reni x pm2 wisata kebumen

DISUSUN OLEH : RENI PUSPITA SARI X PEMASARAN 2 SMK NEGERI 2 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KATA PENGANTAR Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah subhanahuwata’ala,karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan electronic book (Buku Elektronik/Digital) dengan sebaik mungkin. Dibuatnya elektronik buku ini yaitu dalam rangka untuk memenuhi tugas mata pelajaran Simulasi Digital yang diberikan oleh Yth.Bapak Eka Sukatari Dalam e-book ini banyak dijelaskan mengenai tempat wisata alam di kebumen . Semoga buku digital yang kami buat,dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Salam serta rasa terimakasih kami ucapkan pula untuk pihak-pihak yang terkait dalam penyeselesain e-book ini,sehingga kami dapat menciptakan sebuah electronic book sebaik mungkin. E-Book ini merupakan suatu karya kami yang masih belum sempurna,untuk itu kami mengucapkan mohon maaf apabila masih banyak kekurangan yang terdapat dalam buku digital ini baik berupa perkataan maupun penyampaian materi yang kurang berkenan. Untuk itu,kritik dan saran sangat kami harapkan untuk menyempurnakan tugas ini. Wassalamualaikum wr.wb Purworejo, April 2016 Penulis Reni Puspita Sari Daftar Isi : A. DAFTAR ISI …………………………………………………………………1 B. SEJARAH KOTA KEBUMEN……………………………………………....2 C. WISATA PANTAI AYAH …………………………………………………......3 D. WISATA PANTAI MENGANTI……………………………………………....5 E. WISATA GOA JATI JAJAR……………………………………………….…8 F. WISATA BENTENG VAN DER WIJCK…………………………………....12 G. WISATA GUNUNG PRANJI………………………………………………16. H. WISATA PANTAI LEMBU PURWO…………………………………….…18 I. WISATA PANTAI PETANAHAN…………………………………………......21 J. WISATA PANTAI KARANG BOLONG…………………………………......25 K. WISATA MASJID SAKA TUNGGAL…………………………………….....28 L. WISATA GUA PETRUK……………………………………………………32 M. WIASATA ARUNG JERAN PADEGOLAN………………………………..35 N. PENUTUP……………………………………………………………….…37 1 Kota Kebumen Kabupaten Kebumen Kabupaten Kebumen, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kebumen. Perbatasan Utara : Kabupaten Banjarnegara Selatan : Samudra Hindia Barat : Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap Timur : Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo Geografi Secara geografis Kabupaten Kebumen terletak pada 7°27' - 7°50' Lintang Selatan dan 109°22' - 109°50' Bujur Timur. Bagian selatan Kabupaten Kebumen merupakan dataran rendah, sedang pada bagian utara berupa pegunungan, yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu. Di selatan daerah Gombong, terdapat rangkaian pegunungan kapur, yang membujur hingga pantai selatan. Daerah ini terdapat sejumlah gua dengan stalagtit dan stalagmit. Luas Wilayah dan Penggunaan Kabupaten Kebumen mempunyai luas wilayah sebesar 128.111,50 ha atau 1.281,11 km² dengan kondisi beberapa wilayah merupakan daerah pantai dan pegunungan, namun sebagian besar merupakan dataran rendah. Dari luas wilayah Kabupaten Kebumen, tercatat 39.768,00 hektar atau sekitar 31,04% sebagai lahan sawah dan 88,343.50 hektar atau 68.96% sebagai lahan kering. Menurut penggunaannya, sebagian besar lahan sawah beririgasi teknis dan hampir seluruhnya (46,18%) dapat ditanami dua kali dalam setahun, sebagian lagi berupa sawah tadah hujan (33,82%) yang di beberapa tempat dapat ditanami dua kali dalam setahun, serta 11,25% lahan sawah beririgasi setengah teknis dan sederhana. Lahan kering digunakan untuk bangunan seluas 35.985,00 hektar (40,73%), tegalan/kebun seluas 28.777,00 hektar (32,57%) serta hutan negara seluas 16.861,00 hektar (19,08%) dan sisanya digunakan untuk padang penggembalaan, tambak, kolam, tanaman kayu-kayuan, serta lahan yang sementara tidak diusahakan dan tanah lainnya. Wisata alam yang ada di kebumen antara lain sebagai berikut : 2 Pantai Ayah Pantai Ayah Kebumen dikenal juga sebagai pantai Logending Kebumen, dimana letak atau lokasi pantai Ayah ada di desa Ayah, kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen arah selatan sekitar 8 km dari Gua Jatijajar, atau sekitar 53 km dari kota Kebumen. Pantai Ayah atau pantai Logending merupakan salah satu obyek wisata pantai Kebumen yang memiliki keindahan alam sangat menawan dan ramai dikunjungi wisatawan dengan harga tiket masuk yang murah dan terjangkau, baik pada hari Minggu, hari libur, maupun saat tahun baru dan hari raya Idul Fitri (Lebaran). Selain kondisi pantai dan laut Logending yang indah dengan ombak besar sebagai ciri khas dari laut di kawasan selatan (Samudera Hindia), juga ditambah dengan kawasan hutan jati milik Perum Perhutani KPH Kedu Selatan. Kondisi strategis pantai Logending yang berada di antara samudra Indonesia dan hutan jati merupakan satu-satunya yang ada di Jawa Tengah. Selain itu, keindahan Pantai Logending (pantai Ayah) juga merupakan pantai nelayan (lahan TPI atau Tempat Pelelangan Ikan di Kebumen), ditambah dengan adanya bukit hutan jati dan muara sungai Bodo yang merupakan sungai pemiasah antara kabupeten Kebumen dengan Cilacap. Fasilitas atau wahana wisata di pantai Logending ini semakin lengkap dengan adanya perahu tempel. speed boot, dan perahu tradisional yang disediakan oleh nelayan yang bisa digunakan untuk menelusuri muara sungai Bodo. Kondisi air sungai Bodo yang tenang, rimbunan pohon payau di tepian sungai, serta lebatnya hutan jati, tentu saja akan menjadi pemandangan yang indah dan mempesona bagi wisatawan yang hendak wisata, plesiran, piknik, explore, tour, darmawisata atau karyawisata ke Kebumen. Arah jalan atau jalur untuk menuju ke lokasi pantai Ayah (Logending) cukup mudah yaitu jika dari arah Yogyakarta (arah timur) maka wisatawan cukup menempuh jalur selatan ke arah Gombong kemudian belok ke selatan ke arah kecamatan Ayah. Atau jika dari arah barat yaitu dari Purwokerto, maka tinggal ke timur menuju Gombong sampai pada gapura wisata di kanan jalan yang menunjukkan arah wisata ke Goa Jatijajar. Wisata pantai Ayah Kebumen dapat dikatakan sebagai pantai yang terlengkap di antara pantai lain di Kebumen karena diapit oleh dua bukit jati atau hutan wisata, pantai Ayah juga menjadi lahan kehidupan bagi para nelayan untuk menambang dan menjual ikan. Hutan wisata (hutan jati) di kawasan pantai Logending memiliki ketinggian 5 meter di atas permukaan air laut, suhu berkisar antara 24 – 34 derajat celcius, dan hutan wisata di pantai Ayah ini sangat cocok untuk dijadikan lahan kemah/petualangan alam oleh wisatawan. 3 Gambar Pantai Ayah 4 Pantai Menganti Pantai Menganti merupakan sebuah pantai yang berlokasi di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pantai ini merupakan salah satu pantai terindah di Jawa Tengah. Pasir pantainya yang berwarna putih serta terdapat panorama perbukitan juga tebing karst yang indah. Bentang alam berupa perbukitan memang sedikit menyulitkan untuk mengakses pantai ini. Sebelum mencapai pantai melalui jalan yang berlika-liku, meski demikian pemandangan tetap menakjubkan. Pegunungan karst yang indah berbukit kerucut, dan laut yang sesekali terlihat saat diatas jalan yang merayapi bukit [1] Pantai Menganti memiliki jajaran pohon kelapa khas pesisir pada umumnya. Pantai Menganti juga mempunyai tebing pantai raksasa yang tinggi dan besar di bagian barat yang dikenal dengan sebutan Tebing Bidadari. Suasana yang khas adalah perahu-perahu nelayan yang berjajar, pantai dengan pasir putih dengan banyak batu karang besar yang dapat digunakan untuk duduk sambil melepaskan pandangan ke arah samudera merupakan suatu kepuasan bagi pengunjung. Satu objek yang perlu dikunjungi saat sampai di pantai Menganti adalah menara mercusuar dan Tanjung Karangbata. Letaknya di timur – tenggara pantai Menganti. Di Tanjung Karangbata yang rindang ini akan melihat luasnya Samudera Hindia dan sebuah pulau karang. Disini juga disediakan gubuk-gubuk untuk berteduh dari terik matahari. Dari Tanjung Karangbata juga terlihat pantai lainnya seperti Pantai Karangbata dan pantai Peacron di sebelah timur. Jika musim penghujan tiba, tebing-tebing sebelah barat Pantai Menganti dihiasi empat air terjun yang mengucur dari ketinggian lebih dari 30 meter. Perbukitan akan menghijau menambah indah pantai ini. Pantai Menganti termasuk satu-satunya pantai berpasir putih di Jawa Tengah. Deburan ombak Pantai Menganti bisa digunakan untuk bermain surfing. Mitos dan Legenda Konon seorang panglima perang Majapahit melarikan diri ke pantai selatan karena hubungannya dengan kekasihnya tidak direstui oleh orangtuanya. Keduanya kemudian berjanji untuk bertemu di tepi samudera berpasir putih. Sepanjang hari sang panglima perang menunggu di atas bukit kapur namun sang kekasih tak juga datang. Sementara itu mitos warga sekitar adalah tak diperkenankan menggunakan baju berwarna hijau gadung. Hal tersebut erat kaitannya dengan Nyi Roro Kidul yang umum dipercayai oleh warga pantai selatan. [2] 5 Rute Pantai ini berlokasi kurang lebih 35 Km dari Kota Gombong dan 42 Km dari Kota Kebumen. Pantai Menganti bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Belum ada transportasi umum yang bisa menuju Pantai Menganti, karena wilayah pantai ini masih sulit dijangkau karena lokasinya yang berada di balik perbukitan karst dan hutan kawasan Kedu selatan serta jalannya yang cukup curam dan berkelok.Jika dari Kota Kebumen atau Gombong ambilah rute menuju ke Pantai Karanbolong. Kemudian terus melaju ke barat ke arah Cilacap hingga menemukan Desa Karangduwur. Jika dari Jakarta, Anda bisa naik kereta api ke arah Jogja lalu turun di Stasiun Gombong terlebih dahulu [3] Gambar Pantai Menganti 6 7 Goa Jatijajar . Selain terkenal dengan tempat wisata pantai, wisata alam, wisata kuliner, dan wisata air, di Kebumen juga terkenal sebagai daerah tujuan wisata goa di Jawa Tengah. Selain tempat wisata gua Petruk, di Kebumen ada yang lebih dulu terkenal dan dijadikan tempat wisata yaitu Goa Jatijajar. Tempat wisata Gua Jatijajar adalah sebuah tempat wisata berupa gua alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua Jatijajar ini terbentuk dari batu kapur, yang mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sekitar 250 meter, dengan lebar gua Jatijajar sekitar 15 meter, tinggi gua Jatijajar 12 meter, dan ketebalan langit-langit gua Jatijajar 10 meter, sedangkan ketinggian gua Jatijajar dari permukaan laut adalah 50 meter. Konon kabarnya bahwa sejarah Goa Jatijajar ini ditemukan oleh seorang petani yang memiliki tanah di atas Gua tersebut yang bernama Jayamenawi. Kisah penemuan Gua Jatijajar, berawal pada saat Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian dia jatuh ke sebuah lobang, setelah terbangun dari jatuhnya, dia melihat ke sekeliling, lalu melihat ke atas, dan ternyata di atas ada sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Gua tersebut. Lobang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada di bawahnya sekitar 24 meter. Pada