Wisata Purworejo

TEMPAT WISATA DI PURWOREJO KATA PENGANTAR Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah subhanahuwata’ala,karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan electronic book (Buku Elektronik/Digital) dengan sebaik mungkin. Dalam e-book ini banyak dijelaskan mengenai materi segala yang berhubungan dengan tempat wisata di Purworejo. Semoga buku digital yang kami buat,dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Salam serta rasa terimakasih kami ucapkan pula untuk pihak-pihak yang terkait dalam penyeselesain e-book ini,sehingga kami dapat menciptakan sebuah electronic book sebaik mungkin. E-Book ini merupakan suatu karya kami yang masih belum sempurna,untuk itu kami mengucapkan mohon maaf apabila masih banyak kekurangan yang terdapat dalam buku digital ini baik berupa perkataan maupun penyampaian materi yang kurang berkenan. Untuk itu,kritik dan saran sangat kami harapkan untuk menyempurnakan tugas ini. Wassalamualaikum wr.wb DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..........................................................................................................................1 DAFTAR ISI ..........................................................................................................................................2 1.GOA SEPLAWAN…………………………………………………………………………………..3 2.CURUG SILANGIT………………………………………………………………………………...5 3.PANTAI JATIMALANG…………………………………………………………………………...5 4.CURUG MUNCAR………………………………………………………………………………….6 5.PUNCAK GEGER MENJANGAN………………………………………………………………...7 6.MUSEUM TOSAN AJI……………………………………………………………………………...8 7.MASJID AGUNG PURWOREJO………………………………………………………………….9 8.PANTAI KETAWANG………………………………………….......................................................9 9.BENTENG PENDEM……………………………………………………………………………….10 10.WISATA ALAM PURWOREJO…………….……………………………………………………11 1.Goa Seplawan Goa Seplawan terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing dengan jarak tempuh + 20 km ke arah Timur dari pusat kota Purworejo dengan ketinggian 700 m dpl sehingga udaranya sangat sejuk. Goa ini memiliki ciri khusus berupa ornamen yang terdapat di dalam goa, antara lain staklatit, staklamit, flowstone, helekit, soda straw, gower dam dan dinding-dindingnya berornamen seperti kerangka ikan. Panjang Goa Seplawan + 700 m dengan cabang-cabang goa sekitar 150-300 m dan berdiameter 15 m. Goa alam yang sangat menakjubkan ini menjadi semakin terkenal dengan diketemukannya arca emas Dewa Syiwa dan Dewi seberat 1,5 kg pada tanggal 28 Agustus 1979 yang sekarang arca tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta. Tempat lain yang juga terkait dengan sejarah Kabupaten Purworejo adalah Goa Seplawan, yang berada di wilayah Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing. Goa ini menjadi istimewa karena disebut-sebut dalam Prasasti Kayu Arahiwang. Dalam prasasti itu dengan jelas disebutkan bahwa salah satu tempat yang harus dijaga karena kesuciannya adalah Goa Seplawan. Dan agaknya hal itu memang benar. Karena saat pertama kali ditemukan pada tanggal 28 Agustus 1979, di dalam salah satu lorong goa ditemukan sebuah arca sepasang dewa dewi yang terbuat dari emas murni. Keberadaan patung sepasang dewa dewi yang tak lain adalah Dewa Syiwa dan Dewi Parwati ( seberat 1,5 kg ) tersebut, menunjukkan kalau Goa Seplawan sebelumnya dijadikan sebagai tempat pemujaan. Patung itu kemudian dibawa ke Jakarta dan disimpan di Musium Nasional Jakarta. Sebagai gantinya pemerintah membuatkan replika patung itu tepat di depan mulut goa. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada para pengunjung bahwa goa ini pada dasarnya adalah tempat suci yang disakralkan oleh masyarakat pada zaman dulu. Selain sakral, goa ini juga memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Hamparan stalaktit dan stalagmit di setiap lorong goa, menciptakan kesan tersendiri bagi para pengunjung goa. Tak hanya itu gemericik air yang menetes dari bebatuan penyusun goa mampu menenangkan hati siapapun yang masuk ke dalamnya. Goa ini memiliki panjang + 700 meter dengan cabang-cabang goa sekitar 150 – 300 meter dan berdiameter 15 meter. Sehingga untuk masuk ke dalam goa, pengunjung harus menyusuri anak tangga menurun yang cukup melalahkan. Yang mana rasa lelah itu akan segera hilang begitu mulai memasuki mulut goa. Sebab dari mulut goa itu saja keindahan ukiran batu di dalam goa sudah terlihat jelas. Makanya tak heran kalau pengunjung betah berlama-lama tinggal di dalam goa tersebut. Bahkan terkadang ada orang yang sengaja masuk dan tinggal selama beberapa hari di dalam goa untuk melakukan ritual. Dan hal ini bisa diketahui dari aroma hioswa dan minyak wangi yang menyeruak dari salah satu ruangan di dalam gua tersebut. Karena agaknya ruangan tersebut memang kerap dipakai untuk menggelar ritual. Ritual di dalam goa itu sebenarnya adalah rangkaian dari ritual yang biasa dilakukan di Candi Gondoarum yang berada tidak jauh dari Goa Seplawan. Candi Gondoarum sendiri saat ini nyaris tak berbentuk lagi. Yang tersisa hanyalah bekas-bekas pondasi dasar candi, yang sepintas terlihat mirip batu biasa yang berserakan. Hanya saja yang membedakan adalah, adanya beberapa guratan ukiran pada beberapa sisi batu yang bila dirangkai bisa saling berhubungan. “ Candi ini diduga lebih tua dari pada Candi Borobudur. Dan disebut Gondoarum karena waktu lingga yoninya diangkat, keluar semerbak bau harum. Sehingga sampai sekarang tidak ada orang yang berani berbuat jelek di tempat ini. “ 2. Curug Silangit Curug Silangit merupakan tempat wisata di Purworejo yang menjadi aset wisata kota Purworejo. Dinamakan Curug Silangit karena ketinggian curug ini mencapai 50 meter yang dibagi atas 3 tingkatan curug. Pada curug paling atas setinggi 30meter, curug kedua dan ketiga memiliki tinggi yang sama yaitu 10 meter. Tapi jika anda bermain air di sekitar curug ini sebaiknya hati-hati karena jika anda tidak bisa berenang sebaiknya anda bermain di tepian saja. Curug ini dikenal memiliki kedalaman kedung yang sangat dalam. Akses ke Curug Silangit dapat ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dan letaknya pun mudah dijangkau karena lokasinya berada di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. 3. Pantai Jatimalang Keindahan Pantai Jatimalang sudah menjadi idola para wisatawan jika sedang berkunjung ke Purworejo. Sehingga tidak asing jika banyak di sekitar pantai sudah menjadi bangunan-bangunan untuk berjualan atau sekedar menyediakan tempat istirahat para wisatawan. Pantai Jatimalang menawarkan keindahan pantai laut selatan pulau Jawa yang dikenal memiliki ombak yang cukup besar tetapi masih bisa digunakan untuk bermain. Pantai Jatimalang berada di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, atau berjarak sekitar 18 km dari pusat Kota Purworejo 4.Curug Muncar Tidak hanya curug Silangit yang terdapat dan terkenal di purworejo tapi lebih dari itu sebetulnya ada bnyak curug di Kab.Purworejo slaha satunya adalah Curug Muncar berikut ini. Air terjun Curug Muncar terletak 45 km arah barat laut dari pusat Kota Purworejo. Tepatnya terletak di Desa Kaliwungu, Kec. Bruno, di