dian pm2

Disusun Oleh : Dian Murnisari (06/X Pemasaran 2) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Purworejo JL. Krajan, Semawung Daleman, Kec Kutoarjo, Kab Purworejo Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Purworejo, April 2016 Penyusun DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….I KATA PENGANTAR………………………………………………………………...2 DAFTAR ISI………………………………………………………………………….3 BAB 1…………………………………………………………………………………  Pendahuluan……………………………………………………...…...4 BAB 2…………………………………………………………………………………  Isi…………………………………………………………………5-23 BAB 3…………………………………………………………………………………  Penutup………………………………………………………………24 BAB 1 PENDAHULUAN Sebagai negara besar indonesia mempunyai segudang tempat wisata yang menarik serta lokasi wisata yang mempesona. Wajar bila indonesia menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Salah satunya Kota Purworejo. Banyak sekali keindahan alam di kota Purworejo mulai dari pantainya sampai ke curug-curugyang ada di Kota Purworejo. Bab II Isi I. Letak kota Purworejo Kabupaten Purworejo (Jawa: Hanacaraka: ꦦꦸꦂꦮꦉꦗ, Latin: Purwårejå), adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukota berada di kota Purworejo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Magelang di utara, Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di timur), Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Kebumen di sebelah barat. II. Wisata yang ada di Kota Purworejo Dalam bidang pariwisata, purworejo mengandalkan pantainya di sebelah selatan yang bernama "Pantai Ketawang", "Pantai Keburuhan (Pasir Puncu), "Pantai Jatimalang" didukung dengan gua-gua seperti "Gua Selokarang" dan "Sendang Sono", di Sendang Sono (artinya kolam di bawah pohon sono) masyarakat mempercayai bahwa mandi di sendang tersebut akan dapat mempertahankan keremajaan. Gua Seplawan, terdapat di kecamatan Kaligesing. Goa ini banyak diminati wisatawan karena keindahan goa yang masih asli dan juga keindahan pemandangan alamnya serta hasil buah durian dan kambing ettawa sebagai salah satu ciri khas hewan ternak di Kabupaten Purworejo. Di samping itu, terdapat juga air terjun "Curug Muncar" dengan ketinggian ± 40m yang terletak di kecamatan Bruno dengan panorama alam yang masih alami.[3] Gua pencu di desa Ngandagan merupakan bentuk benteng seperti gua pada zaman Hindia Belanda, dan pada masa itu gua pencu pernah didatangi oleh Presiden Sukarno, tapi sekarang sudah tidak terawat karena kurang pedulinya aparatur pemerintahan desa. Macam-macam wisata di Kota Purworejo A. Pantai Jatimalang Pantai Jatimalang – Pantai Jatimalang Indah terletak di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo termasuk jajaran Pantai Selatan kurang lebih 17 km dari kota Purworejo dan kurang lebih 60 KM dari kota Yogyakarta, Sebelah Timur berbatasan dengan Pantai di kawasan Yogyakarta, sebelah barat berbatasan dengan pantai-pantai kecil di daerah Purworejo. Pantai Jatimalang merupakan pantai yang menjadi andalan wisata kabupaten Purworejo. Pantai yang satu ini menyimpan kelebihan dan keelokan tersendiri yang berbeda dibandingkan dengan pantai yang lainnya. Pemandangan indah disaat sunset juga menjadi sesuatu yang nggak boleh dilewatkan begitu saja oleh para penelusur. Akses ke Pantai Jatimalang sendiri sangatlah mudah. Jika para penelusur ingin ke sana dengan menggunakan kendaraan pribadi, maka langsung saja arahkan kendaraan ke arah selatan pusat kota purworejo tepatnya ke Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi. Namun jika para penelusur menggunakan angkutan umum, maka bisa angkot dari terminal Purworejo dengan trayek trayek Purworejo-nampurejo. Tapi nggak semua angkot trayek itu sampai di pantainya, hanya beberapa angkot yang bertuliskan Pantai Jatimalang di kaca depan ataupun belakang. Biaya masuknya juga murah nih, hanya dengan biaya retribusi Rp. 3000/orang para penelusur bisa masuk dan bermain sepuasnya di pantai ini. Di Pantai Jatimalang, para penelusur bisa melakukan berbagai kegiatan wisata. Jika tidak ingin bermain air pantai atau takut dengan ombak yang besar jangan khawatir dulu, tidak jauh dari bibir pantai, berjejer kolam renang air tawar. Kolam ini termasuk unik karena terbuat dari terpal -terpal berwarna-warni dan juga berada di pinggir pantai sehingga sambil berenang bisa melihat pantai. Tidak jauh dari Pantai Jatimalang juga ada TPI (Tempat Pelelangan Ikan), ikan-ikan tersebut berasal dari nelayan yang juga ada di Pantai Jatimalang. Jika para penelusur ingin menikmati keindahan pantai namun malas jalan kaki, maka para penelusur bisa menyewa ATV yang disewakan oleh masyarakat sekitar. Dengan tarif Rp 20.000/15menit para penelusur dapat berkeliling pantai tanpa rasa capek. Di Pantai jatimalang ini para penelusur juga bisa menikmati indahnya matahari terbenam maupun matahari terbit, jadi kurang apa lagi coba keindahan dari tempat yang satu ini? Pantai Jatimalang sendiri juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan juga akomodasi pendukung diantaranya yaitu toilet yang bersih, tempat bilas air tawar, dan juga berbagai tempat penginapan dengan harga yang terjangkau. Di sekitar Pantai Jatimalang juga terdapat beberapa warung makan seafood. Berbagai varian menu olahan ikan laut ditawarkan di warung – warung tersebut dan bahkan di salah satu warung ada yang menyediakan menu olahan yang sangat wow sekali, yaitu olahan menu dengan bahan dasar daging ikan hiu!! Para penelusur nggak perlu khawatir soal harga, karena harganya tergolong murah kok, jadi nggak bakalan deh bikin dompet para penelusur sampe kosong. B. Pantai Ketawang Pantai Ketawang. Para Penelusur pasti sering banget bila bermain ke Pantai. Untuk itu cobain nih untuk bermain ke Pantai Ketawang yang terletak di dusun Ketawang, desa Ketawangrejo, kecamatan Grabag, Purworejo. Para Penelusur tau ga? ternyata pantai Ketawang ini banyak orang yang mengira Pantai Jetis lho. padahal Jetis sendiri