mulanya pintu-pintu Gua masih tertutup oleh tanah, maka setelah tanah yang menutupi dibongkar dan dibuang untuk mencari pintu keluar, ketemulah pintu Gua yang sekarang digunakan sebagai pintu masuk Gua Jatijajar. Karena di depan pintu Gua tersebut ada 2 pohon jati yang besar dan tumbuh sejajar (bukan pohon Jenitri Kebumen), maka gua tersebut akhirnya diberi nama Gua Jatijajar. Sejarah goa Jatijajar menjadi obyek wisata adalah pada tahun 1975 Gua Jatijajar mulai dibangun dan dikembangkan menjadi Objek Wisata Kebumen. Dimana ide awal dari pengembangan Goa Jatijajar sebagai tempat wisata adalah Gubernur Jawa Tengah, Bapak Suparjo Rustam, dan pada waktu itu yang menjadi Bupati Kebumen adalah Bapak Supeno Suryodiprojo. Untuk melancarkan dan melaksanakan pengembangan Gua Jatijajar sebagai tempat wisata goa di Kebumen, ditunjuk langsung oleh Bapak Suparjo Rustam yaitu CV. AIS dari Yogyakarta, yang dipimpin oleh Bapak Saptoto yang berprofesi sebagai seorang seniman diorama terkenal di Indonesia. Sebelum dilakukan proyek pembangunan Jatijajar, terlebih dahulu Pemda Kebumen telah mengganti rugi tanah /pembebasan lahan penduduk yang terkena lokasi pembangunan Objek Wisata Gua Jatijajar, dengan luas lahan 5,5 hektar. Setelah Gua Jatijajar dibangun maka pengelolaan obyek wisata eksotis ini dipegang oleh Pemda Kebumen. Sejak Gua Jatijajar dibangun, di dalam Gua Jatijajar sudah ditambah dengan bangunan-bangunan seni antara lain: pemasangan lampu listrik sebagai penerangan, ornamen gua, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang masuk ke dalam Gua Jatijajar, serta pemasangan patung-patung atau diorama. 8 Mitos goa Jatijajar Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 (tujuh) sungai atau sendang, tetapi yang dapat dicapai dengan mudah hanya 4 (empat) sungai yaitu: Sungai Puser Bumi, Sungai Jombor, Sungai Mawar, dan Sungai Kantil. Mitos sendang Puser Bumi dan Jombor konon airnya mempunyai khasiat yang dapat digunakan sebagai perantara atau tuah untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan mitos sendang Mawar konon airnya jika untuk mandi atau mencuci muka, maka mempunyai khasiat bisa awet muda.Sedangkan mitos sendag Kanthil jika airnya untuk cuci muka atau mandi, maka niat dan cita-citanya akan mudah tercapai. Pada saat ini yang telah dibangun baru sendang Mawar dan sendang Kanthil, sedangkan sendang Jombor dan sendang Puser Bumi masih alami dan masih belum ada penerangan serta lokasinya sangat licin. Di dalam Gua Jatijajar banyak terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara Stalagtit dengan Stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah ber-reaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Menurut penelitian para ahli, proses pembentukan Stalagtit itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun terbentuknya Stalagtit paling tebal hanya setebal 1 (satu) cm saja. Oleh sebab itu Gua Jatijajar termasuk salah satu gua kapur tertua di dunia. Batu – batuan yang ada di Gua Jatijajar merupakan batuan yang sudah sangat tua, karena umur yang sudah tua sekali itu, maka di depan Gua Jatijajar dibangun sebuah patung binatang purba Dinosaurus sebagai simbol objek Wisata Gua Jatijajar, dari mulut patung itu keluar air dari Sendang Kanthil dan sendang Mawar, yang sepanjang tahun belum pernah kering. Sedangkan air yang keluar dari patung Dinosaurus tersebut dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai pengairan sawah desa Jatijajar dan sekitarnya. Lokasi obyek wisata eksotis Goa Jatijajar adalah di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar 8 km dari Gombong. Arah dari timur untuk menuju goa Jatijajar adalah dari kota Gombong ke barat terus sampai ada gapura penunjuk di kiri jalan, terus belok ke selatan. 9 Gambar Goa Jatijajar 10 11 Benteng Van Der Wijck TEMPO Interaktif, Kebumen - Kereta mini tua warna hitam itu berderit, menjerit. Perlahan kemudian bergerak gontai, lalu berjalan memutar mengelilingi benteng yang tampak menyala sewarna darah. Itulah benteng Van Der Wijck yang akan dijadikan lokasi syuting film karya Garin Nugroho teranyar, Soegijo Pranoto. Terletak di Kota Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, benteng ini memang tampak istimewa, berbeda dengan yang lain. Benteng peninggalan Belanda itu diperkirakan dibangun pada 1827 oleh arsitek Islam. Bentuknya segi delapan, mirip Masjidil Haram. Jika dilihat dengan kompas Islam, pintu benteng tepat menghadap ke arah kiblat. "Di dunia hanya ada dua benteng segi delapan. Satunya ada di Australia," kata Herwin Kunadi, General Manager PT Indopower, yang juga pengelola benteng itu, Sabtu 3 Desember 2011. 12 Herwin bersama ayahnya, Subono Herman Kunadi, menyulap benteng itu menjadi tempat wisata sejarah yang nyaman dan menyenangkan. Padahal sebelumnya kawasan itu dikenal sebagai sarang dhemit atau roh halus. Banyak kisah horor melekat di benteng itu, seperti pemerkosaan, pembunuhan, dan tempat gantung diri. "Renovasi dimulai 1999 atas izin TNI," kata dia. Benteng setinggi 10 meter, setebal 1,4 meter, dan seluas 7.168 meter persegi itu dibangun dua lantai. Lantai pertama mempunyai empat pintu gerbang. Di dalamnya terdapat 16 ruangan besar dan 27 ruangan kecil. Juga ada 72 jendela dan delapan tangga untuk menuju lantai dua, yang memiliki 16 ruangan besar dan 25 ruangan besar. "Uniknya, meski lantai satu dan dua mempunyai keliling sama, bila berjalan mengelilingi lantai satu lebih lama 15 menit dibanding jika berjalan di lantai dua," ujar Herwin. Yang jelas benteng itu memiliki sejarah panjang. Dana Sumarto, 82 tahun, pensiunan telik sandi Tentara Rakyat Indonesia, mengatakan Van Der Wijck dibangun saat perang Diponegoro dengan cara kerja paksa. "Ada kaitannya dengan politik benteng stelsel, yang digunakan Belanda untuk mempersempit gerak Pangeran Diponegoro," kata dia. Selain sebagai markas pertahanan Belanda, benteng itu digunakan Belanda untuk pendidikan militer. Mantan Presiden Soeharto, saat masuk KNIL atau het Koninklijke Nederlands Indische Leger, juga dilatih di situ. "Saat Jepang masuk, lagi-lagi benteng ini untuk melatih PETA," kata Sumarto. Kini Van Der Wijck menjadi tempat wisata keluarga. Ada kolam renang, tempat bermain anak, kereta api di atas benteng, hotel, dan pergelaran musik. "Tiket masuknya hanya lima ribu rupiah pada hari biasa, dan enam ribu rupiah pada hari libur," kata Anindarwati, manajer pemasaran Van Der Wijck. 13 Gambar Benteng Van Der Wijck 14 15 Gunung Pranji Bukit Pranji menjulang cukup tinggi di antara perbukitan di Desa Watulawang dan Desa Pengaringan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Dari puncaknya, terlihat bentang alam yang sangat mempesona. Bahkan jika tidak ada kabut atau awan, puncak kembar Gunung Sumbing dan Sindoro yang berada nun jauh di sana, bisaterlihat sangat indah bersama terbitnya fajar. Bukit Pranji bisa dicapai dari Desa Watulawang maupun dari Desa Pengaringan. Di hari libur, Bukit Pranji menjadi tujuan hiking anak-anak sekolah. Beberapa pelancong lokal juga datang ke sana. Mereka datang mengunakan sepeda motor hingga di bawah puncak bukit. Sepeda motor kemudian dititipkan di rumah penduduk. Setelah itu, harus sedikitbersusah payah mendaki bukit dengan jalan kaki. Bahkan menurut Dodo (40) warga Dukuh Pranji Desa Pengaringan, beberapa pelancong sengaja datang ke Bukit Pranji pada malam hari. Mereka menginap dengan membuat tenda dengan tujuan agar bisa menikmati indahnya puncak Gunung Sumbing dan Sindoro bersama terbitnya fajar dari puncak Bukit Pranji. Hanya saja, Bukit Pranji yang mulai ramai dalam 3 tahun terakhir ini, terkadang ternodai oleh pasangan muda mudi yang berbuat mesum. "Jika kebetulan kepergok warga, pasti diberi peringatan dan disuruh pulang. Namun warga tidak bisa setiap saat mengawasi karena Bukit Pranji cukup luas,rimbun, dan jauh dari permukiman penduduk," jelas Dodo yang beberapa kali memergoki pasangan mesum dan menemukan kondom yang sudah pakai. (Suk/krjogja) Gambar Gunung Pranji 16 17 Pantai Lembu Purwo – Kebumen adalah sebuah kota kecil yang berada di Propinsi Jawa Tengah, dan berdekatan dengan kota Yogyakarta yang banyak terdapat tempat wisatanya. Hal itu menjadikan Kota Kebumen ini hanya sebagai akses lewat pengunjung yang melancong dari Pulau Jawa bagian barat. Ternyata Kota Kebumen memiliki destinasi wisata yang sangat indah untuk dikunjungi. Sebuah pantai dengan nama Pantai Lembupurwo yang merupakan bagian dari gugusan pantai selatan. Pantai Lembupurwo masih cukup perawan dan tidak perlu membayar retribusi untuk masuk ke sana. Pokoknya bebas. Pemandangan di sana cukup bagus. Kita akan melewati daerah perkebunan yang ditanami melinjo, jagung, cabe, kelapa, jambu mete, dan juga semangka. Setelah itu medan mulai berganti dengan gunungan pasir sekitar 50 meter. Cukup panas juga ketika matahari bersinar terik, untuk itu jika ke sana siang hari saya sarankan untuk membawa payung. Medan gunungan pasir selesai, kita akan turun melewati segara anakan sebelum akhirnya sampai di tepi pantai. Segara anakan ini seperti danau kecil yang terbentuk ketika air pasang. Di sana banyak ikan-ikan kecil, kepiting dan aneka kerang. Karena dangkal, banyak yang sering mandi di situ ketika selesai berenang di laut dan ada beberapa kapal wisata yang dapat mengantarkan kita berkeliling danau. Di sini tidak perlu takut kepanasan karena di sepanjang segara anakan telah dijadikan area konservasi cemara udang oleh KKN UGM Yogyakarta sejak tahun 2007/2008 lalu. Selain itu kini juga mulai ditanami tanaman bakau. Menginjak pantainya, kita akan disambut pasir hitam bersih yang cukup luas dan dengan garis pantai yang panjang dari ujung timur hingga ujung barat. Lautnya bersih, berwarna biru dan berombak besar. Jika kita berjalan terus ke timur nantinya kita akan bertemu dengan muara sungai Gentan. Biasanya jika di hari libur, seperti hari minggu atau hari raya, pantai ini selalu ramai dan ada beberapa pedagang yang akan berjualan di tepi pantai di gubuk-gubuk kecil. Tempe mendoannya tak perlu diragukan lagi rasanya, apalagi jika masih hangat. Ada juga rempeyek undur-undur (binatang sejenis crustacea, rasanya agak mirip udang) yang khas. 18 Gambar Pantai Lembu Purwo 19 20 Pantai Petanahan Pantai Petanahan Kebumen merupakan pantai pertama yang saya kunjungi di wilayah ini, setelah sebelumnya berkunjung ke Makam Syekh Anom Sida Karsa yang berjarak sekitar 6 km dari pantai ini. Meskipun keduanya ada di wilayah kecamatan yang sama, namun kami sempat bertanya arah di sebuah perempatan yang di salah satu pojokannya terdapat dua buah arca Dwarapala berukuran besar. Memasuki area Pantai Petanahan terlihat ada bundaran kecil dan kami mengambil jalan lurus, yang tak lama kemudian terlihat sebuah tugu berkaki empat menjulang tinggi, dikelilingi empat tembok siku pendek dengan dinding