Kawasan Perhutani. Air terjun ini berada di ketinggian 900 m diatas permukaan laut. Curug Muncar ini masih sangat alami, belum tersentuh oleh bermacam-macam teknologi manusia. Oleh karena itu jika Anda menyukai petualangan alam maka Curug Muncar dapat menjadi pilihan yang tepat. Disarankan, bila Anda ingin berpetualang ke lokasi ini, sebaiknya persiapkan fisik Anda karena jalan menuju lokasi relatif menanjak, sehingga dikhawatirkan bila fisik anda lemah tidak dapat sampai ke tujuan. Bagaimanapun lokasi ini cocok bagi para pencinta alam dan pendaki gunung. Bila Anda tiba di lokasi akan terasa betapa agungnya Sang Pencipta alam ini. Kesejukan air dan udara akan menyertai Anda sepanjang waktu. Bila Anda ingin mencoba mandi alam, disinilah pilihan yang tepat. Pengunjung yang pernah ke lokasi ini umumnya mengaku puas dapat menikmati keasrian alam sebagai kekayaan bumi nusantara. 8. Puncak Geger Menjangan Merupakan kawasan wisata alam, obyek utama yang banyak dinimkati pengunjung adalah keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan dipandang dari ketinggian puncak bukit. Selain itu, kawasan Geger Menjangan masih menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu taman permainan anak, kolam renang dan meja bilyard. Kolam renang dan taman pemancingan terletak di pintu masuk kawasan. Sedang meja bilyard berada di puncak bukit. Suguhan yang lebih dikhususkan untuk kawula muda adalah arena minicross, panjat tebing dan lokasi berbagai pertunjukan umum. Arena minicross berupa lahan cukup luas dengan kontur tanah yang sangat menantang. Di lokasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan umum. Sedang panjat tebih telah dibuat secara permanen dengan konstruksi baja berketinggian 15 meter. Memandang keindahan panorama alam dari ketinggian itulah yang ditawarkan kawasan tersebut. Keindahan yang dapat dinikmati dengan biaya yang sangat murah dan mudah dijangkau. Keindahan panorama memang merupakan obyek pokok yang banyak disukai masyarakat, terutama para remaja. Untuk dapat menikmati indahnya panorama tersebut, pengunjung ditantang untuk berolah raga jalan kaki sejaun 1.800 m menyusuri jalan setapak yang telah dibangun dengan paving block. Perjalanan dari pintu masuk obyek hingga puncak bukit memang cukup mengasyikkan. Wisatawan ditantang untuk membuktikan kehandalan tenaga dengan mendaki bukit yang tingginya sekitar 175 m di atas permukaan laun. Setelah sampai di puncak, wisatawan akan menemukan sebuah bangunan berukuran 6 x 10 meter, itulah gardu pemandangan yang sengaja dibangun untuk menikmati keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan. Keindahan tersebut akan menikmati secara lebih sempurna dikala cuaca cerah. Satu lagi tempat yang menarik di Kawasan Geger Menjangan adalah sebuah makam tua yakni makan Kyai Imam Puro. Konon merupakan cerita Kyai tersebut merupakan salah satu tokoh yang besar andilnya bagi keberadaan Kabupaten Purworejo. Bahkan karena besarnya andil Kyai Imam Puro, sampai-sampai sejarahnya pernah ditawarkan menjadi tonggak hari jadi Kabupaten Purworejo. Lokasi taman wisata Geger Menjangan terletak di timur laut Kota Purworejo. Masuk dalam wilayah Kelurahan Baledono Kabupaten Purworejo. Jaraknya hanya satu kilometer dari pusat kota. Tidak perlu kendaran angkutan umum untuk mencapainya. Dengan berjalan kaki justru terasa lebih nikmat. Sayangnya, kawasan seluas 20 hektar tersebut hingga kini masih ada kendala. Panduan tentang pola pengembangannya telah ada, berupa rencana tapak kawasan lengkap dengan berbagai programnya. Juga sudah ditetapkan dalam rencana umum tata ruang kota (RUTRK) dan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Akan tetapi belum ada investor yang dengan sungguh0sungguh berani menanamkan modalnya untuk membuka usaha di kawasan ini. Untuk mencapai ke sana bisa naik angkutan jurusan Kaliboto, jalan yang arah ke Magelang, dekat dengan pusat kota kabupaten. 