merupakan nama dusun di desa Patutrejo yang terletak di sebelah timur desa Ketawangrejo. Usut punya usut ternyata kedua dusun tersebut juga saling berbatasan, sehingga kemungkinan kedua pantai tersebut juga sulit untuk dicari batasnya. Lokasi secara astronomis terletak pada 7.849166667S, 109.895E Para Penelusur yang ingin kesini pasti ga akan kecewa, walupun Pantai Ketawang mempunyai pasir hitam. Tetapi keindahannya ga akan kalah dengan pantai yang berpasir putih. Dari pantai ini Para Penelusur bisa melihat pegunungan sewu dan menoreh di sebelah timur dan karst gombong di sebelah barat, serta mercusuar yang terletak di tengah rawa-rawa yang sudah dimanfaatkan sebagai kolam ikan dan lahan bercocok tanam. Di Pantai Ketawang terdapat juga acara lomba pacuan kuda, dan balap motor (racing) di pantai ini. Ada juga fasilitas disini, seperti tempat parkir, tempat makan, dan tiada retribusi. Para Penelusur yang ingin kesini dengan melewati Kutoarjo terus menuju stasiun dan ikuti jalan ke selatan hingga jalan Daendels dan ikuti lagi jalan ke selatan hingga ke pantai. Jika lewat jalan Daendels dari Kebumen atau Jogja tinggal menuju bagian Purworejo yang jalannya dah acak kadut dan sampai nemu petunjuk ke Ketawang. Bisa juga lewat jalan sebelum plang ke Ketawang (dari arah Jogja) yang nanti melewati gerbang dengan tulisan selamat datang di pantai Jetis, tinggal mengikuti jalan paving hingga pantai. Para Penelusur yang lupa sarapan sehingga terasa lapar, disini terdapat juga aneka warung menjual kupat tahu, mie ayam, bakso, sate, atau rames berjajar sepanjang pantai. Juga aneka minuman seperti dawet, es buah, atau teh. Jadi ga usah repot-repot bawa bekal dari rumah. C. Goa Seplawan Keindahan goa seplawan dengan panjang lebih dari 750 meter ini wajib anda selusuri. Berada di ketinggian sekitar 900 mdpl pegunungan menoreh selain menawarkan keindahan pesona alam bawah tanah juga pemandangan alam pegunungan sejuk nan indah. Keindahan Goa Seplawan Goa seplawan terletak di pegunungan menoreh yang membentang dari kecamatan Bagelen Purworrejo hingga kabupaten Magelang. Dan goa seplawan masuk wilayah kabupaten Purworejo Jawa Tengah dan di sebelah timur berbatasan langsung dengan kabupaten Kulonprogo Yogyakarta.Lokasi Goa Seplawan Tepatnya berada di desa Donorejo kecamatan Kaligesing Purworejo Jawa Tengah. Memasuki kawasan wisata Goa Seplawan, hawa sejuk begitu terasa disini. Lokasi goa seplawan berada tak jauh dari area parkir, pengunjung cukup berjalan beberapa meter saja. Sebelum memasuki goa seplawan, pengunjung akan disuguhi patung besar replika arca emas Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Dulu, Sekitar tahun 1979 bersamaan ditemukannya goa Seplawan kala itu ditemukan pula patung emas dan berdasarkan identifikasi ahli sejarah waktu itu merupakan patung Dewa Siwa dan Parwati. Saat ini patung tersebut disimpan di museum Nasional Jakarta dan sebagai tanda ditemukan benda bersejarah maka dibuat patung replika. Dengan ditemukannya patung tersebut menandakan bahwa goa seplawan mempunyai nilai sejarah yang tinggi. Untuk Selusur goa seplawan bisa dilakukan oleh siapa saja karena sangat aman dan mudah tanpa peralatan khusus. Di dalam goa sudah tersedia lampu penerangan yang menerangi sepanjang jalur wisata goa seplawan. Untuk menuju mulut goa harus melewati jalan paving yang melingkar dan menurun. Untuk menuju goa pengunjung harus menuruni tangga yang tersedia. Berada di mulut goa anda sudah merasakan keajaiban alam berupa stalaktit dan stalakmit yang beraneka ragam nan indah. Berjalan beberapa meter pengunjung akan mendapati sebuah kolam dengan airnya yang jernih. Perjalanan tidak berhenti disini, karena ini baru awal. Untuk melanjutkan selusur goa seplawan, pengunjung harus naik tangga kecil dan masuk lorong goa yang bisa dilalui satu orang saja. Namun setelah melewati lorong tersebut, pengunjung akan melihat keindahan goa seplawan. Pengunjung akan terkagum-kagum karena ternyata goa seplawan memiliki diameter yang besar dan memanjang sepanjang lebih dari 700 meter. Goa seplawan ini memiliki jalur buntu, karena tidak ada tembusan ke titik tertentu. Jadi untuk keluar goa harus jalan balik dan keluar melalui pintu masuk. Goa ini memiliki cabang-cabang yang banyak, dan cabang-cabang tersebut tidak disediakan lampu penerangan karena beberapa jalur tersebut berupa goa vertikal dan ada juga yang berlumpur sehingga sering disebut istana lumpur. Untuk memasuki cabang goa tersebut harus membawa alat penerangan sendiri dan harus dengan pemandu. Pemandangan Alam Yang Mempesona Selain keindahan goa alam sendiri, pemandangan alam di kawasan juga sangat indah. Anda bisa melihat kota Jogja dari gardu pandang goa seplawan. Dari gardu Pandang bisa juga melihat waduk Sermo yang terletak di Kulonprogo. Bahkan jika naik kepuncak sisi kanan dari gardu Pandang, jika cuaca cerah bisa menyaksikan 5 gunung sekaligus yaituGunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Slamet, gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Jam Buka Dan Harga Tiket Masuk Pengunjung bisa datang kapan saja di goa ini. Untuk jam buka goa seplawan sendiri mulai dari jam 08.00 pagi hingga pukul 17.00. Goa seplawan biasanya ramai dikunjungi di hari sabtu atau minggu ataupun hari llibur atau musim liburan. Untuk tarif tiket masuk Goa Seplawan sangat murah yaitu sekitar Rp.3.000 rupiah dan tarif parkir Rp. 2000 . Sangat murah bukan? Lokasi Dan Rute Menuju Goa Seplawan Goa Seplawan terletak di Desa Donorejo kecamatan Kaligesing Purworejo berbatasan langsung dengan kabupaten Kulonprogo. Bila pengunjung dari arah kota Yogyakarta maka bisa mengambil rute ke arah Samigaluh melalui jalan Godean. Kemudian lurus ke arah Goa Kiskendo. Setelah sampai goa Kiskendo lihat papan petunjuk arah menuju Goa Seplawan / Purworejo. Maka anda cukup mengikuti jalan tersebut dan anda akan sampai di Goa Seplawan. Fasilitas goa