menurun landai. Pada tengah kaki tugu terdapat tengara tulisan yang berbunyi “YONTARLAT ELANG, LA… TARDANUS XX/III 2007, … BUMEN 2007”. Tanda titik-titik itu saya tambahkan karena merupakan huruf-huruf yang telah hilang. Di dasar tugu terdapat prasasti dengan tulisan yang berbunyi “Monumen Peringatan Dini Tsunami, Kabupaten Kebumen, Diresmikan tanggal 5 September 2007, oleh, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs. H. Ali Mufiz MPA”. Tanda koma saya tambahkan untuk menandai pergantian baris pada prasasti. Setelah kejadian tsunami yang meluluhlantakkan pantai Selatan Pulau Jawa pada 2006, rupanya pemerintah daerah Kebumen telah melakukan sejumlah langkah untuk menghadapi bahaya mematikan yang datang dari arah laut ini. Dari tugu kami mengambil jalan ke arah kiri, dan membayar tiket masuk Rp. 3.500 di pos jaga sederhana yang dijaga seorang pria. Sesaat kemudian kami sampai di tempat parkir kendaraan yang cukup luas, yang di tengahnya terdapat beberapa buah bangunan permanen kecil beratap genteng, berdinding separuh. Tak jelas apakah bangunan ini dimaksudkan sebagai tempat berjualan atau tempat berteduh. Namun karena sekelilingnya tanah berpasir gersang, maka menjadi tak menarik sama sekali untuk duduk di sana. 21 Seorang pria tengah berdiri sendirian di bibir pantai dengan memegang joran atau tongkat pancing. Entah ikan macam apa yang bisa dipancingnya di tepi laut dengan gelombang cukup dahsyat dan terus menerus berkejaran menghajar pantai ini. Posisi berdiri orang itu cukup jauh dari batas atas gelombang yang ditandai dengan warna coklat tua dari pasir yang basah. Tak banyak orang yang berkunjung ke pantai saat itu, atau tepatnya sangat sedikit, karena memang bukan akhir pekan. Orang yang berada di tepian pantai masih bisa dihitung dengan jari tangan, namun ada cukup banyak yang terlihat duduk-duduk diantara rimbun Pohon Cemara Udang yang keberadaannya benar-benar sangat menolong pejalan, menjadikan pantai ini lebih layak kunjung. Bentang Pantai Petanahan Kebumen ini terlihat sangat panjang dengan bibir pantai berlekuk, yang mungkin terbentuk karena hempasan ombak ke tepi pantai yang berbeda-beda tingkat kekuatannya yang terjadi dalam waktu sangat lama. Saat itu tak terlihat sampah yang mengganggu mata, suatu hal yang baik. Entahlah jika banyak pengunjung datang apakah mereka bisa disiplin, dan juga tersedia tempat sampah yang memadai. Saat itu sudah sekitar jam 10 jelang siang, karenanya tepian pantai menjadi tidak begitu nyaman lagi karena panas matahari yang kering, sehingga sejumlah pengunjung tampak lebih memilih duduk-duduk di bawah rindang Pohon Cemara Udang yang mulai ditanam di tempat ini setahun setelah kejadian tsunami. 22 Sebuah perahu yang kondisinya masih sangat baik tampak diparkir dengan terbalik cukup jauh dari bibir pantai. Banyak perahu lainnya juga diletakkan di area yang lebih tinggi dari bibir pantai. Saya juga sempat melihat ada jaring ikan dalam kondisi sangat bagus yang digeletakkan di samping perahu dengan begitu saja. Sebuah indikasi keamanan yang bagus. Pantai Petanahan memang memiliki tebing rendah setinggi sekitar satu meter yang memisahkan daerah bibir pantai dengan tempat dimana ada warung terbuka diantara rindang pohon-pohon Cemara Udang. Di salah satu warung terbuka diantara pepohonan itu saya akhirnya tak tahan juga untuk tidak memesan sebutir kelapa muda yang warna hijau serta bentuknya terlihat sangat menggoda. Ketika sedang duduk di warung itu datang seorang wanita sepuh bercaping menawarkan jajanan yang diletakkanya di atas tampah, sementara di tangan kanannya menjinjing tas anyaman. Saya membeli kacang rebus dua ukuran cangkir darinya. Ibu bernama Ratiyem berparaban Sempret itu usianya 80 tahun, dan sudah mempunyai 2 canggah, namun ia sama sekali tak mengeluh karena masih harus berjualan seperti itu. Sebuah pertemuan dan percakapan pendek yang membuat saya sempat merenung. Sebuah menara pengawas dari kayu menjadi salah satu titik menarik yang ada di tepian pantai. Sayang saya tak melihat ada tangga untuk menuju ke atas sana. Mungkin tangganya hanya dipasang pada waktu akhir pekan saja. Perhatikan tebing pendek yang ada di bawah menara, yang saya kira merupakan batas hempasan ombak ketika air laut tengah pasang. 23 Ada hal menarik yang berlangsung selama beberapa waktu di tepian Pantai Petanahan ini. Dua orang dewasa tampak memapah seorang pria tua, membuat galian di pasir, dan si pria tua kemudian masuk ke dalam lubang pasir setinggi pinggang itu. Tampaknya si bapak memiliki masalah dengan kesehatan, dan sedang melakukan ritual untuk ngalap berkah Ratu Kidul bagi kesehatannya. Mungkin ia lebih baik belajar saja dari Ratiyem yang ngalap berkah dengan berjualan berpanas-panas dan berjalan berkilo-kilo di sepanjang pantai. Beberapa saat kemudian kami kembali ke kendaraan dan menyusur jalan dari parkiran menuju arah ke Barat melewati hutan Cemara Udang yang disebut Hutan Wanagama III dengan luas mencapai 600 hektar. Hutan ini hasil kerja bareng antara Kementerian Kehutanan, Pemda Kebumen serta Fakultas Kehutanan UGM, yang pengerjaanya dimulai pada 2007 dan diresmikan pada 18 Desember 2010. Sebelumnya, Hutan Wanagama I dibuat pertama kali di Gunungkidul, menyusul kemudian dibuat Hutana Wanagama II di Jambi. Di ujung jalan terdapat sebuah bangunan permanen berbentuk L dengan atap sebagian seng sebagian genteng yang disebut sebagai petilasan Pandan Kuning. Agak ke depan terdapat sebuah sumur, yang terlihat kering di bawah sana ketika saya menengok ke dalam lubangnya. Pintu terkunci, dan tak ada orang di sana. Keberadaan petilasan ini saya ketahui sebelumnya dari penjaga pos ketika membayar tiket. Petilasan yang dikeramatkan dan menjadi tempet tirakat orang-orang yang masih percaya mistik untuk mendapatkan keinginannya ini terkait kisah seorang wanita bernama Sulastri, anak Citro Kusumo Bupati Pucang Kembar, yang menjadi rebutan dua pria. Namun si wanita akhirnya menikah dengan lelaki pilihan hatinya yang bernama Raden Sujono, anak Demang Wonokusumo. Pada sebuah kesempatan, pesaingnya yang bernama Joko Puring berhasil menculik Sulastri dan disekap di sekitar Pantai Petanahan (dulu bernama Pantai Karanggadung). Akan tetapi Sulastri tetap setia pada suami yang akhirnya bisa membebaskannya. Warna pandan yang digunakan untuk mengikat Sulsatri konon berubah menjadi kuning ketika dilepaskan oleh suaminya. 24 Pantai Karangbolong Pantai Karangbolong Kebumen Pantai Karangbolong Kebumen tepatnya masuk wilayah Kabupaten Kebumen Kecamatan Buayan. Memang pantainya masih alami, Pantai Karangbolong terletak lebih kurang 18 km arah selatan dari kota Gombong atau 39 km arah barat daya dari kota Kebumen. Pantainya merupakan pantai landai berpasir yang cukup luas, dibatasi oleh perbukitan yang disusun oleh batuan sedimen klastik asal gunung api. Pasirnya berwarna kelabu yang berukuran halus-kasar bersumber dari batuan-batuan tersebut. Sapuan ombak besar yang membentur dinding perbukitan menghasilkan energi yang cukup untuk mengikis, mengangkut, dan mengendapkan kembali butiran-butiran batuan. Derajat pelapukan yang tinggi di kawasan ini mempercepat proses abrasi. Singkapan breksi lahar yang berada di pinggir pantai mengalami pengikisan, menghasilkan bentukan abrasi yang lucu. Namun demikian, Pantai Karangbolong mempunyai potensi membentuk arus balik yang kuat, sehingga merupakan kawasan yang berbahaya untuk berenang. Selain pantainya, Karangbolong juga mempunyai sebuah gua bernama Gua Karangbolong, berupa lubang besar terbentuk pada lapisan breksi lahar yang terkekarkan. Gua Karangbolong ini berukuran panjang 30 m, lebar 10 m dan tinggi 5 m. Breksi formasi atau antara 30-15 juta tahun, tersingkap bersama-sama dengan sisipan batu pasir dan batu lempung. Pembentukan gua Karangbolong dipengaruhi oleh peruntuhan yang terjadi di sepanjang batas bidang perlapisan antara breksi dengan batu pasir atau batu lempung. Lubang peruntuhan akan semakin besar karena lapisan batuan yang menggantung di atap lubang selalu runtuh akibat beratnya. Proses itu juga dipicu oleh kekar-kekar yang ada, yang kehadirannya memperlemah daya ikat antar komponen batuan. Proses pembentukan gua teramati baik di ujung timur dan selatan gua Karangbolong, dimana pada skala kecil terjadi peruntuhan batuan di sepanjang batas lapisan yang berbeda. Karena bukan gua batu gamping, maka di dalam gua Karangbolong tidak dijumpai ornamen. Kawasan ini terkenal dengan sarang burung waletnya, yang merupakan komoditi andalan Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen. Burung-burung kecil pemakan serangga itu tinggal di dalam lubang, ceruk, atau gua-gua breksi di sepanjang dinding terjal yang berbatasan langsung dengan laut. 25 Sulitnya memvisualisasikan proses pengambilan sarang burung secara tradisional mendasari ide pembuatan miniatur cara pemanenan di atas gua Karangbolong. Pengambilan sarang burung yang dilakukan 4 kali dalam setahun didahului dengan serangkaian prosesi adat dan pertunjukan kesenian daerah. Pantai Karangbolong menjanjikan pemandangan pantai yang lain, karena selain dapat menyaksikan deburan ombak yang setiap saat menghantam batu-batu karang, wisatawan juga dapat melihat gua-gua yang terdapat di lokasi itu. Untuk menyaksikan panorama laut, wisatawan dapat memilih beberapa tempat. Wisatawan dapat duduk di atas batu karang, di bibir pantai, atau melalui gardu pandang (selter). Di Pantai Karangbolong Wisatawan dapat melihat deburan ombak yang menghantam batu karang dan menyaksikan pertemuan air sungai dengan air laut di tempat itu.Tidak jauh dari bibir pantai, banyak terdapat pohon kelapa yang siap melindungi wisatawan dari sengatan matahari di waktu panas. Di lokasi pantai juga terdapat sebuah gua tiruan, atau lebih dikenal dengan sebutan Gua Petunjuk. Dinamakan Gua Petunjuk/ contoh , dikarenakan dari gua ini para pengunduh sarang burung mencoba merakit cara masuk ke dalam gua yang ada sarang burungnya. Menurut para pengunduh sarang burung, gua tiruan ini memang mirip dengan gua asli yang menyimpan emas putih (sarang burung lawet) yang dapat digunakan untuk obat dan campuran makanan.Obyek Untuk dapat mengunjungi pantai Karangbolong, wisatawan dapat menempuh jalan aspal dengan nyaman dari arah kota Gombong ke selatan yang berjarak lebih kurang 18 km dengan waktu tempuh lebih kurang 30 menit menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Angkutan umum yang melayani trayek Gombong-Karangbolong bolak-balik juga cukup tersedia.Selain dari arah kota Gombong, pantai ini juga dapat dilalui melalui jalur selatan Mirit-Buluspesantren-Petanahan-Puring. Dari Kecamatan Puring terus menuju ke barat lebih kurang 10 km. Mulai dari Kecamatan Puring, wisatawan dapat menyusuri jalan yang kanan kirinya berupa pagar daun pandan. Sesampainya di Desa Karangmangu