Pemetaan Mutu - BPPAUDNI Regional V

Report
BPPAUDNI REGIONAL V
DISAJIKAN OLEH :
KHAIRUDDIN, SH
KEPALA SEKSI INFORMASI DAN KEMITRAAN
RASIONALISASI
A. TUJUAN
1. Umum
Memotret pengembangan penyelenggara pendidikan masyarakat, kursus dan
pelatihan, dan PAUD di wilayah koordinasi kerja BPPAUDNI Regional V
Mataram
2. Khusus
a. mengetahui kinerja penyelenggara pendidikan ditinjau dari pemenuhan
standar nasional pendidikan,
b. mengetahui kinerja masing-masing standar ,kompoenen, dan indikator
pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan,
c. mengetahui perkembangan profil penyelenggara pendidikan,
d. mengetahui berbagai kendala dalam penyelenggaraan pendidikan, dan
e. memberikan rekomendasi pihak terkait untuk melakukan pembinaan
penyelenggara pendidikan (PAUD, Kursus, dan Pendidikan Masyarakat).
B. SASARAN
No
Lembaga
Jumlah
Sasaran Utama = 22 Lembaga
1
UPTD BPKB Propinsi Bali
1 Lembaga
2
UPTD BPKBM Propinsi NTB
1 Lembaga
3
UPTD SKB Kabupaten/Kota di Propinsi NTB
11 Lembaga
4
UPTD SKB Kabupaten/Kota di Propinsi Bali
9 Lembaga
Sasaran Tambahan = 100 Lembaga
1
Lembaga/Penyelenggara Program PAUD di Kabupaten/Kota se Propinsi Bali
22 Lembaga
2
Lembaga/Penyelenggara Program PAUD di Kabupaten/Kota se Propinsi NTB
12 Lembaga
3
4
Lembaga/Penyelenggara Program Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kabupaten/Kota se
Propinsi Bali
Lembaga/Penyelenggara Program Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kabupaten/Kota se
Propinsi NTB
17Lembaga
15 Lembaga
5
Lembaga/Penyelenggara Program Dikmas (PKBM) Kabupaten/Kota se Propinsi Bali
17 Lembaga
6
Lembaga/Penyelenggara Program Dikmas (PKBM) Kabupaten/Kota se Propinsi NTB
17 Lembaga
Total Sasaran
122 Lembaga
C. INSTRUMEN DAN MATERI
1. INSTRUMEN
a. Instrumen Kelembagaan
b. Instrumen Pemetaan Mutu Program PAUD
c. Instrumen Pemetaan Mutu Program Pendidikan
Keaksaraan
d. Instrumen Pemetaan Mutu Program Kursus dan
Pelatihan
2. MATERI
a. Materi pemetaan mutu tahun 2013 dikonsentrasikan
pada delapan standar nasional pendidikan (PP19 tahun
2005).
b. Rincian substansi masing-masing indikator standar,
contoh instrumen pemetaan mutu program PAUD
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM PAUD
DI WILAYAH BPPAUDNI REGIONAL V
CAPAIAN MUTU PER JENIS SATUAN PAUD
RATA-RATA
SPS
TPA
C
B
42.57
62.87
C
B
40.48
C
C
B
33.46
72.88
B
C
B
67.20
63.67
37.89
74.83
B
A
43.98
TK
B
44.58
56.20
C
B
41.67
62.69
67.67
C
KB
B
61.58
81.29
B
57.49
B
59.99
D
8.54
C
38.35
C
35.15
C
43.31
39.98
C
42.84
72.92
55.42
B
C
C
39.94
36.23
71.61
C
40.79
C
40.54
B
B
44.05
C
B
71.56
C
C
45.21
C
C
31.05
C
45.69
Sampling Responden :
53 Lembaga PAUD di
Kabupaten/Kota Propinsi
NTB dan Propinsi Bali
49
C
42.56
C
42.17
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
Standar Pembiayaan
Standar Sarpras
Standar Pengelolaan
Standar PTK
Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
Kategori Klasifikasi
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM PAUD DI PROPINSI BALI
C
RATA-RATA
42.04
CAPAIAN MUTU PER JENIS SATUAN PAUD
C
SPS
39.95
C
TPA
43.98
C
KB
46.94
C
TK
37.28
B
60.44
B
55.32
B
67.67
B
58.26
B
60.53
B
67.44
C
30.55
B
C
64.42
39.29
A
D
81.29
8.54
C
C
62.79
40.73
B
C
61.28
33.65
B
71.60
B
69.10
B
72.92
A
77.57
B
66.83
C
C
C
42.72
36.08
44.56
C
C
C
37.31
B
55.42
36.63
C
31.05
41.42
49
C
C
37.99
40.53
45.70
C
C
C
40.17
36.10
42.12
Standar Proses
Standar Penilaian
Standar Pembiayaan
Standar Sarpras
Standar Pengelolaan
Standar PTK
Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
Kategori Klasifikasi
C
C
Standar Isi
Sampling Responden :
32 Lembaga PAUD di
Kabupaten/Kota
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM PAUD DI PROPINSI NTB
C
RATA-RATA
43.09
B
65.29
57.94
CAPAIAN MUTU PER JENIS SATUAN PAUD
C
SPS
KB
A
41.01
79.08
C
B
42.21
46.06
36.37
B
B
52.20
B
62.64
58.70
74.16
36.49
C
43.89
80.56
43.54
C
C
C
48.37
44.44
49
35.97
65.54
B
C
C
C
B
41.89
31.93
41.41
39.41
B
55.28
Sampling Responden :
21 Lembaga PAUD di
Kabupaten/Kota
Kategori Klasifikasi
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
C
C
A
76.39
C
C
43.88
A
C
36.65
C
B
C
62.93
54.14
C
TK
B
C
42.22
1 Standar Isi
2 Standar Proses
3 Standar Penilaian
4 Standar Pembiayaan
5 Standar Sarpras
6 Standar Pengelolaan
7 Standar PTK
8 Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
DESKRIPSI CAPAIAN MUTU
Program Pendidikan Anak Usia Dini
Dari sampling 53 lembaga PAUD di 19 (sembilan belas) Kabupaten/Kota di Propinsi Bali dan NTB telah diperoleh gambaran
capain mutu program PAUD yang terdiri dari Taman Kanak-Kanak disingkat TK, Kelompok Bermain disingkat Kober, Taman
Penitipan Anak disingkat TPA dan Satuan PAUD Sejenis disingkat SPS.
