PW-LABORATORIUM -rev.2

Report
PENILAIAN KINERJA GURU
DENGAN TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI
KEPALA LABORATORIUM/BENGKEL
SEKOLAH/MADRASAH
DISAJIKAN
OLEH
KELOMPOK 6
(Guru dg Tugas Tambahan sbg Kepala
Laboratorium/Bengkel):
1.ASEP SUTISNA - LPMP KAL-BAR (149)
2.SUPRAPTI - LPMP KAL-BAR (147)
3.AMIR RIYANTO - LPMP KAL-BAR (148)
4.UTAMI DEWI - LPMP KAL-BAR (150)
5.JONRO BATUBARA - LPMP KAL-TENG (151)
1. PENGKONDISIAN
a.TUJUAN
b.SKENARIO 1
6. Latihan
2. MEMBACA
INDIVIDU
2
5.PENGUATAN
6
4. PAPARAN
5
7. PENYUSUNAN
SAP & pp
7
8. PAPARAN
12. PENUTUP
11. KESIMPULAN
12
3. DISKUSI
KELOMPOK 3
DISKUSI
KELOMPOK
4
9. EVALUASI
9
8
10. REFLEKSI
11
PK_Kepala Laboratorium /Bengkel.
10
Latar Belakang
1. Peningkatan mutu pendidikan menjadi kebutuhan dan
tuntutan semua pihak.
2.Peningkatan mutu pendidikan perlu diawali dengan
penetapan standar pendidikan sebagai ukuran mutu (PP 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan)
3.Profesionalisme guru merupakan kunci peningkatan mutu
pendidikan di satuan pendidikan
4.Peningkatan kinerja guru menjadi sangat menentukan
dalam peningkatan kualitas proses pembelajaran dan
capaian hasil belajar peserta didik.
Lanjutan Latar Belakang.....
7. Terdapat 2.791.204 guru yang sebagian besar perlu
ditingkatkan kompetensi dan profesionalismenya (data
NUPTK November 2010)
8. Guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S1/D-IV masih cukup besar yaitu 1.540.413 orang
(55,19%).
9. Distribusi guru yang belum merata
10. Diperlukan
reformasi
untuk
meningkatkan
profesionalisme, martabat dan kesejahteraan guru,
diantaranya dengan diterbitkannya Permennegpan dan RB
Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya sebagai pengganti Kepmennegpan
Nomor 84 tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya
Dasar Hukum
1. UU RI Nomor 20 Tahun 2003 ttg Sistem
Pendidikan Nasional
2. UU Nomor 14 Tahun 2005 ttg Guru dan Dosen
3. PP Nomor 19 Tahun 2005 ttg SNP
4. PP Nomor 74 Tahun 2008 ttg Guru
5. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 ttg
Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru
6. Permennegpan dan RB Nomor 16 Tahun 2009
ttg Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya
Lanjutan Dasar Hukum
7. Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 ttg
Standar Tenaga Laboratorium Sekolah dan
Madrasah
8. Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN
Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010
ttg Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya
9. Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 ttg
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
7
PK Guru dg Tugas Tambahan Sebagai Kepala
Laboratorium/Bengkel Sekolah/Madrasah
Serangkaian proses penilaian kinerja guru
dengan tugas tambahan untuk menentukan
derajat mutu kinerja terhadap target
kegiatan laboratorium/bengkel dalam
melaksanakan tugasnya atau pekerjaannya
yang telah dicapai.
Menghimpun data kinerja sebagai
dasar untuk menentukan kebutuhan
program
pembinaan
kompetensi
mewujudkan
kepala
laboratorium/
bengkel yang profesional dalam rangka
meningkatkan
penjaminan
mutu
pendidikan nasional.
MANFAAT HASIL PK GURU
Dg TUGAS TAMBAHAN sbg KA. LAB
Kepala Laboratorium:
Mengetahui kinerjanya selama melaksanakan tugas sebagai
Ka. Lab dan menjadi acuan untuk meningkatkan
keprofesiannya secara mandiri
Sekolah:
Sebagai dasar untuk menyusun dan merumuskan PKB serta
penetapan angka kredit guru yang mendapat tugas tambahan
sbg Ka. Lab
Pemerintah:
Sebagai dasar untuk menghimpun informasi dan data profil
kinerja Ka. Lab. Di wilayahnya
JENIS PENILAIAN
•Setiap awal
FORMATIF
tahun
•Setiap akhir
SUMATIF
tahun
PENILAI
1. Kepala Sekolah, atau
2. Wakil Kepala Sekolah yang mempunyai
bidang keahlian yang relevan, atau
3. Guru Senior mantan Ka. Laboratorium
KRITERIA PENILAI
1. Pangkat dan golongan penilai minimal sama
dengan guru yang dinilai