terdapat sebuah jembatan megah di atas sungai Suwuk, yang menghubungkan dengan Desa Karangbolong.Bila wisatawan menggunakan akses perjalanan dari Puring ke arah barat, begitu masuk Desa Karangmangu langsung dapat menyaksikan pantai dan gua tiruan, sedangkan kalau melalui Gombong ke selatan, pertama kali masuk lokasi Pantai Karangbolong, wisatawan akan menyaksikan langsung sebuah patung pengunduh sarang burung yang gagah perkasa. Sebelah timurnya terlihat pesanggrahan Nyi Rorokidul. Baru setelah melewati pintu retribusi dan melalui perjalanan kurang lebih 300 meter wisatawan dapat langsung melihat Pantai Karangbolong dan Gua Karangbolong Tiruannya. Dari bibir pantai terlihat dengan jelas pegunungan seribu yang menjorok sampai laut dan beberapa perahu nelayan terlihat dengan jelas di arah Samudera Hindia 26 Gambar Pantai Karangbolong 27 Masjid Saka Tunggal Di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor terdapat sebuah masjid yang dipercaya merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Kebumen. Masjid ini didirikan pada tahun 1722 oleh Bupati Kendurean, putra Adipati Mangkuprojo, seorang Wrongko Dalem Keraton Kartosuro. Karena saka guru masjid hanya satu, masjid ini dikenal dengan sebutan Masjid Saka Tunggal. Sejarah Masjid Saka Tunggal tak bisa dilepaskan dari sosok Adipati Mangkuprojo. Pada era 1700, Adipati Mangkuprojo merupakan tokoh yang gigih melawan penjajah. Karena terdesak dia melarikan diri dan memilih bergerilya di daerah Pekuncen. Maklum daerah itu merupakan daerah Keputihan. Selain bergerilya, Adipati Mangkuprojo juga giat syiar Islam. Kisah yang disampaikan oleh KH Abujamhari, sesepuh Desa Pekuncen, pada tahun 1719 Adipati Mangkuprojo wafat. 28 Sebelum meninggal, dia berwasiat pada putranya untuk dimakamkan di Pekuncen. Memeringati 1.000 hari meninggalnya Adipati didirikanlah masjid tersebut. Konon, kerangka masjid disusun di Keraton Kartosuro, kemudian baru dibawa ke Pekuncen dengan berjalan kaki. Kerangka masjid terdiri dari satu batang saka dan empat buah danyang atau skur. Kerangka tersebut dibawa dari Keraton Kartosuro menuju Pekuncen dengan berjalan kaki. Ya, masjid ini memiliki keunikan tersendiri. Umumnya masjid biasanya ditopang oleh empat saka sebagai penyangga utama bangunan. Namun sesuai namanya maka masjid ini hanya ditopang oleh satu saka saja. Saka tunggal sebagai penopang utama bangunan ini berbentuk segi empat dengan ukuran 30 x 30 cm. Saka setinggi sekitar empat meter tingginya. Di ujung atas soko tersebut terdapat empat batang kayu melintang sebagai penyangga utama bangunan masjid tersebut. Di tengah-tengah saka terdapat empat skur untuk membantu menyangga kayu-kayu yang ada di atasnya. Kayu yang digunakan sebagai soko tersebut merupakan kayu jati pilihan. Kecuali saka tunggal dan skur tersebut, banguan lain di masjid tersebut telah direnovasi. Pada awal pendirian, atap masjid dibuat menggunakan ijuk dan dindingnya menggunakan tabak bambu. Kurang lebih seabad kemudian yakni tahun 1822 dilaksanakan rehab bangunan atap yang semula ijuk diganti dengan atap genteng. Tetapi dindingnya masih menggunakan tabak bambu. Baru pada tahun 1922, dinding bambu diganti dengan bangunan tembok batu bata. Bangunan masjid tersebut saat ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi. Saka tunggal mengandung filosofi yang dalam. Menurut imam Masjid Saka Tunggal, M Jafar yang tidak lain adik kandung Abujamhari, saka tunggal melambangkan keesaan Allah SWT sebagai sang pencipta tunggal alam semesta. Makna tunggal tersebut diejawantahkan dengan memaknai masjid soko tunggal tersebut sebagai tempat untuk meyakini bahwa Allah itu Tunggal atau Esa. 29 Gambar Masjid Saka Tunggal 30 31 Gua Petruk Kebumen adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki cukup banyak tempat wisata. Tempat wisata Kebumen tersebar di berbagai wilayah Kebumen, baik itu yang berupa tempat wisata darat, tempat wisata bangunan atau museum, tempat wisata goa, tempat wisata tanah tinggi, tempat wisata laut, outbound, maupun tempat wisata air tawar, arum jeram, pemandian air hangat, dan juga waduk. Goa Petruk adalah salah satu tempat wisata Kebumen yang berupa goa, selain goa Jatijajar. Lokasi goa Petruk berada di dusun Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen, atau sekitar 4,5 km dari goa Jatijajar (Gombong) menuju ke arah selatan. Banyak warga Kebumen dan luar Kebumen yang telah mendengar wisata Goa Petruk, tetapi masih enggan untuk mengunjungi obyek wisata goa Petruk tersebut. Karena untuk masuk Goa Petruk ini diperlukan persiapan yang cukup, seperti medan atau jalan menuju lokasi Goa Petruk yang lumayan berliku, kemudian juga ketika sampai ke kawasan wisata Goa Petruk, sebelum sampai ke Goa Petruk kita harus manjat atau mendaki dulu melalui tangga semen (undak-undakan) yang cukup jauh dan tinggi. Tetapi sebenarnya perjalanan tersebut cukup bagus dan sehat untuk sekalian berolahraga sambil menikmati hutan di sekeliling wilayah Goa Petruk. Goa Petruk Kebumen belum maksimal dalam pengelolaanbya oleh Dinas Pariwisata dan Pemkab Kebumen sebagi obyek wisata alam di Kebumen. Padahal Goa Petruk ini menurut pendapat Doktor Koo (pakar Goa dari luar negeri) merupakan Goa terindah di Indonesia atau bahkan di Asia. Untuk itu, pakar Goa ini meminta pada Pemda Kebumen, agar Gua tersebut tetap dijaga kealamiannya. Bahkan, untuk diterangi dengan listrik, juga tak diperkenankan. Namun pengunjung atau wisatawan goa Petruk tidak perlu khawatir, karena di situ tersedia Gaet / Pemandu Wisata Gua Petruk yang selalu siap mengantar disertai dengan peralatan lampu yang memadai. Goa Petruk ini sebetulnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Bagian pertama / di lantai I hanya terdapat kelelawar, bagian kedua adalah lokasi disebut Goa Semar, serta bagian terakhir adalah lokasi yang di sebut Goa Petruk karena dulu disitu ada batu mancung yang mirip dengan hidung Petruk. Selain keindahan batu dan juga suasana khas sebuah goa pada umumnya, di Goa Petruk juga terdapat danau atau sendang, yang mana untuk masuk ke lokasi harus didampingi gaet dan ada juga lokasi di dalam goa yang untuk menjangkaunya harus dengan menyelam terlebih dulu. Kondisi dalam Goa Petruk memperlihatkan pemandangan stalaktit dan stalakmit, aneka bebatuan yang cukup indah dan mempesona, dengan bermacam bentuk dan jenis batuan, seperti batu payudara/susu, batu pelangi, dan seterusnya. Demikian informasi wisata Kebumen tentang Goa Petruk, semoga bermanfaat 32 Gambar Gua Petruk 33 34 Arum jeran Padegolan Arung Jeram Padegolan terletak di kawasan Waduk Wadas Lintang, Kecamatan Prembun, Kebumen. Starting point di desa Sendang Dalem dan finish di Bendungan Pejengkolan . Bagi anda yang pernah rafting di citarik, citatih ataupun pekalen arung jeram Padegolan mungkin kurang menantang, panjangnya hanya 7 km dengan Jeram Putih sebagai jeram terbesar di Sungai Padegolan). Sungai Padegolan yang terletak di kawasan Waduk Wadas Lintang, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen. Start point Sungai Padegolan yang terletak di Desa Sendang Dalem, memasuki area kompleks Gedung Sentral PLTA Wadas Lintang. Dengan Panjang sungai sekitar 7km range sungai yang cukup pendek untuk diarungi. Banyak cara untuk menuju daerah Wadas Lintang dengan perjalanan 2 jam dari Wonosobo atau Magelang dan juga bisa ditempuh juga dari Purworejo maupun Kutoarjo dengan 1,5 jam. Sungai ini sangatlah menarik dengan hiasan air jernih bak kolam renang yang kebiru-biruan, buah hasil dari pembuangan waduk Wadas Lintang, dan memang terkadang penampilan tidak selalu mengambarkan bau yang menarik (akibat tambak yang jumlahnya luar biasa, endapan kotoran dari pakan ikan menyebabkan air dari sungai maupun waduk Wadas Lintang kurang bagus untuk dikonsumsi karena bau yang tidak sedap). 35 Dengan dikesampingkannya masalah diatas, sungai ini adalah sungai yang cukup menarik untuk diarungi dengan 5km yang berjeram dan 2km tanpa ujung flat water (tentunya sebagai latihan tambahan). Perizinan ke pihak PLTA dan keamanan Waduk Wadas Lintang adalah sesuatu yang sangat penting untuk melakukan pengarungan disini selain seperti biasanya kepada polisi setempat. Merupakan SOP (Standart Operational Procedure), yang harus diterapkan oleh para hobbies dimanapun anda akan menikmati alam dengan bijaksana.Yang didapat adalah pelayanan yang ramah, ceramah sehat, singkong rebus, teh panas, pingpong bersama satpam PLTA dan ijin untuk camping di pinggir jalan. Layaknya mengarungi sungai di luar negeri selain airnya yang jernih dan mempunyai jeram-jeram yang sangat menarik, pemandangan disekitar sungai menyajikan suasana yang berbeda dan khas, asalkan buangan air dari PLTA Wadas Lintang mencapai minimal 20m3/ s, anda dapat mengarungi sungai ini dengan nyaman, karena kalau dibawah standar itu pastilah yang tersuguhkan hanyalah bongkahan-bongkahan batu yang kurang recommended untuk diarungi. Karakteristik pingiran sungai yang dihiasi dengan rangkaian batuan besar, penyempitan, rumput-rumput Kalanjana yang tajam membuatscouting menjadi hal yang perlu digaris bawahi. Jernihnya air sungai bak air mineral yang mengalir membuat dasar sungai kelihatan dengan detailnya. Dan salah satu maskot sungai ini selain Jeram L dan Jeram Panjang adalah Jeram Putih (terbesar di Sungai Padegolan), yang memang dihiasi begitu banyak stopper (bentukan yang menghalangi laju arus air, biasanya adalah batu). Jeram yang banyak dihiasi drop kecil menciptakan terbentuknya riversal (arus balik). Warnanya yang putih sebagai akibat buih yang dihasilkan oleh riversal tersebut, kadang menjadi penipu ulung bagi yang lengah. 36 PENUTUP Demikianlah makalah yang kami buat semoga bermanfaat bagi orang yang membacanya dan menambah wawasan bagi orang yang membaca makalah ini. Dan penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat yang tidak jelas, mengerti, dan lugas mohon jangan dimasukan ke dalam hati. Dan kami juga sangat mengharapkan yang membaca makalah ini akan bertambah motivasinya dan mengapai cita-cita yang di inginkan, karena saya membuat makalah ini mempunyai arti penting yang sangat mendalam. Sekian penutup dari kami semoga berkenan di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. 37

Report
DISUSUN OLEH :
RENI PUSPITA SARI
X PEMASARAN 2
SMK NEGERI 2 PURWOREJO
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah subhanahuwata’ala,karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan electronic book (Buku Elektronik/Digital) dengan
sebaik mungkin. Dibuatnya elektronik buku ini yaitu dalam rangka untuk memenuhi tugas mata
pelajaran Simulasi Digital yang diberikan oleh Yth.Bapak Eka Sukatari Dalam e-book ini banyak
dijelaskan mengenai tempat wisata alam di kebumen . Semoga buku digital yang kami buat,dapat
bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.