Secara umum capaian mutu di wilayah koordinasi BPPAUDNI Regional V Mataram, dari 8 standar yang merupakan variabel
mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan bahwa ada 3 (tiga) standar yang mencapai kategori baik (B) yaitu :
Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. Sementara ada 5 (lima) Standar yang mencapai kategori
Cukup (C ) yaitu : Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK, Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program PAUD, capaian mutu program TK terdapat 3 standar yang dapat memperoleh kategori
Baik (B) yaitu: Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Pengelolaan. 5 (lima) Standar lainnya memperoleh kategori
cukup (C) yaitu untuk Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK dan Standar
Kelulusan/Perkembangan Anak.
Capaian Mutu untuk jenis program Kober ada 3 (tiga) yang memperoleh kategori baik (B) yaitu : Standar Proses, Standar
Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. Sedangkan untuk 5 (lima) Standar Lainnya memperoleh kategori Cukup (C) yaitu:
Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK dan Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Capaian Mutu untuk jenis program TPA ada 1 (satu) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali (A) yaitu Standar Penilaian
dan 3 (tiga) Standar yang memperoleh kategori baik (B) yaitu : Standar Proses, Standar Sarana dan Prasarana dan Standar
Pengelolaan. Sedangkan untuk 3 (tiga) Standar memperoleh kategori Cukup (C) yaitu: Standar Isi, Standar PTK, Standar
Kelulusan/Perkembangan Anak. Sementara 1 (satu) Standar memperoleh nilai Kurang (D) yaitu Standar Pembiayaan.
Capaian Mutu untuk jenis program SPS ada 3 (tiga) Standar yang memperoleh kategori baik (B) yaitu : Standar Proses, Standar
Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. Sedangkan untuk 5 (lima) Standar lainnya memperoleh kategori Cukup (C) yaitu:
Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK, Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program PAUD maka dari 8 standar pemetaan mutu diperoleh gambaran
bahwa Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana Prasarana telah berkontribusi untuk memperoleh kategori Baik
(B), Sementara 5 (lima) Standar lainnya masih dalam kategori Cukup (C).
Akumulasi nilai capaian mutu dalam kategori dapat dijelaskan bahwa untuk yang memperoleh angka rentangan 01-25 dalam
kategori Kurang (D), 26- 50 Cukup (C), 51 – 75 Baik (B), 76 – 100 Baik Sekali (A).
Capaian mutu yang diperoleh pada area koordinasi BPPAUDNI Regional V Mataram didukung oleh adanya kontribusi pelaksanaan
program PAUD yang bervariasi di 2 (dua) Propinsi yaitu Bali dan NTB. Keadaan capaian mutu program PAUD di masing-masing
Propinsi dapat di jelaskan sebagai berikut:
1.
Propinsi Bali
Dari sampling 32 lembaga PAUD di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota telah diperoleh gambaran capain mutu program PAUD yang
terdiri dari Taman Kanak-Kanak disingkat TK, Kelompok Bermain disingkat Kober, Taman Penitipan Anak disingkat TPA dan
Satuan PAUD Sejenis disingkat SPS.
Dari 8 standar yang merupakan variabel mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan bahwa ada 3 (tiga) standar
yang mencapai kategori baik (B) yaitu : Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. Sementara ada 5
(lima) Standar yang mencapai kategori Cukup (C ) yaitu : Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK,
Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program PAUD, capaian mutu program TK terdapat 3 standar yang dapat memperoleh kategori
Baik (B) yaitu: Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. 5 (lima) Standar lainnya memperoleh
kategori cukup (C) yaitu untuk Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK dan Standar
Kelulusan/Perkembangan Anak.
