MATERI 6 AK2

Report
Dosen : Sudaryono
Dalam upaya untuk mendapatkan dana perusa haan
dapat menanamkan sebagian dari kekayaannya
dengan cara membeli :
(1)
(2)
Surat-Surat Hutang (Mis : Obligasi, Wesel)
Saham/Sertifikat Saham
Investasi tersebut dapat bersifat jangka pendek
maupun jangka panjang.
Investasi yang bersifat jangka pendek diklasifikasikan sebagai Aktiva Lancar dan disajikan dalam
neraca dalam kelompok “Surat-Surat Berharga
(Marketable Securities).
Karakteristik Investasi Jk Pendek
1.
2.
Dapat diuangkan setiap saat
Keputusan untuk menjual kembali surat-surat
berharga tersebut sepenuhnya berada di
tangan manajemen.
Sedangkan investasi yang tidak memenuhi
karakteristik tersebut harus diklasifikasikan
sebagai Aktiva Tidak Lancar dan disajikan dalam
neraca dalam kelompok “Investasi Jangka
Panjang”
Investasi Jangka Pendek dalam bentuk surat
berharga dilakukan dengan satu tujuan yakni
mendayagunakan modal kerja diperlukan untuk
kegiatan pokok perusahaan.
Investasi Jangka Panjang dalam surat berharga
dilakukan dengan tujuan-tujuan khusus antara lain :
(1)
(2)
(3)
(4)
Untuk mendapatkan sumber penghasilan tetap
Untuk membentuk /penyisihan dana khusus
Untuk mengendalikan usaha dan manajemen
perusahaan lain.
Untuk mengurangi persaingan di antara perusa
haan-perusahaan sejenis.
(5)
Untuk mendapatkan pasaran dari produk yang
dihasilkan dan supply bahan baku yg
diperlukan.
Untuk mencapai tiga tujuan terakhir, hanya dapat
diwujudkan dari investasi dalam bentuk saham,
baik saham prioritas maupun saham biasa dan
dalam jumlah mayoritas dari keseluruhan saham
yang dikeluarkan oleh perusahaan lain.
Surat (Hutang) Obligasi adalah merupakan
pengakuan hutang dari pihak yang mengeluar kan
kepada pihak lain yang membeli
Pembahasan di sini obligasi tersebut dilihat dari
segi investor. Obligasi sebagai hutang merupakan
janji tertulis yang berisi kesediaan untuk
membayar sejumlah uang pada tanggal jatuh
temponya dan bunga periodik selama jangka
waktu peredarannya.
Obligasi bagi Investor dengan satu harapan untuk
memperoleh pendapatan (bunga) atas inves
tasinya, yang dihitung berdasar harga yang dibayar
untuk obligasi tersebut.
Masalah Akuntansi untuk Investasi (Jangka
Panjang) dalam Obligasi.
Secara garis besar masalah akuntansi untuk
investasi dalam obligasi, yakni menyangkut tiga hal :
1.
2.
3.
Masalah-Masalah Akuntansi yang timbul
pada saat obligasi diperoleh/dibeli.
Masalah-masalah akuntansi selama pemi
likan obligasi
Masalah akuntansi pada saat pelunasan,
penjualan kembali dan lain peristiwa yang
mengakibatkan
berakhirnya
pemilikan
obligasi tersebut.
Masalah Penentuan Harga Perolehan
Yakni meliputi harga beli ditambah komisi perantara,
pajak-pajak, provisi dan biaya-biaya pembelian
lainnya. Harga beli atau harga yang harus dibayar
oleh para investor untuk obligasi adalah sama
dengan nilai tunai keseluruhan jumlah uang (nilai
jatuh tempo dan bunga periodik) yang diharapkan
akan diterima di kemudian yg dihitung berdasar
tingkat(suku) bunga yang berlaku di pasar modal
(bunga efektif)
Tingkat Bunga Nominal dari obligasi merupakan jumlah
uang yg diharapkan akan diterima oleh investor pada
setiap tahun.
Jika TBE = TBO  Obligasi dibeli sebesar NN
Jika TBE > TBO  Obligasi dibeli < NN (diskonto)
Jika TBE < TBO  Obligasi dibeli dg premium
Harga perolehan obligasi tidak termasuk bunga berjalan
yang dibayar pada saat pembelian yang terjadi selain
pada tgl jatuh tempo pembayaran bunga.
Pembelian Obligasi terjadi pada tepat pada tanggal jatuh
tempo pembayaran bunga.
PT Rizki membeli sebanyak 80 lembar obligasi yang
dikeluarkan oleh PT Ammari pada tanggal 1 Oktober
2010. Obligasi dikeluarkan pada tgl 1 April 2004 dan
akan jatuh tempo pada tanggal 1 April 2014, dengan nilai
nominal sebesar Rp. 80.000 per lembar.
Dari informasi diketahui , bunga obligasi 12% per tahun,
dibayar tiap 6 bulan masing-masing pada tanggal 1 April
dan 1 Oktober.
a.
b.
c.
d.
Kurs obligasi PT Ammari adalah 98
Kurs obligasi Ammari adalah 100
PT Rizki membayar seluruhnya sebesar Rp.
6.480.000, termasuk komisi perantara Rp.
326.000
Pembelian dilakukan berdasar tingkat bunga
efektif 5% tiap 6 bulan.
Diminta :
Tentukan brp besar harga perolehannya dan buatlah
jurnal yang diperlukan.
Penyelesaian :
Harga Perolehan = Rp. 80.000 x 80 lbr x 98%
= Rp. 6.272.000
Diskonto
= (Rp.80.000 x 80 lbr) – Rp.
Rp. 6.272.000
= Rp. 128.000 atau 2% x Rp.
6.400.000
Jurnal :
Investasi Obligasi
Rp. 6.272.000
Kas
Rp. 6.272.000
Dalam hal ini obligasi dibeli dengan harga nilai
nominal. Seluruh pembayaran dalam transaksi
pembelian
tersebut mrpk harga perolehan.
Jurnalnya :
Investasi Obligasi
Kas
Rp. 6.400.000
Rp. 6.400.000

Trima Kasih

similar documents