anggaran biaya overhead pabrik - Blog Student Unej: eprahimsagala

Report
ANGGARAN BIAYA
OVERHEAD PABRIK
Biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan
perusahaan dalam rangka proses produksi,
kecuali biaya bahan baku langsung dan biaya
tenaga kerja langsung.
BOP terdiri dari bermacam-macam jenis
biaya, yang mempunyai sifat/perilaku biaya
:
1. Biaya tetap
2. Biaya variabel
3. Biaya semi variabel
Jenis-jenis departemen yang
terkait dg BOP sbb :
I. Dep Produksi, misal :
1. Dep Produksi I
2. Dep Produksi II
3. Dep Produksi III
II. Dep Jasa, misal :
a. Dep Jasa 1
b. Dep Jasa 2
c. Dep Jasa 3
O Masing-masing dep tsb disusun
anggarannya secara terpisah/sendirisendiri.
O Anggaran BOP pada dep jasa akan
dialokasikan ke masing-masing dep
produksi yang menerima jasanya sesuai
dengan proporsi jasa yang diberikan dep
produksi tsb.
Contoh : Anggaran BOP pada tiap departemen dalam tahun
anggaran 2014 sbb :
Dep Produksi I = Rp 245.000.000,Dep Produksi II = Rp 370.000.000,Dep Jasa 1 (pemeliharaan mesin) = Rp 48.000.000,Dep Jasa 2 (pembangkit tenaga) = Rp 74.000.000,-
Berdasarkan data empiris (data tahun 2013) bahwa
proporsi penggunaan jasa pada Dep Produksi sbb :
Dep Produksi I
Dep Produksi II
Jumlah
Dep Jasa I
60%
40%
--------------100%
Dep Jasa II
30%
70%
----------100%
Anggaran ringkas BOP dan alokasi biaya dep
jasa tahun 2013 sbb :
Keterangan
Total BOP
Alokasi
BOP Dep
Jasa ke Dep
Prod :
Dep Jasa I
Dep Jasa II
Dep Prod I Dep Prod II Dep Jasa I
245.000.000 370.000.000 48.000.000
28.800.000
22.200.000
19.200.000
51.800.000
Jumlah BOP 296.000.000 441.000.000
Dep Jasa II
74.000.000
(48.000.000)
(74.000.000)
0
0
Untuk menentukan persentase alokasi biaya dep jasa ke
dep produksi yaitu menggunakan dasar kegiatan dep jasa
pada dep produksi, al :
Dasar alokasi
1. Dep Jasa Pembangkit listrik
2. Dep Jasa Pemeliharaan Mesin
3. Dep Jasa Adm Pabrik
KWH yg dikonsumsi pd
tiap dep produksi
Jam pemeliharaan
mesin pd tiap dep
produksi (DRH)
Jam buruh lgs atau
jumlah TK pada tiap dep
produksi
Untuk menyusun anggaran BOP pada tiap
Dep (Dep Produksi & Dep Jasa) perlu
ditetapkan dg kegiatan yang sesuai pada
tiap dep, karena dasar kegiatan itulah yang
merupakan dasar veriabilitas biaya-biaya
yang akan terjadi pada dep ybs.
Dasar kegiatan pada umumnya di tiap-tiap dep sbb :
Dep Produksi, alternatif dasar (satuan) kegiatannya sbb :
O Satuan Produk (yg diproduksi)
O DLH
O DMH
O Biaya Bahan Mentah
O Biaya TK Langsung
Dep Jasa, alternatif dasar kegiatan :
* DRH
* KWH, untuk dep jasa pembangkit listrik
* Jam TKL/ jumlah TKL untuk bagian umum
dan adm pabrik
Penyusunan Anggaran Biaya
Overhead Pabrik (BOP)
Karena BOP terdiri dari 3 macam sifat biaya, maka
Penentuan anggaran BOP adalah sbb :
a. Biaya yang sifatnya tetap maka biaya pada periode
yad dilakukan sama dengan periode sebelumnya.
b. Biaya yang bersifat variabel ditentukan berdasarkan
tarif tertentu yang disesuaikan dengan kondisi yad
c. Biaya semivariabel akan ditentukan dengan
menganalisis biaya pada beberapa periode yang lalu,
kemudian mengelompokkan menjadi biaya tetap dan
biaya variabel.