Capaian Mutu untuk jenis program Kober ada 1 (satu) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali (A) yaitu : Standar
Sarana dan Prasarana dan 1 (satu) Standar yang memperoleh kategori Baik (B) yaitu : Standar Proses. Sedangkan untuk 6
(enam) Standar Lainnya memperoleh kategori Cukup (C) yaitu: Standar Isi, Standar Penilaian, Standar Pembiayaan, Standar
Pengelolaan, Standar PTK dan Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Capaian Mutu untuk jenis program TPA ada 1 (satu) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali (A) yaitu Standar Penilaian
dan 3 (tiga) Standar yang memperoleh kategori baik (B) yaitu : Standar Proses, Standar Sarana dan Prasarana dan Standar
Pengelolaan. Sedangkan untuk 3 (tiga) Standar memperoleh kategori Cukup (C) yaitu: Standar Isi, Standar PTK, Standar
Kelulusan/Perkembangan Anak. Sementara 1 (satu) Standar memperoleh nilai Kurang (D) yaitu Standar Pembiayaan.
Capaian Mutu untuk jenis program SPS ada 3 (tiga) Standar yang memperoleh kategori baik (B) yaitu : Standar Proses, Standar
Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. Sedangkan untuk 5 (lima) Standar lainnya memperoleh kategori Cukup (C) yaitu:
Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK, Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program PAUD maka dari 8 standar pemetaan mutu diperoleh gambaran
bahwa Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana Prasarana telah berkontribusi untuk memperoleh kategori Baik
(B), Sementara 5 (lima) Standar lainnya masih dalam kategori Cukup (C).
2.
Propinsi NTB
Dari sampling 21 lembaga PAUD di 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota telah diperoleh gambaran capain mutu
program PAUD yang terdiri dari Taman Kanak-Kanak disingkat TK, Kelompok Bermain disingkat Kober, dan
Satuan PAUD Sejenis disingkat SPS.
Dari 8 standar yang merupakan variabel mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan bahwa ada
3 (tiga) standar yang mencapai kategori baik (B) yaitu : Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana
dan Prasarana. Sementara ada 5 (lima) Standar yang mencapai kategori Cukup (C ) yaitu : Standar Isi, Standar
Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK, Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program PAUD, capaian mutu program TK ada 1 (satu) Standar yang
memperoleh kategori Baik Sekali (A) yaitu Standar Sarana dan Prasarana dan 3 (tiga) Standar yang
memperoleh kategori baik (B) yaitu : Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar PTK. Sedangkan untuk 4
(empat) Standar memperoleh kategori Cukup (C) yaitu: Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan
dan Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Capaian Mutu untuk jenis program Kober ada 3 (tiga) Standar yang memperoleh kategori baik (B) yaitu :
Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. Sedangkan untuk 5 (lima) Standar
lainnya memperoleh kategori Cukup (C) yaitu: Standar Isi, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar
PTK, Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Capaian Mutu untuk jenis program SPS ada ada 2 (dua) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali (A)
yaitu Standar Proses, Standar Sarana dan Prasarana dan 1 (satu) Standar yang memperoleh kategori baik (B)
yaitu : Standar Penilaian. Sedangkan untuk 5 (lima) Standar memperoleh kategori Cukup (C) yaitu: Standar Isi,
Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK dan Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program PAUD maka dari 8 standar pemetaan mutu
diperoleh gambaran bahwa Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana Prasarana telah
berkontribusi untuk memperoleh kategori Baik (B), Sementara 5 (lima) Standar lainnya masih dalam kategori
Cukup (C).
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM DIKMAS
DI WILAYAH BPPAUDNI REGIONAL V
B
57.62
B
C
B
72.83
B
56.94
B
B
B
50.52
34.04
C
59.60
66.22
B
54.33
55.63
B
49.26
49.89
C
53.56
53.54
B
56.02
56.83
B
59.79
59.52
B
KUM
RATA-RATA
51.74
28.58
Sampling Responden :
34 Lembaga
Penyelenggara Program
Dikmas di Kabupaten/
Kota Propinsi NTB dan
Propinsi Bali
Kategori Klasifikasi
C
53.53
B
57.63
B
B
B
B
39.50
C
C
54.68
59.25
B
KD
CAPAIAN MUTU PER JENIS PROGRAM DIKMAS
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
Standar Pembiayaan
Standar Sarpras
Standar Pengelolaan
Standar PTK
Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM DIKMAS DI PROPINSI BALI
C
C
C
48.37
49.16
49.94
C
48.11
B
59.40
39.87
C
C 31.63
B 52.53
C 46.93
B
B 51.78
C
C 45.72
B
C
45.03
55.08
B
49.73
C
51.96
48.84
C
46.00
45.51
C
50.05
46.22
C
C
KD
B
51.01
47.68
42.39
C
55.97
KUM
C
RATA-RATA
CAPAIAN MUTU PER JENIS PROGRAM DIKMAS
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
Standar Pembiayaan
Standar Sarpras
Standar Pengelolaan
Standar PTK
Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
Sampling Responden :
17 Lembaga yang
menyelenggarakan
program Dikmas di
Kabupaten/Kota
Kategori Klasifikasi
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM DIKMAS DI PROPINSI NTB
B
57.62
B
C
B
72.83
B
56.94
B
B
B
50.52
34.04
C
59.60
66.22
B
54.33
55.63
B
49.26
49.89
C
53.56
53.54
B
56.02
56.83
B
59.79
59.52
B
KUM
RATA-RATA
51.74
28.58
C
53.53
B
57.63
B
B
B
B
39.50
C
C
54.68
59.25
B
KD
CAPAIAN MUTU PER JENIS PROGRAM DIKMAS
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
Standar Pembiayaan
Standar Sarpras
Standar Pengelolaan
Standar PTK
Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
Sampling Responden :
17 Lembaga yang
menyelenggarakan
program Dikmas di
Kabupaten/Kota
Kategori Klasifikasi
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
DESKRIPSI CAPAIAN MUTU
Program Pendidikan Masyarakat
Dari sampling 34 lembaga penyelengggara Program Pendidikan Masyaraka (Dikmas) di 19 (sembilan belas)
Kabupaten/Kota di Propinsi Bali dan NTB telah diperoleh gambaran capain mutu program Dikmas yang terdiri
dari Keaksaraan Dasar disingkat KD dan Keaksaraan Usaha Mandiri disingkat KUM.
