No Slide Title

Report
www//marno.lecture.ub.ac.id
DATA DAN INFORMASI
Data dalam penelitian kualitatif biasanya berupa kata-kata atau potongan kalimat
Data dalam penelitian kualitatif merupakan :
1. gambaran yg rinci tentang situasi, interaksi, peristiwa, orang dan perilakunya
yang teramati
2. Nukilan langsung dari seseorang tentang pengalaman, pikiran, sikap dan
keyakinannya ;
3. Petikan-petikan dokumen, surat, dan rekaman-rekaman lainnya.
Kamus Oxford (1995):
Data = facts or information used in deciding or discussing
Kamus Webster (1966):
“Data” bentuk jamak dari “datum” : something that is given either from being
experientially encountered or from being admitted or assumed for specific purpose
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001):
Data : keterangan yang benar dan nyata, keterangan atau bahan nyata yang dapat
dijadikan dasar kajian.
DATA DAN INFORMASI
Data = informasi faktual yg digunakan sebg dasar untuk penalaran, diskusi, atau
perhitungan.
Data = kenyataan-kenyataan murni yang belum ditafsirkan, diubah, atau
dimanipulasi yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar suatu analisis.
INFORMASI – informatio – information: kumpulan data yang telah memiliki makna
atau yang menyatakan sesuatu mengenai hubungan-hubungan data.
Kamus Oxford (1995):
“facts told, heard or discovered about; knowledge.
Kamus Webster (1966):
“something received or obtained through informating; the process by which the form
of an object of knowledge is impressed upon the apprechending mind so as to bring
about the state of knowing”
SUMBER DATA DAN INFORMASI.
Sumber data adalah subyek darimana data dapat diperoleh
Duajenis sumber data:
1. Data yang bersifat FAKTUAL, data yang diperoleh dari subyek berdasar
anggapan bahwa memang subyeknya lebih mengetahui keadaan sebenarnya
dan peneliti berasumsi bahwa data yang diberikan oleh subyek adalah benar
2.
Data yang bersifat BUKAN-FAKTUAL, yaitu data mengenai subyek
penelitian yg perlu digali secara tidak langsung lewat cara-cara pengukuran,
dikarenakan subyek penelitian biasanya tidak mengetahui faktanya.
Ada empat macam sumber data yang lazim:
1. Sumber data dari informan
2. Peristiwa yang diamati secara langsung
3. Sumber data dari Tempat kejadian peristiwa
4. Dokumen atau catatan tertulis.
Informan sebagai sumber data yang utama
Informan – Narasumber - Responden.
Informan adalah individu yang diharapkan dapat menjadi mitra peneliti
dengan segenap keberagamannya
Individu informan ini dapat berupa pelaku aktivitas, pengamat, orang yang
secara langsung m,engelola atau merencanakan, atau bahkan orang yang
menerima informasi secara tidak langsung.
Bagaimana memilih informan yang tepat?
Data in everyday language is a synonym for information.
In the exact sciences there is a clear distinction between data and information, where
data is a measurement that can be disorganized and when the data becomes organized it
becomes information.
Data may relate to reality, or to fiction as in a fictional movie.
Data about reality consists of propositions.
A large class of practically important propositions are measurements or observations of
a variable.
Such propositions may comprise numbers, words or images.
Mengamati peristiwa secara langsung
Gejala, peristiwa atau fenomena yang teramati merupakan sumber data
yang sangat penting dalam penelitian kualitatif.
Dengan mengamati suatu peristiwa atau kejadian secara langsung, peneliti
dapat secara langsung dan lengkap memahami kejadian tersebut secara
detil dan utuh.
Tidak semua kejadian dapat diamati secara langsung pada saat penelitian
berlangsung.
Pengamatan secara langsung dapat diarahkan pada perilaku dan sikap dari
para pelaku aktivitas atau kejadian, serta orang-orang yang terlibat dalam
kejadian tersebut
TEMPAT KEJADIAN PERISTIWA
Dengan mendatangi tempat kejadian, peneliti dapat memperoleh informasi
mengenai kenyataan yang sebenarnya dari suatu fenomena atau permasalahan
Peneliti dapat menggali informasi dengan melihat lokasi kejadian atau
melakukan serangkaian wawancara di lokasi kejadian.
Peneliti dapat memetakan lokasi kejadian dan lingkungannya secara tepat ,
cermat dan akurat.
