badan PPSDM Kesehatan
Jl. Hang Jebat Raya – Jakarta
Selatan
•
Waktu Pelaksanaan TOT :
Telah dilaksanakan pada 21 – 25
Maret 2011 yang lalu
PESERTA TOT
KELAS
TOT
KESEHATAN
ANAK
OBSTETRI GINEKOLOGI
ANESTESI
LATAR
BELAKANG
PENDIDIKAN
PESERTA (Min)
ASAL
INSTITUSI
PESERTA TOT
Dokter Sp. Anak
IPDS/ RS
PENDIDIKAN,
RS JEJARING DI
DAERAH
Dokter Sp. OG
Dokter Sp.
Anestesi
IPDS/ RS
PENDIDIKAN,
RS JEJARING
FASILITATOR/ INSTRUKTUR TOT
KELAS TOT
KESEHATAN
ANAK
OBSTETRI GINEKOLOGI
ANESTESI
LATAR
BELAKANG
PENDIDIKA
N
(Min)
Dokter
Sp. A (K)
ASAL INSTITUSI
INSTRUKTUR
KOLEGIUM ANAK
FKUI/ RSCM, FK
UNDIP/ RS KARIADI,
Dokter
KOLEGIUM OBSGIN
Sp. OG (K) FKUI/ RSCM
Dokter
KOLEGIUM ANESTESI
Sp. An (K) FK UNAIR, UNUD,
UNHAS
PELATIHAN
DOKTER PLUS
KONSEP PELATIHAN DOKTER PLUS
(1)


Pelatihan bagi dokter pelayanan primer yang
akan ditugaskan sebagai Dokter Plus
Pelatihan Dokter Plus yang dirancang adalah
suatu jenis pelatihan berbasis kompetensi
yang bersifat sangat teknis medis
KONSEP PELATIHAN DOKTER PLUS
(2)

Pelatihan Dokter Plus terdiri dari 3 jenis
pelatihan sesuai jenis kompetensi tambahan
yang dibutuhkan lapangan yakni :
1. Pelatihan Dokter Plus Ilmu Kesehatan Anak
2. Pelatihan Dokter Plus Ilmu Kebidanan &
Kandungan (Obsgin)
3. Pelatihan Dokter Plus Ilmu Anestesi
TUJUAN PELATIHAN

Pembekalan bagi calon Dokter Plus agar
mampu menguasai tambahan
kompetensi dalam bidang Kesehatan
Anak ; atau Kebidanan dan Kandungan
(Obsgin) ; atau Anestesi ; sehingga
mampu menerapkan tambahan
kompetensi yang dimilikinya itu dalam
melakukan pelayanan kesehatan
khususnya kesehatan anak dan ibu
dalam upaya menurunkan AKI dan
AKB sesuai target MDGs di daerah
tugasnya masing-masing
PELAKSANA PELATIHAN