5.Museum Tosan Aji Museum Tosan Aji atau dikenal dengan nama Museum Pusaka ini menjadi tempat wisata di Purworejo yang menyimpan sejarah yang tinggi. Banyak peninggalan pusaka jaman kerajaan yang disimpan di Museum Tosan Aji. Banyak Pusaka yang dulunya berasal dari tanah Jawa disimpan di museum ini. Museum ini menghadirkan suasana masa lampau dengan kelengkapan koleksi pusaka tanah Jawa 6.Masjid Agung Purworejo Masjid Agung Purworejo digunakan sebagai tempat ibadah utama di Purworejo bagi masyarakat muslim. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Purworejo juga terkadang dijadikan tempat wisata di Purworejo yang banyak diminati pengunjung. Di masjid agung ini anda akan menjumpai sebuah bedug tua yang pembuatannya sekitar tahun 1800 an dan berdiameter 2 meter, akan terlihat sangat besar untuk ukuran sebuah bedug. Keistimewaaan bedug ini adalah bahwa bedug ini hanya digunakan pada saat hari raya dan selama bulan ramadhan saja. 7.Pantai Ketawang Pantai Ketawang merupakan tempat wisata di Purworejo yang masih asri dan natural. Masih sedikit bangunan yang menunjang akses pantai meskipun terbilang cukup dekat dengan pusat kota. Keadaan pantai masih sepi pengunjung karena belum terjamah para investor, padahal potensi Pantai Ketawang sangat indah. Jika anda berkunjung ke Pantai Ketawang dan jika beruntung akan menjumpai lomba balap kuda yang diadakan warga setempat di Pantai Ketawang. Namun kegiatan ini sangat jarang anda temui karena belum menjadi kegiatan rutin warga setempat. Jika anda tertarik mengunjungi Pantai Ketawang, silahkan datang ke di Desa Ketawang, Kecamatan Grabag, atau berjarak sekitar 22 km dari pusat Kota Purworejo. 8.Benteng Pendem Bagi anda mungkin memang asing mendengar kata Benteng Pendem khususnya anda yang berda di luar daerah Purworejo, Kota Purworejo juga pernah dijadikan tempat pangakaln militer penjajah Jepang, hal itu dibuktikan dengan adanya peningggalan sebuah benteng kuno masa penjajahan Jepang, dimana benteng ini dulunya digunakan oleh militer Jepang untuk menahan gempuran Serangan dari arah pantai Selatan.Namun kini Benteng itu bisa berpotensi sebagai objek wisata yang menarik apabila ada dana infrastuktur untuk pengolahannya. 9.Wisata Alam Hutan Purworejo Keindahan alam Purworejo memang sangat potensial, hal ini dibuktikan dengan adanya wisata alam bernuansa hutan yang sangat dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah Purworejo. Tempat wisata di Purworejo ini juga merupakan perkemahan yang bisa juga digunakan untuk sarana outbond dan kegiatan adventure dengan keindahan hutan pinusnya. Di wisata alam hutan ini juga terdapat kebun binatang mini yang memiliki koleksi binatang yang terawat dan bersahabat bagi anak-anak. Wisata Alam Hutan Purworejo atau biasa disebut Kusumo Asri ini terletak di Desa Mayungsari, Kecamatan Bener, Purworejo.

Report
TEMPAT WISATA DI PURWOREJO
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah subhanahuwata’ala,karena berkat
rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan electronic book (Buku
Elektronik/Digital) dengan sebaik mungkin. Dalam e-book ini banyak dijelaskan
mengenai materi segala yang berhubungan dengan tempat wisata di Purworejo.