seplawan sudah lumayan lengkap mulai dari area parkir, kamar mandi dan WC, Mushola dan tersedia warung-warung sehingga jika lapar setelah selusur goa bisa memesan makanan sembari menikmati keindahan dan kesejukan kawasan goa seplawan. D. Curug Muncar Wisata alam berupa air terjun Curug Muncar ( Muncar Waterfall ) beralamat di dusun Kalibang, desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno dan masih berada di wilayah kabupaten Purworejo. Curug Muncar termasuk salah satu dari beberapa air terjun di kabupaten Purworejo yang masih sangat alami sekali dan belum tersentuh perubahan. Air terjun curug Muncar berada di ketinggian sekitar 900 dpl, dan mempunyai tinggi sekitar 40 meter. Lokasi air terjun curug Muncar itu sendiri berada di tengah ketinggian pada sebuah bukit bebatuan sehingga pengunjung harus mengeluarkan tenaga ekstra saat naik menuju area curug muncar karena kondisi jalan adalah menanjak. Selain itu, kondisi jalan utama menuju lokasi air terjun mempunyai lebar yang sempit dan hanya dapat dilalui oleh satu kendaraan roda dua. Namun, beberapa pengunjung dengan jiwa petualang lebih menyukai menitipkan kendaraan mereka untuk parkir di rumah-rumah penduduk yang berlokasi tak jauh dari jalan utama dan kemudian mereka melakukan jalan kaki untuk menuju lokasi utama curug Muncar. Rute perjalanan Jika dilihat dari peta lokasi, ada 3 jalur utama untuk rute perjalananmenuju lokasi curug muncar, yaitu dari Kutoarjo, pertigaan Maron, dan Wonosobo. Rute perjalanan dari kota Magelang dan sekitarnya. Jika anda berasal dari lokasi Magelang dan sekitarnya, anda harus mengambil arah ke Purworejo. Setelah sampai di simpang tiga di desa Maron ( 7 km sebelum kota Purworejo ), anda mengambil arah ke kanan menuju kecamatan Kepil, Wonosobo. Kira-kira 20 km, anda akan menemukan pertigaan di desa Cawangan, kec. Kepil, Wonosobo, Anda harus mengambil arah ke kiri menuju kecamatan Bruno.Pada 10 km kemudian, anda akan berada di persimpangan curug Muncar, desa Kaliwungu, kecamatan Bruno. Jarak antara pertigaan desa Cawangan ke kota Kutoarjo itu sendiri berada di sekitar 32,5 km. Selama perjalanan dari desa Cawangan ke Kaliwungu, anda akan merasakan hawa sejuk dan menyegarkan. Selain itu, kondisi jalan adalah menurun sehingga kendaraan anda akan hemat bensin. Satu hal lagi, anda akan disuguhi pemandangan indah yang ada di kiri dan kanan jalan, selama perjalanan. Rute perjalanan dari Kutoarjo dan sekitarnya. Dari kota Kutoarjo, anda harus mengambil jurusan ke arah desa Gunung Tugel. Dari Kotoarjo menuju persimpangan curug Muncar di desa Kaliwungu adalah sekitar 22 km. Rute perjalanan dari kota Wonosobo dan sekitarnya. Jika anda dari arah Wonosobo, anda harus mengambil jalur menuju kecamatan Kretek kemudian menuju pertigaan di desa Cawangan, kecamatan Kepil dan kemudian mengambil arah ke kanan untuk menuju persimpangan curug Muncar di desa Kaliwungu. Dari persimpangan curug Muncar di desa Kaliwungu menuju lokasi utama air terjun adalah sekitar 3 km. Bentuk jalan adalah sebuah gang kampung yang sudah dibuat jalur setapak dan bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat. Pada 2 km sebelum lokasi utama curug muncar, anda boleh menitipkan kendaraan anda di rumah-rumah penduduk dengan tarip parkir adalah Rp 2.000. Kemudian anda harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 km dimana 65% dari bentuk jalan adalah tanah menanjak dan sangat licin jika setelah datang hujan. E. Curug Silangit Curug Silangit adalah tempat wisata alam yang memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter dan letaknya berada paling atas.Tempat wisata ini terletak di dusun jeketro desa kaligono kecamatan kaligesing kabupaten purworejo provinsi jawa tengah atau kurang lebih sekitar 16 km dari pusat kota purworejo.Untuk htm para penelusur cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 2500,-/orang dan parkir motor hanya sebesar Rp 1000,-. Di tempat wisata ini sudah terdapat fasilitas penunjang untuk para penelusur yaitu kamar mandi dan juga beberapa warung makan. Curug di area ini terdiri dari 3 tingkat curug yang terdiri dari Curug Siklotok yang terletak paling bawah, lalu ada curug yang berada di tengah, dan yang paling atas yaituCurug Silangit. Para penelusur tidak bisa membawa kendaraan sampai ke dekat curug karena kondisi yang nggak memungkinkan sehingga kendaraan di parkir di tempat yang sudah di sediakan oleh para pengelola dan setelah itu para penelusur diharuskan berjalan kaki kurang lebih 60 menit. Jalan menuju Curug Silangit dibuat dari susunan batu yang rapi sehingga memudahkan pengunjung yang ingin menuju lokasi curug tetapi para penelusur tetap harus hati hati karena saat hujan jalanan akan menjadi sangat licin. Selama perjalanan para penelusur akan selalu ditemani oleh aliran sungai dengan beberapa jeram yang cukup tinggi dengan bebatuan bebatuan besar yang tentunya menambah keindahan serta terdapat juga beberapa jembatan dari bambu yang menambah kental suasana tradisional dari tempat ini. Selain itu para penelusur selama perjalanan juga akan menemui kandang hewan ternak khas desa tersebut yaitu kambing etawa. Dan tepat sebelum sampai di lokasi Curug Silangit para penelusur harus menyusuri pinggiran sungai dengan bebatuan yang tak beraturan sehingga menghasilkan jeram yang sangat indah dengan air yang sangat jernih sehingga dasar dari sungai terlihat dengan sangat jelas.Untuk mencapai Curug Silangit kita harus melewati diantara dua curug yang berada tepat di bawah curug silangit. Tempat wisata Curug Silangit ini berada di area sekitar 30 meter karena letaknya paling atas diantara curug yang lainnya. Para penelusur tidak bisa mandi di tempat wisata ini walaupun terdapat kedung/kolam yang ada tepat dibagian bawah curug karena sangat berbahaya. Potensi alam bukit menoreh, suasana pedesaan dusun Jekerto, eksotisme dari curug yang bertingkat-tingkat terangkum