Nataijul-Ibadah - Kampus dakwah Al

Report
Hasil-hasil Ibadah
‫ِ‬
‫لسلِمي َُمةُ‬
‫ُ‬
‫ا‬
‫ُ‬
‫ة‬
‫اد‬
‫ب‬
‫اَلمعَ َ َ َّ‬
‫اَ ِإلمْيَ ُ‬
‫ان‬
‫اَ ِإل مسالَمُ‬
‫اَ ِإل مح َسانُ‬
‫اَ ِإل مخبَاتُ‬
‫اَلت ََّوُّكلُ‬
‫اَلم َم َحبَّةُ‬
‫اَ َّلر َجاءُ‬
‫اَ مْلَموفُ‬
‫اَلت مَّوبَةُ‬
‫ُّعاءُ‬
‫اَلد َ‬
‫اَ مْلش موعُ‬
‫اَلتَّ مق َوى‬
Sasaran Materi
• Memahami makna ibadah salimah
• Mengerti unsur-unsur yang dihasilkan dan
wajib diwujudkan dalam beribadah secara
benar.
• Mengerti hubungan ibadah salimah dengan
taqwa
Kisi-kisi Materi
• Prinsip mencapai Ibadah yang benar:
–
–
–
–
–
–
–
–
–
–
–
ُ َ‫ اَ ِإلمْي‬Iman (QS. 4:136 )
‫ان‬
ُ‫ اَ ِإل مسالَم‬Islam (QS. 2:112 )
ُ‫ اَ ِإل مح َسان‬Ihsan(QS. 16:97 , 2:195 )
ُ‫ اَ ِإل مخبَات‬Tunduk(QS. 9:112 )
ُ‫ اَلت ََّوُّكل‬Tawakal (QS. 11:88 )
ُ‫ اَلم َم َحبَّة‬Cinta (QS. 2:165 )
ُ‫ اَ َّلر َجاء‬Raja' /Harapan (QS.2:218 , 18:110 )
ُ‫ اَ مْلَموف‬Takut (QS. 76:7 )
ُ‫ اَلت مَّوبَة‬Taubat (QS. 9:112 )
ُ‫ُّعاء‬
َ ‫ اَلد‬Do'a (QS. 25:77 )
ُ‫ اَ مْلش موع‬Khusuk (QS. 2:45 -46 )
• Tercapainya nilai-nilai taqwa (QS. 2:21 , 2:183)
ُ‫ اَ ِإلمْيَان‬Iman (QS. 4:136 )
• Iman: meyakini akan kefardhuan atau
kesunnahan ibadah yang dilakukannya
• Ia melakukan ibadah itu atas dasar keyakinan,
bukan ikut-ikutan saja
• Dengan demikian ia akan bersemangat dalam
beribadah, dan akan terus beribadah dalam
kondisi apapun, meskipun berat
• Tentu, kalau ada rukhshah (keringanan) ia
tidak enggan mengambilnya
ُ‫ اَ ِإل مسالَم‬Islam (QS. 2:112 )
• Menyerahkan dirinya kepada Allah dalam
beribadah seperti seorang tawanan perang
yang ditawan oleh musuh
• Sesungguhnya segala sesuatu yang ia miliki
adalah milik Allah, maka seluruh miliknya
diserahkan pada kehendak Allah
ُ‫ اَ ِإل مح َسان‬Ihsan(QS. 16:97 , 2:195 )
• Ini merupakan kualitas amal ibadah
• Rasul SAW menggambarkannya:
‫أَنْ َت ْع ُبدَ َه‬
‫َّللا َكأ َ هن َك َت َراهُ َفإِنْ َل ْم َت ُكنْ َت َراهُ َفإِ هن ُه َي َرا َك‬
Engkau menyembah Allah seakan engkau
melihatNya, kalau engkau tidak dapat
melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu
(HR Bukhari)
• Mesti membaguskan ibadahnya, tidak asalasalan
ُ‫ اَ ِإل مخبَات‬Tunduk (QS. 9:112)
• ‫ت‬
ُ ‫اَ مْلَمب‬
– Tempat yang rendah di bumi
– Tempat yang tenang di bumi
• Ikhbat: tawadhu’ dan merasa tenang (sakinah) kepada Allah
• Ia seperti air tawar yang dijumpai sang musafir yang haus dan
memerlukannya ketika ia sampai di tempat minum yang pertama,
lalu ia meminumnya untuk menghilangkan dahaga, sehingga
hilanglah bisikan yang meragukannya apakah ia harus meneruskan