Semoga buku digital yang kami buat,dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
membacanya.
Salam serta rasa terimakasih kami ucapkan pula untuk pihak-pihak yang terkait
dalam penyeselesain e-book ini,sehingga kami dapat menciptakan sebuah electronic
book sebaik mungkin. E-Book ini merupakan suatu karya kami yang masih belum
sempurna,untuk itu kami mengucapkan mohon maaf apabila masih banyak kekurangan
yang terdapat dalam buku digital ini baik berupa perkataan maupun penyampaian
materi yang kurang berkenan. Untuk itu,kritik dan saran sangat kami harapkan
untuk menyempurnakan tugas ini.
Wassalamualaikum wr.wb
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..........................................................................................................................1
DAFTAR ISI ..........................................................................................................................................2
1.GOA SEPLAWAN…………………………………………………………………………………..3
2.CURUG SILANGIT………………………………………………………………………………...5
3.PANTAI JATIMALANG…………………………………………………………………………...5
4.CURUG MUNCAR………………………………………………………………………………….6
5.PUNCAK GEGER MENJANGAN………………………………………………………………...7
6.MUSEUM TOSAN AJI……………………………………………………………………………...8
7.MASJID AGUNG PURWOREJO………………………………………………………………….9
8.PANTAI KETAWANG………………………………………….......................................................9
9.BENTENG PENDEM……………………………………………………………………………….10
10.WISATA ALAM PURWOREJO…………….……………………………………………………11
1.Goa Seplawan
Goa Seplawan terletak di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing dengan jarak tempuh + 20
km ke arah Timur dari pusat kota Purworejo dengan ketinggian 700 m dpl sehingga
udaranya sangat sejuk. Goa ini memiliki ciri khusus berupa ornamen yang terdapat di dalam
goa, antara lain staklatit, staklamit, flowstone, helekit, soda straw, gower dam dan dindingdindingnya berornamen seperti kerangka ikan. Panjang Goa Seplawan + 700 m dengan
cabang-cabang goa sekitar 150-300 m dan berdiameter 15 m. Goa alam yang sangat
menakjubkan ini menjadi semakin terkenal dengan diketemukannya arca emas Dewa Syiwa
dan Dewi seberat 1,5 kg pada tanggal 28 Agustus 1979 yang sekarang arca tersebut
disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Tempat lain yang juga terkait dengan sejarah Kabupaten Purworejo adalah Goa Seplawan,
yang berada di wilayah Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing. Goa ini menjadi istimewa
karena disebut-sebut dalam Prasasti Kayu Arahiwang. Dalam prasasti itu dengan jelas
disebutkan bahwa salah satu tempat yang harus dijaga karena kesuciannya adalah Goa
Seplawan.
Dan agaknya hal itu memang benar. Karena saat pertama kali ditemukan pada tanggal 28
Agustus 1979, di dalam salah satu lorong goa ditemukan sebuah arca sepasang dewa dewi
yang terbuat dari emas murni. Keberadaan patung sepasang dewa dewi yang tak lain adalah
Dewa Syiwa dan Dewi Parwati ( seberat 1,5 kg ) tersebut, menunjukkan kalau Goa Seplawan
sebelumnya dijadikan sebagai tempat pemujaan.
Patung itu kemudian dibawa ke Jakarta dan disimpan di Musium Nasional Jakarta. Sebagai
gantinya pemerintah membuatkan replika patung itu tepat di depan mulut goa. Tujuannya
adalah untuk mengingatkan kepada para pengunjung bahwa goa ini pada dasarnya adalah
tempat suci yang disakralkan oleh masyarakat pada zaman dulu. Selain sakral, goa ini juga
memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Hamparan stalaktit dan stalagmit di setiap
lorong goa, menciptakan kesan tersendiri bagi para pengunjung goa. Tak hanya itu gemericik
air yang menetes dari bebatuan penyusun goa mampu menenangkan hati siapapun yang
masuk ke dalamnya.