Secara umum capaian mutu di wilayah koordinasi BPPAUDNI Regional V Mataram, dari 8 standar yang
merupakan variabel mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan bahwa ada 6 (enam) standar
yang mencapai kategori baik (B) yaitu : Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Sarana dan
Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan. Sementara ada 2 (dua) Standar yang mencapai
kategori Cukup (C ) yaitu : Standar Pembiayaan dan Standar Kelulusan
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program, capaian mutu program KD terdapat 5 (lima) standar yang dapat
memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Pengelolaan. 3 (tiga)
Standar lainnya memperoleh kategori cukup (C) yaitu Standar Isi, Standar Penilaian dan Standar PTK.
Capaian Mutu untuk jenis program KUM ada 5 (lima) yang memperoleh kategori baik (B) yaitu : Standar Isi,
Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Sarana dan Prasarana dan Standar Pengelolaan. Sedangkan untuk
3 (tiga) Standar Lainnya memperoleh kategori Cukup (C) yaitu: Standar Pembiayaan, Standar PTK dan Standar
Kelulusan.
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program Dikmas maka dari 8 standar pemetaan mutu
diperoleh gambaran bahwa Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Sarana dan Prasarana,
Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan telah berkontribusi untuk memperoleh kategori Baik (B),
Sementara 2 (dua ) Standar lainnya masih dalam kategori Cukup (C) yaitu: Standar Pembiayaan dan PTK.
Akumulasi nilai capaian mutu dalam kategori dapat dijelaskan bahwa untuk yang memperoleh angka
rentangan 01-25 dalam kategori Kurang (D), 26- 50 Cukup (C), 51 – 75 Baik (B), 76 – 100 Baik Sekali (A).
Capaian mutu yang diperoleh pada area koordinasi BPPAUDNI Regional V Mataram didukung oleh adanya
kontribusi pelaksanaan program Dikmas yang bervariasi di 2 (dua) Propinsi yaitu Bali dan NTB. Keadaan
capaian mutu program Dikmas di masing-masing Propinsi dapat di jelaskan sebagai berikut:
1.
Propinsi Bali
Dari sampling 17 lembaga penyelenggara program Dikmas di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota telah
diperoleh gambaran capain mutu program Dikmas yang terdiri dari KD dan KUM
Dari 8 standar yang merupakan variabel mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan
bahwa ada 2 (dua) standar yang mencapai kategori baik (B) yaitu : Standar Sarana dan Prasarana dan
Standar Pengelolaan. Sementara ada 6 (enam) Standar yang mencapai kategori Cukup (C ) yaitu :
Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pembiayaan, Standar PTK, Standar Kelulusan.
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program Dikmas, capaian mutu program KD terdapat 2 standar yang
dapat memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Pembiayaan dan Standar Pengelolaan. 6 (enam)
Standar lainnya memperoleh kategori cukup (C) yaitu untuk Standar Isi, Standar Proses, Standar
Penilaian, Standar Sarana dan Prasarana, Standar PTK dan Standar Kelulusan.
Capaian Mutu untuk jenis program KUM terdapat 3 (tiga) Standar yang memperoleh kategori Baik (B)
yaitu : Standar Penilaian, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan. Sedangkan untuk 5
(lima) Standar Lainnya memperoleh kategori Cukup (C) yaitu: Standar Isi, Standar Proses, Standar
Pembiayaan, Standar PTK dan Standar Kelulusan.
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program Dikmas maka dari 8 standar pemetaan mutu
diperoleh gambaran bahwa Standar Sarana Prasarana dan Standar Pengelolaan telah berkontribusi
untuk memperoleh kategori Baik (B), Sementara 6 (enam) Standar lainnya masih dalam kategori Cukup
(C).
2.
Propinsi NTB
Dari sampling 17 lembaga penyelenggara program Dikmas di 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota telah
diperoleh gambaran capain mutu program Dikmas yang terdiri dari KD dan KUM
Dari 8 standar yang merupakan variabel mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan
bahwa ada 6 (enam) standar yang mencapai kategori baik (B) yaitu : Standar Isi, Standar Proses,
Standar Penilaian, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan. Sementara ada 2
(dua) Standar yang mencapai kategori Cukup (C ) yaitu Standar PTK dan Standar Pembiayaan
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program Dikmas, capaian mutu program KD terdapat 7 (tujuh) standar
yang dapat memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar
Pembiayaan, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan. Sedangkan 1 (satu) Standar
lainnya memperoleh kategori cukup (C) yaitu Standar PTK
Capaian Mutu untuk jenis program KUM terdapat 6 (enam) standar yang mencapai kategori baik (B)
yaitu : Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan dan
Standar Kelulusan. Sedangkan untuk 2 (dua) Standar Lainnya memperoleh kategori Cukup (C) yaitu:
Standar Pembiayaan dan Standar PTK.