2. Memiliki sertifikat pendidik
3. Memiliki sertifikat sbg Asesor PK Guru dg tugas
tambahan sbg Kepala Laboratorium.
4. Berpengalaman minimal 2 tahun sbg Ka. Lab
5. Memiliki komitmen yang tinggi untuk
berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran.
6. Memiliki integritas diri, jujur, adil, dan terbuka.
Dilakukan setiap tahun dan
diakumulasikan dalam 4 tahun, yang
meliputi:
 14 (empat belas) kompetensi guru
pembelajaran
 7 (tujuh) kompetensi atau komponen
pelaksanaan tugas tambahan sebagai
kepala laboratorium/ bengkel sekolah
atau madrasah
INDIKATOR
KINERJA
NO.
KOMPONEN YANG DIUKUR
KODE
KRITERIA
KINERJA
1
Kepribadian
Sosial
Pengorganisasian guru,
laboran/teknisi
Pengelolaan program dan
administrasi
Pengelolaan pemantauan
dan evaluasi
Pengembangan dan Inovasi
Lingkungan dan K3
JUMLAH
A1
A2
11
5
39
17
A3
6
20
A4
7
19
A5
7
18
A6
A7
5
5
46
11
12
136
2
3
4
5
6
7
1.
2.
3.
4.
5.
Berperilaku arif dalam bertindak dan
memecahkan masalah.
Berperilaku jujur atas semua informasi
kedinasan.
Menunjukkan kemandirian dalam bekerja di
bidangnya.
Menunjukkan rasa percaya diri atas
keputusan yang diambil.
Berupaya meningkatkan kemampuan diri
dibidangnya.
KOMPONEN 1: KEPRIBADIAN
( 11 Kriteria )
6. Bertindak secara konsisten sesuai dengan norma
agama, hukum, sosial, dan budaya nasional
Indonesia.
7. Berperilaku disiplin atas waktu dan aturan.
8. Bertanggung jawab terhadap tugas.
9. Tekun, teliti, dan hati-hati dalam melaksa- nakan
tugas.
10. Kreatif dalam memecahkan masalah yang berkaitan
dengan tugas profesinya
11. Berorientasi pada kualitas dan kepuasan layanan
pemakai laboratorium/bengkel
1.
2.
3.
4.
5.
Menyadari kekuatan dan kelemahan baik diri
maupun stafnya.
Memiliki wawasan tentang pihak lain yang dapat
diajak kerjasama.
Bekerja sama dengan berbagai pihak secara efektif.
Berkomunikasi dengan berbagai pihak secara
santun, empatik, dan efektif.
Memanfaatkan berbagai peralatan TIK (teknologi
informasi dan komunikasi) untuk berkomunikasi.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Mengkoordinasikan kegiatan praktikum
dengan guru.
Merumuskan rincian tugas teknisi dan
laboran.
Menentukan jadwal kerja teknisi dan
laboran.
Mensupervisi teknisi dan laboran.
Menilai hasil kerja teknisi dan laboran.
Menilai kinerja teknisi dan laboran.
Menyusun program pengelolaan laboratorium/
bengkel
2. Menyusun jadwal kegiatan laboratorium/ bengkel
3. Menyusun rencana pengembangan laboratorium
/bengkel
4. Menyusun POS (prosedur operasi standar) kerja
laboratorium/bengkel
5. Mengembangkan sistem administrasi
laboratorium/bengkel
6. Menyusun jadwal kegiatan
7. Menyusun laporan kegiatan laboratorium/
bengkel
1.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Memantau kondisi dan keamanan bahan serta alat
laboratorium/ bengkel
Memantau kondisi dan keamanan bangunan
laboratorium/bengkel
Memantau pelaksanaan kegiatan laboratorium/ bengkel
Menyusun laporan bulanan dan tahunan tentang kondisi dan
pemanfaatan laboratorium/bengkel
Menyusun laporan secara periodik tentang kegiatan teknisi
dan laboran
Mengevaluasi program laboratorium/bengkel untuk
perbaikan selanjutnya
Menilai kegiatan laboratorium/bengkel
1.
2.
3.
4.
5.
Mengikuti perkembangan pemikiran tentang
pemanfaatan kegiatan laboratorium/bengkel sebagai
wahana pendidikan
Menerapkan hasil inovasi atau kajian laboratorium/
bengkel
Merancang kegiatan laboratorium/bengkel untuk
pendidikan dan penelitian
Melaksanakan kegiatan laboratorium/bengkel untuk
kepentingan pendidikan dan penelitian
Mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil kajian/
inovasi laboratorium/ bengkel
1.
2.
3.
4.
5.
Menyusun panduan/penuntun
(manual) praktikum
Menetapkan ketentuan K3
(kesehatan dan keselamatan kerja)
Menerapkan ketentuan K3
(kesehatan dan keselamatan kerja)
Menerapkan prosedur penanganan
bahan berbahaya dan beracun
Memantau bahan berbahaya dan
beracun, serta peralatan keselamatan
kerja