menjadi satu dalam satu tempat, menjadikan tempat ini layak dan menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan atau liburan bersama pacar, teman, ataupun keluarga. Para penelusur nggak usah khawatir karena kami akan tunjukkan rute menuju lokasi tempat wisata Curug Silangit dari pusat kota purworejo. Berjarak 16 km ke arah timur dari pusat kota purworejo melalui jalur purworejo – kaligesing.Lokasi curug silangit ini sangat mudah dijangkau dikarenakan letaknya yang tak jauh dari tepi jalan kaligesing. Perjalanan menuju lokasi bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.Jika para penelusur menggunakan angkutan umum jurusan purworejo – kaligesing yang terminal angkotnya ada di belakang pasar baledono kemudian turun di balai desa somongari. Sedangkan bagi pengguna kendaraan roda dua atau empat, kendaraan bisa di parkirkan di balai desa atau rumah penduduk sekitar. Selanjutnya dari tempat parkir perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 4km atau 60 menit. Tempat wisata Curug Silangit masih sangat alami karena belum begitu banyak pengunjung maka para penelusur akan merasakan suasana yang sangat damai dan tentang. Oh ya penelusur jangan lupa bawa air mineral ya karena untuk menuju ke lokasi akan sangat melelahkan. Berjarak 16 km ke arah timur dari pusat kota Purworejo melalui jalur Purworejo – Kaligesing. Lokasi Curug Silangit ini sangat mudah dijangkau, karena letaknya tak jauh dari tepi jalan raya Kaligesing. Perjalanan menuju ke sana bisa ditempuh dengan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Jika menggunakan angkutan umum, bisa menggunakan angkutan umum jurusan Purworejo-Kaligesing yang terminal angkotnya berada di belakang Pasar Baledono, lalu turun di balai Desa Somongari. Ongkos kendaraan umum sebesar Rp 5000 per orang. Sedangkan bagi pengguna kendaraan roda dua atau roda empat, kendaraan bisa diparkirkan di balai desa tersebut atau di halaman rumah penduduk sekitar yang memang sering dijadikan tempat parkir oleh para pengunjung. Selanjutnya dari tempat parkiran ini perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sejauh 4 km atau sekitar 60 menit dengan berjalan kaki menuju ke lokasi parkiran Curug ini berada. Kondisi jalan setapak ini satu kilometer berupa batu kali yang ditata rapi, sedangkan sisanya masih berupa jalan tanah. F. Geger Menjangan Taman Geger Menjangan. Para Penelusur pernah belum berkunjung ditempat wisata ini? Taman Geger Menjangan terletak di sisi utara kota sekitar 1 Km tepatnya di Kelurahan Trirejo, Kecamatan Loano, Purworejo. Para Penelusur tau ga asal kata Geger Menjangan? usut punya usut nih ternyata nama tersebut konon, hamparan bukit ini jika dilihat dari kejauhan tampak seperti punggung seekor menjangan, maka dari itu, masyarakat lebih mengenalnya dengan Geger (Indonesia: punggung) Menjangan. Para Penelusur pasti ga menyangka, ternyata luas dari tempat wisata ini sekitar 12,75 Ha, serta ketinggian sekitar 125 – 200 mdpl. Para Penelusur yang ingin kesini pasti suka, karena Taman Geger Menjangan ini merupakan kawasan pegunungan dan termasuk barisan bukit menoreh. Dari puncak bukit ini kita bisa meandang lepas kota Purworejo, bahkan jauh ke selatan, pantai selatan. Jalan setapak yang mendaki menjadi keasyikan tersendiri asyik untuk jalan-jalan. Perjalanan dari pintu masuk obyek hingga puncak bukit memang cukup mengasyikkan. Para Penelusur akan ditantang untuk membuktikan kehandalan tenaga dengan mendaki bukit yang tingginya sekitar 175 m di atas permukaan laut. Setelah sampai di puncak, wisatawan akan menemukan sebuah bangunan berukuran 6 x 10 meter, itulah gardu pemandangan yang sengaja dibangun untuk menikmati keindahan Kota Purworejo dan Pantai Selatan. Selain itu, kawasan Geger Menjangan masih menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu taman permainan anak dan kolam renang. Kolam renang dan taman pemancingan terletak di pintu masuk kawasan. Untuk mencapai ke sana bisa naik angkutan jurusan Kalibata, jalan yang arah ke Magelang, dekat dengan pusat kota kabupaten. Para Penelusur pasti tau ga ternyata di Geger Menjangan terdapat makam ulama besar Purworejo Kyai Imam Puro yang setiap menjelang bulan puasa dikunjungi puluhan ribu peziarah dari berbagai daerah di Jawa atau orang Purworejo sendiri menyebutnya nyadran. Konon dari ceritanya Kyai tersebut merupakan salah satu tokoh yang besar andilnya bagi keberadaan Kota Purworejo, sampai-sampai sejarahnya pernah ditawarkan menjadi tonggak hari jadi Kota Purworejo. Bab 3 Penutup Kesimpulan : Dengan kekayaan Bangsa Indonesia yang sangat melimpah, kita hendaknya bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah menciptakan semuanya, dan kita hendaknya mengetahui tentang tempat-tempat wisata di Indonesia. Saran : Kita sebagai warga Indonesia hendaknya menjaga dan melestarikan tempat-tempat wisata di Indonesia, agar tetap lestari.

Report
Disusun Oleh
:
Dian Murnisari (06/X Pemasaran 2)
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Purworejo
JL. Krajan, Semawung Daleman, Kec Kutoarjo, Kab Purworejo
1
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Purworejo, April 2016
Penyusun
2
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….I
KATA PENGANTAR………………………………………………………………...2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….3
BAB 1…………………………………………………………………………………
 Pendahuluan……………………………………………………...…...4
BAB 2…………………………………………………………………………………
 Isi…………………………………………………………………5-23
BAB 3…………………………………………………………………………………
 Penutup………………………………………………………………24
3
BAB 1
PENDAHULUAN
Sebagai negara besar indonesia mempunyai segudang tempat
wisata yang menarik serta lokasi wisata yang mempesona. Wajar bila
indonesia menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Salah satunya Kota
Purworejo. Banyak sekali keindahan alam di kota Purworejo mulai dari
pantainya sampai ke curug-curugyang ada di Kota Purworejo.