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program Dikmas maka dari 8 standar pemetaan mutu
diperoleh gambaran bahwa Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Sarpras, Standar
Pengelolaan dan Standar Kelulusan telah berkontribusi untuk memperoleh kategori Baik (B),
Sementara 2 (dua) Standar lainnya masih dalam kategori Cukup (C).
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM KURSUS DAN PELATIHAN
DI WILAYAH BPPAUDNI REGIONAL V
B
71.26
CAPAIAN MUTU PER JENIS PROGRAM KURSUS
RATA-RATA
B
74.14
A
83.24
KETERAMPILAN KREATIF
77.57
PKM
PKH
0%
10%
B
65.91
30%
40%
73.12
B
47.23
60.26
60%
B
45.50
66.22
C
A
34.9
83.33
B
B
59.58
71.43
C
49.77
70%
C
Sampling Responden :
35 Lembaga
Penyelenggara Program
Dikmas di Kabupaten/
Kota Propinsi NTB dan
Propinsi Bali
Kategori Klasifikasi
B
77.47
C
50%
58.94
A
60.42
63.97
B
79.26
B
B
60.59
A
83.33
86.05
B
70.73
A
A
81.73
B
58.10
69.38
A
20%
B
B
77.96
B
59.93
74.34
A
A
B
C
35.21
80%
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
Standar Pembiayaan
Standar Sarpras
Standar Pengelolaan
Standar PTK
Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
90%
54.69
B
100%
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM KURSUS DAN PELATIHAN
DI PROPINSI BALI
B
CAPAIAN MUTU PER JENIS PROGRAM KURSUS
RATA-RATA
73.19
A
KETERAMPILAN KREATIF
83.24
A
PKM
PKH
A
76.68
A
77.96
A
76.06
85.87
B
B
60.27
66.20
B
72.07
B
B
66.21
A
69.38
83.33
A
B
71.81
A
79.26
B
B
85.21
66.25
72.88
B
C
B
49.05
63.28
61.62
B
62.34
C
42.46
B
70.70
C
58.94 34.9
A
79.77
B
54.39
38.08
Standar Proses
Standar Penilaian
Standar Pembiayaan
Standar Sarpras
Standar Pengelolaan
Standar PTK
Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
B
72.62
C
Standar Isi
A
83.33
C
48.30
B
B
56.15
Sampling Responden :
20 Lembaga
Penyelenggara Program
Kursus di Kabupaten/Kota
Kategori Klasifikasi
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
GRAFIK CAPAIAN MUTU PROGRAM KURSUS DAN PELATIHAN
DI PROPINSI NTB
B
69.33
B
71.61
A
76.60
C
B
50.00
69.66
B
B
C
58.85
48.55
61.74
CAPAIAN MUTU PER JENIS PROGRAM KURSUS
RATA-RATA
A
79.07
A
77.59
A
86.88
B
54.58
A
82.06
B
66.46
B
64.76
B
70.24
PKM
B
59.59
B
65.63
B
66.33
C
45.42
B
57.25
B
51.25
C
32.34
PKH
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
Standar Pembiayaan
Standar Sarpras
Standar Pengelolaan
Standar PTK
Standar Kelulusan /Perkembangan Anak
B
53.23
Sampling Responden :
15 Lembaga
Penyelenggara Kursus di
Kabupaten/Kota Propinsi
NTB
Kategori Klasifikasi
76 – 100
51-75
26-50
01- 25
: Baik Sekali (A)
: Baik (B)
: Cukup ( C )
: Kurang (D)
DESKRIPSI CAPAIAN MUTU
Program Pendidikan Kursus dan Pelatihan
Dari sampling 35 lembaga penyelengggara Program Pendidikan Kursus dan Pelatihan di 19 (sembilan belas) Kabupaten/Kota
di Propinsi Bali dan NTB telah diperoleh gambaran capain mutu program Kursus dan Pelatihan yang terdiri dari Pendidikan
Kecakapan Hidup yang disingkat PKH, Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat dan Keterampilan Kreatif.
Secara umum capaian mutu di wilayah koordinasi BPPAUDNI Regional V Mataram, dari 8 standar yang merupakan variabel
mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan bahwa ada 7 (tujuh) standar yang mencapai kategori baik (B) yaitu :
Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pembiayaan, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan dan Standar
Kelulusan. Sementara hanya 1 (satu) Standar yang mencapai kategori Cukup (C ) yaitu : Standar PTK
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program Pendidikan Kursus dan Pelatihan, capaian mutu program PKH terdapat 5 (lima) standar
yang dapat memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Sarpras, dan Standar
Kelulusan. Sedangkan 3 (tiga) Standar lainnya memperoleh kategori cukup (C) yaitu Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan
dan Standar PTK.