Salam serta rasa terimakasih kami ucapkan pula untuk pihak-pihak yang terkait dalam
penyeselesain e-book ini,sehingga kami dapat menciptakan sebuah electronic book sebaik
mungkin. E-Book ini merupakan suatu karya kami yang masih belum sempurna,untuk itu kami
mengucapkan mohon maaf apabila masih banyak kekurangan yang terdapat dalam buku digital
ini baik berupa perkataan maupun penyampaian materi yang kurang berkenan. Untuk itu,kritik
dan saran sangat kami harapkan untuk menyempurnakan tugas ini.
Wassalamualaikum wr.wb
Purworejo, April 2016
Penulis
Reni Puspita Sari
Daftar Isi :
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.
L.
M.
N.
DAFTAR ISI …………………………………………………………………1
SEJARAH KOTA KEBUMEN……………………………………………....2
WISATA PANTAI AYAH …………………………………………………..3
WISATA PANTAI MENGANTI…………………………………………….5
WISATA GOA JATI JAJAR…………………………………………………8
WISATA BENTENG VAN DER WIJCK…………………………………..12
WISATA GUNUNG PRANJI………………………………………………16.
WISATA PANTAI LEMBU PURWO………………………………………18
WISATA PANTAI PETANAHAN………………………………………….21
WISATA PANTAI KARANG BOLONG…………………………………..25
WISATA MASJID SAKA TUNGGAL……………………………………..28
WISATA GUA PETRUK……………………………………………………32
WIASATA ARUNG JERAN PADEGOLAN……………………………….35
PENUTUP……………………………………………………………………37
1
Kota Kebumen
Kabupaten Kebumen Kabupaten Kebumen, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.
Ibukotanya adalah Kebumen. Perbatasan Utara : Kabupaten Banjarnegara Selatan : Samudra
Hindia Barat : Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap Timur : Kabupaten Wonosobo dan
Kabupaten Purworejo Geografi Secara geografis Kabupaten Kebumen terletak pada 7°27' - 7°50'
Lintang Selatan dan 109°22' - 109°50' Bujur Timur. Bagian selatan Kabupaten Kebumen
merupakan dataran rendah, sedang pada bagian utara berupa pegunungan, yang merupakan
bagian dari rangkaian Pegunungan Serayu. Di selatan daerah Gombong, terdapat rangkaian
pegunungan kapur, yang membujur hingga pantai selatan. Daerah ini terdapat sejumlah gua
dengan stalagtit dan stalagmit. Luas Wilayah dan Penggunaan Kabupaten Kebumen mempunyai
luas wilayah sebesar 128.111,50 ha atau 1.281,11 km² dengan kondisi beberapa wilayah
merupakan daerah pantai dan pegunungan, namun sebagian besar merupakan dataran rendah.
Dari luas wilayah Kabupaten Kebumen, tercatat 39.768,00 hektar atau sekitar 31,04% sebagai
lahan sawah dan 88,343.50 hektar atau 68.96% sebagai lahan kering. Menurut penggunaannya,
sebagian besar lahan sawah beririgasi teknis dan hampir seluruhnya (46,18%) dapat ditanami dua
kali dalam setahun, sebagian lagi berupa sawah tadah hujan (33,82%) yang di beberapa tempat
dapat ditanami dua kali dalam setahun, serta 11,25% lahan sawah beririgasi setengah teknis dan
sederhana. Lahan kering digunakan untuk bangunan seluas 35.985,00 hektar (40,73%),
tegalan/kebun seluas 28.777,00 hektar (32,57%) serta hutan negara seluas 16.861,00 hektar
(19,08%) dan sisanya digunakan untuk padang penggembalaan, tambak, kolam, tanaman kayukayuan, serta lahan yang sementara tidak diusahakan dan tanah lainnya. Wisata alam yang ada di
kebumen antara lain sebagai berikut :
2
Pantai Ayah
Pantai Ayah Kebumen dikenal juga sebagai pantai Logending Kebumen, dimana letak atau
lokasi pantai Ayah ada di desa Ayah, kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen arah selatan sekitar
8 km dari Gua Jatijajar, atau sekitar 53 km dari kota Kebumen. Pantai Ayah atau pantai
Logending merupakan salah satu obyek wisata pantai Kebumen yang memiliki keindahan alam
sangat menawan dan ramai dikunjungi wisatawan dengan harga tiket masuk yang murah dan
terjangkau, baik pada hari Minggu, hari libur, maupun saat tahun baru dan hari raya Idul Fitri
(Lebaran). Selain kondisi pantai dan laut Logending yang indah dengan ombak besar sebagai ciri
khas dari laut di kawasan selatan (Samudera Hindia), juga ditambah dengan kawasan hutan jati
milik Perum Perhutani KPH Kedu Selatan. Kondisi strategis pantai Logending yang berada di
antara samudra Indonesia dan hutan jati merupakan satu-satunya yang ada di Jawa Tengah.
Selain itu, keindahan Pantai Logending (pantai Ayah) juga merupakan pantai nelayan (lahan TPI
atau Tempat Pelelangan Ikan di Kebumen), ditambah dengan adanya bukit hutan jati dan muara
sungai Bodo yang merupakan sungai pemiasah antara kabupeten Kebumen dengan Cilacap.
Fasilitas atau wahana wisata di pantai Logending ini semakin lengkap dengan adanya perahu
tempel. speed boot, dan perahu tradisional yang disediakan oleh nelayan yang bisa digunakan
untuk menelusuri muara sungai Bodo. Kondisi air sungai Bodo yang tenang, rimbunan pohon
payau di tepian sungai, serta lebatnya hutan jati, tentu saja akan menjadi pemandangan yang
indah dan mempesona bagi wisatawan yang hendak wisata, plesiran, piknik, explore, tour,
darmawisata atau karyawisata ke Kebumen.
Arah jalan atau jalur untuk menuju ke lokasi pantai Ayah (Logending) cukup mudah yaitu jika
dari arah Yogyakarta (arah timur) maka wisatawan cukup menempuh jalur selatan ke arah
Gombong kemudian belok ke selatan ke arah kecamatan Ayah. Atau jika dari arah barat yaitu
dari Purwokerto, maka tinggal ke timur menuju Gombong sampai pada gapura wisata di kanan
jalan yang menunjukkan arah wisata ke Goa Jatijajar.
Wisata pantai Ayah Kebumen dapat dikatakan sebagai pantai yang terlengkap di antara pantai
lain di Kebumen karena diapit oleh dua bukit jati atau hutan wisata, pantai Ayah juga menjadi
lahan kehidupan bagi para nelayan untuk menambang dan menjual ikan. Hutan wisata (hutan
jati) di kawasan pantai Logending memiliki ketinggian 5 meter di atas permukaan air laut, suhu
berkisar antara 24 – 34 derajat celcius, dan hutan wisata di pantai Ayah ini sangat cocok untuk
dijadikan lahan kemah/petualangan alam oleh wisatawan.
3
Gambar Pantai Ayah
4
Pantai Menganti
Pantai Menganti merupakan sebuah pantai yang berlokasi di Desa Karangduwur, Kecamatan
Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pantai ini merupakan salah satu pantai terindah di
Jawa Tengah. Pasir pantainya yang berwarna putih serta terdapat panorama perbukitan juga
tebing karst yang indah. Bentang alam berupa perbukitan memang sedikit menyulitkan untuk
mengakses pantai ini. Sebelum mencapai pantai melalui jalan yang berlika-liku, meski demikian
pemandangan tetap menakjubkan. Pegunungan karst yang indah berbukit kerucut, dan laut yang
sesekali terlihat saat diatas jalan yang merayapi bukit [1]
Pantai Menganti memiliki jajaran pohon kelapa khas pesisir pada umumnya. Pantai Menganti
juga mempunyai tebing pantai raksasa yang tinggi dan besar di bagian barat yang dikenal dengan
sebutan Tebing Bidadari. Suasana yang khas adalah perahu-perahu nelayan yang berjajar, pantai
dengan pasir putih dengan banyak batu karang besar yang dapat digunakan untuk duduk sambil
melepaskan pandangan ke arah samudera merupakan suatu kepuasan bagi pengunjung. Satu
objek yang perlu dikunjungi saat sampai di pantai Menganti adalah menara mercusuar dan
Tanjung Karangbata. Letaknya di timur – tenggara pantai Menganti.
Di Tanjung Karangbata yang rindang ini akan melihat luasnya Samudera Hindia dan sebuah
pulau karang. Disini juga disediakan gubuk-gubuk untuk berteduh dari terik matahari. Dari
Tanjung Karangbata juga terlihat pantai lainnya seperti Pantai Karangbata dan pantai Peacron di
sebelah timur. Jika musim penghujan tiba, tebing-tebing sebelah barat Pantai Menganti dihiasi
empat air terjun yang mengucur dari ketinggian lebih dari 30 meter. Perbukitan akan menghijau
menambah indah pantai ini. Pantai Menganti termasuk satu-satunya pantai berpasir putih di Jawa
Tengah. Deburan ombak Pantai Menganti bisa digunakan untuk bermain surfing.
Mitos dan Legenda
Konon seorang panglima perang Majapahit melarikan diri ke pantai selatan karena hubungannya
dengan kekasihnya tidak direstui oleh orangtuanya. Keduanya kemudian berjanji untuk bertemu
di tepi samudera berpasir putih. Sepanjang hari sang panglima perang menunggu di atas bukit
kapur namun sang kekasih tak juga datang. Sementara itu mitos warga sekitar adalah tak
diperkenankan menggunakan baju berwarna hijau gadung. Hal tersebut erat kaitannya dengan
Nyi Roro Kidul yang umum dipercayai oleh warga pantai selatan. [2]
5
Rute
Pantai ini berlokasi kurang lebih 35 Km dari Kota Gombong dan 42 Km dari Kota Kebumen.
Pantai Menganti bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi. Belum ada transportasi umum yang
bisa menuju Pantai Menganti, karena wilayah pantai ini masih sulit dijangkau karena lokasinya
yang berada di balik perbukitan karst dan hutan kawasan Kedu selatan serta jalannya yang cukup
curam dan berkelok.Jika dari Kota Kebumen atau Gombong ambilah rute menuju ke Pantai
Karanbolong. Kemudian terus melaju ke barat ke arah Cilacap hingga menemukan Desa
Karangduwur. Jika dari Jakarta, Anda bisa naik kereta api ke arah Jogja lalu turun di Stasiun
Gombong terlebih dahulu [3]
Gambar Pantai Menganti
6
7
Goa Jatijajar
. Selain terkenal dengan tempat wisata pantai, wisata alam, wisata kuliner, dan wisata air, di
Kebumen juga terkenal sebagai daerah tujuan wisata goa di Jawa Tengah. Selain tempat wisata
gua Petruk, di Kebumen ada yang lebih dulu terkenal dan dijadikan tempat wisata yaitu Goa
Jatijajar. Tempat wisata Gua Jatijajar adalah sebuah tempat wisata berupa gua alam yang terletak
di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua Jatijajar ini terbentuk dari batu
kapur, yang mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sekitar 250 meter, dengan
lebar gua Jatijajar sekitar 15 meter, tinggi gua Jatijajar 12 meter, dan ketebalan langit-langit gua
Jatijajar 10 meter, sedangkan ketinggian gua Jatijajar dari permukaan laut adalah 50 meter.
Konon kabarnya bahwa sejarah Goa Jatijajar ini ditemukan oleh seorang petani yang
memiliki tanah di atas Gua tersebut yang bernama Jayamenawi. Kisah penemuan Gua Jatijajar,
berawal pada saat Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian dia jatuh ke sebuah lobang,
setelah terbangun dari jatuhnya, dia melihat ke sekeliling, lalu melihat ke atas, dan ternyata di
atas ada sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Gua tersebut. Lobang ini mempunyai
garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada di bawahnya sekitar 24 meter. Pada
mulanya pintu-pintu Gua masih tertutup oleh tanah, maka setelah tanah yang menutupi
dibongkar dan dibuang untuk mencari pintu keluar, ketemulah pintu Gua yang sekarang
digunakan sebagai pintu masuk Gua Jatijajar. Karena di depan pintu Gua tersebut ada 2 pohon
jati yang besar dan tumbuh sejajar (bukan pohon Jenitri Kebumen), maka gua tersebut akhirnya
diberi nama Gua Jatijajar.