Peneliti dapat menganalisis informasi yang berkaitan dengan permasalahan dan
tujuan penelitiannya secara lebih cermat.
DOKUMEN DAN ARSIP
Dokumen merupakan “barang bukti” yang dapat dianalisis dengan baik,
menjadi sumber data dan informasi yang penting.
Dokumen biasanya berupa bahan tertulis atau tergambar atau benda-benda
yang berhubungan erat dengan suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu
Dokumen dapat diperoleh dari individu-individu di lokasi kejadian atau di
tempat lain; lembaga-lembaga yang menyimpan dokumen dan arsip tertentu
yang berkaitan dengan penelitian
MENENTUKAN SUMBER DATA DAN INFORMASI.
Salah satu cara ialah dengan menentukan sampel penelitian. Biasanya berkenaan
dengan pembatasan jumlah dan jenis dari sumber data.
Dalam penelitian kuantitatif, lazimnya digunakan metode sampling statistik
(probability sampling), misalnya random sampling dan lainnya
Dalam penelitian kualitatif, sampel yang diambil lebih bersifat selektif, didasarkan
pada dasar teorinya, keingin-tahuan pribadi, karakteristik empiris yang dihadapi,
dan lainnya. Sumber data yang digunakan lebih cenderung mewakili data apa yang
diperlukan.
Dosan dan Bikeln (1982): sampling dalam penelitian kualitatif sering disebut
INTERNAL SAMPLING. Sampel diambil untuk mewakili informasinya, sehingga
tidak ditentukan oleh jumlahnya (banyaknya informan) tetapi lebih ditentukan oleh
sejauh mana informasi yang ada mengarah pada generalisasi teoritis.
EKSTERNAL SAMPLING dalam penelitian kuantitatif, sampel diambil sebagai
wakil populasinya, sehingga diperlukan jumlah tertentu yang cukup untuk dapat
Yin (1987): Time sampling dan Snowball sampling.
Time sampling berkenaan dengan sampling waktu yang dianggap tepat
untuk pengumpulan data dan informasi sesuai dengan permasalahan
penelitian.
Dalam hal seperti ini, diperlukan ketepatan waktu pengamatan atau
pengambilan data dan informasi
Snowball sampling: digunakan bila peneliti ingin mengumpulkan data dan
informasi dari informasi pada suatu lokasi, tetapi peneliti tidak tahu persis
siapa yang paling tepat dipilih menjadi informannya.
Proses bertanya dan bertanya dilakukan secara terus meneurs untuk
menemukan informan yang paling menguasai informasi yang diperlukan
dan mampu memberikan informasi selengkap mungkin
TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI
Goetz dan LeCommte (1984):
1.Metode interaktif
2.Metode non-interaktif.
Metode interaktif meliputi wawancara mendalam, focus group discussion, dan Observasi
berperan
Metode non-interaktif meliputi kuesioner, mencatat dokumen atau arsip (content analysis),
Observasi tak berperan
Methods of collection primary data
Observation: Looking at and recording what people do and how they behave.
Today, store cameras can be used to observe consumer behaviour
Experiments: Market researchers can use experimental techniques. e.g. test
marketing, blind taste tests
Surveys: Involves asking questionnaires to respondents
Consumer panels: A select group of consumers that the company regularly
WAWANCARA MENDALAM
Wawancara mendalam = wawancara tidak terstruktur
Wawancara terfokus = wawancara terstruktur.
Sumber datanya adalah manusia yang dalam posisi sebagai nara sumber atau
informan
Tujuan wawancara adalah
1. untuk menyajikan konstruksi saat sekarang dalam suatu konteks
mengenai pribadi, peristiwa, aktivitas, organisasi, perasaan, motivasi,
keterlibatan, dan lainnya.
2. Untuk merekonstruksi beragam hal seperti pengalaman masa lampau,
3. Untuk memproyeksikan hal-hal masa lampau dikaitkan dengan harapan
di masa mendatang.
Tahapan dalam wawancara:
1.
2.
3.
4.
5.
Penentuan informan atau narasumber yang tepat, peneliti harus dapat
mewawancarai informan yang memiliki informasi yang benar, lengkap
dan mendalam
Persiapan peneliti untuk memahami pribadi dan peran informan
dalam konteksnya,
Pemahaman peneliti terhadap konteks agar suasana wawancara dapat
berjalan lancar, penuh keakraban dan santai
Penciptaan suasana yang mendukung kelancaran wawancara dengan
alur yang semakin mendalam pada fokusnya
Penghentian wawancara dan pengambilan kesimpulan dari semua data
dan informasi yang diperoleh.