Capaian Mutu untuk jenis program PKM ada 4 (empat) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali (A) yaitu : Standar Isi,
Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. Sedangkan untuk 4 (empat) Standar Lainnya
memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK dan Standar Kelulusan.
Capaian Mutu untuk jenis program Keterampilan Kreatif ada 5 (lima) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali (A) yaitu :
Standar Isi, Standar Proses, Standar Pembiayaan, Standar Sarana dan Prasarana dan Standar Kelulusan, untuk 2 (dua) Standar
memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Penilaian dan Standar Pengelolaan. Sedangkan hanya 1 (satu) memperoleh
kategori Cukup (C).
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program Pendidikan Kursus dan Pelatihan maka dari 8 standar pemetaan
mutu diperoleh gambaran bahwa Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pembiayaan, Standar Sarpras,
Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan telah berkontribusi untuk memperoleh kategori Baik (B), Sementara 1 (satu )
Standar lainnya masih dalam kategori Cukup (C) yaitu: Standar PTK.
Akumulasi nilai capaian mutu dalam kategori dapat dijelaskan bahwa untuk yang memperoleh angka rentangan 01-25 dalam
kategori Kurang (D), 26- 50 Cukup (C), 51 – 75 Baik (B), 76 – 100 Baik Sekali (A).
Capaian mutu yang diperoleh pada area koordinasi BPPAUDNI Regional V Mataram didukung oleh adanya kontribusi pelaksanaan
program Pendidikan Kursus dan Pelatihan yang bervariasi di 2 (dua) Propinsi yaitu Bali dan NTB. Keadaan capaian mutu program
Pendidikan Kursus dan Pelatihan di masing-masing Propinsi dapat di jelaskan sebagai berikut:
1.
Propinsi Bali
Dari sampling 20 lembaga penyelenggara program Pendidikan di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota telah diperoleh gambaran
capain mutu program Pendidikan Kursus dan Pelatihan yang terdiri dari Kursus dan Pelatihan yang terdiri dari Pendidikan
Kecakapan Hidup yang disingkat PKH, Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat dan Keterampilan Kreatif.
Dari 8 standar yang merupakan variabel mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan bahwa ada 1 (satu) standar
yang mencapai kategori sangat baik (A) yaitu : Standar Proses. Sementara ada 6 (enam) Standar yang mencapai kategori Baik
(B ) yaitu : Standar Isi, Standar Penilaian, Standar Pembiayaan, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan.
Sedangkan hanya 1 (satu) standar yang mendapatkan kategori Cukup (C) yaitu Standar PTK.
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program Pendidikan Kursus dan Pelatihan, capaian mutu program PKH terdapat 5 (lima) standar
yang dapat memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Sarpras, dan Standar
Kelulusan. Sedangkan 3 (tiga) Standar lainnya memperoleh kategori cukup (C) yaitu Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan
dan Standar PTK.
Capaian Mutu untuk jenis program PKM ada 4 (empat) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali (A) yaitu : Standar Isi,
Standar Proses, Standar Penilaian dan Pengelolaan. Sedangkan untuk 4 (empat) Standar Lainnya memperoleh kategori Baik
(B) yaitu: Standar Pembiayaan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar PTK dan Standar Kelulusan.
Capaian Mutu untuk jenis program Keterampilan Kreatif ada 5 (lima) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali (A) yaitu :
Standar Isi, Standar Proses, Standar Pembiayaan, Standar Sarana dan Prasarana dan Standar Kelulusan, untuk 2 (dua) Standar
memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Penilaian dan Standar Pengelolaan. Sedangkan hanya 1 (satu) memperoleh
kategori Cukup (C).
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program Pendidikan Kursus dan Pelatihan maka dari 8 standar pemetaan
mutu diperoleh gambaran bahwa Standar Proses telah berkontribusi untuk memperoleh kategori Baik Sekali (A) dan 6 (enam)
Standar yang mencapai kategori Baik (B ) yaitu : Standar Isi, Standar Penilaian, Standar Pembiayaan, Standar Sarpras, Standar
Pengelolaan dan Standar Kelulusan. Sedangkan hanya 1 (satu) standar yang mendapatkan kategori Cukup (C) yaitu Standar
PTK.
Akumulasi nilai capaian mutu dalam kategori dapat dijelaskan bahwa untuk yang memperoleh angka rentangan 01-25 dalam
kategori Kurang (D), 26- 50 Cukup (C), 51 – 75 Baik (B), 76 – 100 Baik Sekali (A).
2.
Propinsi NTB
Dari sampling 15 lembaga penyelenggara program Pendidikan di 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota telah
diperoleh gambaran capain mutu program Pendidikan Kursus dan Pelatihan yang terdiri dari Kursus
dan Pelatihan yang terdiri dari Pendidikan Kecakapan Hidup yang disingkat PKH, Pendidikan
Kewirausahaan Masyarakat.
Dari 8 standar yang merupakan variabel mutu sesuai instrumen pemetaan mutu menggambarkan
bahwa ada 6 (enam) Standar yang mencapai kategori Baik (B ) yaitu : Standar Isi, Standar Proses,
Standar Penilaian, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan. Sedangkan hanya 2
(dua) Standar yang mendapatkan kategori Cukup (C) yaitu Standar Pembiayaan dan Standar PTK.
