Uu SISDIKNAS Pasal 1 Butir 19 - evaluation

Report
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2013
1
Strategi Standarisasi PHB
•
•
•
•
Pengakuan Terhadap
Kepribadian, Pengetahuan
Dan Keterampilan,
Kemampuan
Berkarya, Sikap
TUJUAN PENDIDIKAN
Dan Perilaku
Berkarya
NASIONAL Serta
Kemampaun Berkehidupan
• Ukuran Kemampuan
Bermasyarakat.
Sesuai
SaranaLembaga
Untuk
• Bagian Dari Proses
Mempertahankan
Prestasi.
Dengan Visi
KOMPETENSI
INTIDan Misi
Pembelajaran.
Sarana
Untuk
Memasuki
Sekolah.
(KI-1,
KI-2,
KI-3 dan
KI-4)
• Sarana
Untuk
Menentukan
Dunia
Profesi.
Keberhasilan Pembelajaran.
• Ukuran
Efisiensi Dan
Sarana
Untuk
Mengikuti
• “Alat
Untuk
Mengembangkan
Efektivitas
Penggunaan
Pendidikan
Lanjutan.
Pembelajaran
Berikutnya”.
KOMPETENSI
DASAR
• AlatAnggaran
Untuk Mengembangkan
• KI-3
Sarana
Untuk
Melindungi
Kurikulum.
(KI-1,
KI-2,
dan
KI-4)
•
Ukuran
Untuk
Kepentingan
Masyarakat.
• Sarana Untuk
Memenuhi
Menetapkan
Peringkat
Akreditasi.
• Sarana Untuk Meyakinkan
• •Sarana
Untuk
Menilai
INDIKATOR
Dasar
Pertimbangan
Tercapainya
Standar Nasional
Profesionalisme Guru.
BagiMaupun
Hibah Kompetisi
Standar Kerja Yang
Diperlukan Sehingga
Membantu Masyarakat
PENGEMBANGAN
Untuk Memilih Lulusan Yang
PHB
Dibutuhkan.
•
Sarana Untuk Menilai
Kemanfaatan Pajak Yang
Dibayarkan Masyarakat.
STANDARISASI
PERBAIKAN MANAJEMEN
PENDIDIKAN NASIONAL
• Sikap Spiritual
(beriman dan bertaqwa)
• Sikap
SosialSISTEM
(berakhlak
PERBAIKAN
mulia,
sehat, mandiri,
PENILAIAN
dan demokratis serta
bertanggung jawab
• PERBAIKAN
Pengetahuan
(Berilmu)
PROSES,
•SARANA
Keterampilan(Cakap
DAN PEMBIYAAN
dan Kreatif)
PENDIDIKAN
PERBAIKAN MATERI
SISWA
GURU
PEMERINTAH
PEMANFATAN HASIL
IMPLEMENTASI
MASYARAKAT
2
ESENSI KURIKULUM 2013: ...1/4
SAAT BERTINDAK :
SIKAP
MEMANDU
PROSES PEMBENTUKAN :
PENGETAHUAN KETERAMPILAN
MENDAHULUI PEMBENTUKAN
(DIINTEGRASIKAN DALAM
AKTIVITAS PENGETAHUAN
DAN KETERAMPILAN
PENGETAHUAN KETERAMPILAN
SIKAP
DIBIASAKAN (DIBUDAYAKAN)
DAN DIAMATI ATAU DINILAI
DITUANGKAN DALAM RPP DAN
DILAKUKAN DALAM PEMBELAJARAN
Standar Penilaian :
Standar Penilaian yang bertujuan untuk
menjamin:
a. perencanaan penilaian peserta didik sesuai
dengan kompetensi yang akandicapai dan
berdasarkan prinsip-prinsip penilaian;
b. pelaksanaan penilaian peserta didik secara
profesional, terbuka, edukatif,efektif, efisien,
dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan
c. pelaporan hasil penilaian peserta didik secara
objektif, akuntabel, daninformatif.
4
Standar Penilaian:
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup:.
1. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara
komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan
keluaran (output) pembelajaran.
2. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta
didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya
dengankriteria yang telah ditetapkan.
3. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan
untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk
penugasan perseorangan dan/atau kelompok di dalam dan/atau di luar
kelas khususnya pada sikap/perilaku dan keterampilan.