Dilakukan setiap tahun oleh kepala sekolah atau
Tim khusus yang terdiri dari Wakasek yang
relevan dan guru senior mantan pengelola
laboratorium/bengkel yang ditunjuk oleh kepala
sekolah.

Penilaian terhadap kompetensi guru dilakukan
dengan instrumen tertentu (PK Guru dengan
tugas tambahan sebagai kepala laboratorium/
bengkel) didukung dengan perangkat lain
(instrumen wawancara, bukti fisik, porto folio dll.)
INSTRUMEN
PENILAIAN KINERJA GURU
SEBAGAI KALAB/KABENG
26
Skor Rata-Rata
Kompetensi
Jumlah Skor
Jumlah kriteria
27
28
Melakukan PK- G dengan tugas tambahan sbg Kalab /Bengkel melalui Pengamatan dan/atau
wawanrara
Memberikan skor 1, 2 , 3 atau 4 untuk setiap indikator berdasarkan bukti kinerja yang ada setelah
diverifikasi melalui wawancara pada pihak terkait
Menghitung perolehan total skor per kompetensi dan mengkonversinya pada rentang skala 0 –
100, dengan menggunakan rumus:
(Jumlah Nilai kinerja dibagi Jumlah Nilai Kinerja tertinggi) x 100
Menetapkan katagori Nilai Kinerja yang diperoleh oleh kepala laboratorium/bengkel (91 -100 “amat
baik”; 76 – 90 “baik”; 61 – 75 “cukup”; 51 – 60 “sedang”; ≤ 50 “kurang”.
Menghitung perolehan angka kredit Guru tugas tambahan dengan rumus –rumus menurut
ketentuan Permennegpan & RB No.16 Tahun 2009
KONVERSI NILAI KINERJA
Permennegpan & RB No.16 Tahun 2009
91  100
Amat
baik
125%
76  90
Baik
100%
61  75
Cukup
75%
51  60
Sedang
50%
≤50
Kurang
25%
dari
Jumlah
angka kredit
yang
dibutuhkan
per tahun
Guru Penata Muda, IIIa
Pertama Penata Muda Tingkat I, IIIb
Guru
Muda
Guru
Madya
Guru
Utama
100
150
Penata, IIIc
200
Penata Tingkat I, IIId
300
Pembina, IVa
400
Pembina Tingkat I, IVb
550
Pembina Utama Muda, IVc
700
Pembina Utama Madya, IVd
850
Pembina Utama, IVe
1050
AKP
AKK
AKPKB
50
3 pd, 0 pi/n
5
50
3 pd, 4 pi/n
5
100
3 pd, 6 pi/n
10
100
4 pd, 8 pi/n
10
150
4 pd, 12 pi/n
15
150
4 pd, 12pi/n
15
150
5 pd, 14pi/n
15
200
5 pd, 20 pi/n
20
Kebutuhan Angka Kredit Komulatif (AKK) , PKB (AKPKB), dan Unsur
Penunjang (AKP) untuk kenaikan pangkat dan jabatan
Pendidikan
Unsur
utama
100
≥90%
Unsur
penunjang
≤10%
90
Kegiatan
Pembelajaran
dan Tugas
Tambahan
Pengembangan
Keprofesian
Berkelanjutan
10 Optional
78
Penilaian
Kinerja
12
Compulsory
KEBUTUHAN ANGKA KREDIT
(Penata Tk.1 III/d ke Pembina IVa)
Pendidikan
Unsur
utama
100
Kegiatan Pembelajaran
dan Tugas Tambahan
90
Pengembangan
diri
≥90%
78
4
Wajib
PKB
Publikasi/
karya inovatif
Unsur
penunjang
≤10%
10
Penilaian
kinerja
Optional
8
Pengolahan Nilai Kinerja Guru dgn Tugas
Tambahan sbg. Kepala
Laboratorium/Bengkel dan
perhitungannya menjadi angka kredit
guru untuk 4 tahun
34
Amir Riyanto, S.Pd memiliki jabatan Guru Penata tk.1
pangkat/ golongan ruang III/d TMT 1 April 2011. diberi tugas
tambahan sebagai kepala laboratorium IPA. Amir Riyanto,
S.Pd mengajar mata pelajaran IPA sebanyak 12 jam
pelajaran/minggu. Untuk naik pangkat dari III/d ke IV/a,
membutuhkan angka kredit 100.