Jika dilihat dari tiap-tiap jenis program Pendidikan Kursus dan Pelatihan, capaian mutu program PKH
terdapat 6 (enam) Standar yang dapat memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Isi, Standar Proses,
Standar Penilaian, Standar Sarpras, Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan. Sedangkan 2 (dua)
Standar lainnya memperoleh kategori cukup (C) yaitu Standar Pembiayaan,dan Standar PTK.
Capaian Mutu untuk jenis program PKM ada 4 (empat) Standar yang memperoleh kategori Baik Sekali
(A) yaitu : Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Sarana dan Prasarana. Sedangkan
untuk 4 (empat) Standar Lainnya memperoleh kategori Baik (B) yaitu: Standar Pembiayaan, Standar
Pengelolaan, Standar PTK dan Standar Kelulusan.
Dilihat dari kategori capaian standar dari semua program Pendidikan Kursus dan Pelatihan maka dari 8
standar pemetaan mutu diperoleh gambaran bahwa Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian,
Standar Sarpras, Standar Pengelolaan dan Standar Kelulusan telah berkontribusi untuk memperoleh
kategori Baik (B). Sementara 2 (dua) Standar lainnya masih dalam kategori Cukup (C).
Akumulasi nilai capaian mutu dalam kategori dapat dijelaskan bahwa untuk yang memperoleh angka
rentangan 01-25 dalam kategori Kurang (D), 26- 50 Cukup (C), 51 – 75 Baik (B), 76 – 100 Baik Sekali (A).
DETAIL CAPAIAN MUTU SEBAGAIMANA TERSAJIKAN DALAM TABEL 1 S.D 11
ANALISIS DAN REKOMENDASI
A. Analisis
Akurasi data hasil pemetaan mutu satuan PAUDNI tahun 2013 dapat
dipertanggung jawabkan didukung oleh fakta sebagai berikut:
1. Instrumen pemetaan mutu satuan PAUDNI yang disebarkan telah divalidasi
secara Nasional sesuai lingkup kegiatan dan responden.
2. Responden yang mengisi data sangat relevan dengan tugas dan fungsinya.
3. Instrumen pemetaan mutu Satuan PAUDNI telah dilengkapi dengan panduan
yang jelas dan mudah dipahami responden.
4. Kekurangan dokumen pendukung sebagai kelengkapan hasil pengisian
instrumen tidak dapat dijadikan unsur yang menyebabkan kebenaran isian data
dalam instrumen yang sudah dilakukan responden.
5. Pengumpulan dan pengolahan data pemetaan mutu satuan PAUDNI diinput
dan diproses menggunakan aplikasi IT yang dilakukan oleh Ditjen PAUDNI.
6. Inputan data hasil pengisian instrumen pemetaan mutu satuan PAUDNI di
BPPAUDNI Regional V, telah dilaksanakan dengan sistem online berdasarkan
aplikasi yang sudah ditetapkan dari Direktorat Jenderal PAUDNI.
Gambaran capaian mutu menurut program yang telah diuraikan diatas, selanjutnya dapat dirumuskan deskripsi analisis atas
capaian mutu berdasarkan program sebagai berikut:
a.
Program Pendidikan Anak Usia Dini
Dalam area Regional dengan 3 (tiga) standar yang mencapai ketegori B, yang diprosentasekan baru mencapai 37,5
Persen. Sementara 62,5 Persen berada pada kategori Cukup.
Bahwa dengan capaian mutu kategori Baik yang kurang dari 50 persen pada skala Regional membutuhkan tindakan
untuk meningkatkan capaian mutu pada standar yang masih kategori cukup dan kurang seperti : Standar Isi, Standar
Pembiayaan, Standar Pengelolaan, Standar PTK, Standar Kelulusan/Perkembangan Anak.
Jika dicermati capaian mutu program PAUD di Propinsi Bali yang mencapai kategori B dengan prosentase 37,5 Prosen
dengan standar yang sama dengan area Regional maka dalam hal tersebut membutuhkan peningkatan untuk Standar
yang sama dengan area Regional. Demikian pula dengan capaian mutu program PAUD di area Propinsi NTB sama
dengan apa yang dicapai di Propinsi Bali maupun area Regional. Oleh karena itu 5 (lima) Standar masih dalam
kategori C harus menjadi konsentrasi dalam peningkatan dan perubahan mutu pada tahun selanjutnya.
b. Program Dikmas
Dalam area Regional telah dapat dicapai 6 (enam) standar dengan kategori B, yang diprosentasekan yaitu 75 Prosen.
Sementara 25 prosen berada pada kategori C.
Kendati capaian mutu dengan kategori B telah mencapai kategori 75 prosen pada program Dikmas tetap
membutuhkan peningkatan pada 2 (dua) standar yang belum mencapai kategori baik yaitu Standar Pembiayaan dan
Standar Kelulusan.