4
Bab II
Isi
I.
Letak kota Purworejo
Kabupaten Purworejo (Jawa: Hanacaraka: ꦦꦦꦦꦦꦦꦦ, Latin: Purwårejå),
adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukota berada di
kota Purworejo. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten
Wonosobo dan Kabupaten Magelang di utara, Kabupaten Kulon
Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di timur), Samudra Hindia di selatan,
serta Kabupaten Kebumen di sebelah barat.
II.
Wisata yang ada di Kota Purworejo
Dalam bidang pariwisata, purworejo mengandalkan pantainya di sebelah
selatan yang bernama "Pantai Ketawang", "Pantai Keburuhan (Pasir Puncu), "Pantai
Jatimalang" didukung dengan gua-gua seperti "Gua Selokarang" dan "Sendang
Sono", di Sendang Sono (artinya kolam di bawah pohon sono) masyarakat
mempercayai bahwa mandi di sendang tersebut akan dapat mempertahankan
keremajaan. Gua Seplawan, terdapat di kecamatan Kaligesing. Goa ini banyak
diminati wisatawan karena keindahan goa yang masih asli dan juga keindahan
pemandangan alamnya serta hasil buah durian dan kambing ettawa sebagai salah
satu ciri khas hewan ternak di Kabupaten Purworejo.
Di samping itu, terdapat juga air terjun "Curug Muncar" dengan ketinggian ±
40m yang terletak di kecamatan Bruno dengan panorama alam yang masih
alami.[3] Gua pencu di desa Ngandagan merupakan bentuk benteng seperti gua pada
5
zaman Hindia Belanda, dan pada masa itu gua pencu pernah didatangi oleh Presiden
Sukarno, tapi sekarang sudah tidak terawat karena kurang pedulinya aparatur
pemerintahan desa.
Macam-macam wisata di Kota Purworejo
A.
Pantai Jatimalang
Pantai
Jatimalang – Pantai
Jatimalang
Indah
terletak
di
Desa
Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo termasuk jajaran
Pantai Selatan kurang lebih 17 km dari kota Purworejo dan kurang lebih 60
KM dari kota Yogyakarta, Sebelah Timur berbatasan dengan Pantai di
kawasan Yogyakarta, sebelah barat berbatasan dengan pantai-pantai kecil di
daerah Purworejo.
Pantai Jatimalang merupakan pantai yang menjadi andalan wisata
kabupaten Purworejo. Pantai yang satu ini menyimpan kelebihan dan keelokan
tersendiri
yang
berbeda
dibandingkan
dengan
pantai
yang
lainnya.
Pemandangan indah disaat sunset juga menjadi sesuatu yang nggak boleh
dilewatkan begitu saja oleh para penelusur.
Akses ke Pantai Jatimalang sendiri sangatlah mudah. Jika para
penelusur ingin ke sana dengan menggunakan kendaraan pribadi, maka
langsung saja arahkan kendaraan ke arah selatan pusat kota purworejo
tepatnya ke Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi. Namun jika para
penelusur menggunakan angkutan umum, maka bisa angkot dari terminal
Purworejo dengan trayek trayek Purworejo-nampurejo. Tapi nggak semua
angkot trayek itu sampai di pantainya, hanya beberapa angkot yang
bertuliskan Pantai Jatimalang di kaca depan ataupun belakang. Biaya
6
masuknya juga murah nih, hanya dengan biaya retribusi Rp. 3000/orang para
penelusur bisa masuk dan bermain sepuasnya di pantai ini.
Di Pantai Jatimalang, para penelusur bisa melakukan berbagai kegiatan
wisata. Jika tidak ingin bermain air pantai atau takut dengan ombak yang
besar jangan khawatir dulu, tidak jauh dari bibir pantai, berjejer kolam
renang air tawar. Kolam ini termasuk unik karena terbuat dari terpal -terpal
berwarna-warni dan juga berada di pinggir pantai sehingga sambil berenang
bisa melihat pantai. Tidak jauh dari Pantai Jatimalang juga ada TPI (Tempat
Pelelangan Ikan), ikan-ikan tersebut berasal dari nelayan yang juga ada di
Pantai Jatimalang.
Jika para penelusur ingin menikmati keindahan pantai namun malas
jalan kaki, maka para penelusur bisa menyewa ATV yang disewakan oleh
masyarakat sekitar. Dengan tarif Rp 20.000/15menit para penelusur dapat
berkeliling pantai tanpa rasa capek.
Di Pantai jatimalang ini para penelusur juga bisa menikmati indahnya
matahari terbenam maupun matahari terbit, jadi kurang apa lagi coba
keindahan dari tempat yang satu ini?
Pantai Jatimalang sendiri juga sudah dilengkapi dengan berbagai
fasilitas dan juga akomodasi pendukung diantaranya yaitu toilet yang bersih,
tempat bilas air tawar, dan juga berbagai tempat penginapan dengan harga
yang terjangkau.
7
Di sekitar Pantai Jatimalang juga terdapat beberapa warung makan
seafood. Berbagai varian menu olahan ikan laut ditawarkan di warung – warung
tersebut dan bahkan di salah satu warung ada yang menyediakan menu olahan
yang sangat wow sekali, yaitu olahan menu dengan bahan dasar daging ikan
hiu!! Para penelusur nggak perlu khawatir soal harga, karena harganya
tergolong murah kok, jadi nggak bakalan deh bikin dompet para penelusur
sampe kosong.
8
B.
Pantai Ketawang
Pantai Ketawang. Para Penelusur pasti sering banget bila bermain ke
Pantai. Untuk itu cobain nih untuk bermain ke Pantai Ketawang yang terletak
di dusun Ketawang, desa Ketawangrejo, kecamatan Grabag, Purworejo.