perjalanan atau kembali ke kampung halaman akibat beratnya
perjalanan
• Meskipun ia sendirian, iradahnya tidak kendor
• Meskipun fitnah terus menerpanya, tak mampu menggoyahkannya
• Baginya sama apakah pujian atau cacian
• Buta terhadap kekurangan orang yang tidak beramal
‫ اَلت ََّوُّك ُل‬Tawakal (QS. 11:88 )
• Tawakkal pada hakikatnya adalah kondisi yang tersusun dari berbagai
macam unsur, yang tidak sempurna hakikat tawakkal kecuali dengannya
1. Tingkat pertama: ma’rifah kepada Rabb berikut sifat-sifatNya
2. Tingkat kedua: itsbat (menetapkan) adanya sebab dan musabab
3. Tingkat ketiga: kekokohan hati di dalam maqam tauhid tawakkal
4. Tingkat keempat: bertumpu dan bersandarnya hati kepada Allah, dan
merasa tenang terhadapNya (bukan kepada sebab-sebab)
5. Tingkat kelima: husnuzh-zhann kepada Allah
6. Tingkat keenam: istislam (berserahnya) hati kepada Allah, tertariknya
semua dorongan kepadaNya, dan memutuskan rintangan-rintangannya
7. Tingkat ketujuh: tafwidh (menyerahkan segala urusannya kepada Allah)
8. Tingkat kedelapan: ridha
ُ‫ اَلم َم َحبَّة‬Cinta (QS. 2:165 )
• 2:165 orang beriman itu sangat amat cintanya
kepada Allah
• Ibadah dengan penuh cinta akan terasa indah
dan ni’mat
• Ibadah menjadi suatu yang dirindukan, bukan
beban
‫الص ََل ِة‬
‫قُ ْم َيا ِب ََلل ُ َفأ َ ِر ْح َنا ِب ه‬
Berdirilah wahai Bilal, hiburlah kami dengan
shalat (HR Abu Dawud)
ُ‫ اَ َّلر َجاء‬Raja' /Harapan (2:218 , 18:110)
• Raja’ adalah percaya kepada kemurahan Allah
• Tanda-tanda raja’ yang benar adalah melakukan
ketaatan dengan baik
• Ada tiga raja’
– Raja’ orang yang melakukan ketaatan kepada Allah sesuai
dengan petunjukNya, kemudian mengharapkan pahalaNya
– Raja’ orang yang melakukan dosa-dosa kemudian
bertaubat lalu mengharapkan ampunanNya, maafNya,
kebaikanNya, kedermawananNya, kesabaranNya, dan
kemurahanNya
– Raja’ orang yang terus-menerus meninggal perintah dan
bergelimang dosa sambil mengharapkan rahmat Allah
tanpa beramal  ini tertipu, khayalan, dan harapan palsu
• ‫ف‬
ُ ‫اَ مْلَمو‬
ُ‫ اَ مْلَموف‬Takut (QS. 76:7 )
– Tergerak hatinya untuk berlari darinya
– Sifat orang mu’min secara umum
• ‫اَ مْلَ مشيَُة‬
– Khauf yang disertai ma’rifah tentang siapa yang ditakuti
– Sifat para ulama yang arif
• ‫اَ َّلرمهبَُة‬
– Bersungguh-sungguh lari dari sesuatu yang dibenci
• ‫اَلم َو َج ُل‬
– Getaran hati karena mengingat yang ditakuti kekuasaan dan hukumannya atau
ketika melihatnya
• ‫اَ مْلَميبَُة‬
– Khauf yang disertai rasa ta’zhim (penghormatan) dan ijlal (pengagungan),
tetapi kebanyakan disertai dengan mahabbah dan ma’rifah