4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses
pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar
peserta didik.
5. Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk
menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi
Dasar (KD) atau lebih.
5
Standar Penilaian
6. Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan
pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
7. Ulangan akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh
indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
8. Ujian Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran
yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi.
Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti
pada tingkat kompetensi tersebut. 3
9. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan kegiatan
pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat
kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan
Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
10. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi
tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional
Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.
11. Ujian Sekolah/Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar
kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan.
6
Prinsip dan Pendekatan Penilaian:
1. Objektif, berarti penilaian berbasis pada standardan tidak
dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.
2. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara
terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan
berkesinambungan.
3. Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
4. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian,
dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua
pihak.
5. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan
kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk
aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
6. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan
guru.
7
Penilaian kompetensi sikap :
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri,
penilaian “teman sejawat”(peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen
yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik
adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan
pada jurnal berupa catatan pendidik.
1. Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan
dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang
diamati.
2. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk
mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian
kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
3. Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta
peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi.
Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.
4. Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi
hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan
dengan sikap dan perilaku.
8
Penilaian Kompetensi Pengetahuan :
1. Pendidik menilai kompetensi pengetahuan
melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
2. Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda,
isian, jawaba singkat, benar-salah,
menjodohkan, dan uraian. Instrumenuraian
dilengkapi pedoman penskoran.
3. Instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan.
4. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah
dan/atau projek yang dikerjakan secara individu
atau kelompok sesuai dengan karakteristik
tugas.
9
Penilaian Keterampilan :
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut
peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek,
dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupadaftar cek atau skala penilaian (rating scale)
yang dilengkapi rubrik.
1. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas
atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.
2. Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan,
pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
3. Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya
peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat,
perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya
tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap
lingkungannya.
Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan:
1. substansi yang merepresentasikan kompetensi yang dinilai;
2. konstruksi yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan;
dan
3. penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan
peserta didik.
10
Mekanisme dan Prosedur Penilaian :
1. Penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan
oleh pendidik, satuan pendidikan, Pemerintah dan/atau lembaga mandiri.
2. Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian otentik, penilaian diri,
penilaian projek, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir
semester, ujian tingkat kompetensi, ujianmutu tingkat kompetensi, ujian sekolah,
dan ujian nasional.
a. Penilaian otentik dilakukan oleh guru secara berkelanjutan.
b. Penilaian diri dilakukan oleh peserta didik untuk tiap kali sebelum ulangan
harian.
c. Penilaian projek dilakukan oleh pendidik untuk tiap akhir bab atau tema
pelajaran.
d. Ulangan harian dilakukan oleh pendidik terintegrasi dengan proses
pembelajaran dalam bentuk ulangan atau penugasan.
e. Ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, dilakukan oleh pendidik
di bawah koordinasi satuan pendidikan.
f. fUjian tingkat kompetensi dilakukan oleh satuan pendidikan pada akhir kelas II
(tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5),
dengan menggunakan kisi-kisi yang disusun oleh Pemerintah. Ujian tingkat
kompetensi pada akhir kelas VI (tingkat 3), kelas IX (tingkat 4A), dan kelas XII
(tingkat 6) dilakukan melalui UN.
11
Mekanisme dan Prosedur Penilaian :
g. Ujian Mutu Tingkat Kompetensi dilakukan dengan metode survei oleh Pemerintah pada akhir
kelas II (tingkat 1), kelas IV (tingkat 2), kelas VIII (tingkat 4), dan kelas XI (tingkat 5).
h. Ujian sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan
i. Ujian Nasional dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Perencanaan ulangan harian dan pemberian projek oleh pendidik sesuai dengan silabus dan
dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Kegiatan ujian sekolah/madrasah dilakukan dengan langkah-langkah:
a. menyusun kisi-kisi ujian;
b. mengembangkan (menulis, menelaah, dan merevisi) instrumen;
c. melaksanakan ujian;
d. mengolah (menyekor dan menilai) dan menentukan kelulusan peserta didik; dan
e. melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.
Ujian nasional dilaksanakan sesuai langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar
(POS).
Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelumdiadakan ulangan harian
berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial.
7. Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan
deskripsi pencapaian kompetensi kepada orangtua dan pemerintah
12
KOMPETENSI DAN KEGIATAN BELAJAR: ...1/3
Langkah Pembelajaran
Kegiatan Belajar
Kompetensi Yang
Dikembangkan
Mengamati (observe)
Membaca, mendengar, Melatih kesungguhan,
menyimak, dan melihat kesabaran, ketelitian dan
(tanpa atau dengan alat) kemampuan
membedakan informasi
yang umum dan khusus,
kemampuan berpikir
analitis, kritis, deduktif,
dan komprehensif
Menanya (question/ask) Mengajukan pertanyaan Mengembangkan
tentang informasi yang kreativitas, rasa ingin
tidak dipahami dari apa tahu, kemampuan
yang diamati atau
merumuskan pertanyaan
pertanyaan untuk
untuk membentuk
mendapatkan informasi critical minds yang perlu
tambahan tentang apa
untuk hidup cerdas dan
yang diamati
belajar sepanjang hayat
(dimulai dari pertanyaan
faktual sampai ke
pertanyaan yang bersifat
hipotetik)
KOMPETENSI DAN KEGIATAN BELAJAR: ...2/3
Langkah Pembelajaran
Kegiatan Belajar
Kompetensi Yang
Dikembangkan
Mengumpulkan informasi
(experiment/ explore)
-Melakukan eksperimen
-membaca sumber lain selain buku
teks
-mengamati objek/kejadian/
aktivitas
-wawancara dengan nara sumber
Mengasosiasikan/
mengolah informasi
(analyze/ associate)
• Mengolah informasi yang sudah
dikumpulkan baik terbatas dari
hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen
maupun hasil dari kegiatan
mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi.
• Pengolahan informasi yang
dikumpulkan dari yang bersifat
menambah keluasan dan
kedalaman sampai kepada
pengolahan informasi yang
bersifat mencari solusi dari
berbagai sumber yang memiliki
pendapat yang berbeda sampai
kepada yang bertentangan
Mengembangkan sikap teliti,
jujur, sopan, menghargai
pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi,
menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi
melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.
Mengembangkan sikap jujur,
teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan
prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif
dalam menyimpulkan.
KOMPETENSI DAN KEGIATAN BELAJAR: ...3/3
Langkah
Pembelajaran
Mengkomunikasikan
(communicate)
Mencipta
Kegiatan Belajar Kompetensi Yang
Dikembangkan
-Menyampaikan hasil
pengamatan, kesimpulan
berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau
media lainnya
Mengembangkan sikap
jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir
sistematis,
mengungkapkan
pendapat dengan singkat
dan jelas, dan
mengembangkan
kemampuan berbahasa
yang baik dan benar.
Memodifikasi, menyusun Kreativitas dan kejujuran
kembali untuk
serta apresiasi terhadap
menemukan yang baru, karya orang lain dan
dan menemukan yang
bangsa lain
baru secara original
KARAKTERISTIK KURIKULUM 2014: 1/3
1. Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan
sikap (keagamaan dan sosial), rasa ingin tahu, kreativitas,
kerja sama dengan kemampuan intelektual dan
psikomotorik
2. Sekolah tidak terpisah dari masyarakat karena kurikulum
memberikan pengalaman belajar terencana dimana
peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah
ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai
sumber belajar.
3. Mengembangkan ketrampilan menerapkan untuk setiap
pengetahuan yang dipelajari di kelas dalam berbagai
situasi di sekolah dan masyarakat sehingga memiliki
kesempatan yang luas untuk menghilangkan verbalisme.
4. Sederhana dalam struktur kurikulum, dalam jumlah mata
pelajaran dan KD yang harus dipelajari peserta didik tetapi
memberi waktu yang cukup leluasa untuk
mengembangkan berbagai sikap dan keterampilan.
KARAKTERISTIK KURIKULUM 2014: 2/3
5.Isi kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk
Kompetensi Inti (KI) kelas dan dirinci lebih lanjut dalam
Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
6.Kompetensi Inti (KI) bukan merupakan gambaran
kategorial tetapi interaktif mengenai kompetensi dalam
aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan (kognitif dan
psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk
suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
Kompetensi Inti adalah kualitas yang harus dimiliki seorang
peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran KD
yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran siswa
aktif.