Goa ini memiliki panjang + 700 meter dengan cabang-cabang goa sekitar 150 – 300 meter
dan berdiameter 15 meter. Sehingga untuk masuk ke dalam goa, pengunjung harus
menyusuri anak tangga menurun yang cukup melalahkan. Yang mana rasa lelah itu akan
segera hilang begitu mulai memasuki mulut goa. Sebab dari mulut goa itu saja keindahan
ukiran batu di dalam goa sudah terlihat jelas.
Makanya tak heran kalau pengunjung betah berlama-lama tinggal di dalam goa tersebut.
Bahkan terkadang ada orang yang sengaja masuk dan tinggal selama beberapa hari di dalam
goa untuk melakukan ritual. Dan hal ini bisa diketahui dari aroma hioswa dan minyak wangi
yang menyeruak dari salah satu ruangan di dalam gua tersebut. Karena agaknya ruangan
tersebut memang kerap dipakai untuk menggelar ritual.
Ritual di dalam goa itu sebenarnya adalah rangkaian dari ritual yang biasa dilakukan di Candi
Gondoarum yang berada tidak jauh dari Goa Seplawan. Candi Gondoarum sendiri saat ini
nyaris tak berbentuk lagi. Yang tersisa hanyalah bekas-bekas pondasi dasar candi, yang
sepintas terlihat mirip batu biasa yang berserakan. Hanya saja yang membedakan adalah,
adanya beberapa guratan ukiran pada beberapa sisi batu yang bila dirangkai bisa saling
berhubungan.
“ Candi ini diduga lebih tua dari pada Candi Borobudur. Dan disebut Gondoarum karena
waktu lingga yoninya diangkat, keluar semerbak bau harum. Sehingga sampai sekarang tidak
ada orang yang berani berbuat jelek di tempat ini. “
2. Curug Silangit
Curug Silangit merupakan tempat wisata di Purworejo yang menjadi aset wisata kota
Purworejo. Dinamakan Curug Silangit karena ketinggian curug ini mencapai 50 meter yang
dibagi atas 3 tingkatan curug. Pada curug paling atas setinggi 30meter, curug kedua dan
ketiga memiliki tinggi yang sama yaitu 10 meter. Tapi jika anda bermain air di sekitar curug
ini sebaiknya hati-hati karena jika anda tidak bisa berenang sebaiknya anda bermain di
tepian saja. Curug ini dikenal memiliki kedalaman kedung yang sangat dalam. Akses ke Curug
Silangit dapat ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dan letaknya pun
mudah dijangkau karena lokasinya berada di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing,
Kabupaten Purworejo.
3. Pantai Jatimalang
Keindahan Pantai Jatimalang sudah menjadi idola para wisatawan jika sedang berkunjung ke
Purworejo. Sehingga tidak asing jika banyak di sekitar pantai sudah menjadi bangunanbangunan untuk berjualan atau sekedar menyediakan tempat istirahat para wisatawan.
Pantai Jatimalang menawarkan keindahan pantai laut selatan pulau Jawa yang dikenal
memiliki ombak yang cukup besar tetapi masih bisa digunakan untuk bermain. Pantai
Jatimalang berada di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, atau berjarak sekitar 18 km
dari pusat Kota Purworejo
4.Curug Muncar
Tidak hanya curug Silangit yang terdapat dan terkenal di purworejo tapi lebih dari itu
sebetulnya ada bnyak curug di Kab.Purworejo slaha satunya adalah Curug Muncar berikut
ini.
Air terjun Curug Muncar terletak 45 km arah barat laut dari pusat Kota Purworejo.