Sejarah goa Jatijajar menjadi obyek wisata adalah pada tahun 1975 Gua Jatijajar mulai dibangun
dan dikembangkan menjadi Objek Wisata Kebumen. Dimana ide awal dari pengembangan Goa
Jatijajar sebagai tempat wisata adalah Gubernur Jawa Tengah, Bapak Suparjo Rustam, dan pada
waktu itu yang menjadi Bupati Kebumen adalah Bapak Supeno Suryodiprojo. Untuk
melancarkan dan melaksanakan pengembangan Gua Jatijajar sebagai tempat wisata goa di
Kebumen, ditunjuk langsung oleh Bapak Suparjo Rustam yaitu CV. AIS dari Yogyakarta, yang
dipimpin oleh Bapak Saptoto yang berprofesi sebagai seorang seniman diorama terkenal di
Indonesia. Sebelum dilakukan proyek pembangunan Jatijajar, terlebih dahulu Pemda Kebumen
telah mengganti rugi tanah /pembebasan lahan penduduk yang terkena lokasi pembangunan
Objek Wisata Gua Jatijajar, dengan luas lahan 5,5 hektar.
Setelah Gua Jatijajar dibangun maka pengelolaan obyek wisata eksotis ini dipegang oleh Pemda
Kebumen. Sejak Gua Jatijajar dibangun, di dalam Gua Jatijajar sudah ditambah dengan
bangunan-bangunan seni antara lain: pemasangan lampu listrik sebagai penerangan, ornamen
gua, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang masuk ke dalam
Gua Jatijajar, serta pemasangan patung-patung atau diorama.
8
Mitos goa Jatijajar
Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 (tujuh) sungai atau sendang, tetapi yang dapat dicapai dengan
mudah hanya 4 (empat) sungai yaitu: Sungai Puser Bumi, Sungai Jombor, Sungai Mawar, dan
Sungai Kantil. Mitos sendang Puser Bumi dan Jombor konon airnya mempunyai khasiat yang
dapat digunakan sebagai perantara atau tuah untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan
masing-masing. Sedangkan mitos sendang Mawar konon airnya jika untuk mandi atau mencuci
muka, maka mempunyai khasiat bisa awet muda.Sedangkan mitos sendag Kanthil jika airnya
untuk cuci muka atau mandi, maka niat dan cita-citanya akan mudah tercapai. Pada saat ini yang
telah dibangun baru sendang Mawar dan sendang Kanthil, sedangkan sendang Jombor dan
sendang Puser Bumi masih alami dan masih belum ada penerangan serta lokasinya sangat licin.
Di dalam Gua Jatijajar banyak terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur, yaitu
pertemuan antara Stalagtit dengan Stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air
hujan yang sudah ber-reaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Menurut penelitian para
ahli, proses pembentukan Stalagtit itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun
terbentuknya Stalagtit paling tebal hanya setebal 1 (satu) cm saja. Oleh sebab itu Gua Jatijajar
termasuk salah satu gua kapur tertua di dunia.
Batu – batuan yang ada di Gua Jatijajar merupakan batuan yang sudah sangat tua, karena umur
yang sudah tua sekali itu, maka di depan Gua Jatijajar dibangun sebuah patung binatang purba
Dinosaurus sebagai simbol objek Wisata Gua Jatijajar, dari mulut patung itu keluar air dari
Sendang Kanthil dan sendang Mawar, yang sepanjang tahun belum pernah kering. Sedangkan air
yang keluar dari patung Dinosaurus tersebut dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai
pengairan sawah desa Jatijajar dan sekitarnya. Lokasi obyek wisata eksotis Goa Jatijajar
adalah di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar 8 km dari
Gombong. Arah dari timur untuk menuju goa Jatijajar adalah dari kota Gombong ke barat terus
sampai ada gapura penunjuk di kiri jalan, terus belok ke selatan.
9
Gambar Goa Jatijajar
10
11
Benteng Van Der Wijck
TEMPO Interaktif, Kebumen - Kereta mini tua warna hitam itu berderit, menjerit. Perlahan
kemudian bergerak gontai, lalu berjalan memutar mengelilingi benteng yang tampak menyala
sewarna darah. Itulah benteng Van Der Wijck yang akan dijadikan lokasi syuting film karya
Garin Nugroho teranyar, Soegijo Pranoto.
Terletak di Kota Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, benteng ini memang tampak istimewa,
berbeda dengan yang lain. Benteng peninggalan Belanda itu diperkirakan dibangun pada 1827
oleh arsitek Islam. Bentuknya segi delapan, mirip Masjidil Haram. Jika dilihat dengan kompas
Islam, pintu benteng tepat menghadap ke arah kiblat.
"Di dunia hanya ada dua benteng segi delapan. Satunya ada di Australia," kata Herwin Kunadi,
General Manager PT Indopower, yang juga pengelola benteng itu, Sabtu 3 Desember 2011.
12
Herwin bersama ayahnya, Subono Herman Kunadi, menyulap benteng itu menjadi tempat wisata
sejarah yang nyaman dan menyenangkan. Padahal sebelumnya kawasan itu dikenal sebagai
sarang dhemit atau roh halus. Banyak kisah horor melekat di benteng itu, seperti pemerkosaan,
pembunuhan, dan tempat gantung diri. "Renovasi dimulai 1999 atas izin TNI," kata dia.
Benteng setinggi 10 meter, setebal 1,4 meter, dan seluas 7.168 meter persegi itu dibangun dua
lantai. Lantai pertama mempunyai empat pintu gerbang. Di dalamnya terdapat 16 ruangan besar
dan 27 ruangan kecil. Juga ada 72 jendela dan delapan tangga untuk menuju lantai dua, yang
memiliki 16 ruangan besar dan 25 ruangan besar.
"Uniknya, meski lantai satu dan dua mempunyai keliling sama, bila berjalan mengelilingi lantai
satu lebih lama 15 menit dibanding jika berjalan di lantai dua," ujar Herwin.
Yang jelas benteng itu memiliki sejarah panjang. Dana Sumarto, 82 tahun, pensiunan telik sandi
Tentara Rakyat Indonesia, mengatakan Van Der Wijck dibangun saat perang Diponegoro dengan
cara kerja paksa. "Ada kaitannya dengan politik benteng stelsel, yang digunakan Belanda untuk
mempersempit gerak Pangeran Diponegoro," kata dia.
Selain sebagai markas pertahanan Belanda, benteng itu digunakan Belanda untuk pendidikan
militer. Mantan Presiden Soeharto, saat masuk KNIL atau het Koninklijke Nederlands Indische
Leger, juga dilatih di situ. "Saat Jepang masuk, lagi-lagi benteng ini untuk melatih PETA," kata
Sumarto.
Kini Van Der Wijck menjadi tempat wisata keluarga. Ada kolam renang, tempat bermain anak,
kereta api di atas benteng, hotel, dan pergelaran musik. "Tiket masuknya hanya lima ribu rupiah
pada hari biasa, dan enam ribu rupiah pada hari libur," kata Anindarwati, manajer pemasaran
Van Der Wijck.
13
Gambar Benteng Van Der Wijck
14
15
Gunung Pranji
Bukit Pranji menjulang cukup tinggi di antara perbukitan di Desa Watulawang dan Desa Pengaringan,
Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Dari puncaknya, terlihat bentang alam yang sangat
mempesona.
Bahkan jika tidak ada kabut atau awan, puncak kembar Gunung Sumbing dan Sindoro yang berada nun
jauh di sana, bisaterlihat sangat indah bersama terbitnya fajar.
Bukit Pranji bisa dicapai dari Desa Watulawang maupun dari Desa Pengaringan. Di hari libur, Bukit Pranji
menjadi tujuan hiking anak-anak sekolah.
Beberapa pelancong lokal juga datang ke sana. Mereka datang mengunakan sepeda motor hingga di
bawah puncak bukit. Sepeda motor kemudian dititipkan di rumah penduduk. Setelah itu, harus
sedikitbersusah payah mendaki bukit dengan jalan kaki.
Bahkan menurut Dodo (40) warga Dukuh Pranji Desa Pengaringan, beberapa pelancong sengaja datang
ke Bukit Pranji pada malam hari. Mereka menginap dengan membuat tenda dengan tujuan agar bisa
menikmati indahnya puncak Gunung Sumbing dan Sindoro bersama terbitnya fajar dari puncak Bukit
Pranji.
Hanya saja, Bukit Pranji yang mulai ramai dalam 3 tahun terakhir ini, terkadang ternodai oleh pasangan
muda mudi yang berbuat mesum.
"Jika kebetulan kepergok warga, pasti diberi peringatan dan disuruh pulang. Namun warga tidak bisa
setiap saat mengawasi karena Bukit Pranji cukup luas,rimbun, dan jauh dari permukiman penduduk,"
jelas Dodo yang beberapa kali memergoki pasangan mesum dan menemukan kondom yang sudah pakai.
(Suk/krjogja)
Gambar Gunung Pranji
16
17
Pantai Lembu Purwo
– Kebumen adalah sebuah kota kecil yang berada di Propinsi Jawa Tengah, dan berdekatan
dengan kota Yogyakarta yang banyak terdapat tempat wisatanya. Hal itu menjadikan Kota
Kebumen ini hanya sebagai akses lewat pengunjung yang melancong dari Pulau Jawa bagian
barat. Ternyata Kota Kebumen memiliki destinasi wisata yang sangat indah untuk dikunjungi.
Sebuah pantai dengan nama Pantai Lembupurwo yang merupakan bagian dari gugusan pantai
selatan.
Pantai Lembupurwo masih cukup perawan dan tidak perlu membayar retribusi untuk masuk ke
sana. Pokoknya bebas. Pemandangan di sana cukup bagus. Kita akan melewati daerah
perkebunan yang ditanami melinjo, jagung, cabe, kelapa, jambu mete, dan juga semangka.
Setelah itu medan mulai berganti dengan gunungan pasir sekitar 50 meter. Cukup panas juga
ketika matahari bersinar terik, untuk itu jika ke sana siang hari saya sarankan untuk membawa
payung.
Medan gunungan pasir selesai, kita akan turun melewati segara anakan sebelum akhirnya sampai
di tepi pantai. Segara anakan ini seperti danau kecil yang terbentuk ketika air pasang. Di sana
banyak ikan-ikan kecil, kepiting dan aneka kerang. Karena dangkal, banyak yang sering mandi di
situ ketika selesai berenang di laut dan ada beberapa kapal wisata yang dapat mengantarkan kita
berkeliling danau. Di sini tidak perlu takut kepanasan karena di sepanjang segara anakan telah
dijadikan area konservasi cemara udang oleh KKN UGM Yogyakarta sejak tahun 2007/2008
lalu. Selain itu kini juga mulai ditanami tanaman bakau.
Menginjak pantainya, kita akan disambut pasir hitam bersih yang cukup luas dan dengan garis
pantai yang panjang dari ujung timur hingga ujung barat. Lautnya bersih, berwarna biru dan
berombak besar. Jika kita berjalan terus ke timur nantinya kita akan bertemu dengan muara
sungai Gentan. Biasanya jika di hari libur, seperti hari minggu atau hari raya, pantai ini selalu
ramai dan ada beberapa pedagang yang akan berjualan di tepi pantai di gubuk-gubuk kecil.
Tempe mendoannya tak perlu diragukan lagi rasanya, apalagi jika masih hangat. Ada juga
rempeyek undur-undur (binatang sejenis crustacea, rasanya agak mirip udang) yang khas.
18
Gambar Pantai Lembu Purwo
19
20
Pantai Petanahan
Pantai Petanahan Kebumen merupakan pantai pertama yang saya kunjungi di wilayah ini,
setelah sebelumnya berkunjung ke Makam Syekh Anom Sida Karsa yang berjarak sekitar 6 km
dari pantai ini. Meskipun keduanya ada di wilayah kecamatan yang sama, namun kami sempat
bertanya arah di sebuah perempatan yang di salah satu pojokannya terdapat dua buah arca
Dwarapala berukuran besar.
Memasuki area Pantai Petanahan terlihat ada bundaran kecil dan kami mengambil jalan lurus,
yang tak lama kemudian terlihat sebuah tugu berkaki empat menjulang tinggi, dikelilingi empat
tembok siku pendek dengan dinding menurun landai. Pada tengah kaki tugu terdapat tengara
tulisan yang berbunyi “YONTARLAT ELANG, LA… TARDANUS XX/III 2007, … BUMEN
2007”. Tanda titik-titik itu saya tambahkan karena merupakan huruf-huruf yang telah hilang.