7.Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang
dipelajari peserta didik untuk suatu tema di SD/MI, dan
untuk materi pokok suatu mata pelajaran di kelas tertentu
di SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK.
KARAKTERISTIK KURIKULUM 2014: 3/3
8. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di jenjang
pendidikan dasar diutamakan pada ranah sikap sedangkan
pada jenjang pendidikan menengah berimbang dengan
pada kemampuan intelektual (kemampuan kognitif tinggi).
9. Kompetensi Inti menjadi unsur pengorganisasi
(organizing elements) Kompetensi Dasar dimana semua
KD dan proses pembelajaran dikembangkan untuk
mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam Kompetensi
Inti.
10.Kompetensi Dasar dikembangkan didasarkan pada
prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan
memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang
pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).
11.Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk
satu tema (SD/MI). Dalam silabus tercantum seluruh KD
untuk tema atau mata pelajaran di kelas tersebut. Setiap
tema terdiri atas beberapa sub-tema.
ANALISIS KI DAN KD :
• Dalam proses perancangan dan pembelajaran
alur yang digunakan adalah : bermula KI 3  KI 4
dan selanjutnya memberikan dampak terhadap
terbentuknya KD pada KI-2 dan KI-1
• Setelah KI 3 dan KI 4 tuntas dianalisis, lalu
diturunkan materi yang relevan dan rancangan
skenario pembelajaran termasuk penugasan dan
penilaian.
• Berdasarkan aktivitas belajar dan penugasan
tersebut dirancang indikator KD pada KI-1 dan KI2 diintegrasikan
ANALISIS KI DAN KD :
• Mengapa urutan KI mulai dari Sikap Spritual (KI-1), Sikap Sosial (KI2), Pengetahuan (KI-3) dan Keterampilan (KI-4) ? (amati Pembukaan
UUD 45, Pancasila, UU Sisdiknas)
• Mengapa urutan perancangan dan pelaksanaan pembelajaran mulai
dari KI-3 menuju KI-4 ? Keterampilan hanya dapat dibangun dengan
hasil yang baik melalui pengetahuan (pelukis, penyanyi,
olahragawan pasti memiliki pengetahuan yang memadai tentang
keterampilan yang ditekuninya). Keterampilan yang tidak melalui
proses pengetahuan (KI-3) tidak akan menghasilkan karya yang baik.
• Dalam proses perolehan pengetahuan dan keterampilan sikap
diintegrasikan sehingga seluruh mata pelajaran diorientasikan
memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap
• Tidak berhenti pada pengetahuan tetapi berlanjut sampai pada
keterampilan dan pembentukan sikap
Contoh Bahasa Indonesia :
Mulai dari KD kelompok KI-3 : Memahami
konvensi penulisan karya ilmiah
Indikator :
• Memahami struktur karya ilmiah
• Memahami ciri kebasaan karya ilmiah
• Memhami ciri isi karya ilmiah
Contoh Bahasa Indonesia :
Menuju KD kelompok KI-4 :
• Mampu menulis atau menghasilkan karya
ilmiah
Indikator :
• Karya yang memenuhi struktur, ciri
kebahasaan, dan ciri isi karya ilmiah
• Karya yang memenuhi originalitas dilihat dari
sumber yang digunakan atau diacu
• Mempertahankan dan menjelaskan karya
ilmiah tersebut
KD dari KI 2 yang diintegrasikan:
• Kejujuran, rasa ingin tau, tanggung jawab,
kritis, rasional
• Santun, empati, peduli,
Contoh Matematika:
Mulai dari KD dari KI 3 : memhami sifat-sifat
grafik fungsi eksponensial dan logaritma
Indikator :
• Membuktikan sifat
• Menurunkan sifat
• Menganalisis kecukupan dan keperluan grafik
Contoh Matematika:
Menuju KD dari KI-4: Mampu menggambar atau
menyajikan grafik fungsi eksponensial dan