Para Penelusur tau ga? ternyata pantai Ketawang ini banyak orang yang
mengira Pantai Jetis lho. padahal Jetis sendiri merupakan nama dusun di desa
Patutrejo yang terletak di sebelah timur desa Ketawangrejo. Usut punya usut
ternyata kedua dusun tersebut juga saling berbatasan, sehingga kemungkinan
kedua pantai tersebut juga sulit untuk dicari batasnya. Lokasi secara
astronomis terletak pada 7.849166667S, 109.895E
Para Penelusur yang ingin kesini pasti ga akan kecewa, walupun Pantai
Ketawang mempunyai pasir hitam. Tetapi keindahannya ga akan kalah dengan
pantai yang berpasir putih. Dari pantai ini Para Penelusur bisa melihat
pegunungan sewu dan menoreh di sebelah timur dan karst gombong di sebelah
barat, serta mercusuar yang terletak di tengah rawa-rawa yang sudah
dimanfaatkan sebagai kolam ikan dan lahan bercocok tanam. Di Pantai
Ketawang terdapat juga acara lomba pacuan kuda, dan balap motor (racing) di
9
pantai ini. Ada juga fasilitas disini, seperti tempat parkir, tempat makan, dan
tiada retribusi.
Para Penelusur yang ingin kesini dengan melewati Kutoarjo terus
menuju stasiun dan ikuti jalan ke selatan hingga jalan Daendels dan ikuti lagi
jalan ke selatan hingga ke pantai. Jika lewat jalan Daendels dari Kebumen
atau Jogja tinggal menuju bagian Purworejo yang jalannya dah acak kadut dan
sampai nemu petunjuk ke Ketawang. Bisa juga lewat jalan sebelum plang ke
Ketawang (dari arah Jogja) yang nanti melewati gerbang dengan tulisan
selamat datang di pantai Jetis, tinggal mengikuti jalan paving hingga pantai.
Para Penelusur yang lupa sarapan sehingga terasa lapar, disini terdapat
juga aneka warung menjual kupat tahu, mie ayam, bakso, sate, atau rames
berjajar sepanjang pantai. Juga aneka minuman seperti dawet, es buah, atau
teh. Jadi ga usah repot-repot bawa bekal dari rumah.
10
C.
Goa Seplawan
Keindahan goa seplawan dengan panjang lebih dari 750 meter ini wajib
anda selusuri. Berada di ketinggian sekitar 900 mdpl pegunungan menoreh
selain menawarkan keindahan pesona alam bawah tanah juga pemandangan
alam pegunungan sejuk nan indah.
Keindahan Goa Seplawan
Goa seplawan terletak di pegunungan menoreh yang membentang dari
kecamatan Bagelen Purworrejo hingga kabupaten Magelang. Dan goa seplawan
masuk wilayah kabupaten Purworejo Jawa Tengah dan di sebelah timur
berbatasan langsung dengan kabupaten Kulonprogo Yogyakarta.Lokasi Goa
Seplawan Tepatnya berada di desa Donorejo kecamatan Kaligesing Purworejo
Jawa Tengah.
11
Memasuki kawasan wisata Goa Seplawan, hawa sejuk begitu terasa
disini. Lokasi goa seplawan berada tak jauh dari area parkir, pengunjung
cukup berjalan beberapa meter saja. Sebelum memasuki goa seplawan,
pengunjung akan disuguhi patung besar replika arca emas Dewa Siwa dan
Dewi Parwati. Dulu, Sekitar tahun 1979 bersamaan ditemukannya goa
Seplawan kala itu ditemukan pula patung emas dan berdasarkan identifikasi
ahli sejarah waktu itu merupakan patung Dewa Siwa dan Parwati. Saat ini
patung tersebut disimpan di museum Nasional Jakarta dan sebagai tanda
ditemukan
benda
bersejarah
maka
dibuat
patung
replika. Dengan
ditemukannya patung tersebut menandakan bahwa goa seplawan mempunyai
nilai sejarah yang tinggi.
Untuk Selusur goa seplawan bisa dilakukan oleh siapa saja karena
sangat aman dan mudah tanpa peralatan khusus. Di dalam goa sudah tersedia
lampu penerangan yang menerangi sepanjang jalur wisata goa seplawan.
Untuk menuju mulut goa harus melewati jalan paving yang melingkar dan
menurun. Untuk menuju goa pengunjung harus menuruni tangga yang tersedia.
Berada di mulut goa anda sudah merasakan keajaiban alam berupa stalaktit
dan stalakmit yang beraneka ragam nan indah.
12
Berjalan beberapa meter pengunjung akan mendapati sebuah kolam
dengan airnya yang jernih. Perjalanan tidak berhenti disini, karena ini baru
awal. Untuk melanjutkan selusur goa seplawan, pengunjung harus naik tangga
kecil dan masuk lorong goa yang bisa dilalui satu orang saja. Namun setelah
melewati lorong tersebut, pengunjung akan melihat keindahan goa seplawan.
Pengunjung akan terkagum-kagum karena ternyata goa seplawan memiliki
diameter yang besar dan memanjang sepanjang lebih dari 700 meter.
Goa seplawan ini memiliki jalur buntu, karena tidak ada tembusan ke
titik tertentu. Jadi untuk keluar goa harus jalan balik dan keluar melalui pintu
masuk. Goa ini memiliki cabang-cabang yang banyak, dan cabang-cabang
tersebut tidak disediakan lampu penerangan karena beberapa jalur tersebut
berupa goa vertikal dan ada juga yang berlumpur sehingga sering disebut
istana lumpur. Untuk memasuki cabang goa tersebut harus membawa alat
penerangan sendiri dan harus dengan pemandu.
Pemandangan Alam Yang Mempesona
Selain keindahan goa alam sendiri, pemandangan alam di kawasan juga
sangat indah. Anda bisa melihat kota Jogja dari gardu pandang goa seplawan.
Dari gardu Pandang bisa juga melihat waduk Sermo yang terletak di
13
Kulonprogo. Bahkan jika naik kepuncak sisi kanan dari gardu Pandang, jika
cuaca cerah
bisa menyaksikan 5 gunung sekaligus yaituGunung Merapi,
Gunung Merbabu, Gunung Slamet, gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Jam Buka Dan Harga Tiket Masuk
Pengunjung bisa datang kapan saja di goa ini. Untuk jam buka goa
seplawan sendiri mulai dari jam 08.00 pagi hingga pukul 17.00. Goa seplawan
biasanya ramai dikunjungi di hari sabtu atau minggu ataupun hari llibur atau
musim liburan. Untuk tarif tiket masuk Goa Seplawan sangat murah yaitu
sekitar Rp.3.000 rupiah dan tarif parkir Rp. 2000 . Sangat murah bukan?
Lokasi Dan Rute Menuju Goa Seplawan
Goa Seplawan terletak di Desa Donorejo kecamatan Kaligesing
Purworejo
berbatasan
langsung
dengan
kabupaten
Kulonprogo.