Alokasi BOP
Pada dep produksi biasanya terdiri dari
bagian produksi (pabrik) dan bagian jasa
atau pembantu.
Bagian Produksi
O Bila proses produksi diolah melalui dua
tahap, maka terdapat bagian produksi I dan II
O Semua BOP yang dikeluarkan oleh bagian ini
disebut BOP langsung.
Bagian Jasa/Pembantu
O Contoh, bagian jasa/pembantu dalam perusahaan : bag listrik
yang menyediakan tenaga listrik PLN atau diesel, bag reparasi
dan bag pemeliharaan.
O Semua BOP yang dikeluarkan disebut BOP tidak langsung yang
akan dialokasikan pada bagian produksi berdasarkan proporsi
penggunaan.
Alokasi BOP tidak langsung dilakukan karena biaya yang
dikeluarkan bag pembantu akan dipertanggungjawabkan oleh
bag produksi. Kemungkinan alokasi jasa departemen
pembantu adalah sbb :
Jasa Departemen Pembantu hanya
digunakan oleh Bagian Produksi
Contoh :
Jasa bagian listrik hanya digunakan oleh
bagian produksi I dan bagian produksi II.
Disamping itu jasa bagian reparasi hanya
digunakan oleh bagian produksi I dan
bagian produksi II.
Jasa Departemen Pembantu digunakan oleh bagian
produksi dan bagian pembantu lainnya.
O Bagian produksi menggunakan jasa bagian listrik dan bagian
reparasi, disamping itu bagian reparasi menggunakan jasa
bagian listrik
O Bagian produksi menggunakan jasa bagian listrik dan bagian
reparasi, disamping itu bagian reparasi menggunakan jasa
bagian listrik dan bagian listrik menggunakan jasa bagian
reparasi.
CONTOH :
BOP tahun 2013 pada departemen produksi dan
departemen jasa sbb :
O BOP dep produksi (BOP langsung)
Dep I
Dep II
= Rp 10.000.000,= Rp 15.000.000,-
O BOP Dep Jasa (BOP tidak langsung)
Dep A
Dep B
= Rp 2.000.000,= Rp 3.000.000,-
a. Penggunaan jasa
Pemberi jasa Penerima jasa Penerima jasa
dep prod I
dep prod II
Departemen A
60 %
40 %
Departemen B
30 %
70 %
Berapa besarnya tarip BOP Dep Produksi I dan II tahun
2013 jika tingkat produksi 1.000 unit.
Perhitungan tarip BOP dep produksi I dan II adalah sbb:
Keterangan
Dep Jasa
Dep Produksi
Jasa A
Jasa B Prod I
Prod II
BOP
seblm 2.000.000 3.000.000 10.000.000 15.000.000
alokasi :
Alokasi jasa :
1200000 800000
- Jasa A
900000 2100000
- Jasa B
12100000 17900000
Jumlah
Tarip BOP/unit :
12.100.000
Dep Produksi I = --------------------- = 12.100
1.000
17.900.000
Dep Produksi II = --------------------- = 17.900
1.000
BOP tahun 2013 pada departemen produksi dan departemen
jasa sebesar Rp 65.000.000,- dengan rincian sbb :
O BOP Dep Produksi
Dep Produksi I
Dep Produksi II
= Rp 30.000.000,= Rp 20.000.000,--------------------= Rp 50.000.000,-
O BOP Departemen Jasa
Dep Jasa A
Dep Jasa B
Dep Jasa C
= Rp 5.000.000,= Rp 6.000.000,= Rp 4.000.000,------------------= Rp 15.000.000,-
a. Penggunaan jasa
Pemberi Jasa A
Jasa
Jasa A
Jasa B
Jasa C
-
Jasa B
10%
-
Jasa C
15%
20%
-
Prod I
30%
30%
60%
b. Jumlah produksi 5.000 unit
Berapa besarnya tarip BOP departemen produksi ?
