week 4_new

Report
ELASTISITAS KURVA PERMINTAAN
SRI SULASMIYATI, S.Sos, M.AP
Elastisitas Kurva Permintaan
Sri Sulasmiyati, S.Sos, M.AP
www.sulasmiyati.lecture.ub.ac.id
PENDAHULUAN
Elastisitas merupakan persentase perubahan
pada variabel dependen dikarenakan adanya
perubahan variabel independen.
 Rumus untuk menghitung elastisitas adalah:

Q2 - Q1
Elastisita s 
Q1
P2 - P1
P1
Rumus elastisitas yang dimodifikasi


Perhitungan untuk menghitung elastistisitas
dengan menggunakan rumus ini mempunyai
kelemahan, yaitu angka elastisitas akan
berubah kalau data yang sama dibalik
susunannya.
Rumus elastisitas yang dimodifikasi, yaitu:
Q2 - Q1
 Q2  Q1 


2


Elastisita s 
P2 - P1
 P2  P1 


2


JENIS ELASTISITAS
Terdapat empat jenis elastisitas, yaitu:
1. Elastisitas permintaan
2. Elastisitas penawaran
3. Elastisitas pendapatan
4. Elastisitas silang
Elastisitas permintaan

Elastisitas permintaan merupakan persentase
perubahan permintaan suatu produk
dikarenakan adanya perubahan harga produk.
Berdasarkan pada definisi ini, elastisitas yang
menunjukkan pengaruh perubahan harga
terhadap perubahan permintaan, dikenal juga
dengan elastisitas harga (Ep).
Elastisitas permintaan

Rumus untuk menghitung elastisitas
permintaan (atau elastisitas harga) adalah:
Q2 - Q1
Elastisita s Permintaan

Q1
P2 - P1
P1
Kriteria sifat elastisitas permintaan
Ep = 1 disebut unitary
 Ep < 1 disebut inelastis
 Ep > 1 disebut elastis
 Ep = 0 disebut inelastis sempurna
 Jika Ep = ∞ disebut elastis sempurna

Ep = 1 disebut unitary
1) Jika harga suatu produk mengalami
peningkatan sebesar 1%, akan
menyebabkan peningkatan jumlah
pemintaan produk sebesar 1%.
2) Jika harga suatu produk mengalami
penurunan sebesar 1%, akan
menyebabkan penurunan jumlah
pemintaan produk sebesar 1%.
Contoh
Diketahui:
P
Q
80
40
60
50
Hitung : Elastistitas permintaannya
Pembahasan
50 - 40
Elastisita s 
40
60 - 80
80
10
0 ,25
40
Elastisita s 

 1
- 20
 0 ,25
80
Pembahasan
P
D
80
60
D
40
50
Q
Ep < 1 disebut inelastis
1) Jika harga suatu produk mengalami
peningkatan sebesar 1% akan
menyebabkan peningkatan jumlah
pemintaan produk sebesar kurang dari
1%.
2) Jika harga suatu produk mengalami
penurunan sebesar 1% akan
menyebabkan penurunan jumlah
pemintaan produk sebesar kurang dari
1%.
Contoh
Diketahui:
P
Q
90
40
100
30
Hitung : Elastistitas permintaannya
Pembahasan
30 - 40
Elastisita s 
40
140 - 90
90
- 10
Elastisita s 
40
50
90

 0 , 25
0 ,556
  0 , 4496
Pembahasan
P
D
100
90
D
30 40
Q
Ep > 1 disebut elastis
1) Jika harga suatu produk mengalami
peningkatan sebesar 1% akan
menyebabkan peningkatan jumlah
pemintaan produk sebesar lebih dari 1%.
2) Jika harga suatu produk mengalami
penurunan sebesar 1% akan
menyebabkan penurunan jumlah
pemintaan produk sebesar lebih dari 1%.
Contoh
Diketahui:
P
90
140
Q
40
10
Hitung : Elastistitas permintaannya
Pembahasan
10 - 40
Elastisita s 
40
140 - 90
90
- 30
Elastisita s 
40
50
90

 0 ,75
0 ,556
  1,3489
Pembahasan
P
140
D
90
D
10
40
Q
Ep = 0 disebut inelastis sempurna
Jika permintaan suatu produk tidak mengalami
perubahan pada saat harga suatu produk
mengalami perubahan pada tingkatan berapapun.
Contoh:
P
Q
90
40
140
40
Hitung : Elastistitas permintaannya
Pembahasan
40 - 40
Elastisita s 
40
140 - 90
90
0
0
40
Elastisita s 