• ‫ا ِإل مجالَ ُل‬
– Ta’zhim yang disertai dengan rasa cinta
– Sifat orang muqarrabin
Kesadaran dan Ilmu
• Khauf didahului oleh kesadaran dan ilmu
– Membenarkan ancaman
– Mengingat kejahatan
– Mewaspadai akibat
• Khauf memiliki dua pergantungan
– Sesuatu yang dibenci dan ditakuti itu sendiri
– Sebab dan jalan yang mengantarkan kepadanya
• Khauf yang lebih tinggi adalah khauf terhadap
tipu daya dan tercemari kelezatan
Mahabbah, Raja’ dan Khauf
• Kedudukan hati itu bagaikan kedudukan
burung
– Mahabbah sebagai kepalanya
– Khauf dan raja’ sebagai kedua sayapnya
• Apabila kepala dan kedua sayapnya sehat,
bagus terbangnya
• Apabila terpotong kepalanya, mati
• Apabila tidak ada sayapnya, mudah ditangkap
pemburu atau predator burung
‫ اَلت مَّوبَُة‬Taubat (QS. 9:112 )
• Ia merasakan banyaknya dosa dan kesalahan
• Ia beribadah untuk kembali bertemu dengan
Rabbnya, memohon ampunanNya
• Ia tidak ingin ditinggal sendiri oleh Rabbnya
atau diasingkan olehNya
• Kalau engkau mendekati Allah dengan
berjalan, maka Allah akan mendekatimu
dengan berlari
• Allah suka kepada orang yang bertaubat
ُ‫ُّعاء‬
َ ‫ اَلد‬Do'a (QS. 25:77 )
• Doa adalah otaknya ibadah
• Doa mesti dengan keyakinan akan
dikabulkanNya doa itu (40:60)
• Doa mesti dengan harap dan cemas
• Shalat secara bahasa pun artinya doa, karena
di dalam shalat penuh dengan doa
• Nabi SAW dalam setiap amal selalu berdoa
(lihat risalah Al-Ma’tsurat dari Hasan AlBanna)
ُ‫ اَ مْلش موع‬Khusuk (QS. 2:45 -46 )
• Khusyu’ secara bahasa artinya rendah, hina dan tenang
(20:108)
– Bumi disifati khusyu’: kering, rendah, dan tidak menjadi
tinggi dengan pemandangan dan tumbuh-tumbuhannya
(41:39)
• Khusyu’ menurut istilah berhentinya hati di hadapan
Allah dengan tunduk dan merendahkan diri dan penuh
konsentrasi
• Tanda-tandanya
– Apabila ditentang dan ditolak dengan kebenaran, ia
menghadapinya dengan sikap menerima dan patuh
– Bila hatinya khusyu’ maka anggota badannya juga ikut
tenang
Teguran Allah
• 57:16 turun setelah empat tahun sejak
dakwah pertama dimulai
• Ayat ini merupakan celaan Allah terhadap
perilaku orang beriman yang belum juga
khusyu’
• Ibnu Abbas: Sesungguhnya Allah menganggap
lamban hati orang-orang beriman karena itu
Dia mencela mereka pada permulaan tahun
ketigabelas sejak diturunkannya Al-Qur’an
Hasilnya TAQWA
• Jika kita sudah benar di dalam beribadah,
maka ibadah kita akan menuai hasil, yaitu
TAQWA
• Allah akan memberikan berbagai kemuliaan
kepada orang-orang yang bertaqwa
‫وهللا أعلم بالصواب‬

similar documents