Prod II
45%
50%
40%
Perhitungan tarip BOP dep produksi I dan II sbb :
Keterangan Jasa A
Jasa B
Jasa C
Prod I Prod II
BOP seblm 5.000
6.000
4.000
30.000 20.000
Alokasi dr:
Jasa A
-
Jasa B
-
Jasa C
BOP setlh
alokasi
-
500
6.500
-
750
1.500
2.250
1.300
6.050
1.950
3.250
-
3.630 2.420
37.080 27.920
BOP departemen produksi setelah alokasi :
Produksi I
= Rp 37.080.000,Produksi II
= Rp 27.920.000,-----------------------Rp 65.000.000,BOP
Tarip BOP Dep Produksi = ----------------------------Jumlah produksi
37.080.000
Tarip BOP Dep Produksi I = -------------------- = 7.416
5.000
27.920.000
Tarip BOP Dep Produksi II = --------------------- = 5.584
5.000
Perusahaan merencanakan besarnya BOP tahun 2014
sebesar Rp 60.000.000,- dengan rincian sbb :
O BOP Dep Produksi (BOP) langsung
Dep Produksi I
Dep Produksi II
= Rp 20.000.000,= Rp 30.000.000,-
O BOP Dep Jasa (BOP) tidak langsung
Dep Jasa A
Dep Jasa B
= Rp 4.000.000,= Rp 6.000.000,-
a. Proporsi penggunaan jasa :
Pemberi Dep Jasa A Dep Jasa B Dep
Dep
Jasa
Produksi I Produksi II
Dep Jasa A
15%
35%
50%
Dep Jasa B
10%
50%
40%
d. Anggaran produksi tahun 2014 sebesar 3.000 unit
Besarnya BOP departemen jasa setelah alokasi jasa :
Jasa A :
A = 4.000.000 + 0,10B
Jasa B :
B = 6.000.000 + 0,15A
Nilai A dan B dihitung sbb :
A = 4.000.000 + 0,10 B
A = 4.000.000 + 0,10 (6.000.000 + 0,15A)
A = 4.000.000 + 600.000 + 0,015A
A – 0,015A = 4.600.000
0,985A = 4.600.000
A = 4.670.000
B = 6.000.000 + 0,15A
B = 6.000.000 + 0,15 (4.670.000)
B = 6.700.000
Pembebanan BOP
Keterangan
Dep Produksi I
BOP sebelum alokasi 20.000.000
Dep Produksi II
30.000.000
Alokasi dari :
Jasa A
Jasa B
Jumlah
1.634.500
3.350.250
24.984.750
2.335.000
2.680.250
35.015.250
Tarip BOP masing-masing departemen :
24.984.750
Produksi I = ---------------------3.000
= Rp 8.328,25
35.015.250
Produksi II = ----------------------- = Rp 11.671,75
3.000
CONTOH :
PT. Avilia memproduksi produk X dan produk Y yg diproses
melalui dep produksi I dan dep produksi II, yg dibantu oleh 2
dep jasa yaitu dep jasa reparasi dan dep jasa pembangkit
listrik.