 0
50
0 ,556
90
Pembahasan
P
140
D
90
D
40
Q
Ep = ∞ disebut elastis sempurna
Jika harga suatu produk pada suatu tingkatan
tertentu, akan menyebabkan perubahan
permintaan suatu produk pada tingkatan
berapapun.
Diketahui:
P
90
90
Q
40
80
Hitung : Elastistitas permintaannya
Pembahasan
80 - 40
Elastisita s 
40
90 - 90
90
40
1
40
Elastisita s 

 
0
0
90
Pembahasan
P
90
D
D
40
80
Q
Faktor-faktor yang mempengaruhi
elastisitas permintaan
a. Tingkat kemampuan produk lainnya untuk mensubstitusi
suatu produk akan mempengaruhi elastistas permintaan
akan suatu produk, yakni semakin banyak produk yang dapat
mensubstitusi suatu produk akan meneyebabkan tingkat
elastisitas permintaan suatu produk akan semakin tinggi.
b. Tingkat pendapatan masyarakat akan mempengaruhi
elastistas permintaan akan suatu produk, yakni semakin
tinggi tingkat pendapatan masyarakat akan menyebabkan
meningkatnya elastisitasnya permintaan masyarakat.
c. Jangka waktu permintaan akan suatu produk akan
mempengaruhi elastistas permintaan akan suatu produk,
yakni semakin lama jangka waktu analisis permintaan akan
menyebabkan semakin tinggi tingkat elastisitas permintaan
suatu produk.
Keterkaitan elastisitas permintaan
dan hasil penjualan
Terdapat beberapa kemungkinan, yang
disebabkan keterkaitan antara elastisitas
permintaan dan hasil penjualan, yaitu:
1) Pada kondisi elastisitas permintaan adalah
tidak elastis, perubahan peningkatan suatu
produk akan mengakibatkan meningkatnya
hasil penjualan.
2) Pada kondisi elastisitas permintaan adalah
elastis, perubahan peningkatan suatu produk
akan mengakibatkan menurunnya hasil
penjualan.
Elastisitas penawaran
Elastisitas penawaran merupakan
persentase perubahan penawaran suatu
produk dikarenakan adanya perubahan
harga produk.
 Rumus untuk menghitung elastisitas
permintaan (atau elastisitas harga) adalah:

Q2 - Q1
Elastisita s Penawaran

Q1
P2 - P1
P1
Kriteria sifat elastisitas penawaran
a. Jika Es = 1 disebut unitary
b. Jika Es < 1 disebut inelastis
c. Jika Es > 1 disebut elastis
d. Jika Es = 0 disebut inelastis sempurna
e. Jika Es = ∞ disebut elastis sempurna
Es = 1 disebut unitary
1) Jika harga jual suatu produk mengalami
peningkatan sebesar 1%, akan
menyebabkan meningkatnya jumlah
penawaran produk sebesar 1%.
2) Jika harga suatu produk mengalami
penurunan sebesar 1%, akan
menyebabkan menurunnya jumlah
penawaran produk sebesar 1%.
Contoh
Diketahui:
P
Q
40
40
60
60
Hitung : Elastistitas penawarannya
Pembahasan
60 - 40
Elastisita s 
40
60 - 40
40
20
0 ,5
40
Elastisita s 

 1
20
0 ,5
40
Pembahasan
P
S
60
40
S
40
60
Q
Es < 1 disebut inelastis
1) Jika harga jual suatu produk mengalami
peningkatan sebesar 1% akan
menyebabkan meningkatnya jumlah
penawaran produk sebesar kurang dari
1%.
2) Jika harga suatu produk mengalami
penurunan sebesar 1% akan
menyebabkan meningkatnya jumlah
penawaran produk sebesar kurang dari
1%.
Contoh
Diketahui:
P
Q
50
40
70
50
Hitung : Elastistitas penawarannya
Pembahasan
50 - 40
Elastisita s 
40
70 - 50
50
10
0 ,25
40
Elastisita s 

 0 ,625
20
0,4
50
Pembahasan
P
S
70
50
S
40 50
Q
Es > 1 disebut elastis
1) Jika harga jual suatu produk mengalami
peningkatan sebesar 1% akan
menyebabkan meningkatnya jumlah
penawaran produk sebesar lebih dari 1%.
2) Jika harga jual suatu produk mengalami
penurunan sebesar 1% akan
menyebabkan menurunnya jumlah
pemintaan produk sebesar lebih dari 1%.
Contoh
Diketahui:
P
50
70
Q
40
60
Hitung : Elastistitas penawarannya
Pembahasan
60 - 40
Elastisita s 
40
70 - 50
50
20
0 ,5
40
Elastisita s 