PUSDIKLAT APARATUR BADAN PPSDM
KESEHATAN
BEKERJASAMA DENGAN :
1.
2.
3.
4.
5.
DIREKTORAT BINA UPAYA KESEHATAN
RUJUKAN
KOLEGIUM KEDOKTERAN TERKAIT
INSTITUSI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS
BESERTA RS PENDIDIKAN
RS JEJARING
BBPK DAN BAPELKES DAERAH
KELAS & JUMLAH PESERTA
PELATIHAN DOKTER PLUS
PELATIHAN
DOKTER
PLUS
JUMLAH
PESERTA
KESEHATAN ANAK
30 ORANG
OBSTETRI GINEKOLOGI
ANESTESI
30 ORANG
TOTAL
30 ORANG
90 ORANG
KURIKULUM & MODUL
Sudah selesai disusun Desember 2010,
Siap digunakan pada Pelatihan Dokter Plus
MATERI INTI DIKLAT DOKTER
PLUS/ BATASAN KOMPETENSI (1)
KESEHATAN
ANAK
OBSGIN
ANESTESI
Resusitasi pada
Neonatus
Keterampilan Klinik
Dasar
Keterampilan Dasar
Anestesia I
Stabilisasi pada
Neonatus
Keterampilan Bedah
Esensial
Keterampilan Dasar
Anestesia II
Penatalaksanaan
Transportasi Neonatus
Asuhan Pasca –
Bedah
Keterampilan Dasar
Anestesia III
Inisiasi Menyusui Dini
Ginekologi Operatif
Persiapan Alat dan
Obat Anestesia
Pemberian ASI pada
Neonatus
Asuhan Antenatal
Anestesia Umum
Pemeriksaaan Fisis
Kehamilan dan
Masalah Medik
Kedokteran
Perioperatif
MATERI INTI DIKLAT DOKTER
PLUS/ BATASAN KOMPETENSI (2)
KESEHATAN
ANAK
OBSGIN
ANESTESI
Terapi Oksigen
Partograf dan Distosia
Anestesia Bedah
Darurat
Penatalaksanaan
Sepsis pada Neonatus
Asuhan Persalinan
Anestesia Obstetrik
Prosedur Penting pada
Neonatus
Asuhan Nifas
Anestesia Spinal
Penatalaksanaan
Nutrisi pada Neonatus
Asuhan Masalah
Ginekologik
Kangaroo Mother Care
Asuhan Masalah
Kehamilan Dini
JUMLAH JAM PELAJARAN
& LAMA PELATIHAN
PELATIHAN
DOKTER PLUS
LAMA
PELATIHAN
KESEHATAN ANAK
12 MINGGU (3 BULAN)
OBSTETRI GINEKOLOGI
ANESTESI
24 MINGGU (6 BULAN)
12 MINGGU (3 BULAN)
TEMPAT/ LOKASI PELATIHAN
PELATIHAN
DOKTER PLUS
KESEHATAN
ANAK
OBSTETRI GINEKOLOGI
ANESTESI
TEMPAT/ LOKASI PELATIHAN
MALANG, DENPASAR, MAKASSAR
(1 BULAN) &
RS DAERAH ASAL (2 BULAN)
MAKASSAR, TERNATE, JAYAPURA
(6 BULAN)
SURABAYA, DENPASAR,
MAKASSAR
(3 BULAN)
WAKTU PELAKSANAAN PELATIHAN
Setelah Training of Trainers (ToT)
Target :
Mei tahun 2011
PESERTA PELATIHAN
PENDIDIKAN
PELATIHAN
(Min) & STATUS
DOKTER
KEPEGAWAIAN
PLUS
PESERTA
KESEHATAN
ANAK
OBSTETRI GINEKOLOG
I
ANESTESI
DOKTER
PELAYANAN
PRIMER ;
PNS
ASAL DAERAH &
ASAL INSTITUSI
PESERTA
TAHAP AWAL (2011) :
PROVINSI NTT,
MALUKU & PAPUA ;
PUSKESMAS
ATAU RS TIPE D
ATAU RS TIPE C
REKRUTMEN PESERTA (1)
Peserta
pelatihan akan direkrut
oleh Dinas Kesehatan Provinsi
sasaran
Dinas Kesehatan setempat
melakukan pemetaan (mapping)
kabupaten mana saja dalam
wilayah provinsinya yang belum
memiliki tenaga dokter spesialis
obsgin, anak dan anestesi
REKRUTMEN PESERTA (2)
 Calon
Peserta Pelatihan ditetapkan
oleh Dinas Kesehatan Provinsi dengan
kriteria Dokter Umum Puskesmas/ RS
yang berstatus PNS dari Kabupaten
sesuai hasil pemetaan
 Dinas Kesehatan/ RS Kabupaten
menyiapkan masing-masing 3 orang
tenaga dokter umum untuk dilatih 3
jenis kompetensi tambahan yang
berbeda
REKRUTMEN PESERTA (3)
 Dinas
Kesehatan menyampaikan
usulan nama peserta berikut jenis
kompetensi tambahan yang
diperlukannya kepada Panitia
Pelatihan Dokter Plus Pusdiklat
Aparatur
FASILITATOR/ INSTRUKTUR
PELATIHAN
PELATIHAN
DOKTER
PLUS
LATAR
BELAKANG
PENDIDIKA
N
(Min)
ASAL INSTITUSI INSTRUKTUR
KESEHATA
N ANAK
Dokter
Sp. A
FK UNBRAW, UNUD, UNHAS
(RS PENDIDIKAN) ;
RS JEJARING DI DAERAH
ASAL PESERTA
OBSTETRI GINEKOLOG
I
Dokter
Sp. OG
FK UNHAS (RS
PENDIDIKAN) ;
RS JEJARING DI DAERAH
ASAL PESERTA
ANESTESI
Dokter
Sp. An
FK UNAIR, UNHAS
(RS PENDIDIKAN)
SISTEM PEMBIAYAAN PELATIHAN



METODE MOU = DG BAPELKES PROVINSI
METODE SKPA = DG BBPK MAKASSAR &
POLTEKKES KEMENKES TERNATE
SWA KELOLA
MEKANISME PERTANGGUNG – JAWABAN
ADMINISTRASI KEUANGAN???
(PERLU DIKAJI SECARA DETAIL DAN MENDALAM
DENGAN SEMUA PIHAK TERKAIT)
MITRA PELATIHAN DOKTER PLUS
KESEHATAN ANAK
MALANG
RSUD dr. SYAIFUL ANWAR &
BAPELKES PROV.
DENPASAR
RSUP SANGLAH &
BAPELKES PROV.
MAKASSAR
RSUP dr. WAHIDIN & BBPK
KUPANG
RSU Prof. JOHANNES &
BAPELKES PROV.
RSU HAULUSSY &
BAPELKES PROV.
RSU JAYAPURA &
BAPELKES PROV.
AMBON
JAYAPURA
MITRA PELATIHAN DOKTER PLUS
OBSTETRI – GINEKOLOGI
SURABAYA
TERNATE
RSUD dr. SOETOMO
& BAPELKES
RSU CHASAN
BOESOERI
& POLTEKKES
JAYAPURA
RSU JAYAPURA &
BAPELKES PROV.
MITRA PELATIHAN DOKTER PLUS
ANESTESI
SURABAYA
DENPASAR
MAKASSAR
RSUD dr. SOETOMO
& BAPELKES
PROV.
RSUP SANGLAH &
BAPELKES PROV.
RSUP dr. WAHIDIN
& BBPK

similar documents