50 kinerja pembelajaran sebagai guru

50 kinerja tugas tambahan sebagai kepala laboratorium
Pada Juli 2012 hasil penilaian kinerja sebagai guru
(pembelajaran) adalah 48. Nilai kinerja sebagai kepala
laboratorium mendapat total nilai rata-rata 18.
Apakah Amir Riyanto, S.Pd dapat naik pangkat dalam waktu 4
tahun?
Menurut Permenegpan dan RB No 16 Tahun 2009, nilai PK guru
adalah:
 48/56 x 100 = 85,71
(angka 56 = 14 komp. kali 4 skor maks.)
 Hasil PK Guru sub-unsur pembelajaran 85,71 masuk dalam
rentang 76 - 90 dgn kategori “Baik (100%)”
 Angka Kredit per tahun mengajar:
(AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
= [{100 – (4 + 8) - 10 } x 12/12 x 100%] = 19,5
4
36
Konversi perolehan nilai sesuai dengan Permennegpan dan
RB No.16 Tahun 2009 adalah:
 18/28 x 100 = 64,29.
(angka 28 = 7 komponen x skor maks. 4 )
 Nilai kinerja :
64,29 masuk dalam rentang 61-75 dengan
kategori “Cukup (75%)” (lihat tabel)
 Angka kredit per tahun Kalab. adalah:
= (AKK-AKPKB-AKP) x NPK
4
= {100-(4+8)-10} x 75% =7,35
4
37
Kepala laboratorium = 50% X + 50% Y
 Jumlah angka kredit yang diperoleh Amir
Riyanto untuk tahun 2012 sebagai guru
(pembelajaran) dan kepala laboratorium :
50% x (19,5) + 50% x (7,35) =
9,75 + 3,67 = 13,42
 Jika selama 4 (empat) tahun terus menerusAmir
Riyanto, S.Pd mempunyai nilai kinerja yang
sama, maka sebagai guru dengan tugas
tambahan sebagai kepala laboratorium adalah:
4 x 13,42 = 53,68
38
4 angka kredit kegiatan pengembangan diri,
8 angka kredit dari kegiatan publikasi ilmiah,
Dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang,
maka Amir Riyanto S.Pd memperoleh angka
kredit kumulatif sebesar:
53,68 + 4 + 8 + 10 = 75,68.
(kurang dari 100) atau (- 24,32)
Jadi yang bersangkutan tidak dapat naik pangkat
dan jabatan dari golongan ruang III/d ke golongan
ruang IV/a
39
Drs. John Gultom memiliki jabatan Guru Muda pangkat
golongan ruang III/d TMT 1 April 2011 diberi tugas tambahan
sebagai Kepala Bengkel.
 mengajar mata diklat otomotif 12 jam/minggu
 hasil penilaian kinerja sebagai guru (pembelajaran) adalah
45
 sebagai kepala bengkel mendapat total nilai rata-rata 19.
Apakah dalam 4 tahun John Gultom dpt naik pangkat?
Menurut Permenegpan No.16 Tahun 2009, nilai kinerja guru
(pembelajaran) adalah:
 45/56 x 100 % = 80,36
( 56 = 14 komp. X 4 skor maks. )
 Hasil PK Guru sub-unsur pembelajaran 80,36 masuk dalam
