1. 2. 3. 4. 5. Pengertian Stratifikasi Sosial Proses Stratifikasi Sosial Sifat Stratifikasi Sosial Dasar Stratifikasi Sosial Unsur Stratifikasi Sosial.

Report
1.
2.
3.
4.
5.
Pengertian Stratifikasi Sosial
Proses Stratifikasi Sosial
Sifat Stratifikasi Sosial
Dasar Stratifikasi Sosial
Unsur Stratifikasi Sosial



Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke
dalam kelas-kelas secara bertingkat
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang
berarti lapisan.
Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan
penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat
atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas
tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia
yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan
beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut
gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan
anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang
berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang
berada di kelas rendah.
1.
Terjadi dengan sendirinya seiring
pertumbuhan masyarakat
2.
Sengaja dibentuk untuk mencapai
tujuan bersama
1.
Tertutup, membatasi kemungkinan pindahnya
seseorang dari satu lapisan ke lapisan lain,
baik merupakan gerak vertikal maupun gerak
horisontal.
Dalam sistem ini, satu-satunya jalan untuk
masuk menjadi anggota dari suatu strata
tertentu dalam masyarakat adalah dengan
kriteria kelahiran. Dengan kata lain, anggota
kelompok dalam satu strata tidak mudah
untuk melakukan mobilitas atau gerak sosial
yang bersifat vertikal, baik naik maupun
turun. Dalam hal ini anggota kelompok hanya
dapat melakukan mobilitas yang bersifat
horizontal
 2.
Terbuka, setiap anggota masyarakat mempunyai
kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan
sendiri untuk naik lapisan, atau bagi mereka yang
tidak beruntung bisa turun lapisan . Pada sistem ini
justru akan memberikan rangsangan yang lebih
besar kepada setiap anggota masyarakat, untuk
dijadikan landasan pembangunan dari sistem yang
tertutup.
1.
2.
3.
4.
Ukuran
Ukuran
Ukuran
Ukuran
kekayaan
kekuasaan
kehormatan
ilmu pengetahuan
 Dalam
suatu masyarakat, stratifikasi sosial
terdiri atas dua unsur, yaitu kedudukan
(status) dan peranan (role).

Kedudukan (status) adalah tempat
seseorang secara umum dalam masyarakat
sehubungan dengan orang lain, dalam arti
lingkungan pergaulannya dan hak-hak serta
kewajiban

Peranan, apabila seseorang melaksanakan
kewajiban sesuai kedudukan
Macam Kedudukan:
1.
Ascribed - status : kedudukan seseorang dalam
masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan rohaniah
dan kemampuan. Status sosial ini biasanya diperoleh
karena warisan, keturunan, atau kelahiran. Contohnya
seorang anak yang lahir dari lingkungan bangsawan,
tanpa harus berusaha, dengan sendirinya ia sudah
memiliki status sebagai bangsawan.
2.
Achieved – status adalah kedudukan yang dicapai oleh
seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. Status
ini tidak diperoleh atas dasar keturunan, akan tetapi
tergantung pada kemampuan masing-masing dalam
mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya. Misalnya
seseorang dapat menjadi hakim setelah menyelesaikan
kuliah di Fakultas Hukum dan memenuhi persyaratanpersyaratan yang memerlukan usaha-usaha tertentu.
3. Assigned Status adalah status yang dimiliki
seseorang karena jasa-jasanya terhadap
pihak lain. Karena jasanya tersebut, orang
diberi status khusus oleh orang atau
kelompok tersebut. Misalnya gelar-gelar
seperti pahlawan revolusi, peraih kalpataru
atau adipura, dan lainnya.
Peranan Mencakup:
1.
2.
Norma-norma yang dihubungkan dengan posisi
seseorang dalam masyarakat. Contoh :Sebagai
seorang pemimpin harus dapat menjadi panutan
dan suri teladan para anggotanya, karena dalam
diri pemimpin tersebut tersandang aturan/normanorma yang sesuai dengan posisinya.
Suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan
oleh individu dalam masyarakat. contoh : seorang
ulama, guru dan sebagainya, harus bijaksana, baik
hati, sabar, membimbing dan menjadi panutan bagi
para muridnya.
3. Perilaku individu yang penting bagi struktur
masyarakat. contoh : Suami, isteri, karyawan,
pegawai negeri, dsb, merupakan peran dalam
masyarakat yang membentuk struktur/susunan
masyarakat.

1) Peranan yang dimainkan seseorang dapat
mempertahankan kelangsungan struktur
masyarakat, seperti peran sebagai ayah atau ibu.
2) Peranan yang dimainkan seseorang dapat pula
digunakan untuk membantu mereka yang tidak
mampu dalam masyarakat. Tindakan individu
tersebut memerlukan pengorbanan, seperti
peran dokter, perawat, pekerja sosial, dsb.
3) Peranan yang dimainkan seseorang juga
merupakan sarana aktualisasi diri, seperti
seorang lelaki sebagai suami/bapak, seorang
wanita sebagai isteri/ ibu, seorang seniman
dengan karyanya, dsb.

similar documents