Berikut data-data tahun 2014 :
O Dasar satuan kegiatan pada tiap departemen :
1) Dep Produksi I : satuan produk (X dan Y)
Dep Produksi II : jam mesin (DMH)
Dep Jasa I
: DRH
Dep Jasa II
: KWH
O Anggaran Produksi :
2) Produk X : 159.100 unit
Produk Y : 127.700 unit
Total
: 286.800 unit
3) Anggaran jam mesin per unit produk pada dep II :
Produk X : 0,042 DMH
Produk Y : 0,036 DMH
4) Anggaran BOP total pada tiap dep :
Dep Produksi I : Rp 245.000.000,Dep Produksi II : Rp 370.000.000,Dep Jasa I : Rp 48.000.000,Dep Jasa II : Rp 74.000.000,-
5) Anggaran Biaya BB (ribuan rupiah)
Produk X
BB –A
1.470.084
BB - B
3.722.940
BB - C
954.600
6)Biaya TK
Produk X : Rp 659.833.000,Produk Y : Rp 714.226.100,-
Produk Y
1.984.458
1.909115
521.016
7) Anggaran kegiatan dep jasa tahun 2014 :
Dep Jasa I Dep Jasa II
Dep Prod I
600 DRH
300 DRH
Dep Prod II
400 DRH
700 DRH
Anggaran satuan kegiatan per dep th 2014
Dep
Perhitungan
Prod I
Produk X : 159.100 unit
Produk Y : 127.700 unit
Jumlah : 286.800 unit
Prod II Produk X : 159.100 x 0,042
DMH = 6.682,2 DMH
Produk Y : 127.700 x 0,036
DMH = 4.597,2 DMH
Jumlah : 11.279,4 DMH
Jasa I
Dep Prod I : 600 DRH
Dep Prod II: 400 DRH
Jumlah
1.000 DRH
Jasa II
Dep Prod I : 3.000 KWH
Dep Prod II:7.000 KWH
Jumlah
10.000 KWH
Sat Keg
Satuan
produk
X&Y
Jam
mesin
(DMH)
Tkt Keg
286.800
unit
DRH
1.000
DRH
KWH
10.000
KWH
11.279,4
DMH
Perhitungan Tarip BOP Per Dep Produksi Tahun 2014 (Rp)
Keterangan
Total BOP tiap dep produksi
Alokasi BOP dep Jasa I :
Dep Prod I : 60% x 48.000.000
Dep Prod II:40% x 48.000.000
Alokasi BOP Dep Jasa II :
Dep Prod I : 30% x 74.000.000
Dep Prod II: 70% x 74.000.000
Jumlah BOP
Anggaran Kegiatan pada :
Dep Produksi I : satuan produk
Anggaran kegiatan pada :
Dep Produksi II : DMH
Tarip BOP :
Dep Produksi I : per unit produk
Dep Produksi II: per DMH
Dep Prod I
245.000.000
28.800.000
22.200.000
296.000.000
286.800 unit
-
1.032,078
-
Dep Prod II
370.000.000
19.200.000
51.800.000
441.000.000
11.279,4
DMH
39.097,824
Anggaran Biaya Produksi Produk X dan Produk Y Tahun 2014
( Rp)
Anggaran Produksi
Produk X
159.100 unit
Total(000Rp)
Unit(Rp)
Jenis Biaya
1)Biaya BB(Rp)
BB-A
BB-B
BB-C
Total BB
2) Biaya TK
3)BOP
a.Produk X
DepI=159.100x1032.1
= 164.203.600
Dep II = 6.682,2DMH
x 39.097,82
= 261.259.470
Total = 425.463.070
1.470.000
3.722.940
954.600
9.240
23.400
6.000
38.640
6.147.624
658.833,1
425.463.070
1.984.458
1.909.115
521.016
5.500
4.950
4.080
34.570
4.414.589
714.226,1
4.141
5.593
2.674,19
b.Produk Y
DepI=127.700x1032,1
= 131.796.360
DepII = 4.597,2 DMH
x 39.097
=179.740.510
Total = 311.536.870
Jumlah
Produk Y
127.700 unit
Total(000Rp)
Unit(Rp)
-
-
-
-
311.536.870
2.439,6
7.231.920.100
45.455,19
5.440.351.900
42.602,6
terima kasih

similar documents