logaritma
Indikator :
• Menentukan titik pottong
• Maksimum dan minimum
• Melukiskan grafik
• Membaca dan menerjemahkan sesuai sifat2nya
• Menganalisis grafik untuk menentukan
persamaan atau sebaliknya
KD dari KI-4 :
• Mampu menyelesaikan masalah nyata dengan
menggunakan grafik fungsi eksponensial dan
logaritma
Indikator :
• Mampu menggunakan grafik utk menentukan
perkembngan bakteri
• Pertumbuhan penduduk
• Penetuan bunga uang
KD KI 2:
• Disiplin, tanggung jawab, kerjasama,
kecermatan
RAPOR SEKOLAH MENENGAH ATAS...1/7
Capaian
No
Mapel
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Sosial dan
Spiritual
Dalam Mapel Antarmapel
Kelompok A (Wajib)
1
2
3
4
5
6
Catatan:
SB : Sangat Baik
Pendidikan Agama dan Budi 1 – 4 (kelipatan
Pekerti
0,33)
(Nama guru)
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (Nama
guru)
Bahasa Indonesia (Nama
guru)
Matematika (Nama guru)
Sejarah Indonesia (Nama
guru)
Bahasa Inggris (Nama guru)
B : Baik
1 – 4 (kelipatan
0,33)
C: Cukup
SB, B, C, K
(diisi oleh
Guru)
K: Kurang
Disimpulkan
secara utuh
dari sikap
peserta didik
dalam Mapel
(Deskripsi
Koherensi)
(diisi oleh
Wali Kelas
didahului
diskusi
dengan
semua guru)
RAPOR SEKOLAH MENENGAH ATAS ...2/7
Capaian
No
Mapel
Pengetahuan
Keterampilan
Dalam Mapel Antarmapel
Disimpulkan
secara utuh
dari sikap
peserta didik
dalam Mapel
(Deskripsi
Koherensi)
(diisi oleh
Wali Kelas
didahului
diskusi
dengan
semua guru)
Kelompok B (Wajib)
1
2
3
Catatan:
SB : Sangat Baik
Seni Budaya (Nama guru)
Pendidikan Jasmani, Olah
Raga, dan Kesehatan (Nama
guru)
Prakarya dan
Kewirausahaan (Nama guru)
B : Baik
Sikap Sosial dan
Spiritual
C: Cukup
K: Kurang
RAPOR SEKOLAH MENENGAH ATAS ...3/7
Capaian
No
Mapel
Pengetahuan
Keterampilan
Dalam Mapel Antarmapel
Disimpulkan
secara utuh
dari sikap
peserta didik
dalam Mapel
(Deskripsi
Koherensi)
(diisi oleh
Wali Kelas
didahului
diskusi
dengan
semua guru)
Kelompok C (Peminatan)
I
Peminatan ... (Diisi sesuai dengan minat siswa)
1
2
3
4
II
Lintas Minat (Diisi sesuai dengan minat siswa)
1
2
3
4
Catatan:
SB : Sangat Baik
B : Baik
Sikap Sosial dan
Spiritual
C: Cukup
K: Kurang
RAPOR SEKOLAH MENENGAH ATAS...4/7
Diskripsi
No.
Kelompok A
Mapel
1
Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti
2
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan
3
Bahasa Indonesia
4
Matematika
5
Sejarah Indonesia
6
Bahasa Inggris
Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Catatan
Aljabarnya lemah, perlu ditingkatkan dalam
hal …
RAPOR SEKOLAH MENENGAH ATAS ...5/7
Diskripsi
No.
Mapel
Kelompok B
1
Seni Budaya
2
Pendidikan
Jasmani, Olahj
Raga, dan
Kesehatan
Prakarya
3
Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Catatan
RAPOR SEKOLAH MENENGAH ATAS...6/7
Diskripsi
No.
Mapel
Kompetensi
Kelompok C (Peminatan)
I
Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam
1
Matematika
2
Biologi
3
Fisika
4
Kimia
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Catatan
RAPOR SEKOLAH MENENGAH ATAS ...7/7
Diskripsi
No.
III
Mapel
Kompetensi
Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya
1
Bahasa dan Sastra Indonesia
2
Bahasa dan Sastra Inggeris
3
Bahasa Asing Lain (Arab,
Mandarin, Jepang, Korea,
Jerman, Perancis)
4
Antropologi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pilihan Lintas Kelompok Peminatan dan/atau pendalaman minat
1
2
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosial dan spiritual
Catatan

similar documents