Di dasar tugu terdapat prasasti dengan tulisan yang berbunyi “Monumen Peringatan Dini
Tsunami, Kabupaten Kebumen, Diresmikan tanggal 5 September 2007, oleh, Wakil Gubernur
Jawa Tengah, Drs. H. Ali Mufiz MPA”. Tanda koma saya tambahkan untuk menandai
pergantian baris pada prasasti. Setelah kejadian tsunami yang meluluhlantakkan pantai Selatan
Pulau Jawa pada 2006, rupanya pemerintah daerah Kebumen telah melakukan sejumlah langkah
untuk menghadapi bahaya mematikan yang datang dari arah laut ini.
Dari tugu kami mengambil jalan ke arah kiri, dan membayar tiket masuk Rp. 3.500 di pos jaga
sederhana yang dijaga seorang pria. Sesaat kemudian kami sampai di tempat parkir kendaraan
yang cukup luas, yang di tengahnya terdapat beberapa buah bangunan permanen kecil beratap
genteng, berdinding separuh. Tak jelas apakah bangunan ini dimaksudkan sebagai tempat
berjualan atau tempat berteduh. Namun karena sekelilingnya tanah berpasir gersang, maka
menjadi tak menarik sama sekali untuk duduk di sana.
21
Seorang pria tengah berdiri sendirian di bibir pantai dengan memegang joran atau tongkat
pancing. Entah ikan macam apa yang bisa dipancingnya di tepi laut dengan gelombang cukup
dahsyat dan terus menerus berkejaran menghajar pantai ini. Posisi berdiri orang itu cukup jauh
dari batas atas gelombang yang ditandai dengan warna coklat tua dari pasir yang basah.
Tak banyak orang yang berkunjung ke pantai saat itu, atau tepatnya sangat sedikit, karena
memang bukan akhir pekan. Orang yang berada di tepian pantai masih bisa dihitung dengan jari
tangan, namun ada cukup banyak yang terlihat duduk-duduk diantara rimbun Pohon Cemara
Udang yang keberadaannya benar-benar sangat menolong pejalan, menjadikan pantai ini lebih
layak kunjung.
Bentang Pantai Petanahan Kebumen ini terlihat sangat panjang dengan bibir pantai berlekuk,
yang mungkin terbentuk karena hempasan ombak ke tepi pantai yang berbeda-beda tingkat
kekuatannya yang terjadi dalam waktu sangat lama. Saat itu tak terlihat sampah yang
mengganggu mata, suatu hal yang baik. Entahlah jika banyak pengunjung datang apakah mereka
bisa disiplin, dan juga tersedia tempat sampah yang memadai.
Saat itu sudah sekitar jam 10 jelang siang, karenanya tepian pantai menjadi tidak begitu nyaman
lagi karena panas matahari yang kering, sehingga sejumlah pengunjung tampak lebih memilih
duduk-duduk di bawah rindang Pohon Cemara Udang yang mulai ditanam di tempat ini setahun
setelah kejadian tsunami.
22
Sebuah perahu yang kondisinya masih sangat baik tampak diparkir dengan terbalik cukup jauh
dari bibir pantai. Banyak perahu lainnya juga diletakkan di area yang lebih tinggi dari bibir
pantai. Saya juga sempat melihat ada jaring ikan dalam kondisi sangat bagus yang digeletakkan
di samping perahu dengan begitu saja. Sebuah indikasi keamanan yang bagus.
Pantai Petanahan memang memiliki tebing rendah setinggi sekitar satu meter yang memisahkan
daerah bibir pantai dengan tempat dimana ada warung terbuka diantara rindang pohon-pohon
Cemara Udang. Di salah satu warung terbuka diantara pepohonan itu saya akhirnya tak tahan
juga untuk tidak memesan sebutir kelapa muda yang warna hijau serta bentuknya terlihat sangat
menggoda.
Ketika sedang duduk di warung itu datang seorang wanita sepuh bercaping menawarkan jajanan
yang diletakkanya di atas tampah, sementara di tangan kanannya menjinjing tas anyaman. Saya
membeli kacang rebus dua ukuran cangkir darinya. Ibu bernama Ratiyem berparaban Sempret itu
usianya 80 tahun, dan sudah mempunyai 2 canggah, namun ia sama sekali tak mengeluh karena
masih harus berjualan seperti itu. Sebuah pertemuan dan percakapan pendek yang membuat saya
sempat merenung.
Sebuah menara pengawas dari kayu menjadi salah satu titik menarik yang ada di tepian pantai.
Sayang saya tak melihat ada tangga untuk menuju ke atas sana. Mungkin tangganya hanya
dipasang pada waktu akhir pekan saja. Perhatikan tebing pendek yang ada di bawah menara,
yang saya kira merupakan batas hempasan ombak ketika air laut tengah pasang.
23
Ada hal menarik yang berlangsung selama beberapa waktu di tepian Pantai Petanahan ini. Dua
orang dewasa tampak memapah seorang pria tua, membuat galian di pasir, dan si pria tua
kemudian masuk ke dalam lubang pasir setinggi pinggang itu. Tampaknya si bapak memiliki
masalah dengan kesehatan, dan sedang melakukan ritual untuk ngalap berkah Ratu Kidul bagi
kesehatannya. Mungkin ia lebih baik belajar saja dari Ratiyem yang ngalap berkah dengan
berjualan berpanas-panas dan berjalan berkilo-kilo di sepanjang pantai.
Beberapa saat kemudian kami kembali ke kendaraan dan menyusur jalan dari parkiran menuju
arah ke Barat melewati hutan Cemara Udang yang disebut Hutan Wanagama III dengan luas
mencapai 600 hektar. Hutan ini hasil kerja bareng antara Kementerian Kehutanan, Pemda
Kebumen serta Fakultas Kehutanan UGM, yang pengerjaanya dimulai pada 2007 dan diresmikan
pada 18 Desember 2010. Sebelumnya, Hutan Wanagama I dibuat pertama kali di Gunungkidul,
menyusul kemudian dibuat Hutana Wanagama II di Jambi.
Di ujung jalan terdapat sebuah bangunan permanen berbentuk L dengan atap sebagian seng
sebagian genteng yang disebut sebagai petilasan Pandan Kuning. Agak ke depan terdapat sebuah
sumur, yang terlihat kering di bawah sana ketika saya menengok ke dalam lubangnya. Pintu
terkunci, dan tak ada orang di sana. Keberadaan petilasan ini saya ketahui sebelumnya dari
penjaga pos ketika membayar tiket.
Petilasan yang dikeramatkan dan menjadi tempet tirakat orang-orang yang masih percaya mistik
untuk mendapatkan keinginannya ini terkait kisah seorang wanita bernama Sulastri, anak Citro
Kusumo Bupati Pucang Kembar, yang menjadi rebutan dua pria. Namun si wanita akhirnya
menikah dengan lelaki pilihan hatinya yang bernama Raden Sujono, anak Demang
Wonokusumo.
Pada sebuah kesempatan, pesaingnya yang bernama Joko Puring berhasil menculik Sulastri dan
disekap di sekitar Pantai Petanahan (dulu bernama Pantai Karanggadung). Akan tetapi Sulastri
tetap setia pada suami yang akhirnya bisa membebaskannya. Warna pandan yang digunakan
untuk mengikat Sulsatri konon berubah menjadi kuning ketika dilepaskan oleh suaminya.
24
Pantai Karangbolong
Pantai Karangbolong Kebumen
Pantai Karangbolong Kebumen tepatnya masuk wilayah Kabupaten Kebumen Kecamatan
Buayan. Memang pantainya masih alami, Pantai Karangbolong terletak lebih kurang 18 km arah
selatan dari kota Gombong atau 39 km arah barat daya dari kota Kebumen. Pantainya merupakan
pantai landai berpasir yang cukup luas, dibatasi oleh perbukitan yang disusun oleh batuan
sedimen klastik asal gunung api. Pasirnya berwarna kelabu yang berukuran halus-kasar
bersumber dari batuan-batuan tersebut. Sapuan ombak besar yang membentur dinding perbukitan
menghasilkan energi yang cukup untuk mengikis, mengangkut, dan mengendapkan kembali
butiran-butiran batuan. Derajat pelapukan yang tinggi di kawasan ini mempercepat proses abrasi.
Singkapan breksi lahar yang berada di pinggir pantai mengalami pengikisan, menghasilkan
bentukan abrasi yang lucu. Namun demikian, Pantai Karangbolong mempunyai potensi
membentuk arus balik yang kuat, sehingga merupakan kawasan yang berbahaya untuk berenang.
Selain pantainya, Karangbolong juga mempunyai sebuah gua bernama Gua Karangbolong,
berupa lubang besar terbentuk pada lapisan breksi lahar yang terkekarkan. Gua Karangbolong ini
berukuran panjang 30 m, lebar 10 m dan tinggi 5 m. Breksi formasi atau antara 30-15 juta tahun,
tersingkap bersama-sama dengan sisipan batu pasir dan batu lempung. Pembentukan gua
Karangbolong dipengaruhi oleh peruntuhan yang terjadi di sepanjang batas bidang perlapisan
antara breksi dengan batu pasir atau batu lempung. Lubang peruntuhan akan semakin besar
karena lapisan batuan yang menggantung di atap lubang selalu runtuh akibat beratnya. Proses itu
juga dipicu oleh kekar-kekar yang ada, yang kehadirannya memperlemah daya ikat antar
komponen batuan. Proses pembentukan gua teramati baik di ujung timur dan selatan gua
Karangbolong, dimana pada skala kecil terjadi peruntuhan batuan di sepanjang batas lapisan
yang berbeda. Karena bukan gua batu gamping, maka di dalam gua Karangbolong tidak dijumpai
ornamen. Kawasan ini terkenal dengan sarang burung waletnya, yang merupakan komoditi
andalan Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen. Burung-burung kecil pemakan serangga itu
tinggal di dalam lubang, ceruk, atau gua-gua breksi di sepanjang dinding terjal yang berbatasan
langsung dengan laut.
25
Sulitnya memvisualisasikan proses pengambilan sarang burung secara tradisional mendasari ide
pembuatan miniatur cara pemanenan di atas gua Karangbolong. Pengambilan sarang burung
yang dilakukan 4 kali dalam setahun didahului dengan serangkaian prosesi adat dan pertunjukan
kesenian daerah. Pantai Karangbolong menjanjikan pemandangan pantai yang lain, karena selain
dapat menyaksikan deburan ombak yang setiap saat menghantam batu-batu karang, wisatawan
juga dapat melihat gua-gua yang terdapat di lokasi itu. Untuk menyaksikan panorama laut,
wisatawan dapat memilih beberapa tempat.
Wisatawan dapat duduk di atas batu karang, di bibir pantai, atau melalui gardu pandang (selter).
Di Pantai Karangbolong Wisatawan dapat melihat deburan ombak yang menghantam batu
karang dan menyaksikan pertemuan air sungai dengan air laut di tempat itu.Tidak jauh dari bibir
pantai, banyak terdapat pohon kelapa yang siap melindungi wisatawan dari sengatan matahari di
waktu panas. Di lokasi pantai juga terdapat sebuah gua tiruan, atau lebih dikenal dengan sebutan
Gua Petunjuk. Dinamakan Gua Petunjuk/ contoh , dikarenakan dari gua ini para pengunduh
sarang burung mencoba merakit cara masuk ke dalam gua yang ada sarang burungnya. Menurut
para pengunduh sarang burung, gua tiruan ini memang mirip dengan gua asli yang menyimpan
emas putih (sarang burung lawet) yang dapat digunakan untuk obat dan campuran
makanan.Obyek Untuk dapat mengunjungi pantai Karangbolong, wisatawan dapat menempuh
jalan aspal dengan nyaman dari arah kota Gombong ke selatan yang berjarak lebih kurang 18 km
dengan waktu tempuh lebih kurang 30 menit menggunakan kendaraan bermotor pribadi.