Jika dicermati capaian mutu program Dikmas di Propinsi Bali yang mencapai kategori B hanya pada 2 (dua) standar
dengan prosentase 25 prosen sementara 6 (enam) standar dengan prosentase 75 prosen masih dalam kategori Cukup
dalam hubungan itu di Propinsi Bali diperlukan tindakan peningkatan Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian,
Standar Pembiayaan, Standar PTK, Standar Kelulusan. Selanjutnya jika dicermati capaian mutu program Dikmas di
Propinsi NTB nampaknya jauh lebih baik dan positif dengan capaian 6 (enam) standar yang berkategori Baik atau
sama dengan 75 Prosen. Sementara 2 (dua) standar yang mencapai kategori C yaitu Standar PTK dan Standar
Pembiayaan. Oleh karena itu prioritas peningkatan standar mutu yang harus dilaksanakan di NTB jauh lebih
sederhana namun tetap membutuhkan perhatian karena 2 (dua) standar tersebut sangat mempengaruhi dan
dominan pada ketercapaian penyelenggaraan program Dikmas.
c. Program Kursus dan Pelatihan
Dalam area Regional telah dapat dicapai 7 (tujuh) standar dengan
kategori B, yang diprosentasekan yaitu 87.5 Prosen. Sementara 1 (satu)
standar atau sama dengan 12.5 prosen berada pada kategori C.
Kendati capaian mutu dengan kategori B telah mencapai kategori 87.5
Prosen pada program Kursus dan Pelatihan tetap membutuhkan
peningkatan pada 1 (satu) standar yang belum mencapai kategori baik
yaitu Standar PTK.
Jika dicermati capaian mutu program Kursus dan Pelatihan di Propinsi
Bali telah dapat mencapai 1 (satu) standar yang berkategori A (Baik
Sekali) dan 6 (enam) standar telah dapat mencapai kategori B atau sama
dengan 87.5 Prosen, hanya 1 (satu) standar dengan kategori C sama
dengan 12.5, dalam hubungan itu di Propinsi Bali tetap diperlukan
tindakan peningkatan 1 (satu) standar yang cukup strategis dalam proses
pendidikan yaitu standar PTK. Selanjutnya jika dicermati capaian mutu
program Kursus dan Pelatihan di Propinsi NTB nampaknya mengalami
perbedaan capaian standar dengan Propinsi Bali yang mencapai 6 (enam)
standar yang berkategori Baik atau sama dengan 75 Prosen. Sementara 2
(dua) standar yang mencapai kategori C yaitu Standar PTK dan Standar
Pembiayaan. Oleh karena itu prioritas peningkatan standar mutu yang
harus dilaksanakan di NTB tetap membutuhkan perhatian karena 2 (dua)
standar tersebut sangat mempengaruhi dan dominan pada ketercapaian
penyelenggaraan program Kursus dan Pelatihan.
B.
REKOMENDASI
Mengacu pada undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional yang
mengisyaratkan bahwa penyelenggaraan pendidikan baik formal maupun nonformal harus
berlangsung dalam 1 (satu) sistem pendidikan nasional.
Selanjutnya dengan undang-undang no.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang juga
menjadi acuan dalam penyelenggaraan desentralisasi pendidikan maka regulasi yang terkait dengan
pengelolaan pendidikan terutama yang menyangkut ketenagaan, sarana prasarana dan
budgeting/anggaran menjadi ruang tanggung jawab pemerintah daerah. Sementara yang terkait
pembinaan teknis pendidikan tetap merupakan tanggung jawab langsung Kementerian/Lembaga yang
membidangi pendidikan.
Berdasarkan regulasi tersebut diatas dan analisis capaian mutu yang sudah dilaksanakan BPPAUDNI
Regional V pada tahun 2013 maka dapat direkomendasikan kepada Pemerintah Daerah dan BPPAUDNI
sebagai representasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai berikut:
1. Pemerintah Daerah :
a.
Melakukan penataan kelembagaan dan peningkatan anggaranpenyelenggaraan
Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal.
b.
Melaksanakan rekruitment dan penempatan tenaga pendidik dan tenagakependidikan di
lembaga PAUDNI.
c.
Melaksanakan optimalisasi peningkatan fungsi lembaga UPTD BPKB dan SKB dalam rangka
percepatan pengembangan program PAUDNI.
d.
Meningkatkan fasilitasi sarana dan prasarana UPTD BPKB dan SKB
e.
Meningkatkan pengendalian melalui pemberdayaan fungsi penilik.
2. BPPAUDNI:
a. Menyusun pedoman pengembangan kurikulum tingkat
satuan pendidikan.
b. Melaksanakan bimbingan teknis penyusunan silabus dan
RPP.
c. Melaksanakan penyusunan pedoman pengembangan
media belajar dan APE.
d. Melaksanakan training peningkatan kompetensi tenaga
pendidik PAUDNI.
e. Melaksanakan pendampingan dalam evaluasi dan
penilaian.
f. Melaksanakan ujian kompetensi bagi peserta didik
PAUDNI.
g. Melakukan monitoring dan evaluasi program secara
efektif
h. Meningkatkan koordinasi pembinaan dan pengelolaan
PENUTUP
Demikian hasil pemetaan mutu satuan PAUDNI
di wilayah koordinasi BPPAUDNI Regional V
Mataram yang telah dilaksanakan pada tahun
2013.

similar documents