 1,25
20
0 ,4
50
Pembahasan
P
S
70
50
S
40 60
Q
Es = 0 disebut inelastis sempurna
Jika penawaran suatu produk tidak mengalami
perubahan pada saat harga suatu produk
mengalami perubahan pada tingkatan berapapun.
Contoh:
P
90
130
Q
40
40
Hitung : Elastistitas penawarannya
Pembahasan
40 - 40
Elastisita s 
40
130 - 90
90
0
0
40
Elastisita s 

 0
40
0 , 444
90
Pembahasan
P
130
D
90
D
40
Q
Es = ∞ disebut elastis sempurna
Jika harga suatu produk pada suatu tingkatan
tertentu, akan menyebabkan perubahan
penawaran suatu produk pada tingkatan
berapapun.
Contoh:
P
Q
90
40
90
70
Hitung : Elastistitas penawarannya
Pembahasan
70 - 40
Elastisita s 
40
90 - 90
90
30
0,75
40
Elastisita s 

 
0
0
90
Pembahasan
P
90
D
D
40
70
Q
Faktor-faktor yang mempengaruhi
elastisitas penawaran
a. Biaya produksi akan mempengaruhi elastisitas
penawaran. Semakin tinggi biaya produksi
menyebabkan elastisitas penawaran produk
perusahaan menjadi tidak elastis, dan begitu
sebaliknya, semakin rendah biaya produksi
menyebabkan elastisitas penawaran produk
perusahaan menjadi elastis.
b. Jenis produk juga mempengaruhi elastisitas
penawaran. Pada umumnya jenis produk yang
tidak dapat merespon harga produk di pasar
dengan cepat akan memiliki elastisitas penawaran
yang inelastis, sedangkan jenis produk yang dapat
merespon harga produk di pasar dengan cepat
akan memiliki elastisitas penawaran yang elastis.
Elastisitas Pendapatan
Elastisitas pendapatan merupakan persentase
perubahan permintaan suatu produk
dikarenakan adanya perubahan pendapatan
individu atau masyarakat.
 Rumus untuk menghitung elastisitas permintaan
(atau elastisitas harga) adalah:

Q2 - Q1
Elastisita s Pendapatan

Q1
I2 - I1
I1
Kriteria sifat elastisitas pendapatan
a. Jika Ei berada di antara 0 dan 1 (barang
normal)
b. Jika Ei > 1 (barang superior)
c. Jika Ei < 1 (barang inferior)
Ei berada di antara 0 dan 1 (barang
normal)
1) Jika pendapatan individu atau masyarakat
mengalami peningkatan, akan menyebabkan
rendahnya perubahan jumlah permintaan suatu
produk.
2) Jika pendapatan individu atau masyarakat
mengalami penurunan, akan menyebabkan
rendahnya perubahan jumlah permintaan suatu
produk.
Contoh
Diketahui:
I
Rp.1.000.000
Q
40
Rp.2.000.000
50
Hitung : Elastistitas pendapatannya
Pembahasan
50 - 40
Elastisita s 
40
2.000.000 - 1.000.000
1.000.000
10
40
Elastisita s 
1.000.000
1.000.000

0 ,25
1
 0 ,25
Jika Ei > 1 (barang superior)
1) Jika pendapatan individu atau masyarakat
mengalami peningkatan, akan menyebabkan
meningkatnya jumlah permintaan suatu
produk.
2) Jika pendapatan individu atau masyarakat
mengalami penurunan, akan menyebabkan
menurunnya jumlah permintaan suatu produk.
Contoh
Diketahui:
I
Rp.1.000.000
Q
40
Rp.2.000.000
90
Hitung : Elastistitas pendapatannya
Pembahasan
90 - 40
Elastisita s 
40
2.000.000 - 1.000.000
1.000.000
50
40
Elastisita s 
1.000.000
1.000.000