rentang 76 - 90 kategori “Baik (100%)” (lihat tabel).
 Angka Kredit per tahun:
(AKK – AKPKB – AKP) x (JM/JWM) x NPK
4
= [{100 - (4 + 8) - 10 } x 12/12 x 100%] = 19,5
4
41
Konversi perolehan nilai sesuai dengan
Permennegpan dan RB No.16 Tahun 2009 adalah:
 19/28
x 100 = 67,86.
(angka 28 = 7 komp. x 4 skor maks.)
 Nilai
kinerja : 67,86 masuk dalam rentang 61 - 75
dengan kategori “Cukup (75%)” (lihat tabel)
 Angka
kredit per tahun adalah:
= (AKK-AKPKB-AKP) x NPK
4
= {100-(4+8)-10} x 75% = 14,62
4
42
Kepala bengkel = 50% X + 50% Y
 Jumlah angka kredit yang diperoleh John Gultom
untuk tahun 2014 sebagai guru (pembelajaran)
dan kepala bengkel adalah:
50% (19,5) + 50% (14,62) =
9,75 + 7,31 = 17,06.
 Jika selama 4 (empat) tahun terus menerus John
Gultom mempunyai nilai kinerja yang sama,
maka diperoleh John Gultom sebagai guru
adalah:
4 x 17,06 = 68,24
43
4 angka kredit kegiatan pengembangan diri,
8 angka kredit dari kegiatan publikasi ilmiah,
Dan 10 angka kredit dari kegiatan penunjang,
maka
 Drs. John Gultom memperoleh angka kredit
kumulatif sebesar 68,24 + 4 + 8 + 10 = 90,24
(Kurang dari 100) atau (- 9,76)
Jadi yang bersangkutan tidak dapat naik pangkat
dan jabatan dari golongan ruang III/d ke golongan
ruang IV/a



44
1. Amir Riyanto S.Pd dan Drs. John Gultom
Mendapat bimbingan /pembinaan dari Pengawas
Pembina .
2. Apbila dalam tempo satu tahun kemudian
tidak naik ke jabatan guru madya golongan
IV/a maka ia mendapat pembinaan selama
dua kali kesempatan.
45
Simulasi Latihan Pengolahan Nilai dari
Instrumen yang telah diisi berdasarkan
studi kasus mengacu pada
permennegpan dan RB nomor 16 tahun
2009
46
Perhitungan Angka Kredit Guru Yang Memperoleh
Tugas Tambahan Sebagai Kepala Lab. /Bengkel
KASUS
 Dra Suprapti memiliki jabatan guru madya , pangkat
gol IVa.TMT 1 April 2011 mengajar mata pelajaran IPA
12 Jam dan tugas tambahan sebagai kepala bengkel .

Hasil penilaian kinerja sebagai guru dari unsur
pembelajaran memperoleh skor 42 dan total skor
sebagai kepala lab. 20.

Buatlah langkah perhitungan angka kreditnya, apakah
Dra. Suprapti dapat naik pangkat menjadi IVb dalam
jabatan setelah 4 tahun masa penilaian? .
PK Ka. Laboratorium/Bengkel – Hotel Jayakarta, 23 Sept 2011
TERIMA KASIH
SELAMAT
BEKERJA
File /AS/WI LPMPK KALAB/Bengkel - HOTEL JAYAKARTA 21 SEPTEMBER 2011
48

similar documents