Tepatnya terletak di Desa Kaliwungu, Kec. Bruno, di Kawasan Perhutani. Air terjun ini
berada di ketinggian 900 m diatas permukaan laut. Curug Muncar ini masih sangat alami,
belum tersentuh oleh bermacam-macam teknologi manusia. Oleh karena itu jika Anda
menyukai petualangan alam maka Curug Muncar dapat menjadi pilihan yang tepat.
Disarankan, bila Anda ingin berpetualang ke lokasi ini, sebaiknya persiapkan fisik Anda
karena jalan menuju lokasi relatif menanjak, sehingga dikhawatirkan bila fisik anda lemah
tidak dapat sampai ke tujuan. Bagaimanapun lokasi ini cocok bagi para pencinta alam dan
pendaki gunung.
Bila Anda tiba di lokasi akan terasa betapa agungnya Sang Pencipta alam ini. Kesejukan air
dan udara akan menyertai Anda sepanjang waktu. Bila Anda ingin mencoba mandi alam,
disinilah pilihan yang tepat. Pengunjung yang pernah ke lokasi ini umumnya mengaku puas
dapat menikmati keasrian alam sebagai kekayaan bumi nusantara.
8. Puncak Geger Menjangan
Merupakan kawasan wisata alam, obyek utama yang banyak dinimkati pengunjung adalah
keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan dipandang dari ketinggian puncak bukit. Selain
itu, kawasan Geger Menjangan masih menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu
taman permainan anak, kolam renang dan meja bilyard. Kolam renang dan taman
pemancingan terletak di pintu masuk kawasan. Sedang meja bilyard berada di puncak bukit.
Suguhan yang lebih dikhususkan untuk kawula muda adalah arena minicross, panjat tebing
dan lokasi berbagai pertunjukan umum. Arena minicross berupa lahan cukup luas dengan
kontur tanah yang sangat menantang.
Di lokasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan umum. Sedang panjat tebih
telah dibuat secara permanen dengan konstruksi baja berketinggian 15 meter. Memandang
keindahan panorama alam dari ketinggian itulah yang ditawarkan kawasan tersebut.
Keindahan yang dapat dinikmati dengan biaya yang sangat murah dan mudah dijangkau.
Keindahan panorama memang merupakan obyek pokok yang banyak disukai masyarakat,
terutama para remaja. Untuk dapat menikmati indahnya panorama tersebut, pengunjung
ditantang untuk berolah raga jalan kaki sejaun 1.800 m menyusuri jalan setapak yang telah
dibangun dengan paving block.
Perjalanan dari pintu masuk obyek hingga puncak bukit memang cukup mengasyikkan.
Wisatawan ditantang untuk membuktikan kehandalan tenaga dengan mendaki bukit yang
tingginya sekitar 175 m di atas permukaan laun. Setelah sampai di puncak, wisatawan akan
menemukan sebuah bangunan berukuran 6 x 10 meter, itulah gardu pemandangan yang
sengaja dibangun untuk menikmati keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan. Keindahan
tersebut akan menikmati secara lebih sempurna dikala cuaca cerah. Satu lagi tempat yang
menarik di Kawasan Geger Menjangan adalah sebuah makam tua yakni makan Kyai Imam
Puro. Konon merupakan cerita Kyai tersebut merupakan salah satu tokoh yang besar
andilnya bagi keberadaan Kabupaten Purworejo. Bahkan karena besarnya andil Kyai Imam
Puro, sampai-sampai sejarahnya pernah ditawarkan menjadi tonggak hari jadi Kabupaten
Purworejo. Lokasi taman wisata Geger Menjangan terletak di timur laut Kota Purworejo.
Masuk dalam wilayah Kelurahan Baledono Kabupaten Purworejo. Jaraknya hanya satu
kilometer dari pusat kota. Tidak perlu kendaran angkutan umum untuk mencapainya. Dengan
berjalan kaki justru terasa lebih nikmat. Sayangnya, kawasan seluas 20 hektar tersebut
hingga kini masih ada kendala. Panduan tentang pola pengembangannya telah ada, berupa
rencana tapak kawasan lengkap dengan berbagai programnya. Juga sudah ditetapkan dalam
rencana umum tata ruang kota (RUTRK) dan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Akan
tetapi belum ada investor yang dengan sungguh0sungguh berani menanamkan modalnya
untuk membuka usaha di kawasan ini.