1,25
1
 1,25
Jika Ei < 1 (barang inferior)
1) Jika pendapatan individu atau masyarakat
mengalami peningkatan, akan menyebabkan
menurunnya jumlah permintaan suatu produk.
2) Jika pendapatan individu atau masyarakat
mengalami penurunan, akan menyebabkan
meningkatnya jumlah permintaan suatu
produk.
Contoh
Diketahui:
I
Rp.1.000.000
Q
40
Rp.2.000.000
30
Hitung : Elastistitas pendapatannya
Pembahasan
30 - 40
Elastisita s 
40
2.000.000 - 1.000.000
1.000.000
- 10
40
Elastisita s 
1.000.000
1.000.000

 0 ,25
1
  0 ,25
TR
TR1
TR2
TR3
TR
0
P
Q1
Q2
Q
Q3
E > -1
P1
Hubungan antara TR, MR dan єp
- Ketika TR masih menaik, єp nya
elastis, dan MR nya positif.
- Ketika TR menurun, єp nya
inelastis, dan MR nya negatif
- Ketika TR mencapai puncak, єp
nya Uniter, dan MR nya nol
E = -1
P2
E < -1
P3
0
AR
Q1
Q2
Q3
Q
MR
Gambar 1. Hubungan : Ep, TR, AR, dan MR
60
Elastisitas Silang
Elastisitas silang merupakan persentase
perubahan permintaan suatu produk X
dikarenakan adanya perubahan harga produk Y.
 Rumus untuk menghitung elastisitas sialng
adalah:

QX2 - QX1
Elastisita s Silang 
QX1
PY2 - PY1
PY1
Kriteria sifat elastisitas silang
a. Jika Exy > 0 (barang substitusi)
b. Jika Exy < 1 (barang komplementer)
c. Jika Exy = 0 (barang netral)
Jika nilai Exy sama dengan 0, maka hal ini
mengindikasikan kedua barang tersebut
tidak saling mempengaruhi.
Exy > 0 (barang substitusi)
1) Jika harga produk X mengalami peningkatan,
akan menyebabkan menurunnya jumlah
permintaan produk Y.
2) Jika harga produk X mengalami penurunan,
akan menyebabkan meningkatnya jumlah
permintaan produk Y.
Contoh
Diketahui:
PX
60
40
QX
40
50
PY
50
80
QY
40
60
Hitung : Elastistitas silangnya
Pembahasan
50 - 40
Elastisita s 
40
80 - 50
50
10
0 ,25
40
Elastisita s 

 0 , 4167
30
0 ,6
50
Exy < 1 (barang komplementer)
1) Jika harga produk X mengalami peningkatan,
akan menyebabkan menurunnya jumlah
permintaan produk X dan akan diikuti juga
menurunnya jumlah permintaan produk Y.
2) Jika harga produk X mengalami peningkatan,
akan menyebabkan menurunnya jumlah
permintaan produk X dan akan diikuti juga
menurunnya jumlah permintaan produk Y.
Contoh
Diketahui:
PX
60
40
QX
40
50
PY
70
30
QY
40
60
Hitung: Elastistitas silangnya
Pembahasan
50 - 40
Elastisita s 
40
30 - 70
70
10
0 ,25
40
Elastisita s 

  0 ,584
- 30
 0 , 428
70
Konsep elastisitas silang ini digunakan untuk dua tujuan
utama.
Pertama,
Konsep ini sangat penting bagi perusahaan untuk
mengetahui bagaimana kemungkinan permintaan akan
produk-nya dalam merespons perubahan harga barangbarang lain.
Informasi ini diperlukan untuk merumuskan strategi
penetapan harga dan untuk menganalisis risiko yang
disebabkan oleh produk yang bermacammacam.
Ini penting sekali terutama bagi perusahaan yang
mempunyai line produk yang luas, di mana hubungan
substitusi dan komplementer terjadi antara berbagai
macam produk tersebut.
69
Kedua,
Elastisitas silang ini digunakan dalam sektor industri untuk
mengukur keterkaitan antar industri.
Misalnya suatu perusahaan mungkin muncul untuk
menguasai suatu pasar tertentu, ia merupakan satusatunya pemasok (supplier) sesuatu barang di pasar
tersebut. Namun demikian, jika nilai elastisitas silang
antara produk perusahaan tersebut dengan produkproduk
industri lainnya yang berhubungan adalah besar dan
positif, maka walaupun perusahaan tersebut tampaknya
seperti monopolis, perusahaan tersebut tidak akan bisa
menaikkan harganya tanpa mengalami penurunan jumlah
penjualannya. Penurunan jumlah penjualan perusahaan
tersebut akan dipasok oleh perusahaan-perusahaan
lainnya yang memproduksi produk-produk substitutnya.
70

similar documents