OBSERVASI
. Interaksi langsung dengan obyek / unit penelitian
. Instrumen observasi
. Prosedur observasi
. Pelaku observasi
. Informasi waktu dan tempat observasi
In statistics, the goal of an observational study is to draw inferences
about the possible effect of a treatment on subjects, where the
assignment of subjects into a treated group versus a control group
is outside the control of the investigator.
This is in contrast with controlled experiments, such as randomized
controlled trials, where each subject is randomly assigned to a
treated group or a control group before the start of the treatment.
FOCUS GROUP DISCUSSION.
. Kelompok diskusi
. Pedoman diskusi
. Fasilitator diskusi
. Topik diskusi
. Tempat dan waktu
DAFTAR ISIAN, KUESIONER.
Sekumpulan pertanyaan yang disusun dengan
skenario tertentu
Pertanyaan ……………… terbuka
Pertanyaan ……………… tertutup
MENCATAT DOKUMEN DAN ARSIP
. Dokumen sah dan resmi ……….. institusional
. Dokumen personal- non formal
. Dokumen lainnya
PEREKAMAN.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Rekaman audio
Rekaman visual
Rekaman Audio-visual
Pencatatan alfa-numerik
Pencatatan koreo-grafis
Lainnya
ANALISIS DATA DAN INFORMASI
Analisis data adalah proses penelaahan, peng-urutan, dan pengelompokkan
data dengan tujuan untuk menyusun hipotesis kerja dan mengangkatnya
menjadi kesimpulan atau teori, sebagai temuan penelitian.
Buuroghs (1975): klasifikasi analisis data:
1. Tabulasi data
2. Penyimpulan data
3. Analisis data untuk uji hipotesis
4. Analisis data untuk penarikan kesimpulan
Meaning of data, information and knowledge
The terms information and knowledge are frequently used
for overlapping concepts.
These three concepts are ill- or ambiguously defined in the
subject matter literature .
However, In recent interdisciplinary research a few
independent specializations of these terms have been
proposed.
Holbert dan Speece (1993): enam langkah dalam analisis data:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Menentukan jenis data yang ada
Menentukan apa yang perlu didiskusikan dalam “menceriterakan” data
yang ditampilkan
Memilih teknik untuk mendapatkan keterangan mengenai bagian khusus
yang dibahas
Menempatkan data dan menjelaskan hasilnya
Melakukan penelaahan terhadap hasil yang diperoleh
Menuliskan hasilnya sesuai keperluan.
Pengertian dan makna "analisis data" dalam hal ini menyangkut berbagai
aktivitas menghimpun, menata, menghitung, mengevaluasi, dan menginter
pretasikan data untuk mendapatkan informasi yang dapat menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang dihadapi.
Sedangkan penafsiran hasil analisis data merupakan tahap selanjutnya dari
proses analisis untuk sampai kepadfa kesimpulan.
Tujuan pokok suatu penelitian adalah untuk menjawab pertanyaan penelitian
dan menguji hipotesis.
Untuk itu peneliti merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, memproses
data, melakukan analisis data dan interpretasi hasil analisis data.
Analisis data belum dapat menjawab pertanyaan penelitian.
Setelah data dianalisis dan diperoleh informasi yang lebih sederhana, hasil
analisis tersebut harus diinterpretasi untuk mencari makna dan implikasi dari
hasil-hasil analisis tersebut .
Dalam suatu penelitian survei, sumber informasi diperlukan untuk menjawab
permasalahan penelitian. Sumber informasi ini dapat dibedakan menjadi
sumber informasi utama (primair) dan sumber informasi pendukung
(sekunder).
Sumber informasi utama lazimnya juga dikenal sebagai "POPULASI". Dalam
konteks ini "populasi" diartikan sebagai himpunan semua hal yang ingin
diketahui, dan biasanya juga disebut sebagai "universum'.
Populasi ini dapat berupa lembaga, individu, kelompok, dokumen, atau
konsep. Dalam penentuan populasi ada empat faktor yang harus
diperhatikan, yaitu (a) Isi, (b) satuan, (c) cakupan (skope), dan (d) waktu.
Dalam proses analisis data, peneliti menggolongkan, meng-urutkan, dan
menyederhanakan data.