Untuk mencapai ke sana bisa naik angkutan jurusan Kaliboto, jalan yang arah ke Magelang,
dekat dengan pusat kota kabupaten.
5.Museum Tosan Aji
Museum Tosan Aji atau dikenal dengan nama Museum Pusaka ini menjadi tempat wisata di
Purworejo yang menyimpan sejarah yang tinggi. Banyak peninggalan pusaka jaman kerajaan
yang disimpan di Museum Tosan Aji. Banyak Pusaka yang dulunya berasal dari tanah Jawa
disimpan di museum ini. Museum ini menghadirkan suasana masa lampau dengan kelengkapan
koleksi pusaka tanah Jawa
6.Masjid Agung Purworejo
Masjid Agung Purworejo digunakan sebagai tempat ibadah utama di Purworejo bagi
masyarakat muslim. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Purworejo juga terkadang
dijadikan tempat wisata di Purworejo yang banyak diminati pengunjung. Di masjid agung ini
anda akan menjumpai sebuah bedug tua yang pembuatannya sekitar tahun 1800 an dan
berdiameter 2 meter, akan terlihat sangat besar untuk ukuran sebuah bedug.
Keistimewaaan bedug ini adalah bahwa bedug ini hanya digunakan pada saat hari raya dan
selama bulan ramadhan saja.
7.Pantai Ketawang
Pantai Ketawang merupakan tempat wisata di Purworejo yang masih asri dan natural. Masih
sedikit bangunan yang menunjang akses pantai meskipun terbilang cukup dekat dengan pusat
kota. Keadaan pantai masih sepi pengunjung karena belum terjamah para investor, padahal
potensi Pantai Ketawang sangat indah. Jika anda berkunjung ke Pantai Ketawang dan jika
beruntung akan menjumpai lomba balap kuda yang diadakan warga setempat di Pantai
Ketawang. Namun kegiatan ini sangat jarang anda temui karena belum menjadi kegiatan
rutin warga setempat. Jika anda tertarik mengunjungi Pantai Ketawang, silahkan datang ke
di Desa Ketawang, Kecamatan Grabag, atau berjarak sekitar 22 km dari pusat Kota
Purworejo.
8.Benteng Pendem
Bagi anda mungkin memang asing mendengar kata Benteng Pendem khususnya anda yang
berda di luar daerah Purworejo, Kota Purworejo juga pernah dijadikan tempat pangakaln
militer penjajah Jepang, hal itu dibuktikan dengan adanya peningggalan sebuah benteng
kuno masa penjajahan Jepang, dimana benteng ini dulunya digunakan oleh militer Jepang
untuk menahan gempuran Serangan dari arah pantai Selatan.Namun kini Benteng itu bisa
berpotensi sebagai objek wisata yang menarik apabila ada dana infrastuktur untuk
pengolahannya.
9.Wisata Alam Hutan Purworejo
Keindahan alam Purworejo memang sangat potensial, hal ini dibuktikan dengan adanya wisata
alam bernuansa hutan yang sangat dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah Purworejo.
Tempat wisata di Purworejo ini juga merupakan perkemahan yang bisa juga digunakan untuk
sarana outbond dan kegiatan adventure dengan keindahan hutan pinusnya. Di wisata alam
hutan ini juga terdapat kebun binatang mini yang memiliki koleksi binatang yang terawat
dan bersahabat bagi anak-anak. Wisata Alam Hutan Purworejo atau biasa disebut Kusumo
Asri ini terletak di Desa Mayungsari, Kecamatan Bener, Purworejo.

similar documents