Bila
pengunjung dari arah kota Yogyakarta maka bisa mengambil rute ke arah
Samigaluh melalui jalan Godean. Kemudian lurus ke arah Goa Kiskendo.
Setelah sampai goa Kiskendo lihat papan petunjuk arah menuju Goa Seplawan
/ Purworejo. Maka anda cukup mengikuti jalan tersebut dan anda akan sampai
di Goa Seplawan. Fasilitas goa seplawan sudah lumayan lengkap mulai dari
area parkir, kamar mandi dan WC, Mushola dan tersedia warung-warung
sehingga jika lapar setelah selusur goa bisa memesan makanan sembari
menikmati keindahan dan kesejukan kawasan goa seplawan.
14
D.
Curug Muncar
Wisata alam berupa air terjun Curug Muncar ( Muncar Waterfall )
beralamat di dusun Kalibang, desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno dan masih
berada di wilayah kabupaten Purworejo. Curug Muncar termasuk salah satu
dari beberapa air terjun di kabupaten Purworejo yang masih sangat alami
sekali dan belum tersentuh perubahan.
15
Air terjun curug Muncar berada di ketinggian sekitar 900 dpl, dan
mempunyai tinggi sekitar 40 meter. Lokasi air terjun curug Muncar itu
sendiri berada di tengah ketinggian pada sebuah bukit bebatuan sehingga
pengunjung harus mengeluarkan tenaga ekstra saat naik menuju area curug
muncar karena kondisi jalan adalah menanjak.
Selain itu, kondisi jalan utama menuju lokasi air terjun mempunyai
lebar yang sempit dan hanya dapat dilalui oleh satu kendaraan roda dua.
Namun, beberapa pengunjung dengan jiwa petualang lebih menyukai
menitipkan kendaraan mereka untuk parkir di rumah-rumah penduduk yang
berlokasi tak jauh dari jalan utama dan kemudian mereka melakukan jalan
kaki untuk menuju lokasi utama curug Muncar.
Rute perjalanan
Jika dilihat dari peta lokasi, ada 3 jalur utama untuk rute perjalananmenuju
lokasi curug muncar, yaitu dari Kutoarjo, pertigaan Maron, dan Wonosobo.
Rute perjalanan dari kota Magelang dan sekitarnya.
Jika anda berasal dari lokasi Magelang dan sekitarnya, anda harus mengambil
arah ke Purworejo. Setelah sampai di simpang tiga di desa Maron ( 7 km
sebelum kota Purworejo ), anda mengambil arah ke kanan menuju kecamatan
Kepil, Wonosobo. Kira-kira 20 km, anda akan menemukan pertigaan di desa
Cawangan, kec. Kepil, Wonosobo, Anda harus mengambil arah ke kiri menuju
kecamatan Bruno.Pada 10 km kemudian, anda akan berada di persimpangan
curug Muncar, desa Kaliwungu, kecamatan Bruno. Jarak antara pertigaan desa
Cawangan ke kota Kutoarjo itu sendiri berada di sekitar 32,5 km. Selama
perjalanan dari desa Cawangan ke Kaliwungu, anda akan merasakan hawa sejuk
dan menyegarkan. Selain itu, kondisi jalan adalah menurun sehingga kendaraan
anda akan hemat bensin. Satu hal lagi, anda akan disuguhi pemandangan indah
yang ada di kiri dan kanan jalan, selama perjalanan.
Rute perjalanan dari Kutoarjo dan sekitarnya.
Dari kota Kutoarjo, anda harus mengambil jurusan ke arah desa Gunung
Tugel. Dari Kotoarjo menuju persimpangan curug Muncar di desa Kaliwungu
adalah sekitar 22 km.
Rute perjalanan dari kota Wonosobo dan sekitarnya.
16
Jika anda dari arah Wonosobo, anda harus mengambil jalur menuju kecamatan
Kretek kemudian menuju pertigaan di desa Cawangan, kecamatan Kepil dan
kemudian mengambil arah ke kanan untuk menuju persimpangan curug Muncar
di desa Kaliwungu.
Dari persimpangan curug Muncar di desa Kaliwungu menuju lokasi utama air
terjun adalah sekitar 3 km. Bentuk jalan adalah sebuah gang kampung yang
sudah dibuat jalur setapak dan bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat.
Pada 2 km sebelum lokasi utama curug muncar, anda boleh menitipkan
kendaraan anda di rumah-rumah penduduk dengan tarip parkir adalah Rp
2.000. Kemudian anda harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 km dimana
65% dari bentuk jalan adalah tanah menanjak dan sangat licin jika setelah
datang hujan.
17
E.
Curug Silangit
Curug Silangit adalah tempat wisata alam yang memiliki ketinggian
kurang lebih 30 meter dan letaknya berada paling atas.Tempat wisata ini
terletak di dusun jeketro desa kaligono kecamatan kaligesing kabupaten
purworejo provinsi jawa tengah atau kurang lebih sekitar 16 km dari pusat
kota purworejo.Untuk htm para penelusur cukup membayar tiket masuk
sebesar Rp 2500,-/orang dan parkir motor hanya sebesar Rp 1000,-.
Di tempat wisata ini sudah terdapat fasilitas penunjang untuk para
penelusur yaitu kamar mandi dan juga beberapa warung makan. Curug di area
ini terdiri dari 3 tingkat curug yang terdiri dari Curug Siklotok yang terletak
paling bawah, lalu ada curug yang berada di tengah, dan yang paling atas
yaituCurug Silangit. Para penelusur tidak bisa membawa kendaraan sampai ke
dekat curug karena kondisi yang nggak memungkinkan sehingga kendaraan di
parkir di tempat yang sudah di sediakan oleh para pengelola dan setelah itu
para penelusur diharuskan berjalan kaki kurang lebih 60 menit.
Jalan menuju Curug Silangit dibuat dari susunan batu yang rapi
sehingga memudahkan pengunjung yang ingin menuju lokasi curug tetapi para
penelusur tetap harus hati hati karena saat hujan jalanan akan menjadi
sangat licin. Selama perjalanan para penelusur akan selalu ditemani oleh aliran
sungai dengan beberapa jeram yang cukup tinggi dengan bebatuan bebatuan
besar yang tentunya menambah keindahan serta terdapat juga beberapa
jembatan dari bambu yang menambah kental suasana tradisional dari tempat
ini.