Tujuan analisis data ini adalah untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk
yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasi.
Dalam proses analisis ini seringkali digunakan metode-metode statistik.
Dengan menggunakan metode statistik ini dapat diperbandingkan hasil yang
diperoleh dengan hasil yang terjadi secraa kebetulan.
Sehingga peneliti mampu menguji apakah hubungan yang diamatinya memang
betul-betul terjadi karena hubungan sistematis antara variabel yang diteliti atau
hanya terjadi secara kebetulan..
KAJIAN Cross-section
Cross-sectional studies (also known as Cross-sectional analysis)
form a class of research methods that involve observation of some
subset of a population of items all at the same time.
The fundamental difference between cross-sectional and
longitudinal studies is that cross-sectional studies take place at a
single point in time and that a longitudinal study involves a series
of measurements taking over a period of time. Cross-sectional
studies are used in most branches of science, in the social sciences
and in other fields as well.
The alternative is longitudinal studies.
Cross-sectional studies in medicine
Cross-sectional studies can be thought of as providing a "snapshot" of the
frequency and characteristics of a disease in a population at a particular
point in time.
This type of data can be used to assess the prevalence of acute or chronic
conditions in a population.
However, since exposure and disease status are measured at the same point
in time, it may not always be possible to distinguish whether the exposure
preceded or followed the disease.
DATA CROSS-SECTION
The cross-sectional survey--which, like a snapshot, "freezes" a specific moment
in time--aims at finding the same kind of relationships that might be shown by
the "moving picture" of the cohort study, but at far less cost.
In a cross-sectional survey, a specific group is looked at to see if a substance or
activity, say smoking, is related to the health effect being investigated--for
example, lung cancer.
If a significantly greater number of smokers already have lung cancer than those
who don't smoke, this would support the hypothesis that lung cancer is caused
by smoking.
Cross-sectional analysis studies the relationship between different variables at a
point in time. For instance, the relationship between income, locality, and
personal expenditure. Unlike time series, cross-sectional analysis relates to how
variables affect each other at the same time.
Exploratory research
Exploratory research is a type of research conducted
because a problem has not been clearly defined.
Exploratory research helps determine the best
research design, data collection method and selection
of subjects.
Given its fundamental nature, exploratory research
often concludes that a perceived problem does not
actually exist.
Exploratory research often relies on secondary
research such as reviewing available literature and/or
The results of exploratory research
are not usually useful for decisionmaking by themselves, but they can
provide significant insight into a
given situation.
Although the results of qualitative
research can give some indication
as to the "why", "how" and
"when" something occurs, it
cannot tell us "how often" or "how
many."
Exploratory research is not typically
generalizable to the population at
large.
The essential elements of a scientific
method are iterations, recursions,
interleavings, and orderings of the
following:
Characterizations (Quantifications,
observations, and measurements)
Hypotheses (theoretical, hypothetical
explanations of observations and
measurements)
Predictions (reasoning including logical
deduction from hypothesis and
theory)
Experiments (tests of all of the above)
Social Science
In many social science circles, exploratory
research "seeks to find out how people get
along in the setting under question, what
meanings they give to their actions, and
what issues concern them.
The goal is to learn 'what is going on
here?' and to investigate social phenomena
without explicit exceptions." (Russell K.
Schutt, Investigating the Social World, 5th
ed..
This methodology can is also at times
referred to as a 'grounded theory'
approach to 'qualitative research' or
'interpretive research', and is an attempt
to 'unearth' a theory from the data itself
rather than from a a pre-disposed
hypothesis.
A hypothesis is a suggested
explanation of a phenomenon, or
alternately a reasoned proposal
suggesting a possible correlation
between or among a set of phenomena.
Normally hypotheses have the form of
a mathematical model. Sometimes, but
not always, they can also be
formulated as existential statements,
stating that some particular instance of
the phenomenon being studied has
some characteristic and causal
explanations, which have the general
form of universal statements, stating
that every instance of the phenomenon
has a particular characteristic.
Secondary research
Secondary research (also known as desk research) involves the summary,
collation and/or synthesis of existing research rather than primary research,
where data is collected from, for example, research subjects or experiments.
The term is widely used in market research and in medical research.
The principle methodology in medical secondary research is the systematic
review, commonly using meta-analytic statistical techniques, although other
methods of synthesis, like realist reviews and meta-narrative reviews, have been
developed in recent years.
www//marno.lecture.ub.ac.id

similar documents