Angkutan umum yang melayani trayek Gombong-Karangbolong bolak-balik juga cukup
tersedia.Selain dari arah kota Gombong, pantai ini juga dapat dilalui melalui jalur selatan MiritBuluspesantren-Petanahan-Puring. Dari Kecamatan Puring terus menuju ke barat lebih kurang 10
km. Mulai dari Kecamatan Puring, wisatawan dapat menyusuri jalan yang kanan kirinya berupa
pagar daun pandan. Sesampainya di Desa Karangmangu terdapat sebuah jembatan megah di atas
sungai Suwuk, yang menghubungkan dengan Desa Karangbolong.Bila wisatawan menggunakan
akses perjalanan dari Puring ke arah barat, begitu masuk Desa Karangmangu langsung dapat
menyaksikan pantai dan gua tiruan, sedangkan kalau melalui Gombong ke selatan, pertama kali
masuk lokasi Pantai Karangbolong, wisatawan akan menyaksikan langsung sebuah patung
pengunduh sarang burung yang gagah perkasa. Sebelah timurnya terlihat pesanggrahan Nyi
Rorokidul. Baru setelah melewati pintu retribusi dan melalui perjalanan kurang lebih 300 meter
wisatawan dapat langsung melihat Pantai Karangbolong dan Gua Karangbolong Tiruannya.
Dari bibir pantai terlihat dengan jelas pegunungan seribu yang menjorok sampai laut dan
beberapa perahu nelayan terlihat dengan jelas di arah Samudera Hindia
26
Gambar Pantai Karangbolong
27
Masjid Saka Tunggal
Di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor terdapat sebuah masjid yang dipercaya merupakan salah satu
masjid tertua di Kabupaten Kebumen.
Masjid ini didirikan pada tahun 1722 oleh Bupati Kendurean, putra Adipati Mangkuprojo, seorang
Wrongko Dalem Keraton Kartosuro. Karena saka guru masjid hanya satu, masjid ini dikenal dengan
sebutan Masjid Saka Tunggal.
Sejarah Masjid Saka Tunggal tak bisa dilepaskan dari sosok Adipati Mangkuprojo. Pada era 1700, Adipati
Mangkuprojo merupakan tokoh yang gigih melawan penjajah. Karena terdesak dia melarikan diri dan
memilih bergerilya di daerah Pekuncen.
Maklum daerah itu merupakan daerah Keputihan. Selain bergerilya, Adipati Mangkuprojo juga giat syiar
Islam. Kisah yang disampaikan oleh KH Abujamhari, sesepuh Desa Pekuncen, pada tahun 1719 Adipati
Mangkuprojo wafat.
28
Sebelum meninggal, dia berwasiat pada putranya untuk dimakamkan di Pekuncen. Memeringati 1.000
hari meninggalnya Adipati didirikanlah masjid tersebut. Konon, kerangka masjid disusun di Keraton
Kartosuro, kemudian baru dibawa ke Pekuncen dengan berjalan kaki.
Kerangka masjid terdiri dari satu batang saka dan empat buah danyang atau skur. Kerangka tersebut
dibawa dari Keraton Kartosuro menuju Pekuncen dengan berjalan kaki.
Ya, masjid ini memiliki keunikan tersendiri. Umumnya masjid biasanya ditopang oleh empat saka sebagai
penyangga utama bangunan. Namun sesuai namanya maka masjid ini hanya ditopang oleh satu saka
saja.
Saka tunggal sebagai penopang utama bangunan ini berbentuk segi empat dengan ukuran 30 x 30 cm.
Saka setinggi sekitar empat meter tingginya. Di ujung atas soko tersebut terdapat empat batang kayu
melintang sebagai penyangga utama bangunan masjid tersebut.
Di tengah-tengah saka terdapat empat skur untuk membantu menyangga kayu-kayu yang ada di
atasnya. Kayu yang digunakan sebagai soko tersebut merupakan kayu jati pilihan. Kecuali saka tunggal
dan skur tersebut, banguan lain di masjid tersebut telah direnovasi.
Pada awal pendirian, atap masjid dibuat menggunakan ijuk dan dindingnya menggunakan tabak bambu.
Kurang lebih seabad kemudian yakni tahun 1822 dilaksanakan rehab bangunan atap yang semula ijuk
diganti dengan atap genteng. Tetapi dindingnya masih menggunakan tabak bambu.
Baru pada tahun 1922, dinding bambu diganti dengan bangunan tembok batu bata. Bangunan masjid
tersebut saat ini
ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi.
Saka tunggal mengandung filosofi yang dalam. Menurut imam Masjid Saka Tunggal, M Jafar yang tidak
lain adik kandung Abujamhari, saka tunggal melambangkan keesaan Allah SWT sebagai sang pencipta
tunggal alam semesta. Makna tunggal tersebut diejawantahkan dengan memaknai masjid soko tunggal
tersebut sebagai tempat untuk meyakini bahwa Allah itu Tunggal atau Esa.
29
Gambar Masjid Saka Tunggal
30
31
Gua Petruk
Kebumen adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki cukup banyak tempat wisata.
Tempat wisata Kebumen tersebar di berbagai wilayah Kebumen, baik itu yang berupa tempat
wisata darat, tempat wisata bangunan atau museum, tempat wisata goa, tempat wisata tanah
tinggi, tempat wisata laut, outbound, maupun tempat wisata air tawar, arum jeram, pemandian air
hangat, dan juga waduk. Goa Petruk adalah salah satu tempat wisata Kebumen yang berupa
goa, selain goa Jatijajar.
Lokasi goa Petruk berada di dusun Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah,
kabupaten Kebumen, atau sekitar 4,5 km dari goa Jatijajar (Gombong) menuju ke arah selatan.
Banyak warga Kebumen dan luar Kebumen yang telah mendengar wisata Goa Petruk, tetapi
masih enggan untuk mengunjungi obyek wisata goa Petruk tersebut. Karena untuk masuk Goa
Petruk ini diperlukan persiapan yang cukup, seperti medan atau jalan menuju lokasi Goa Petruk
yang lumayan berliku, kemudian juga ketika sampai ke kawasan wisata Goa Petruk, sebelum
sampai ke Goa Petruk kita harus manjat atau mendaki dulu melalui tangga semen (undakundakan) yang cukup jauh dan tinggi. Tetapi sebenarnya perjalanan tersebut cukup bagus dan
sehat untuk sekalian berolahraga sambil menikmati hutan di sekeliling wilayah Goa Petruk.
Goa Petruk Kebumen belum maksimal dalam pengelolaanbya oleh Dinas Pariwisata dan
Pemkab Kebumen sebagi obyek wisata alam di Kebumen. Padahal Goa Petruk ini menurut
pendapat Doktor Koo (pakar Goa dari luar negeri) merupakan Goa terindah di Indonesia atau
bahkan di Asia. Untuk itu, pakar Goa ini meminta pada Pemda Kebumen, agar Gua tersebut tetap
dijaga kealamiannya. Bahkan, untuk diterangi dengan listrik, juga tak diperkenankan. Namun
pengunjung atau wisatawan goa Petruk tidak perlu khawatir, karena di situ tersedia Gaet /
Pemandu Wisata Gua Petruk yang selalu siap mengantar disertai dengan peralatan lampu yang
memadai. Goa Petruk ini sebetulnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Bagian pertama / di lantai
I hanya terdapat kelelawar, bagian kedua adalah lokasi disebut Goa Semar, serta bagian terakhir
adalah lokasi yang di sebut Goa Petruk karena dulu disitu ada batu mancung yang mirip dengan
hidung Petruk.
Selain keindahan batu dan juga suasana khas sebuah goa pada umumnya, di Goa Petruk juga
terdapat danau atau sendang, yang mana untuk masuk ke lokasi harus didampingi gaet dan ada
juga lokasi di dalam goa yang untuk menjangkaunya harus dengan menyelam terlebih dulu.
Kondisi dalam Goa Petruk memperlihatkan pemandangan stalaktit dan stalakmit, aneka
bebatuan yang cukup indah dan mempesona, dengan bermacam bentuk dan jenis batuan, seperti
batu payudara/susu, batu pelangi, dan seterusnya. Demikian informasi wisata Kebumen
tentang Goa Petruk, semoga bermanfaat
32
Gambar Gua Petruk
33
34
Arum jeran Padegolan
Arung Jeram Padegolan terletak di kawasan Waduk Wadas Lintang, Kecamatan Prembun,
Kebumen. Starting point di desa Sendang Dalem dan finish di Bendungan Pejengkolan .
Bagi anda yang pernah rafting di citarik, citatih ataupun pekalen arung jeram Padegolan mungkin
kurang menantang, panjangnya hanya 7 km dengan Jeram Putih sebagai jeram terbesar di Sungai
Padegolan).
Sungai Padegolan yang terletak di kawasan Waduk Wadas Lintang, Kecamatan Prembun,
Kabupaten Kebumen. Start point Sungai Padegolan yang terletak di Desa Sendang Dalem,
memasuki area kompleks Gedung Sentral PLTA Wadas Lintang. Dengan Panjang sungai sekitar
7km range sungai yang cukup pendek untuk diarungi. Banyak cara untuk menuju daerah Wadas
Lintang dengan perjalanan 2 jam dari Wonosobo atau Magelang dan juga bisa ditempuh juga
dari Purworejo maupun Kutoarjo dengan 1,5 jam.
Sungai ini sangatlah menarik dengan hiasan air jernih bak kolam renang yang kebiru-biruan,
buah hasil dari pembuangan waduk Wadas Lintang, dan memang terkadang penampilan tidak
selalu mengambarkan bau yang menarik (akibat tambak yang jumlahnya luar biasa, endapan
kotoran dari pakan ikan menyebabkan air dari sungai maupun waduk Wadas Lintang kurang
bagus untuk dikonsumsi karena bau yang tidak sedap).
35
Dengan dikesampingkannya masalah diatas, sungai ini adalah sungai yang cukup menarik untuk
diarungi dengan 5km yang berjeram dan 2km tanpa ujung flat water (tentunya sebagai latihan
tambahan).
Perizinan ke pihak PLTA dan keamanan Waduk Wadas Lintang adalah sesuatu yang sangat
penting untuk melakukan pengarungan disini selain seperti biasanya kepada polisi setempat.
Merupakan SOP (Standart Operational Procedure), yang harus diterapkan oleh para hobbies
dimanapun anda akan menikmati alam dengan bijaksana.Yang didapat adalah pelayanan yang
ramah, ceramah sehat, singkong rebus, teh panas, pingpong bersama satpam PLTA dan ijin
untuk camping di pinggir jalan.
Layaknya mengarungi sungai di luar negeri selain airnya yang jernih dan mempunyai jeramjeram yang sangat menarik, pemandangan disekitar sungai menyajikan suasana yang berbeda dan
khas, asalkan buangan air dari PLTA Wadas Lintang mencapai minimal 20m3/ s, anda dapat
mengarungi sungai ini dengan nyaman, karena kalau dibawah standar itu pastilah yang
tersuguhkan hanyalah bongkahan-bongkahan batu yang kurang recommended untuk diarungi.
Karakteristik pingiran sungai yang dihiasi dengan rangkaian batuan besar, penyempitan, rumputrumput Kalanjana yang tajam membuatscouting menjadi hal yang perlu digaris bawahi.
Jernihnya air sungai bak air mineral yang mengalir membuat dasar sungai kelihatan dengan
detailnya. Dan salah satu maskot sungai ini selain Jeram L dan Jeram Panjang adalah Jeram
Putih (terbesar di Sungai Padegolan), yang memang dihiasi begitu banyak stopper (bentukan
yang menghalangi laju arus air, biasanya adalah batu). Jeram yang banyak dihiasi drop kecil
menciptakan terbentuknya riversal (arus balik). Warnanya yang putih sebagai akibat buih yang
dihasilkan oleh riversal tersebut, kadang menjadi penipu ulung bagi yang lengah.
36
PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami buat semoga bermanfaat bagi orang yang membacanya dan
menambah wawasan bagi orang yang membaca makalah ini. Dan penulis mohon maaf apabila
ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat yang tidak jelas, mengerti, dan lugas mohon
jangan dimasukan ke dalam hati.
Dan kami juga sangat mengharapkan yang membaca makalah ini akan bertambah motivasinya
dan mengapai cita-cita yang di inginkan, karena saya membuat makalah ini mempunyai arti
penting yang sangat mendalam.
Sekian penutup dari kami semoga berkenan di hati dan kami ucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya.
37

similar documents