18
Selain itu para penelusur selama perjalanan juga akan menemui kandang
hewan ternak khas desa tersebut yaitu kambing etawa. Dan tepat sebelum
sampai di lokasi Curug Silangit para penelusur harus menyusuri pinggiran
sungai dengan bebatuan yang tak beraturan sehingga menghasilkan jeram
yang sangat indah dengan air yang sangat jernih sehingga dasar dari sungai
terlihat dengan sangat jelas.Untuk mencapai Curug Silangit kita harus
melewati diantara dua curug yang berada tepat di bawah curug silangit.
Tempat wisata Curug Silangit ini berada di area sekitar 30 meter
karena letaknya paling atas diantara curug yang lainnya. Para penelusur tidak
bisa mandi di tempat wisata ini walaupun terdapat kedung/kolam yang ada
tepat dibagian bawah curug karena sangat berbahaya. Potensi alam bukit
menoreh, suasana pedesaan dusun Jekerto, eksotisme dari curug yang
bertingkat-tingkat terangkum menjadi satu dalam satu tempat, menjadikan
tempat ini layak dan menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan atau liburan
bersama pacar, teman, ataupun keluarga.
Para penelusur nggak usah khawatir karena kami akan tunjukkan rute
menuju lokasi tempat wisata Curug Silangit dari pusat kota purworejo.
Berjarak 16 km ke arah timur dari pusat kota purworejo melalui jalur
purworejo – kaligesing.Lokasi curug silangit ini sangat mudah dijangkau
dikarenakan letaknya yang tak jauh dari tepi jalan kaligesing. Perjalanan
menuju lokasi bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun
angkutan umum.Jika para penelusur menggunakan angkutan umum jurusan
purworejo – kaligesing yang terminal angkotnya ada di belakang pasar
baledono kemudian turun di balai desa somongari.
19
Sedangkan bagi pengguna kendaraan roda dua atau empat, kendaraan
bisa di parkirkan di balai desa atau rumah penduduk sekitar. Selanjutnya dari
tempat parkir perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih
4km atau 60 menit. Tempat wisata Curug Silangit masih sangat alami karena
belum begitu banyak pengunjung maka para penelusur akan merasakan
suasana yang sangat damai dan tentang. Oh ya penelusur jangan lupa bawa air
mineral ya karena untuk menuju ke lokasi akan sangat melelahkan.
Berjarak 16 km ke arah timur dari pusat kota Purworejo melalui jalur
Purworejo – Kaligesing. Lokasi Curug Silangit ini sangat mudah dijangkau,
karena letaknya tak jauh dari tepi jalan raya Kaligesing. Perjalanan menuju ke
sana bisa ditempuh dengan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Jika
menggunakan angkutan umum, bisa menggunakan angkutan umum jurusan
Purworejo-Kaligesing yang terminal angkotnya berada di belakang Pasar
Baledono, lalu turun di balai Desa Somongari. Ongkos kendaraan umum
sebesar Rp 5000 per orang.
Sedangkan bagi pengguna kendaraan roda dua atau roda empat,
kendaraan bisa diparkirkan di balai desa tersebut atau di halaman rumah
penduduk sekitar yang memang sering dijadikan tempat parkir oleh para
pengunjung.
Selanjutnya dari tempat parkiran ini perjalanan diteruskan dengan
berjalan kaki sejauh 4 km atau sekitar 60 menit dengan berjalan kaki menuju
ke lokasi parkiran Curug ini berada. Kondisi jalan setapak ini satu kilometer
berupa batu kali yang ditata rapi, sedangkan sisanya masih berupa jalan
tanah.
20
F.
Geger Menjangan
Taman Geger Menjangan. Para Penelusur pernah belum berkunjung
ditempat wisata ini? Taman Geger Menjangan terletak di sisi utara kota
sekitar 1 Km tepatnya di Kelurahan Trirejo, Kecamatan Loano, Purworejo.
Para Penelusur tau ga asal kata Geger Menjangan? usut punya usut nih
ternyata nama tersebut konon, hamparan bukit ini jika dilihat dari kejauhan
tampak seperti punggung seekor menjangan, maka dari itu, masyarakat lebih
mengenalnya dengan Geger (Indonesia: punggung) Menjangan. Para Penelusur
21
pasti ga menyangka, ternyata luas dari tempat wisata ini sekitar 12,75 Ha,
serta ketinggian sekitar 125 – 200 mdpl.
Para Penelusur yang ingin kesini pasti suka, karena Taman Geger
Menjangan ini merupakan kawasan pegunungan dan termasuk barisan bukit
menoreh. Dari puncak bukit ini kita bisa meandang lepas kota Purworejo,
bahkan jauh ke selatan, pantai selatan. Jalan setapak yang mendaki menjadi
keasyikan tersendiri asyik untuk jalan-jalan. Perjalanan dari pintu masuk
obyek hingga puncak bukit memang cukup mengasyikkan. Para Penelusur akan
ditantang untuk membuktikan kehandalan tenaga dengan mendaki bukit yang
tingginya sekitar 175 m di atas permukaan laut. Setelah sampai di puncak,
wisatawan akan menemukan sebuah bangunan berukuran 6 x 10 meter, itulah
gardu pemandangan yang sengaja dibangun untuk menikmati keindahan Kota
Purworejo dan Pantai Selatan. Selain itu, kawasan Geger Menjangan masih
menawarkan beberapa obyek rekreasi lainnya, yaitu taman permainan anak
dan kolam renang. Kolam renang dan taman pemancingan terletak di pintu
masuk kawasan. Untuk mencapai ke sana bisa naik angkutan jurusan Kalibata,
jalan yang arah ke Magelang, dekat dengan pusat kota kabupaten.
Para Penelusur pasti tau ga ternyata di Geger Menjangan terdapat
makam ulama besar Purworejo Kyai Imam Puro yang setiap menjelang bulan
puasa dikunjungi puluhan ribu peziarah dari berbagai daerah di Jawa atau
orang Purworejo sendiri menyebutnya nyadran. Konon dari ceritanya Kyai
tersebut merupakan salah satu tokoh yang besar andilnya bagi keberadaan
Kota Purworejo, sampai-sampai sejarahnya pernah ditawarkan menjadi
tonggak hari jadi Kota Purworejo.
22
23
Bab 3
Penutup
Kesimpulan :
Dengan kekayaan Bangsa Indonesia yang sangat melimpah, kita
hendaknya bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah menciptakan
semuanya, dan kita hendaknya mengetahui tentang tempat-tempat wisata
di Indonesia.
Saran :
Kita sebagai warga Indonesia hendaknya menjaga dan melestarikan
tempat-tempat wisata di Indonesia, agar tetap lestari.
24

similar documents